Cara Memilih Ikan yang Segar di Pasar: 11 Ciri Paling Akurat (Mata, Insang, Bau, Tekstur) + Cara Membawa Pulang & Menyimpan
Diperbarui: 22 Desember 2025
Ringkasan cepat:
- Ikan segar biasanya berbau ringan/“laut”, bukan amis tajam, asam, atau mirip amonia.
- Cek cepat: mata jernih, insang merah, dan daging kenyal (bekas tekan cepat balik).
- Hindari ikan yang insangnya cokelat/abu, perutnya menggembung, atau permukaannya lendir tebal lengket.
- Prioritas utama setelah pilih: tetap dingin. Minta ditaruh di es/ice gel dan jangan lama-lama keliling pasar.
- Kalau ragu, beli sedikit dulu, masak hari itu juga, dan evaluasi rasa/aroma.
Daftar isi
- Apa yang dimaksud ikan segar di pasar?
- Checklist 1 menit memilih ikan segar
- 11 ciri ikan segar yang paling akurat (untuk ikan utuh & potongan)
- Pilih ikan utuh vs fillet: bedanya apa yang harus dicek?
- Cara membawa ikan pulang supaya tetap segar
- Cara menyimpan ikan di kulkas/freezer (tanpa bau menyebar)
- Tips aman mengolah ikan (anti amis & anti kontaminasi)
- Kesalahan umum saat membeli ikan di pasar
- FAQ seputar memilih ikan segar
- Baca juga di Beginisob.com
Apa yang dimaksud ikan segar di pasar?
“Ikan segar” artinya ikan masih dalam kondisi baik untuk dimasak: aromanya wajar, teksturnya kenyal, dan belum ada tanda pembusukan. Di pasar, kita jarang tahu persis kapan ikan ditangkap—jadi cara paling aman adalah menilai dari indikator fisik yang bisa kamu cek sendiri.
Prinsip memilih ikan segar itu mirip saat memilih bahan pasar lain: utamakan yang minim tanda rusak, aromanya wajar, dan penanganannya bersih. Cara menyaring bahan segar seperti ini juga sejalan dengan kebiasaan belanja aman yang dibahas pada artikel Cara Memilih Sayuran yang Baik di Pasar: 11 Ciri Sayur Segar (Daun, Batang, Akar) + Tips Mengurangi Risiko Residu Pestisida dengan Aman.
Checklist 1 menit memilih ikan segar
- Lihat mata: jernih dan tidak cekung parah.
- Lihat insang: merah (bukan cokelat/abu), tidak berlendir tebal.
- Cium: bau ringan/segarnya wajar, bukan amis tajam, asam, atau “menusuk”.
- Tekan daging: kenyal (bekas tekan cepat balik).
- Cek penanganan: ikan idealnya berada di atas es dan tempat jualannya tidak becek kotor.
Kalau 5 poin ini lolos, barulah kamu bandingkan 2–3 ekor untuk cari yang paling bagus. Jangan kebalik: jangan sibuk tawar-menawar dulu sementara indikator segarnya belum dicek.
11 ciri ikan segar yang paling akurat (untuk ikan utuh & potongan)
1. Bau ringan (bukan amis tajam, asam, atau seperti amonia)
Ini indikator paling cepat. Ikan segar biasanya baunya wajar dan tidak “menampar hidung”. Kalau baunya sudah asam menyengat, tajam, atau bikin eneg, lebih aman jangan dibeli.
2. Mata jernih dan tampak “hidup”
Mata yang bagus umumnya jernih dan tidak kusam berlebihan. Mata yang keruh pekat atau cekung dalam sering jadi tanda ikan sudah lama.
3. Insang merah dan tidak bau
Angkat penutup insang (kalau memungkinkan). Insang segar biasanya merah. Jika insang berubah cokelat/abu dan berlendir tebal, itu tanda kualitas menurun.
4. Daging kenyal (bekas tekan cepat balik)
Tekan lembut bagian daging paling tebal. Jika bekas tekan tidak kembali atau terasa lembek, biasanya ikan sudah tidak segar.
5. Kulit mengilap dan sisik melekat kuat
Untuk ikan bersisik, sisik yang mudah rontok banyak bisa jadi tanda ikan sudah lama atau penanganannya buruk. Ikan segar umumnya terlihat lebih mengilap dan “kencang”.
6. Lendir tipis wajar, bukan lendir tebal lengket
Sedikit lendir itu normal. Yang perlu diwaspadai adalah lendir tebal, lengket, atau berbau aneh.
7. Perut tidak menggembung dan tidak mudah robek
Perut yang menggembung atau terlihat “rapuh” sering menandakan proses pembusukan sudah berjalan. Pilih yang perutnya masih rapi dan tidak ada cairan mencurigakan.
8. Tidak ada darah yang menghitam pekat dan berbau
Kadang penjual membersihkan ikan dan masih ada darah. Yang penting, tidak berbau dan tidak terlihat menghitam pekat seperti “darah lama”.
9. Minim memar dan tidak ada titik lembek lokal
Memar pada ikan bisa membuat bagian tertentu cepat rusak dan berbau. Raba permukaan: kalau ada satu titik lembek sementara bagian lain normal, lebih aman pilih ikan lain. Prinsip “hindari titik lembek lokal” ini mirip saat kamu memilih buah yang mudah memar seperti pada artikel Cara Memilih Alpukat Mentega yang Bagus: 9 Ciri Matang Merata (Anti Pahit & Anti Busuk) + Cara Mematangkan dan Menyimpan.
10. Disimpan di atas es yang masih “layak” (bukan es cair becek)
Ikan yang dibiarkan di suhu hangat akan cepat turun kualitasnya. Kalau ikan tidak berada di atas es sama sekali, kamu perlu ekstra ketat mengecek bau dan teksturnya.
11. Untuk fillet/potongan: tepi tidak kering, tidak gelap, dan tidak berair berlebihan
Pada fillet, kamu tidak bisa cek mata dan insang. Fokus ke: warna wajar, permukaan tidak mengering di pinggir, tidak ada lendir tebal, dan aromanya tetap ringan.
Pilih ikan utuh vs fillet: bedanya apa yang harus dicek?
1. Ikan utuh (paling mudah dinilai)
- Kamu bisa cek lengkap: mata, insang, sisik, perut, dan bau.
- Kalau ragu, minta penjual bersihkan di tempat (lebih cepat kamu deteksi kalau ada aroma menyimpang).
2. Fillet/potongan (lebih praktis, tapi indikatornya lebih sedikit)
- Fokus ke bau, tekstur (firm), dan tepi potongan (tidak kering/gelap).
- Pilih penjual yang perputaran ikannya bagus dan display-nya dingin.
Cara membawa ikan pulang supaya tetap segar
- Beli ikan di akhir (jadikan belanja terakhir sebelum pulang).
- Minta bungkus rapat (plastik dobel), supaya cairan tidak bocor dan bau tidak menyebar.
- Pakai tas termo/ice gel kalau jarak pulang jauh.
- Langsung kulkas begitu sampai rumah (jangan “ditaruh dulu” di meja).
Untuk bahan yang aromanya sensitif, kebiasaan mengecek “aroma wajar vs menyimpang” itu penting. Pola kehati-hatian ini juga terasa saat memilih bumbu yang bisa merusak masakan kalau kualitasnya jelek, sebagaimana dibahas pada artikel Cara Memilih Kluwek yang Bagus untuk Rawon: 9 Ciri Kluwek Matang (Isi Hitam, Tidak Pahit, Tidak Tengik) + Tips Aman Mengolah.
Cara menyimpan ikan di kulkas/freezer (tanpa bau menyebar)
1. Kalau mau dimasak hari ini/besok: simpan di chiller paling dingin
- Taruh ikan dalam wadah tertutup rapat.
- Letakkan di bagian bawah kulkas agar tidak menetes ke bahan lain.
- Kalau ikan masih basah banyak, alasi tisu dapur dan ganti bila terlalu lembap.
2. Kalau belum sempat masak: pindahkan ke freezer
- Bungkus rapat (plastik + wadah) agar tidak freezer burn dan bau tidak menyebar.
- Labeli tanggal simpan agar kamu tidak lupa stok lama.
3. Jangan campur wadah ikan mentah dengan makanan siap santap
Ini sederhana tapi sering dilanggar. Pisahkan area dan wadah supaya tidak terjadi kontaminasi silang.
Tips aman mengolah ikan (anti amis & anti kontaminasi)
- Cuci tangan sebelum dan sesudah pegang ikan mentah.
- Pisahkan talenan ikan dari talenan sayur/makanan siap makan.
- Buang bagian yang meragukan: kalau ada bagian busuk/lendir tebal/baunya menyimpang, jangan “ditutup” dengan bumbu.
- Masak sampai matang (terutama untuk anak-anak, ibu hamil, dan orang yang daya tahan tubuhnya lemah).
Kalau kamu butuh metode “cepat tapi rapi” saat belanja bahan yang harus presisi, kamu bisa meniru konsep checklist singkat seperti pada artikel Cara Memilih Semangka yang Manis dan Matang di Pasar: 7 Ciri Paling Akurat + Checklist 1 Menit: cek indikator utama dulu, baru indikator tambahan.
Kesalahan umum saat membeli ikan di pasar
- Menilai segar hanya dari “warna” tanpa cek bau dan tekstur.
- Beli ikan duluan, lalu keliling pasar 1–2 jam (ikan jadi hangat dan cepat turun kualitas).
- Malas cek insang karena sungkan, padahal itu indikator penting.
- Memaksakan dimasak walau baunya sudah menyimpang, berharap “hilang setelah digoreng”.
FAQ seputar memilih ikan segar
1. Ciri ikan segar yang paling mudah dicek apa?
Paling mudah: bau (harus ringan), mata jernih, insang merah, dan daging kenyal saat ditekan lembut.
2. Kalau ikan sudah amis tajam, masih bisa “diselamatkan” dengan jeruk nipis?
Jeruk nipis bisa membantu mengurangi bau, tapi tidak mengubah ikan busuk jadi aman. Kalau baunya menyimpang (asam menusuk/menyengat), lebih aman jangan digunakan.
3. Beli ikan utuh atau fillet, mana yang lebih aman?
Ikan utuh lebih mudah dinilai karena kamu bisa cek mata dan insang. Fillet lebih praktis, tapi indikatornya lebih sedikit, jadi pilih penjual yang display-nya dingin dan perputaran stoknya bagus.
4. Kenapa insang ikan jadi cokelat/abu?
Umumnya itu tanda ikan sudah lama dan kualitasnya turun. Insang segar cenderung merah dan tidak berlendir tebal.
5. Strategi paling aman kalau saya tidak yakin memilih ikan di pasar?
Beli sedikit dulu dari penjual yang ramai. Masak hari itu juga. Kalau rasa, aroma, dan teksturnya bagus, barulah kamu beli lebih banyak lain kali.
Baca juga di Beginisob.com
- Cara Pengemasan dan Pengangkutan Ikan Konsumsi Air Tawar dalam Kondisi Hidup
- Budidaya Pembesaran Ikan Lele di Kolam Terpal
- Budidaya Pembesaran Ikan Nila di Kolam Terpal
- Panduan SKP Online 2025: Cara Mengurus Sertifikat Kelayakan Pengolahan Ikan (UPI) Secara Online
- Jenis Tanaman dan Ikan yang Cocok Untuk Akuaponik
Comments
Post a Comment