Skip to main content

3 Bibit Siklon 94W, 92S, 98P: Apa Artinya, Dampaknya ke Indonesia, dan Wilayah Waspada (Update 4–5 Februari 2026)

Diperbarui: 4 Februari 2026

Ringkasan cepat:

  • Bibit siklon adalah tahap awal sistem cuaca yang bisa berkembang menjadi siklon tropis, tetapi tidak selalu.
  • Pada 4 Februari 2026, BMKG memantau 3 bibit siklon: 94W (utara Papua), 92S (barat daya Lampung), dan 98P (Australia utara).
  • Walau peluang jadi siklon dalam 24 jam dilaporkan rendah, dampaknya bisa tetap terasa: hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi, dan potensi banjir/longsor di wilayah rawan.

Status informasi (terverifikasi vs berpotensi berubah)

  • Terverifikasi (berdasarkan rilis/penjelasan BMKG yang dikutip media arus utama):
    • Per 4 Februari 2026, terpantau bibit siklon 94W, 92S, 98P di sekitar wilayah Indonesia.
    • BMKG menyebut ketiganya memicu belokan/perlambatan angin yang membentuk konvergensi (kondisi mendukung awan hujan), sehingga potensi cuaca signifikan meningkat di sejumlah wilayah.
  • Berpotensi berubah (wajib update berkala):
    • Posisi, intensitas angin, tekanan, dan peluang berkembang menjadi siklon bisa berubah cepat (hitungan jam–hari).
    • Wilayah terdampak hujan/angin/gelombang bisa bergeser mengikuti pergerakan bibit siklon dan dinamika angin monsun.

Apa itu bibit siklon tropis?

Bibit siklon tropis adalah fase awal terbentuknya sistem cuaca bertekanan rendah yang mulai menunjukkan sirkulasi/putaran angin dan pertumbuhan awan konvektif. Bibit ini bisa berkembang menjadi siklon tropis jika syarat atmosfer dan suhu laut mendukung, namun sering juga melemah/punah sebelum menjadi siklon.

Indonesia berada di wilayah tropis dengan suplai uap air dan dinamika angin musiman yang kuat. Itu sebabnya cuaca ekstrem (hujan lebat, angin kencang, banjir) lebih mudah muncul saat ada gangguan atmosfer seperti bibit siklon. Baca penjelasan: mengapa Indonesia termasuk negara beriklim tropis.

Ringkasan 3 bibit siklon 94W, 92S, 98P (posisi & karakter)

Berikut ringkasan sederhana (format “mudah dipahami”) untuk 3 bibit siklon yang ramai dibahas pada 4–5 Februari 2026.

Kode bibit Area terpantau Tekanan (perkiraan) Angin (perkiraan) Keterangan pergerakan Catatan penting
94W Samudra Pasifik utara Papua ~1005 hPa ~20–25 knot Cenderung bergerak barat laut Peluang jadi siklon dalam 24 jam disebut rendah, namun dapat memicu konvergensi/awan hujan.
92S Samudra Hindia barat daya Lampung (tidak selalu dicantumkan di ringkasan media) (bervariasi) Cenderung persisten/stasioner Dapat menginduksi belokan/perlambatan angin di Samudra Hindia hingga selatan Banten.
98P Australia utara (dekat pesisir utara / sekitar Teluk Carpentaria dalam beberapa laporan) ~1006 hPa ~20–25 knot Cenderung bergerak ke barat Dapat berdampak tidak langsung ke Indonesia (terutama wilayah timur/selatan) melalui pola angin & pasokan uap air.

Catatan: Angka tekanan/angin adalah “snapshot” dari laporan pada periode 3–4 Februari 2026 dan bisa berubah cepat.

Dampak yang mungkin terjadi di Indonesia (4–5 Februari 2026)

Meski peluang menjadi siklon tropis bisa saja rendah, bibit siklon sering tetap memicu dampak berikut:

  • Hujan lebat–sangat lebat (potensi banjir/banjir bandang di wilayah rawan).
  • Angin kencang (pohon tumbang, atap/rangka ringan bermasalah, gangguan pelayaran).
  • Gelombang tinggi (risiko untuk nelayan, kapal kecil, dan aktivitas pesisir).
  • Petir & hujan disertai kilat pada fase pertumbuhan awan konvektif.

Cuaca ekstrem juga berkaitan dengan isu lingkungan yang lebih luas. Kalau Anda ingin konteks edukatif untuk pembaca pelajar: Gas pemicu terjadinya pemanasan global dan interaksi manusia dengan lingkungan alam.

Wilayah yang perlu waspada

Dalam ringkasan peringatan yang beredar pada 4 Februari 2026, beberapa wilayah yang disebut perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi:

  • DKI Jakarta
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • Sulawesi Selatan

Penting: daftar wilayah terdampak dapat berubah. Biasakan mengecek pembaruan prakiraan dan peringatan dini dari kanal resmi BMKG (terutama jika Anda akan bepergian atau beraktivitas di laut).

Kalau Anda ingin menulis bagian “mengapa wilayah tropis rawan hujan tinggi”, ini relevan: Mengapa Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tinggi? (kaitannya dengan iklim & curah hujan).

Tips aman menghadapi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang

1) Untuk warga (rumah & perjalanan)

  • Siapkan “mode siaga” saat hujan lebat: cek saluran air, amankan barang di luar rumah, dan siapkan senter/power bank.
  • Jika hujan deras disertai petir: hindari berteduh di bawah pohon tinggi, jauhi tiang/objek logam terbuka.
  • Jika melewati jalan rawan genangan/banjir: utamakan keselamatan, jangan memaksa menerobos arus deras.

2) Untuk wilayah rawan longsor/banjir

  • Waspadai tanda awal: retakan tanah, air keruh dari lereng, suara gemuruh, atau debit sungai mendadak naik.
  • Siapkan jalur evakuasi keluarga dan titik kumpul sederhana.

3) Untuk nelayan & aktivitas pesisir

  • Prioritaskan info gelombang dan angin sebelum melaut.
  • Jika ada imbauan gelombang tinggi: tunda berangkat, terutama untuk kapal kecil.

Jika Anda ingin pembaca paham cara “mengamati” informasi secara benar dari data/indikator (supaya tidak mudah termakan hoaks cuaca), panduan observasi tidak langsung bisa jadi internal link edukatif yang nyambung.

FAQ

Apa arti kode 94W, 92S, 98P?

Itu adalah kode identifikasi bibit siklon dari lembaga pemantauan cuaca/siklon. Huruf biasanya mengacu pada basin/region pemantauan (wilayah samudra), sedangkan angkanya adalah nomor urut sistem yang terpantau.

Kalau peluang jadi siklon rendah, kenapa tetap bahaya?

Karena bibit siklon bisa tetap memicu konvergensi (kumpulnya massa udara lembap) yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Akibatnya, hujan lebat, angin kencang, atau gelombang tinggi tetap mungkin terjadi.

Berapa lama dampaknya?

Bisa harian dan berubah cepat. Dampak paling terasa biasanya pada periode 24–72 jam ketika bibit siklon masih aktif dan pola angin mendukung pembentukan awan hujan.

Wilayah saya tidak disebut, apakah aman?

Belum tentu. Cuaca sangat lokal dan bisa berubah. Tetap pantau peringatan dini/prakiraan terbaru, terutama jika wilayah Anda sedang musim hujan, dekat pesisir, atau rawan banjir/longsor.

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved