Langsung ke konten utama

Media Tanam Tabulampot: Pengertian, Komposisi, Teknik Pembuatan, dan Penanaman

Media tanam tabulampot adalah areal tumbuh bagi tanaman buah yang kita tanam. Pada prinsipnya, media tanam tabulampot harus menyesuaikan karakteristik tanaman buah yang kita tanam. Oleh sebab itu, sebelum membuat media tanam, kenali dahulu karakteristik tanaman buah yang akan kita tanam. 

Komposisi Media Tanam

Media tanam

Komposisi media tanam akan berperan penting untuk menyesuaikan jarak teristik tanaman buah. Ada beberapa jenis komposisi media tanam yang akan kita bahas pada bagian ini.

Komposisi 1

Komposisi menggunakan tanah berat. Jika tanah yang digunakan ter golong tanah berat dengan kandungan fraksi lempung yang tinggi sehingga bersifat sangat liat, maka komposisi media tanamnya adalah 1 bagian tanah dicampur dengan 1 bagian pupuk kandang dan 3 bagian sekam segar atau sekam bakar atau kombinasi sekam segar dan sekam bakar. Perbandingan volumenya berarti 1:1:3.

Jangan menggunakan abu sekam untuk campuran media tanam. Arang sekam bersifat jenuh air. Kombinasi tanah berat dengan abu sekam akan menghasilkan efek di lumpur yang justru mengganggu drainase air dan aerasi dalam media tanam.

Tanah berat tergolong tanah yang miskin pori, baik pori makro maupun pori mikro, dan karena kandungan fraksi lempungnya yang tinggi, maka kemampuan ikat airnya sangat tinggi, dengan kata lain, tanah mampu menyimpan air dengan sangat baik disertai dengan drainase (pengatusan) yang buruk. Dalam kondisi seperti ini, pertumbuhan akar akan terhambat akibat adanya penggenangan air dalam tanah.

Penambahan pupuk organik bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah agar tanah menjadi lebih remah dan akar bisa tumbuh dengan leluasa, sementara penambahan sekam padi bertujuan untuk memperbaiki porositas tanah, menambah jumlah pori makro untuk meneruskan kelebihan air dalam tanah serta menambah jumlah pori mikro untuk menyimpan oksigen.

Komposisi 2

Komposisi 2 menggunakan tanah sedang. Tanah sedang dengan komposisi fraksi lempung, debu, dan pasir yang seimbang, umumnya relatif ideal dijadikan media tanam Tabulampot. Namun tanah tersebut tetap perlu dimodifikasi agar menjadi lebih ideal untuk digunakan sebagai media tanam dalam pot.

Adapun modifikasi tanah bisa dilakukan dengan cara, campurkan secara merata 1 bagian tanah sedang, dengan 0,5 hingga 1 bagian pupuk kandang, dan 1 atau 2 bagian sekam. Perbandingan volumenya adalah 1: 0,5:1 atau 1:1:2 disesuaikan dengan kebutuhan tanaman yang berbeda antar tanaman yang satu dengan tanaman lainnya.

Komposisi 3

Komposisi 3 menggunakan tanah ringan. Tanah ringan adalah tanah dengan fraksi pasir yang dominan. Tanah ringan mudah diolah, baik itu tanah dalam keadaan basah apalagi dalam keadaan kering. Tanah jenis ini umumnya terdapat di daerah di sekitar gunung berapi yang masih aktif. 

Biasanya, tanah ringan miskin akan kandungan bahan organik, strukturnya sangat remah cenderung rapuh, dan komposisi pori makro yang sangat tinggi dibanding jumlah pori mikronya. Selainitu, tanah ringan sangat mudah meneruskan kelebihan air dan miskin kandungan unsur hara nitrogen.

Oleh karena itu, jika dibuat sebagai media tanam Tabulampot, tanah jenis ini harus diperbaiki sifat-sifat fisiknya, sifat kimianya dan sifat biologinya. Caranya dengan mencampurkan 1 bagian tanah dengan 2 bagian pupuk kandang, dan 1 bagian sekam. Perbandingan volumenya adalah 1:2:1 atau tergantung kebutuhan dilihat dari sumber tanahnya. Pertimbangannya apakah tanah diperoleh dari daerah yang tergolong subur atau kurang subur.

Penambahan bahan organik seperti pupuk kandang sekaligus akan memperbaiki sifat fisika tanah sehingga struktur tanah menjadi lebih remah. Selain itu, pupuk kandang akan memperbaiki sifat kimia sehingga menambah kandungan unsur hara organik makro dan mikro. Penambahan pupuk organik juga memperbaiki sifat biologinya sehingga meningkatkan jumlah dan jenis mikroba tanah. 

Ciri utama media tanam yang baik adalah tidak gampang memadat meski telah digunakan dalam kurun waktu cukup lama. Media seperti ini hanya dapat diperoleh dengan cara memodifikasi media tanam dengan bahan-bahan yang tersedia di sekitar kita dan mudah untuk mendapatkannya.

Penggunaan media tanam Tabulampot dengan komposisi yang ideal akan sangat menunjang pertumbuhan akar menjadi lebih optimal. Akar dapat tumbuh dengan leluasa karena mendapatkan suplai oksigen dan air dalam jumlah memadai. Selain itu, dalam kondisi pertumbuhan optimal tersebut, akar dapat menjalankan fungsinya untuk menyerap air dan hara-hara yang diperlukan dari dalam media tanam untuk disinergikan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Teknik Pembuatan Media Tanam

Media tanam yang digunakan dalam tabulampot harus memenuhi syarat tumbuh tanaman buah yang kita tanam agar pertumbuhannya berjalan dengan normal. Oleh sebab itu, akan diuraikan teknik pembuatan media tanam berikut ini.

  • Siapkan 3 bahan utama penyusun media tanam, yaitu tanah, pupuk kandang, dan sekam segar. 
  • Perbandingan volume 1:1:1 atau 1:1:3 tergantung jenis tanah yang digunakan.
  • Tambahkan kapur dolomit atau kapur pertanian sebanyak 2 sendok teh untuk menjaga pH tanah sekaligus memberikan asupan kalsium yang baik bagi proses pertunasan tanaman buah yang baru dipindah ke dalam pot.
  • Tambahkan 1/2 sendok teh (untuk media tanam 25-30 liter) insektisida berbahan aktif carbofuran sebagai bahan untuk mensterilkan tanah dari hama-hama tanah, khususnya cacing nematoda.
  • Aduk semua bahan agar bercampur dengan sempurna dan tambahkan sedikit air agar campuran media tanam menjadi lebih mudah dan kompak. 

Mempersiapkan Pot dan Media Tanam

Sebelum melakukan penanaman, kita harus mempersiapkan dahulu pot dan media tanamnya. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan pot. Berikut ini langkah-langkah mempersiapkan pot.

Tentukan pot yang akan dibuat sebagai wadah media tanam dengan menyesuaikan tanaman buah apa yang akan kita tanam. Kemudian, siapkan pot lalu tutupi semua lubang drainase di bagian bawah dengan menggunakan bahan tipis dan rata.

Kita bisa menggunakan bahan pecahan pecahan genteng, eternit, pecahan kaca, maupun pecahan keramik lantai. Yang penting permukaannya rata untuk menutup lubang drainase pot. Air siraman maupun air hujan tidak akan mengalir dan teratus dengan sempurna meski lubang ditutup dengan rapat. Kelebihan air siraman pada media tanam akan mengalir ke bawah melalui sisi samping lubang yang tertutupi oleh pecahan genteng, mengikuti gaya gravitasi bumi.

Langkah selanjutnya adalah menaburkan sekam segar, sekam bakar, atau campuran keduanya setebal 2-3 cm di bagian dasar pot, yang berfungsi sebagai alas media tanam sekaligus penyaring air siraman yang terlalu banyak. Pemberian sekam sebagai alas pot sangat baik bagi media tanam agar tidak memadat pada bagian bawah akibat frekuensi penyiraman yang tinggi. 

Selain itu, sekam juga berfungsi sebagai saringan yang sangat baik dan memberikan ruang tumbuh yang baik bagi akar terbawah. Adanya sekam di bagian bawah media tanam sangat memudahkan jika tanaman hendak dicabut dari pot untuk keperluan penanaman di lahan maupun repotting ke dalam pot yang berukuran lebih besar. Jangan menggunakan styrofoam pada bagian bawah sebagai penutup atau alas bagian bawah pot karena berpotensi menjadi sarang semut.

Teknik penanaman tabulampot

Ketika media tanam dan pot sudah disiapkan, maka langkah selanjutnya adalah penanaman. Cara menanam adalah dengan memasukkan media tanam yang telah dibuat sebelumnya. Volume atau ketinggian media tanam disesuaikan dengan ukuran bibit yang ingin ditanam.

Ratakan media tanam dan tekan-tekan permukaannya ke arah bawah agar media tanam menjadi sedikit lebih padat/kompak. Kepadatan ini juga akan mengurangi penurun permukaan media tanam untuk beberapa waktu kemudian akibat penyiraman. Setelah media tanam disiapkan di dalam pot, siapkan bibit tanaman buah yang hendak ditanam di dalam pot. Robek plastik polybag yang membungkus bibit. Bunga media tanam lama yang terlihat tidak terikat oleh volume akar. Jika diperlukan, potong akar yang tumbuh tidak beraturan dan rapikan kembali media tanamnya sebelum bibit dimasukkan ke dalam pot.

Masukkan bibit ke dalam pot atur letaknya agar seimbang dan proporsional dari segala arah. Kemudian masukkan sisa media tanam sambil ditekan-tekan pada semua sisi agar bibit terjepit dengan baik dan berdiri tegak dengan sempurna. Bibit tanaman jangan sampai miring ke kiri maupun ke kanan. Berikan topping pada bagian atas dengan mengganti sekam segar menjadi sekam bakar. Hal ini bertujuan agar tampilan bagian atas terlihat lebih rapi Komposisi campuran media tanam untuk topping tersebut sama persis dengan komposisi campuran media tanam di bawahnya. 

Siram permulaan media sambil sedikit ditekan dengan tangan agar media memadat dan mencengkeram bibit dengan baik. Penekanan ini juga menghindarkan bibit yang akhirnya miring akibat media yang menurun permukaannya pada sisi tertentu karana air siraman.

Tinggi maksimum media tanam yang disarankan adalah 5 cm dari permukaan pot. Tinggi permukaan tersebut akan menurun seiring dengan jalannya waktu karena semua pupuk kandang yang digunakan akan habis terurai, demikian pula volume sekam akan menyusut akibat proses pelapukan.

Ketika tanaman buah baru ditanam di media Tabulampot, penyiraman hanya diberikan dalam jumlah secukupnya. Intinya sekedar mem basahi media tanam dan tidak di anjurkan untuk menyiram dengan volume air berlebih.

Tabulampot siap untuk diletakkan di tempat yang diinginkan. Sebaik nya, letakkan tempat yang mendapat penyinaran penuh oleh sinar matahari selama 10 jam per hari. Penyinaran seperti itu akan membuat tanaman dapat tumbuh dengan baik dan berkembang dengan sempurna.

Komentar

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved