Skip to main content

Badan Terasa Jatuh atau Kaget Saat Mau Tidur: Penyebab Hypnic Jerk, Cara Mengurangi, dan Kapan Harus Periksa ke Dokter

Diperbarui: 2 Desember 2025

Ringkasan cepat:

  • Perasaan “badan jatuh”, tersentak, atau kaget sesaat ketika baru mau tidur sangat sering terjadi dan dalam banyak kasus disebut hypnic jerk (sentakan saat tertidur), biasanya tidak berbahaya.
  • Pemicu yang umum: kurang tidur, stres, kecapekan, konsumsi kafein berlebih, begadang sambil main HP, atau pola tidur yang berantakan.
  • Yang perlu diwaspadai: sentakan disertai kejang berulang, lidah tergigit, buang air tanpa sadar, sesak napas berat, nyeri dada, atau sampai jatuh dari tempat tidur.
  • Cara mengurangi: perbaiki jam tidur, kurangi kafein menjelang malam, batasi layar HP sebelum tidur, lakukan relaksasi dan dzikir/ doa yang mubah sesuai sunnah, serta jaga kesehatan umum.
  • Segera periksa ke dokter jika keluhan sangat sering, makin berat, membuat takut tidur, atau disertai gejala lain yang mengarah ke gangguan saraf atau jantung.

Daftar isi

  1. Kapan sebaiknya khawatir dengan badan terasa jatuh saat mau tidur?
  2. Apa itu hypnic jerk dan bagaimana rasanya?
  3. Penyebab badan terasa jatuh atau kaget saat mau tidur
  4. Syarat aman mengatasi keluhan ini sendiri di rumah
  5. Langkah dan cara mengurangi hypnic jerk di rumah
  6. Tips tambahan agar tidur lebih tenang dan sesuai tuntunan syariat
  7. Risiko dan kapan harus segera ke dokter?
  8. FAQ: Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang badan terasa jatuh saat mau tidur
  9. Baca juga di Beginisob.com

Kapan sebaiknya khawatir dengan badan terasa jatuh saat mau tidur?

Banyak orang pernah merasakan sensasi seperti:

  • Tiba-tiba badan seperti terjatuh dari tempat tinggi saat baru mau tertidur.
  • Kaki atau tangan tersentak kuat, lalu terbangun kaget.
  • Jantung berdebar sebentar, kemudian kembali tenang.

Kalau hanya terjadi sesekali, terutama saat sedang lelah dan kurang tidur, keluhan ini biasanya tidak berbahaya dan termasuk fenomena yang cukup normal.

Anda mulai perlu lebih waspada bila:

  • Sentakan terjadi hampir setiap malam dan terasa makin kuat.
  • Anda jadi takut tidur karena khawatir tersentak lagi.
  • Sentakan disertai kejang seluruh tubuh, lidah tergigit, atau buang air tanpa sadar.
  • Terjadi pingsan, sesak berat, nyeri dada, atau keluhan lain yang mengganggu aktivitas siang hari.

Dalam kondisi seperti itu, jangan hanya mengandalkan tips rumahan. Segera periksakan diri ke dokter agar penyebabnya bisa dinilai dengan baik.

Apa itu hypnic jerk dan bagaimana rasanya?

Dalam istilah medis, keluhan “badan terasa jatuh” atau kaget sesaat saat mau tidur sering disebut hypnic jerk, sleep starts, atau hypnagogic jerk.

Gambaran yang sering dirasakan:

  • Tubuh seperti tersentak atau “kejut” sebentar.
  • Rasa seperti terperosok atau jatuh dari ketinggian padahal sedang rebahan.
  • Kadang diikuti mimpi singkat seperti jatuh, tersandung, atau hampir menabrak sesuatu.
  • Jantung berdebar dan napas sedikit lebih cepat beberapa detik.

Fenomena ini terjadi ketika tubuh sedang beralih dari kondisi terjaga menuju tidur. Otot tiba-tiba berkontraksi singkat, sehingga terasa seperti “sengatan listrik kecil” atau hentakan.

Secara umum, hypnic jerk bukan gangguan mistis, bukan juga tanda pasti penyakit berat. Namun, jika sering terjadi dan disertai gejala lain, tetap perlu evaluasi medis.

Penyebab badan terasa jatuh atau kaget saat mau tidur

Penyebab pasti hypnic jerk belum 100% dipahami, tetapi beberapa faktor berikut diduga berperan:

1. Kurang tidur dan kecapekan

Begadang, jam kerja tidak teratur, atau kelelahan fisik dan mental bisa membuat sistem saraf lebih sensitif. Saat tubuh hendak “mematikan” sebagian otot untuk masuk fase tidur, muncul sentakan singkat.

2. Stres, cemas, dan banyak pikiran

Stres berkepanjangan membuat otot dan saraf berada dalam mode “siaga”. Ketika mulai rileks saat mau tidur, transisi ini kadang memicu hentakan sesaat.

3. Terlalu banyak kafein atau nikotin menjelang malam

Kopi, teh kental, minuman berenergi, bahkan rokok mengandung zat yang menstimulasi sistem saraf. Jika dikonsumsi terlalu dekat dengan jam tidur, tubuh menjadi sulit tenang dan hypnic jerk bisa lebih sering muncul.

4. Kebiasaan tidur sambil main HP atau nonton sampai ketiduran

Cahaya biru dari layar HP/ laptop dan konten yang memicu emosi (drama, game, atau berita) membuat otak tetap aktif. Saat tubuh “dipaksa” tidur, transisi ini tidak mulus dan bisa memunculkan sentakan.

5. Posisi tidur yang kurang nyaman

Kasur terlalu keras atau terlalu empuk, bantal terlalu tinggi/rendah, atau posisi leher tidak netral bisa membuat otot menegang. Saat mulai rileks, otot dapat berkontraksi singkat seperti kejut.

6. Kondisi medis tertentu (lebih jarang)

Pada sebagian kecil kasus, keluhan yang mirip hypnic jerk dapat berkaitan dengan:

  • Gangguan tidur lain, misalnya sleep apnea.
  • Gangguan saraf atau kejang tertentu.
  • Efek samping obat-obatan tertentu.

Hanya dokter yang bisa menilai apakah keluhan Anda masih wajar atau perlu pemeriksaan lanjutan.

Syarat aman mengatasi keluhan ini sendiri di rumah

Anda boleh mencoba mengurangi keluhan di rumah jika:

  • Sentakan hanya sesekali, tidak setiap malam.
  • Tidak disertai kejang lama, lidah tergigit, atau buang air tanpa sadar.
  • Tidak ada sesak napas berat atau nyeri dada hebat.
  • Setelah terbangun, Anda segera sadar penuh dan badan bisa digerakkan normal.

Bila ada salah satu tanda bahaya di atas, jangan menunda untuk konsultasi ke tenaga medis.

Langkah dan cara mengurangi hypnic jerk di rumah

1. Perbaiki jadwal dan kualitas tidur

  • Usahakan tidur dan bangun di jam yang relatif sama setiap hari.
  • Kurangi kebiasaan begadang tanpa kebutuhan yang jelas.
  • Jika memungkinkan, hindari tidur terlalu larut hanya karena scroll media sosial.

2. Batasi kafein dan rokok menjelang malam

  • Batasi kopi/teh kental minimal 4–6 jam sebelum tidur.
  • Rokok dan vape sebaiknya ditinggalkan; selain tidak baik untuk kesehatan dan dilarang oleh banyak ulama, nikotin juga mengganggu kualitas tidur.

3. Kurangi layar HP sebelum tidur

  • Minimal 30–60 menit sebelum tidur, usahakan tidak lagi menatap layar terang.
  • Aktivitas pengganti: baca buku bermanfaat, tilawah Al-Qur’an, atau menyiapkan to-do list sederhana untuk esok hari.

4. Lakukan relaksasi ringan

  • Tarik napas pelan lewat hidung, tahan 3–4 detik, lalu hembuskan perlahan lewat mulut. Ulangi beberapa kali.
  • Lakukan peregangan sederhana pada leher, bahu, dan kaki.

5. Ciptakan suasana kamar yang nyaman dan minim distraksi

  • Matikan lampu terang, ganti dengan pencahayaan redup.
  • Atur suhu kamar tidak terlalu panas atau dingin.
  • Jauhkan HP dari wajah; kalau perlu aktifkan mode senyap.

6. Sertai dengan doa dan dzikir yang sesuai tuntunan

Seorang muslim dianjurkan berdzikir dan berdoa sebelum tidur. Ikuti doa dan dzikir yang diajarkan Nabi ﷺ, jauhi jimat, ruqyah syirik, atau ritual yang tidak ada dalilnya. Dzikir yang benar dapat membantu hati lebih tenang, tanpa meninggalkan ikhtiar medis yang mubah.

Tips tambahan agar tidur lebih tenang dan sesuai syariat

  • Makan malam secukupnya, jangan sampai terlalu kenyang menjelang tidur.
  • Olahraga ringan secara teratur di siang/ sore hari, bukan menjelang tidur.
  • Jangan mencari “makna mistis” setiap kali badan tersentak; fokus pada sebab-sebab yang bisa dijelaskan dan langkah perbaikan yang halal.
  • Bila merasa cemas berlebihan, pertimbangkan untuk berkonsultasi, baik dengan tenaga medis maupun ustadz/ahli ilmu yang shahih untuk aspek ruhiyahnya.

Risiko dan kapan harus segera ke dokter?

Segera cari pertolongan medis jika:

  • Sentakan disertai kejang lama, napas tersengal, atau tidak sadar setelah kejadian.
  • Terdapat luka karena jatuh dari tempat tidur atau menabrak benda ketika tersentak.
  • Keluhan muncul berkali-kali dalam satu malam dan membuat Anda benar-benar tidak bisa tidur.
  • Ada riwayat penyakit jantung, stroke, gangguan saraf, atau penggunaan obat-obatan tertentu.

Menjaga kesehatan dan mencari pengobatan dengan cara yang halal adalah bagian dari menjalankan amanah tubuh yang Allah titipkan. Jangan menunda bila ada gejala yang dirasa mengkhawatirkan.

FAQ: Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang badan terasa jatuh saat mau tidur

1. Apakah badan terasa jatuh saat mau tidur pasti hypnic jerk?

Tidak selalu, tetapi pada banyak orang keluhan ini memang sesuai dengan hypnic jerk. Hanya dokter yang dapat memastikan, terutama jika muncul gejala lain seperti kejang, sesak, atau pingsan.

2. Apakah hypnic jerk berbahaya?

Pada kebanyakan kasus, tidak berbahaya dan akan hilang sendiri bila pola tidur dan stres diperbaiki. Namun, jika keluhan sangat sering atau makin berat, tetap perlu diperiksa.

3. Apakah ini ada hubungannya dengan gangguan gaib?

Secara medis, fenomena ini dapat dijelaskan sebagai reaksi saraf dan otot saat transisi menuju tidur. Seorang muslim tidak boleh langsung menuduh sebab gaib tanpa bukti yang jelas; fokuskan dulu pada sebab yang bisa diperbaiki dan gunakan ruqyah/ dzikir dengan cara yang disyariatkan, bukan praktik yang mengandung kesyirikan.

4. Bolehkah minum obat tidur untuk mengurangi hypnic jerk?

Obat tidur tidak boleh digunakan sembarangan. Beberapa jenis justru dapat menimbulkan ketergantungan dan efek samping. Konsultasikan terlebih dahulu ke dokter bila Anda merasa perlu obat.

5. Apakah anak-anak juga bisa mengalami hypnic jerk?

Bisa. Anak-anak maupun orang dewasa dapat mengalami fenomena ini. Pada anak, perhatikan juga kualitas tidur, kelelahan, dan kebiasaan bermain gawai menjelang malam. Jika keluhan sangat sering atau mengganggu tumbuh kembang, segera konsultasi ke dokter.

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved