Skip to main content

Jelaskan Pengertian Budi Pekerti Luhur dan Contohnya dalam Pergaulan Remaja Muslim

Diperbarui: 28 November 2025

Ringkasan cepat:

  • Budi pekerti luhur adalah kebiasaan berperilaku baik yang lahir dari hati yang bersih, akidah yang benar, dan ketundukan kepada aturan Allah, bukan sekadar sopan di depan orang.
  • Dalam Islam, budi pekerti luhur identik dengan akhlak mulia (akhlaq karimah): jujur, amanah, santun, menjaga pandangan, menghormati orang tua & guru, menjauhi kezhaliman dan maksiat.
  • Di masa remaja, budi pekerti diuji dalam pergaulan sehari-hari: di kelas, di rumah, di media sosial, dan dalam pergaulan lawan jenis.
  • Orang tua dan guru bisa menanamkan budi pekerti dengan teladan, pembiasaan, dan lingkungan yang baik, sementara remaja sendiri harus belajar memilih teman, konten, dan aktivitas yang mendekatkan kepada ketaatan.
  • Budi pekerti luhur bukan hanya membuat seseorang disukai manusia, tapi insya Allah menjadi sebab mendapatkan keridhaan Allah di dunia dan akhirat.

Daftar isi

  1. Kapan budi pekerti luhur penting dipahami remaja?
  2. Apa pengertian budi pekerti luhur menurut bahasa, umum, dan Islam?
  3. Syarat budi pekerti yang benar dan tidak bertentangan dengan syariat
  4. Langkah menanamkan budi pekerti luhur pada remaja
  5. Tips menjaga budi pekerti dalam pergaulan dan media sosial
  6. Risiko jika generasi muda tidak punya budi pekerti luhur
  7. FAQ: Pertanyaan umum tentang budi pekerti luhur
  8. Baca juga di Beginisob.com

Kapan budi pekerti luhur penting dipahami remaja?

Topik budi pekerti sering dianggap pelajaran “ringan”, padahal justru sangat krusial di masa remaja, terutama ketika:

  • Remaja mulai banyak bergaul di luar rumah, ikut organisasi, komunitas, atau OSIS.
  • Mulai aktif di media sosial: WhatsApp, Instagram, TikTok, dan platform lain yang gampang menyeret ke candaan berlebihan, gibah, dan buka aurat.
  • Mengalami benturan nilai antara ajaran agama di rumah/sekolah dengan gaya hidup teman sebaya.
  • Mulai tertarik pada lawan jenis sehingga pergaulan dan cara bicara diuji: apakah masih menjaga batas atau justru kebablasan.

Di fase ini, budi pekerti luhur menjadi kompas agar remaja tetap berjalan di atas kebaikan meski lingkungannya beragam.

Apa pengertian budi pekerti luhur menurut bahasa, umum, dan Islam?

1. Pengertian budi pekerti secara umum

Secara sederhana, budi pekerti adalah:

  • perpaduan antara pikiran (budi) dan sikap/perilaku (pekerti),
  • yang tampak dalam cara seseorang bersikap, berkata, dan bertindak,
  • berdasarkan nilai dan norma yang ia yakini benar.

Budi pekerti disebut luhur jika nilai yang dipegang itu tinggi dan mulia: mengarah pada kebaikan, kemuliaan, dan tidak merugikan orang lain.

2. Perbedaan budi pekerti, etika, moral, dan akhlak (ringkas)

  • Etika: ilmu tentang baik–buruk, lebih bersifat teori.
  • Moral: kebiasaan baik-buruk dalam masyarakat, standar sosial.
  • Budi pekerti: sifat dan perilaku yang tampak pada diri seseorang sehari-hari.
  • Akhlak (dalam Islam): sifat dan perilaku yang muncul dari hati yang terdidik oleh iman, mengikuti perintah Allah dan tuntunan Rasulullah.

Untuk seorang remaja muslim, budi pekerti luhur idealnya sama dengan akhlak mulia, bukan sekadar sopan di depan orang tetapi melanggar perintah Allah ketika sendirian.

3. Budi pekerti luhur dalam perspektif Islam

Dalam Islam, budi pekerti luhur menyatu dengan konsep akhlak karimah:

  • Bersumber dari akidah yang lurus: meyakini Allah, takut kepada-Nya, dan berharap pahala-Nya.
  • Diukur dengan Al-Qur’an dan Sunnah menurut pemahaman salafus shalih, bukan sekadar adat atau selera manusia.
  • Tampak dalam sifat: jujur, amanah, sabar, pemaaf, malu, menjaga pandangan, menjaga lisan, dan seterusnya.

Syarat budi pekerti yang benar dan tidak bertentangan dengan syariat

Agar budi pekerti benar-benar bernilai di sisi Allah, bukan hanya pujian manusia, ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan:

  • Niat karena Allah: berbuat baik bukan sekadar cari pujian, like, atau popularitas, tapi mengharap ridha Allah.
  • Sesuai aturan syariat: tidak ada “budi pekerti” yang isinya melanggar perintah Allah (misalnya sopan tapi tetap berdua-duaan dengan lawan jenis bukan mahram).
  • Konsisten: bukan baik di depan guru lalu kasar di grup chat, tapi berusaha menjaga akhlak di segala situasi.
  • Menjaga hak Allah dan hak manusia: baik kepada manusia tapi tetap menjaga shalat, menutup aurat, dan menjauhi maksiat.
  • Berangkat dari hati yang bersih: menghindari iri, sombong, dan kebencian yang membuat perilaku baik hanya topeng luar.

Langkah menanamkan budi pekerti luhur pada remaja

Menanamkan budi pekerti bukan proses instan; perlu pembiasaan jangka panjang. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan orang tua, guru, dan remaja sendiri:

1. Di rumah (orang tua dan keluarga)

  • Teladan: anak lebih mudah meniru daripada mendengar nasihat; orang tua jujur, sopan, dan menjaga lisan akan lebih menempel di hati anak.
  • Adab harian: membiasakan salam, pamit, minta izin, mengucap terima kasih, dan meminta maaf.
  • Menghidupkan ibadah: shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, doa sebelum/ sesudah aktivitas; ini melatih kedisiplinan dan rasa diawasi Allah.
  • Diskusi masalah pergaulan: membicarakan dengan tenang tentang batas pergaulan, konten HP, dan teman.

2. Di sekolah (guru dan lingkungan belajar)

  • Guru sebagai figur: ketepatan waktu, kesantunan berbicara, dan cara guru menyelesaikan konflik adalah “pelajaran budi pekerti” yang sangat kuat.
  • Aturan yang jelas dan adil: misalnya aturan antri, adab berbicara di kelas, dan sanksi bagi yang menghina atau membully.
  • Kegiatan pembiasaan: kerja bakti, program infaq, pembiasaan shalat tepat waktu, dan kegiatan sosial.
  • Budaya saling menghormati: antara kakak–adik kelas, guru–murid, dan sesama teman.

3. Dari diri remaja sendiri

  • Memperbaiki hubungan dengan Allah: budi pekerti tumbuh kuat jika hubungan dengan Allah baik.
  • Memilih teman: teman yang rajin ibadah, menjaga lisan, dan tidak suka maksiat akan sangat membantu.
  • Belajar menahan diri: tidak semua yang ingin diucapkan harus diucap; tidak semua yang ingin di-post harus di-upload.
  • Muhasabah: mengevaluasi diri sebelum tidur, mengingat hari ini sudah menyinggung siapa, menyakiti siapa, dan segera meminta maaf.

Tips menjaga budi pekerti dalam pergaulan dan media sosial

Di era digital, budi pekerti tidak hanya tampak saat tatap muka, tapi juga di layar HP. Beberapa tips praktis:

  • Jaga lisan, jaga jempol: apa yang tidak pantas diucapkan langsung, jangan ditulis di chat atau komentar.
  • Hindari gibah digital: grup yang isinya hanya membicarakan keburukan orang lain pelan-pelan menghapus budi pekerti.
  • Batasi interaksi lawan jenis: terutama yang memancing hati, bercanda berlebihan, atau kirim foto yang tidak pantas.
  • Pilih konten yang halal dan bermanfaat: tontonan dan bacaan akan membentuk cara berpikir dan budi pekerti.
  • Berpikir sebelum posting: “Apakah konten ini mendatangkan pahala atau dosa? Membantu atau menyakiti?”

Risiko jika generasi muda tidak punya budi pekerti luhur

Jika budi pekerti tidak dibina, beberapa risiko yang bisa muncul:

  • Remaja mudah terpengaruh oleh trend buruk: kekerasan, pergaulan bebas, narkoba, dan konten haram.
  • Hubungan keluarga renggang karena kurang adab kepada orang tua dan saudara.
  • Lingkungan sekolah keras oleh budaya bully, saling mengejek, dan tidak menghargai guru.
  • Menurun kepercayaan orang terhadap generasi muda, sehingga sulit diberi amanah.
  • Dari sisi agama, hilangnya budi pekerti berarti hilangnya salah satu tujuan diutusnya Nabi, yaitu menyempurnakan akhlak mulia.

FAQ: Pertanyaan umum tentang budi pekerti luhur

1. Jelaskan pengertian budi pekerti luhur secara singkat!

Budi pekerti luhur adalah sifat dan perilaku baik yang muncul dari hati yang terdidik, tercermin dalam tutur kata dan sikap sehari-hari, sesuai dengan nilai-nilai kebaikan dan ajaran agama.

2. Apa perbedaan budi pekerti dengan akhlak?

Secara umum, budi pekerti adalah perilaku baik yang diakui masyarakat. Akhlak dalam Islam adalah budi pekerti yang diukur dengan Al-Qur’an dan Sunnah: tidak hanya baik di mata manusia, tapi juga benar di hadapan Allah. Jadi, bagi muslim, budi pekerti luhur seharusnya sekaligus akhlak mulia.

3. Berikan 5 contoh budi pekerti luhur dalam pergaulan remaja Muslim!

Misalnya:

  • Berbicara dengan sopan kepada orang tua, guru, dan teman.
  • Menepati janji, datang tepat waktu, dan mengerjakan tugas yang diamanahkan.
  • Tidak ikut mengejek atau membully teman, bahkan membela yang dizalimi.
  • Menjaga pandangan dan sikap terhadap lawan jenis.
  • Meminta maaf jika salah dan berterima kasih jika dibantu.

4. Mengapa budi pekerti luhur penting bagi remaja Muslim?

Karena budi pekerti menentukan bagaimana Allah dan manusia menilai kita. Remaja dengan budi pekerti luhur lebih mudah dipercaya, lebih disayangi masyarakat, dan lebih siap memegang amanah. Di sisi lain, itu menjadi bukti keimanan yang benar, bukan hanya pengakuan di lisan.

5. Bagaimana cara menumbuhkan budi pekerti luhur di era media sosial?

Cara praktisnya: pilih teman dan akun yang baik untuk diikuti, batasi konten sia-sia dan haram, selalu ingat bahwa Allah melihat semua aktivitas online, jaga lisan dan jempol dari menyakiti orang lain, dan gunakan media sosial untuk menyebar kebaikan bukan keburukan.

6. Apa hubungan budi pekerti luhur dengan prestasi di sekolah?

Budi pekerti luhur membantu siswa disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Guru cenderung mempercayai dan menolong siswa yang sopan dan amanah. Prestasi akademik yang tinggi akan lebih berkah jika disertai budi pekerti, karena ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan dengan akhlak yang baik.

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved