Skip to main content

Cara Mengatasi “The System Cannot Find the File Specified” di Windows: Bedakan Salah Path, File Hilang, Layanan Error, sampai Sistem Korup (Urutan Fix Paling Aman)

Diperbarui: 25 Januari 2026

Ringkasan cepat:

  • Error ini artinya Windows mencari file tertentu, tapi lokasi/path yang dituju tidak ada (file terhapus/berpindah/typo) atau Windows tidak bisa mengaksesnya.
  • Urutan aman: pastikan file benar-benar ada → cek shortcut/path → cek startup/task/service yang memanggil file hilang → perbaiki file sistem (DISM + SFC) → cek disk (CHKDSK) → terakhir reset Windows (tanpa kehilangan data) jika mentok.
  • Kalau error muncul saat boot/Windows sulit masuk, bereskan jalur boot dulu sebelum fokus ke aplikasi.
  • Jangan asal install “repair tool” sembarangan—sering menambah masalah atau memicu malware.
  • Di artikel Cara Mengatasi Laptop Lemot Windows 10 Tanpa Instal Ulang: Urutan Cek Paling Aman juga dijelaskan cara cek proses “biang kerok” via Task Manager jika error muncul barengan lemot.

Daftar isi

Kenali dulu: error muncul di situasi yang mana?

Pesan “The system cannot find the file specified” bukan satu penyakit. Dia cuma “tanda”: Windows sedang memanggil file, tapi file itu tidak ketemu.

  • A) Muncul saat membuka aplikasi (misal klik ikon program, lalu error).
  • B) Muncul saat startup Windows (baru nyala, langsung pop-up error).
  • C) Muncul saat menjalankan perintah/Command Prompt (misal copy, net use, dll.).
  • D) Muncul terkait layanan/service (service gagal start, kadang disebut “Error 2”).
  • E) Muncul saat akses drive/USB/flashdisk (buka drive, copy file, atau disk problem).

Kalau Windows Anda sampai sulit boot/boot loop, bereskan jalur boot dulu lewat Cara Memperbaiki “Windows Error Recovery” (Windows Gagal Booting/Boot Loop): Urutan Aman dari Startup Repair sampai System Restore.

Tabel diagnosis cepat (situasi → penyebab paling sering → langkah pertama)

Situasi error muncul Penyebab yang paling sering Langkah pertama (paling aman)
Ketika klik shortcut aplikasi Target shortcut mengarah ke file yang sudah pindah/terhapus Cek “Target” shortcut → perbaiki path / reinstall aplikasi
Setiap startup Windows muncul pop-up Startup item / Scheduled Task memanggil file yang sudah hilang Cek Startup Apps + Task Scheduler untuk jejak file itu
Service gagal start (“Error 2”) Path service salah / file service hilang / dependency rusak Cek konfigurasi service (ImagePath) + jalankan DISM/SFC
Copy/open file tertentu gagal File memang hilang/rename, atau izin akses bermasalah Pastikan file ada + cek permission + coba lokasi lokal
Masalah muncul setelah listrik padam/PC hang File system error / bad sector ringan Jalankan CHKDSK pada drive terkait

Langkah 1–12 mengatasi “The system cannot find the file specified” (urutan aman)

Ikuti urutan ini supaya Anda tidak bolak-balik dan tidak menghapus hal penting tanpa sadar.

1) Catat “file apa” yang dimaksud (jika terlihat)

  • Kalau error menampilkan nama file atau path (contoh: C:\Program Files\...\abc.dll), catat persis.
  • Kalau tidak terlihat, lanjut ke langkah Task Scheduler & Startup (langkah 5–6).

2) Pastikan file itu benar-benar ada (atau memang sudah hilang)

  • Cari di File Explorer (pakai search).
  • Cek Recycle Bin jika Anda baru saja menghapus sesuatu.
  • Kalau file berasal dari flashdisk/drive eksternal, pastikan drive letter-nya sama.

3) Jika error muncul saat membuka aplikasi: periksa shortcut (Target)

  1. Klik kanan ikon aplikasi → Properties.
  2. Lihat bagian Target.
  3. Jika path mengarah ke lokasi yang sudah tidak ada, perbaiki dengan memilih file .exe yang benar, atau reinstall aplikasi.

4) Jika error muncul setelah uninstall aplikasi

Biasanya ada “sisa panggilan” di startup/task yang belum bersih.

  • Jangan buru-buru instal ulang Windows.
  • Fokus cari pemanggilnya (startup/task/service) di langkah 5–7.

5) Cek Startup Apps (biang pop-up saat boot)

  1. Tekan Ctrl + Shift + Esc → Task Manager.
  2. Masuk tab Startup / Startup apps.
  3. Nonaktifkan item yang mencurigakan (nama aneh / vendor tidak jelas / terkait aplikasi yang sudah dihapus).

Kalau laptop Anda juga lemot parah, ikuti urutan cek performa di Cara Mengatasi Laptop Lemot Windows 10 Tanpa Instal Ulang: Urutan Cek Paling Aman.

6) Cek Task Scheduler (paling sering jadi penyebab error berulang)

  1. Tekan Windows → ketik Task Scheduler.
  2. Masuk Task Scheduler Library.
  3. Cari task yang “Action”-nya mengarah ke file yang tidak ada (biasanya bisa dilihat dari detail task).
  4. Kalau yakin itu sisa aplikasi yang sudah dihapus, Disable dulu (lebih aman daripada langsung delete).

7) Jika terkait service (“Error 2”): cek layanan yang gagal

  1. Tekan Windows → ketik services.msc → Enter.
  2. Cari service yang bermasalah → lihat Properties.
  3. Kalau service milik aplikasi pihak ketiga yang sudah tidak dipakai, lebih aman disable daripada memaksa start.

8) Jalankan DISM lalu SFC (perbaiki file sistem)

Ini aman dan sering menyelesaikan error yang bersumber dari file Windows yang korup. Jalankan sebagai Administrator:

  1. Buka Command Prompt / Windows Terminal (Admin).
  2. Jalankan DISM (tunggu sampai selesai).
  3. Lanjut jalankan: sfc /scannow lalu restart.

Jika Windows Anda sering bermasalah setelah update, Anda bisa bandingkan gejalanya dengan Memperbaiki Laptop Lemot Setelah Update Windows 11: Penyebab, Pengaturan, dan Tips Optimasi.

9) Jalankan CHKDSK pada drive yang dicurigai bermasalah

Jika error muncul saat akses drive (C:, D:, flashdisk), cek file system drive itu:

  1. Buka Command Prompt (Admin).
  2. Jalankan pemeriksaan drive (contoh untuk C:).
  3. Ikuti instruksi jika diminta jadwalkan saat restart.

Kalau kasusnya flashdisk/USB bermasalah, ikuti langkah aman di Cara Mengatasi Flashdisk Corrupt di Windows (Minta Format, RAW, Tidak Terbaca): Urutan Aman.

10) Scan malware (jika error muncul setelah instal “tool gratisan”)

Malware/PUA kadang membuat task/service yang memanggil file yang akhirnya hilang. Scan dengan antivirus bawaan Windows atau solusi tepercaya yang sudah Anda pakai.

11) Jika error muncul barengan CPU 100% / sistem berat

Perbaiki sumber beban dulu agar sistem stabil, lalu ulangi langkah perbaikan file sistem.

Ikuti checklist yang aman di Cara Mengatasi CPU Usage 100% di Windows 10: Urutan Cek Paling Aman.

12) Opsi terakhir: Reset Windows tanpa kehilangan data

Jika error tetap muncul di banyak konteks dan Anda sudah menjalankan DISM/SFC/CHKDSK, opsi aman terakhir adalah reset Windows (Keep my files) agar file pribadi tetap aman.

Panduan langkahnya bisa Anda ikuti di Panduan Reset Windows 10 Tanpa Kehilangan Data (File Dokumen Tetap Aman).

Contoh kasus + solusi cepat (biar kebayang)

1) Pop-up error muncul setiap PC dinyalakan, tapi aplikasi tetap bisa dibuka

  • Curiga: Scheduled Task atau Startup item memanggil file yang sudah hilang.
  • Solusi cepat: langkah 5–6 (Startup + Task Scheduler) → disable item yang mengarah ke file hilang.

2) Klik ikon aplikasi → error “file specified”

  • Curiga: shortcut rusak atau aplikasi berpindah folder.
  • Solusi cepat: langkah 3 (cek Target). Jika tidak beres, reinstall aplikasi (resmi).

3) Error terjadi saat buka drive/flashdisk

  • Curiga: drive letter berubah, file system error, atau flashdisk corrupt.
  • Solusi cepat: langkah 9 (CHKDSK) + ikuti panduan flashdisk corrupt bila perlu.

FAQ

1) Apa arti “The system cannot find the file specified”?

Artinya Windows sedang mencari file tertentu untuk dijalankan/diakses, tetapi file tersebut tidak ada di lokasi yang dimaksud (hilang, pindah, salah path, atau tidak bisa diakses).

2) Apakah aman menjalankan SFC dan DISM?

Umumnya aman jika dijalankan dari Command Prompt/Terminal sebagai Administrator. Ini prosedur perbaikan file sistem yang umum untuk Windows.

3) Kenapa error muncul setelah uninstall aplikasi?

Biasanya ada sisa startup/task/service yang masih memanggil file aplikasi lama. Solusi paling tepat: cek Startup Apps dan Task Scheduler, lalu disable item yang mengarah ke file yang sudah hilang.

4) Apakah saya harus instal ulang Windows?

Tidak langsung. Ikuti urutan aman di artikel ini. Instal ulang/reset baru dipertimbangkan jika perbaikan file sistem dan disk sudah dicoba tetapi error tetap berulang di banyak konteks.

5) Bagaimana kalau Windows tidak bisa boot normal?

Berarti prioritasnya perbaiki boot dulu. Ikuti panduan Cara Memperbaiki “Windows Error Recovery”, baru setelah bisa masuk Windows, lanjutkan langkah di artikel ini.

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved