Diperbarui: 12 Desember 2025
Ringkasan cepat:
- PABX (Private Automatic Branch Exchange) adalah sistem telepon internal perusahaan yang mengatur panggilan masuk–keluar dan komunikasi antar-ruangan (extension) di dalam gedung/kantor. Sistem ini memungkinkan banyak pesawat telepon berbagi beberapa jalur PSTN (saluran luar) sekaligus.
- Jenis utama PABX: analog, digital, IP PABX, dan hybrid. IP PABX dan hybrid biasanya terhubung ke jaringan LAN dan bisa dikombinasikan dengan VoIP.
- Istilah penting: extension (nomor internal), trunk/CO line (jalur ke PSTN/operator), operator/resepsionis, group hunting, dan class of service (batasan panggilan).
- Alur setting dasar: rencanakan penomoran → pasang kabel ke PABX & pesawat telepon → masuk ke mode program → set tanggal/waktu, penomoran extension, dan jalur luar → atur hak akses (boleh lokal/interlokal/internasional) → uji panggilan internal & eksternal.
- Dari sisi syariat: gunakan PABX untuk komunikasi kerja yang halal (layanan pelanggan, koordinasi internal), jangan dipakai untuk penipuan, ghibah, atau memfasilitasi layanan yang jelas haram. Jika kamu membuka usaha instalasi/servis PABX, urus perizinan dan KBLI reparasi peralatan komunikasi dengan benar.
Daftar isi
- Kapan sebaiknya menggunakan dan menyetting PABX?
- Apa itu PABX, istilah penting, dan jenis-jenisnya?
- Syarat & persiapan sebelum setting PABX
- Langkah konfigurasi dasar PABX di kantor kecil
- Tips praktis agar sistem PABX rapi & mudah dikelola
- Risiko & kesalahan umum saat setting PABX
- FAQ seputar PABX & setting dasar
- Baca juga di Beginisob.com
Kapan sebaiknya menggunakan dan menyetting PABX?
PABX mulai terasa perlu ketika:
- Di kantor/hotel/rumah sakit sudah ada lebih dari beberapa meja yang membutuhkan telepon sendiri, tapi saluran PSTN dari operator terbatas.
- Kamu ingin pelanggan cukup menelpon ke satu nomor utama, lalu disambungkan ke bagian terkait (sales, billing, teknis, resepsionis, kamar hotel, dsb.).
- Butuh komunikasi internal antar-ruangan yang murah (extension ke extension) tanpa selalu memakai pulsa telepon luar.
- Ingin mengintegrasikan telepon kantor dengan sistem antrian, call center, atau VoIP di jaringan komputer.
Untuk usaha kecil yang hanya memakai 1–2 pesawat telepon dan jarang perlu internal call, PABX mungkin belum wajib. Tapi ketika jumlah staf dan meja bertambah, PABX membuat komunikasi jauh lebih tertata.
Apa itu PABX, istilah penting, dan jenis-jenisnya?
1. Pengertian PABX
PABX (Private Automatic Branch Exchange) adalah sistem sentral telepon otomatis milik internal perusahaan/instansi yang:
- Mengelola panggilan internal antar-pegawai (extension ke extension).
- Mengatur panggilan keluar ke jaringan publik (PSTN/sip trunk).
- Menerima panggilan masuk dan meneruskannya ke extension yang tepat.
Singkatnya, PABX memungkinkan banyak pesawat telepon di dalam kantor untuk saling bicara dan berbagi beberapa jalur telepon luar secara efisien.
2. Istilah penting dalam PABX
- Extension: nomor internal, misalnya 101 (resepsionis), 201 (keuangan), 301 (gudang).
- Trunk / CO line: jalur sambungan ke jaringan publik (PSTN, SIP trunk).
- Operator / Attendant: extension yang bertugas menjawab panggilan utama dan meneruskan ke bagian lain.
- Group / Hunt group: sekumpulan extension yang bisa berdering bersama atau bergantian (misal “Sales” berisi 3 nomor).
- Class of Service (CoS): pengaturan batasan hak akses panggilan (boleh lokal saja, lokal + SLJJ, internasional, dsb.).
3. Jenis-jenis PABX
- PABX analog – memakai kabel analog biasa; cocok untuk kantor lama dengan pesawat analog.
- PABX digital – menggunakan sinyal digital, biasanya pesawat khusus dengan fitur lebih canggih.
- IP PABX – memakai jaringan IP/Ethernet dan VoIP (SIP); telepon bisa berupa IP phone atau softphone di PC/HP.
- PABX hybrid – kombinasi analog + digital + IP, fleksibel untuk masa transisi.
Syarat & persiapan sebelum setting PABX
1. Pemetaan kebutuhan
- Jumlah extension yang diperlukan (berapa meja, ruangan, kamar hotel, dll.).
- Jumlah jalur luar (trunk) ke operator: minimal 1–2, lebih jika call keluar sering.
- Siapa yang perlu hak panggilan keluar lokal, SLJJ, internasional, dan siapa yang hanya perlu internal saja.
2. Dokumen & alat yang disiapkan
- Buku manual PABX (tiap merek/tipe punya cara masuk mode program sendiri).
- Denah kantor + rencana nomor extension (misal lantai 1 = 1xx, lantai 2 = 2xx).
- Peralatan kabel telepon (krone tool, punch down, line tester sederhana).
- Label untuk menandai kabel & pesawat telepon (supaya tidak tertukar).
3. Pengingat syariat & legal
- Kalau kamu buka usaha instalasi/servis PABX, cek klasifikasi bidang usaha di KBLI reparasi peralatan komunikasi (router, modem, PABX, dll.) dan urus NIB secara benar.
- Gunakan sistem telepon untuk kebutuhan kerja yang halal; jangan dipakai untuk spam, ancaman, atau penipuan via telepon.
- Jaga kerahasiaan nomor internal dan konfigurasi (password admin PABX) dari orang yang tidak berkepentingan.
Langkah konfigurasi dasar PABX di kantor kecil
Setiap merek PABX punya tampilan & menu yang sedikit berbeda, tapi pola dasarnya mirip. Berikut alur umum konfigurasi PABX analog/hybrid untuk kantor kecil.
Langkah 1 – Rencanakan penomoran extension
- Buat daftar extension: misalnya 100 (operator), 101–110 (lantai 1), 201–210 (lantai 2), 301–320 (gudang & fasilitas).
- Catat di denah ruangan: extension mana ada di meja siapa / ruang mana.
- Gunakan pola yang mudah diingat, hindari campur aduk antara departemen.
Langkah 2 – Pasang kabel & sambungan fisik
- Pasang PABX di tempat yang aman, kering, dan mudah dijangkau teknisi (tapi tidak mudah diakses tamu).
- Hubungkan:
- Port CO line PABX ke jalur telepon dari operator.
- Port extension PABX ke socket telepon yang tersebar di ruangan/kamar.
- Gunakan tester sederhana untuk memastikan tiap pasangan kabel tersambung baik.
Langkah 3 – Masuk mode program PABX
Cara masuk mode program berbeda per merek (Panasonic, NEC, dsb.) – biasanya:
- Pakai telepon khusus operator/programming phone yang dicolok ke port tertentu.
- Tekan kombinasi tombol (misal
PROGRAM + *#atau sejenis) lalu masukkan password admin (lihat manual resmi, jangan pakai default yang mudah ditebak).
Jangan menyebarkan password admin ke sembarang orang; cukup teknisi & admin IT yang dipercaya yang boleh memegang akses penuh.
Langkah 4 – Set tanggal & waktu sistem
- Di menu program, cari pengaturan date/time.
- Atur zona waktu & format jam (24 jam jika perlu dipakai untuk billing/log panggilan).
- Simpan pengaturan.
Langkah 5 – Set penomoran extension
- Masuk ke menu konfigurasi extension/port.
- Tentukan nomor untuk masing-masing port, sesuai rencana di denah (misalnya port 01 = 100, port 02 = 101, dst.).
- Cetak daftar extension dan tempel di dekat telepon resepsionis / papan pengumuman.
Langkah 6 – Atur jalur luar (trunk/CO line)
- Pastikan setiap jalur dari operator masuk ke port CO yang benar.
- Set aturan prefix jika perlu (misalnya tekan
0dulu untuk keluar ke luar kantor). - Tentukan jalur mana yang dipakai untuk panggilan ke operator tertentu (opsional).
Langkah 7 – Atur hak akses panggilan (Class of Service)
- Buat profil CoS, contoh:
- CoS 1: hanya internal.
- CoS 2: internal + lokal.
- CoS 3: internal + lokal + SLJJ.
- CoS 4: internal + lokal + SLJJ + internasional (misalnya hanya untuk manajer).
- Assign CoS ke extension sesuai kebutuhan dan kebijakan perusahaan.
Langkah 8 – Uji panggilan internal & eksternal
- Coba panggil antar-extension (100 ke 101, 101 ke 201, dst.).
- Coba panggil ke luar (misalnya nomor HP atau PSTN lain). Pastikan prefix berfungsi.
- Coba panggilan masuk dari luar ke nomor utama; pastikan bisa di-transfer ke extension lain.
Langkah 9 – Dokumentasi & serah terima
- Buat dokumen singkat: denah extension, daftar nomor, profil CoS, dan ringkasan pengaturan.
- Simpan di tempat aman; kirim salinan ke manajemen/IT agar mudah saat ada pergantian teknisi.
Tips praktis agar sistem PABX rapi & mudah dikelola
- Gunakan penomoran konsisten
Misalnya lantai 1 = 1xx, lantai 2 = 2xx, departemen tertentu punya blok sendiri. Ini memudahkan staf menghafal. - Batasi hak panggilan mahal
Panggilan SLJJ/internasional sebaiknya hanya untuk jabatan tertentu; selain hemat biaya, ini mencegah penyalahgunaan. - Latih resepsionis & staf
Ajarkan cara transfer panggilan, hold, pickup, dan menangani telepon dengan etika yang baik. Di Beginisob sudah ada modul khusus tentang komunikasi lewat telepon. - Rencanakan integrasi dengan VoIP/IP PABX
Jika bisnis berkembang, pertimbangkan migrasi bertahap ke IP PABX/VoIP untuk menghubungkan cabang, call center, dan remote worker. - Jaga keamanan
Jangan membagikan nomor admin, kode program, atau akses remote PABX ke vendor tanpa perjanjian yang jelas.
Risiko & kesalahan umum saat setting PABX
- Pemetaan kabel berantakan – tidak ada label, sulit troubleshooting saat ada extension mati.
- Penomoran tidak logis – nomor extension lompat-lompat, staf bingung dan sering salah sambung.
- Hak akses terlalu longgar – semua extension bisa menelepon internasional → tagihan meledak.
- Konfigurasi tidak didokumentasi – ketika PABX error atau mati listrik, teknisi baru kesulitan mengembalikan pengaturan.
- Kurang perawatan – tidak pernah cek jalur, tidak membersihkan rak kabel, sehingga mudah terjadi gangguan fisik.
FAQ seputar PABX & setting dasar
1. Apakah PABX masih relevan di era HP dan aplikasi chat?
Masih. Di kantor, hotel, rumah sakit, dan pabrik, PABX menyediakan komunikasi internal yang stabil, tidak tergantung sinyal seluler atau paket data. PABX juga bisa diintegrasikan dengan VoIP/IP sehingga tetap relevan di era internet.
2. Apa beda PABX dan IP PABX?
PABX klasik memakai jalur telepon analog/digital, sedangkan IP PABX berjalan di atas jaringan IP (LAN/WAN) dan memakai protokol VoIP seperti SIP. IP PABX lebih fleksibel untuk menghubungkan cabang, bekerja dari rumah, atau integrasi dengan sistem CRM dan call center.
3. Apakah setting PABX boleh dilakukan sendiri tanpa vendor?
Untuk kantor kecil dengan konfigurasi sederhana, teknisi internal yang paham dasar telekomunikasi bisa mempelajari manual lalu melakukan setting sendiri. Namun untuk desain skala besar (puluhan/ ratusan extension, integrasi call center, IP PABX multi-cabang), sebaiknya melibatkan vendor resmi agar instalasi rapi dan sesuai best practice.
4. Bagaimana cara menghubungkan PABX dengan VoIP?
Umumnya IP PABX atau gateway VoIP dihubungkan ke jaringan LAN, kemudian dikonfigurasi trunk SIP antara PABX dan softswitch/VoIP provider. Di Beginisob sudah dibahas tentang VoIP dan bagaimana softswitch + MGC mengelola panggilan di jaringan IP, yang bisa kamu jadikan referensi sebelum praktik.
5. Apakah ada aturan hukum tertentu terkait penggunaan PABX?
Secara umum, penggunaan PABX di internal perusahaan tidak diatur sangat spesifik, tapi: (1) tetap wajib mematuhi aturan layanan telekomunikasi operator, (2) bila kamu membuka usaha instalasi/servis peralatan telekomunikasi, usaha tersebut termasuk kategori reparasi peralatan komunikasi yang di OSS membutuhkan NIB dan kepatuhan standar tertentu, (3) konten percakapan via telepon tetap harus mematuhi hukum (tidak digunakan untuk penipuan, ancaman, dan sejenisnya).
Baca juga di Beginisob.com
- Modul Berkomunikasi Melalui Telepon – melengkapi setting PABX dengan etika & teknik komunikasi telepon yang baik di kantor.
- Keuntungan VoIP untuk sebuah perusahaan – cocok untuk memahami langkah lanjut integrasi PABX dengan VoIP/IP PABX.
- Mengatasi gangguan jaringan VoIP dengan mudah – berguna saat sistem teleponmu sudah memakai IP PABX/VoIP dan mulai terjadi gangguan jaringan.
- Bagaimana cara kerja softswitch dan MGC – lanjutan konsep jaringan telepon modern berbasis IP yang berkaitan dengan IP PABX dan interkoneksi PSTN.
- Legalitas Usaha Servis HP & Laptop 2026: NIB, KBLI 95110/95120 – referensi penting bila kamu mengembangkan jasa instalasi/servis peralatan komunikasi (termasuk PABX) sebagai usaha yang resmi dan halal.
Comments
Post a Comment