Skip to main content

Apa saja Penyebab Pelanggan Meninggalkan Bisnis Ritel?

Dalam bisnis ritel, Customer service menjadi satu poin penting yang harus diperhatikan, agar pelanggan bisa kembali datang ke toko kita. Seperti, melatih SDM agar bisa memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Belajar memahami kemauan pelanggan, menciptakan loyalty program, sampai bagaimana menghadapi pelanggan yang tidak puas. Kita perlu memahami hal-hal apa saja yang bisa menghancurkan bisnis, kalau kita ingin membesarkan sebuah bisnis ritel. 

Setidaknya ada lima hal yang bisa menyebabkan pelanggan kabur antara lain

1. Salah menentukan harga

Selain harga pokok produk, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan harga, yaitu pasar, rantai distribusi, dan persaingan. Pasti kan kita menghitung betul, berapa harga pokok pro duk kita. Pertimbangkan juga berapa pesaing kita menjual produk yang sama, apakah lebih mahal atau sebaliknya. Kita juga perlu memperhatikan rantai distribusi, tentunya kita bisa memberi harga yang lebih murah jika membeli langsung dari pabriknya, atau dari vendor ataupun dari distributor. Dan yang tidak kalah penting, sejauh mana pelanggan mau membeli produk kita, dengan harga yang kita patok. Penentuan harga yang salah, tentunya bisa membuat pelanggan malas untuk kembali datang ke toko kita. Meski, faktanya harga bukan menjadi satu-satunya faktor penentu, apakah pelanggan akan loyal ataukah tidak. 

2. Buruknya pelayanan

Terkadang kita tidak bisa menghindari pelanggan yang rewel. Seba gus apa pun produk yang kita jual, atau sebaik apa pun kita mem berikan pelayanan, masalah pelanggan yang rewel ini tetap akan muncul. Bagaimana menghadapinya? Setidaknya kita harus tetap tenang, biarkan pelanggan menyampaikan keluhannya, dengarkan baik-baik, pastikan kita menanyakan apa yang membuat dia marah. Dengan mendengarkan keluhannya, setidaknya dia tahu bahwa kita peduli betul dengan masalah yang dia hadapi. Sehingga, dia bisa lebih tenang, dan kita bisa mencarikan solusi yang tepat dengan sikap yang tetap sopan.

3. Suasana toko yang kurang mendukung

Image sebuah toko adalah segalanya. Kita perlu memperhatikan bagaimana keseluruhan penataan toko. Bayangkan saja ketika kita belanja di sebuah toko yang lantainya ataupun langit-langit yang jelek, lorong yang sesak, musik yang ter lalu keras, atau persediaan keranjang belanja kurang, dan masih banyak lagi. Pastikan kita menciptakan suasana belanja yang benar benar nyaman, sehingga membuat pelanggan kita betah. 

4. Tidak mengetahui persaingan

Selama proses perencanaan bisnis, kita perlu memahami bagaimana peta per saingan yang ada. Termasuk memahami strategi pemasaran, strategi penentuan harga, manajemen, serta tahu siapa yang menjadi pesaing kita.

5. Kurang memahami produk yang dijual 

Tentunya akan sangat susah bagi kita untuk menjual sebuah produk ataupun jasa, jika kita sendiri tidak menguasai produk tersebut. Kita tidak bisa menunjukkan apa manfaat produk tersebut untuk pelang gan. Bagaimana mungkin kita bisa membujuk pelanggan untuk membeli, salah-salah malah pelanggan kita menjadi ragu-ragu.

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved