Skip to main content

Cara Menyusun Modul Ajar Kurikulum Merdeka Kelas 1 SD: Panduan Lengkap dari CP hingga Asesmen, Contoh Format Siap Pakai, dan Tips Praktis untuk Guru

Diperbarui: 24 Juli 2026

Menyusun modul ajar Kurikulum Merdeka untuk kelas 1 SD sering kali membingungkan, terutama bagi guru yang baru beralih dari Kurikulum 2013. Artikel ini memberikan panduan lengkap langkah demi langkah cara menyusun modul ajar dari Capaian Pembelajaran (CP) hingga asesmen, lengkap dengan contoh format siap pakai untuk beberapa mata pelajaran, tips praktis untuk guru yang baru pertama kali menyusun, dan catatan sesuai syariat Islam.

Ringkasan cepat:
  • Modul ajar Kurikulum Merdeka berbeda dengan RPP Kurikulum 2013. Modul ajar lebih ringkas tetapi lengkap.
  • Langkah penyusunan: Baca CP → Turunkan menjadi TP → Susun ATP → Buat modul ajar per pertemuan.
  • Modul ajar harus memuat: identitas, tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, asesmen, dan bahan ajar.
  • Untuk kelas 1 SD, perhatikan karakteristik siswa usia 6-7 tahun: konkret, bermain, dan bergerak.
  • Asesmen untuk kelas 1 SD sebaiknya bersifat formatif, tidak menekan, dan menyenangkan.

Daftar Isi

  1. Apa Itu Modul Ajar dan Bedanya dengan RPP?
  2. Karakteristik Siswa Kelas 1 SD dan Implikasinya
  3. Langkah-Langkah Menyusun Modul Ajar dari CP hingga Asesmen
  4. Struktur Modul Ajar yang Baik
  5. Contoh Format Modul Ajar Siap Pakai
  6. Tips Menyusun Asesmen untuk Kelas 1 SD
  7. Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
  8. Catatan Sesuai Syariat Islam
  9. Kesimpulan
  10. FAQ
  11. Baca Juga

Apa Itu Modul Ajar dan Bedanya dengan RPP?

Modul ajar adalah perangkat ajar yang digunakan dalam Kurikulum Merdeka sebagai pengganti RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) di Kurikulum 2013. Modul ajar memiliki beberapa perbedaan mendasar dengan RPP:

Aspek RPP (Kurikulum 2013) Modul Ajar (Kurikulum Merdeka)
Dasar penyusunan KI-KD per kelas CP per fase, diturunkan menjadi TP dan ATP
Panjang dokumen Cenderung panjang, bisa 5-10 halaman per pertemuan Lebih ringkas, fokus pada esensi pembelajaran
Fleksibilitas Relatif kaku, mengikuti format baku Fleksibel, guru bisa menyesuaikan dengan karakteristik siswa
Pendekatan Pendekatan saintifik (5M) Pembelajaran berdiferensiasi, projek, eksplorasi
Asesmen Cenderung seragam, nilai angka dan deskripsi Lebih menekankan capaian kompetensi, narasi dan/atau level capaian

Untuk memahami lebih detail perbedaan antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, Anda bisa membaca panduan lengkap di artikel 7 Perbedaan Kurikulum Merdeka vs Kurikulum 2013 yang Wajib Diketahui di Tahun Pelajaran 2025/2026.

Karakteristik Siswa Kelas 1 SD dan Implikasinya

Sebelum menyusun modul ajar, guru harus memahami karakteristik siswa kelas 1 SD (usia 6-7 tahun):

Karakteristik Implikasi untuk Modul Ajar
Berpikir konkret Gunakan benda nyata, gambar, atau media visual. Hindari penjelasan abstrak yang terlalu panjang.
Rentang fokus pendek Variasi kegiatan setiap 10-15 menit. Selingi dengan gerakan, nyanyian, atau permainan.
Belajar melalui bermain Masukkan unsur permainan dalam pembelajaran. Buat suasana belajar yang menyenangkan.
Butuh gerakan fisik Jangan terlalu lama duduk. Berikan aktivitas yang melibatkan gerakan tubuh.
Meniru dan mengulang Berikan contoh yang jelas dan berulang. Gunakan drill untuk materi yang perlu dikuasai.
Emosional dan sosial berkembang Bangun suasana kelas yang hangat. Ajarkan adab dan akhlak mulia secara bertahap.

Langkah-Langkah Menyusun Modul Ajar dari CP hingga Asesmen

Berikut adalah langkah-langkah sistematis menyusun modul ajar Kurikulum Merdeka:

Langkah 1: Baca dan Pahami Capaian Pembelajaran (CP)

CP adalah kompetensi yang harus dicapai siswa per fase. Untuk kelas 1 SD, fase yang berlaku adalah Fase A (kelas 1-2). Baca dokumen CP resmi dari Kemendikdasmen untuk setiap mata pelajaran.

Langkah 2: Turunkan CP menjadi Tujuan Pembelajaran (TP)

TP adalah kompetensi spesifik yang ingin dicapai dalam satu atau beberapa pertemuan. Contoh:

  • CP Bahasa Indonesia Fase A: Peserta mampu memahami dan menyampaikan informasi lisan dan tulisan sederhana.
  • TP: Peserta mampu menyebutkan nama-nama anggota keluarga dengan benar.

Langkah 3: Susun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

ATP adalah urutan TP yang akan dicapai dalam satu semester atau satu tahun. Urutkan TP dari yang sederhana ke yang kompleks.

Langkah 4: Buat Modul Ajar per Pertemuan

Setiap pertemuan memiliki modul ajar tersendiri yang memuat tujuan, langkah pembelajaran, dan asesmen.

Langkah 5: Siapkan Asesmen

Asesmen bisa bersifat formatif (selama pembelajaran) atau sumatif (akhir pembelajaran). Untuk kelas 1 SD, asesmen formatif lebih ditekankan.

Struktur Modul Ajar yang Baik

Modul ajar yang baik memiliki struktur yang jelas. Berikut adalah bagian-bagian yang wajib ada:

Bagian Isi Keterangan
Identitas Nama sekolah, mata pelajaran, kelas/fase, tanggal, jumlah pertemuan Identitas modul ajar
Capaian Pembelajaran (CP) CP dari dokumen resmi Kemendikdasmen Dasar penyusunan modul
Tujuan Pembelajaran (TP) Kompetensi spesifik yang ingin dicapai Turunan dari CP
Profil Pelajar Pancasila Dimensi yang dikembangkan (beriman, mandiri, gotong royong, dll.) Karakter yang dibangun
Sarana dan Prasarana Alat dan bahan yang dibutuhkan Persiapan pembelajaran
Target Peserta Didik Reguler, berkesulitan belajar, atau pencapaian tinggi Diferensiasi pembelajaran
Model Pembelajaran Tatap muka, blended, atau online Metode penyampaian
Tujuan Pembelajaran Spesifik Kompetensi yang ingin dicapai dalam pertemuan ini Fokus pertemuan
Pemahaman Bermakna Manfaat materi untuk kehidupan siswa Relevansi pembelajaran
Pertanyaan Pemantik Pertanyaan untuk memicu rasa ingin tahu Apersepsi
Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan, inti, penutup Alur pembelajaran
Asesmen Formatif dan/atau sumatif Penilaian hasil belajar
Pengayaan dan Remedial Kegiatan untuk siswa berprestasi tinggi dan yang perlu bantuan Diferensiasi
Refleksi Guru dan Siswa Evaluasi pembelajaran Perbaikan berkelanjutan
Bahan Bacaan Guru dan Siswa Materi pendukung Referensi tambahan
Glosarium Daftar istilah penting Membantu pemahaman

Contoh Format Modul Ajar Siap Pakai

Berikut adalah contoh modul ajar untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 SD:

MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 1 SD

Identitas:
Nama Sekolah: SD Negeri 1 Contoh
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Kelas/Fase: 1/A
Tanggal: [Tanggal Pelaksanaan]
Jumlah Pertemuan: 1 pertemuan (2 x 35 menit)

Capaian Pembelajaran (CP):
Peserta mampu memahami dan menyampaikan informasi lisan dan tulisan sederhana tentang diri dan lingkungan sekitar.

Tujuan Pembelajaran (TP):
Peserta mampu menyebutkan nama-nama anggota keluarga dengan benar dan percaya diri.

Profil Pelajar Pancasila:
- Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia (adab berbicara)
- Mandiri (percaya diri)
- Gotong royong (bekerja sama dalam kelompok)

Sarana dan Prasarana:
- Gambar keluarga
- Kartu nama anggota keluarga
- Papan tulis
- Spidol warna

Target Peserta Didik:
- Reguler: siswa tipikal
- Berkesulitan belajar: siswa yang butuh bimbingan ekstra
- Pencapaian tinggi: siswa yang bisa menjadi tutor sebaya

Model Pembelajaran:
Tatap muka dengan pendekatan bermain peran

Tujuan Pembelajaran Spesifik:
1. Peserta mampu menyebutkan minimal 5 nama anggota keluarga dengan benar.
2. Peserta mampu memperkenalkan anggota keluarganya di depan kelas dengan percaya diri.

Pemahaman Bermakna:
Keluarga adalah orang-orang yang paling dekat dengan kita. Kita harus menyayangi dan menghormati mereka.

Pertanyaan Pemantik:
- "Siapa yang tinggal bersama kalian di rumah?"
- "Siapa nama ibu kalian?"
- "Siapa yang suka membantu ibu di rumah?"

Kegiatan Pembelajaran:

Pendahuluan (10 menit):
1. Guru membuka dengan salam dan doa.
2. Guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran.
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik.
4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.

Inti (50 menit):
1. Guru menunjukkan gambar keluarga dan menanyakan siapa saja yang ada di gambar.
2. Guru memperkenalkan kosakata anggota keluarga: ayah, ibu, kakak, adik, kakek, nenek.
3. Siswa secara bergiliran menyebutkan nama anggota keluarganya di depan kelas.
4. Siswa bermain peran memperkenalkan keluarganya kepada teman sebangku.
5. Siswa mengerjakan lembar kerja: menghubungkan gambar dengan nama anggota keluarga.
6. Guru memberikan penguatan dan apresiasi kepada semua siswa.

Penutup (10 menit):
1. Guru dan siswa menyimpulkan materi bersama.
2. Guru memberikan refleksi: "Apa yang kalian pelajari hari ini?"
3. Guru menutup dengan doa dan salam.

Asesmen:
- Formatif: Observasi kemampuan siswa menyebutkan nama anggota keluarga.
- Produk: Lembar kerja menghubungkan gambar dengan nama anggota keluarga.

Pengayaan:
Siswa yang sudah menguasai materi bisa menggambar keluarganya dan menceritakannya kepada teman.

Remedial:
Siswa yang belum menguasai materi mendapat bimbingan ekstra dari guru dengan menggunakan media yang lebih konkret.

Refleksi Guru:
- Apakah semua siswa terlibat aktif?
- Apakah tujuan pembelajaran tercapai?
- Apa yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Siswa:
- "Apakah kalian senang belajar hari ini?"
- "Apa yang paling kalian sukai?"
- "Apakah ada yang masih bingung?"

Bahan Bacaan Guru dan Siswa:
- Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas 1
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 1
- Kartu nama anggota keluarga

Glosarium:
- Anggota keluarga: orang-orang yang menjadi bagian dari keluarga
- Memperkenalkan: memberitahu nama atau identitas kepada orang lain

Setelah menyusun modul ajar, guru perlu mencatat pelaksanaan pembelajaran dalam jurnal harian. Format jurnal harian guru yang rapi dan mudah direkap bisa dibaca di artikel Format Jurnal Harian Guru di Excel: Template 4 Sheet, Rumus Rekap, dan Cara Cetak Rapi.

Tips Menyusun Asesmen untuk Kelas 1 SD

Asesmen untuk kelas 1 SD harus memperhatikan karakteristik siswa. Berikut tips yang bisa diterapkan:

  1. Gunakan asesmen formatif. Asesmen dilakukan selama pembelajaran, bukan hanya di akhir. Contoh: observasi, tanya jawab, unjuk kerja.
  2. Hindari tes tertulis yang panjang. Siswa kelas 1 SD masih belajar membaca dan menulis. Tes tertulis sebaiknya singkat dan sederhana.
  3. Gunakan media visual. Asesmen bisa menggunakan gambar, kartu, atau benda nyata. Contoh: menghubungkan gambar dengan kata, mengelompokkan benda.
  4. Buat suasana menyenangkan. Asesmen tidak boleh menekan siswa. Buat seperti permainan agar siswa tidak stres.
  5. Beri apresiasi. Apresiasi usaha siswa, bukan hanya hasil. Contoh: "Wah, kamu sudah berusaha dengan baik!", "Bagus, kamu sudah berani mencoba!"
  6. Catat perkembangan. Gunakan rubrik atau checklist untuk mencatat perkembangan siswa secara berkala.
  7. Libatkan siswa. Ajak siswa untuk menilai dirinya sendiri secara sederhana. Contoh: "Apakah kamu sudah paham? Angkat jempol jika sudah, angkat kepalan tangan jika belum."

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Kesalahan Dampak Solusi
Menyalin modul ajar dari internet tanpa menyesuaikan Tidak sesuai dengan karakteristik siswa dan kondisi sekolah Gunakan sebagai referensi, lalu sesuaikan dengan kondisi nyata
Tujuan pembelajaran terlalu banyak Siswa kebingungan, waktu tidak cukup Fokus pada 1-2 tujuan pembelajaran per pertemuan
Kegiatan pembelajaran monoton Siswa bosan, tidak fokus Variasi kegiatan setiap 10-15 menit
Asesmen terlalu sulit Siswa stres, kehilangan motivasi Sesuaikan dengan kemampuan siswa kelas 1 SD
Tidak ada diferensiasi Siswa berkesulitan belajar tertinggal, siswa berprestasi tinggi bosan Siapkan pengayaan dan remedial
Tidak ada refleksi Guru tidak tahu apa yang perlu diperbaiki Selalu lakukan refleksi setelah pembelajaran

Catatan Sesuai Syariat Islam

Sebagai sekolah yang mengedepankan nilai-nilai Islam, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam modul ajar:

  1. Membuka dengan salam dan doa. Setiap pembelajaran harus dimulai dengan salam dan doa. Ini adalah adab yang diajarkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
  2. Materi yang halal dan thayyib. Pastikan semua materi, gambar, dan media yang digunakan tidak mengandung unsur yang haram atau melanggar syariat.
  3. Menanamkan akhlak mulia. Setiap pembelajaran harus mengandung nilai-nilai akhlak mulia. Contoh: adab berbicara, adab bergaul, adab menuntut ilmu.
  4. Tidak membedakan siswa. Semua siswa harus diperlakukan dengan adil, tidak ada yang dibeda-bedakan karena suku, warna kulit, atau status sosial.
  5. Mendoakan siswa. Guru sebaiknya mendoakan siswa agar diberikan ilmu yang bermanfaat dan akhlak yang mulia.
  6. Mengaitkan dengan nilai Islam. Jika memungkinkan, kaitkan materi dengan nilai-nilai Islam. Contoh: saat belajar tentang keluarga, kaitkan dengan birrul walidain (berbakti kepada orang tua).
  7. Menjaga aurat. Jika menggunakan gambar atau video, pastikan tidak ada yang membuka aurat.
  8. Menghindari musik yang melanggar syariat. Jika menggunakan lagu atau musik, pastikan tidak melanggar syariat. Gunakan nasyid atau shalawat sebagai alternatif.

Kesimpulan

Modul ajar Kurikulum Merdeka berbeda dengan RPP Kurikulum 2013. Modul ajar lebih ringkas tetapi lengkap, dengan fokus pada capaian kompetensi dan pembelajaran berdiferensiasi. Langkah penyusunan modul ajar: baca CP → turunkan menjadi TP → susun ATP → buat modul ajar per pertemuan → siapkan asesmen. Untuk kelas 1 SD, perhatikan karakteristik siswa usia 6-7 tahun: berpikir konkret, rentang fokus pendek, belajar melalui bermain, butuh gerakan fisik, meniru dan mengulang, serta emosional dan sosial yang berkembang. Asesmen untuk kelas 1 SD sebaiknya bersifat formatif, tidak menekan, dan menyenangkan. Yang tidak kalah penting, modul ajar harus sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam: membuka dengan salam dan doa, materi yang halal, menanamkan akhlak mulia, tidak membedakan siswa, mendoakan siswa, mengaitkan dengan nilai Islam, menjaga aurat, dan menghindari musik yang melanggar syariat.

Dengan modul ajar yang baik, guru bisa menyelenggarakan pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa kelas 1 SD.

FAQ

1. Apakah modul ajar harus sama persis dengan format di atas?

Tidak. Format di atas adalah contoh. Guru bisa menyesuaikan dengan kondisi sekolah dan karakteristik siswa. Yang penting, modul ajar memuat komponen-komponen esensial: identitas, CP, TP, kegiatan pembelajaran, dan asesmen.

2. Berapa panjang ideal modul ajar?

Tidak ada ketentuan baku. Modul ajar sebaiknya ringkas tetapi lengkap. Untuk kelas 1 SD, 2-4 halaman biasanya sudah cukup.

3. Apakah modul ajar harus dibuat untuk setiap pertemuan?

Ya, setiap pertemuan sebaiknya memiliki modul ajar tersendiri. Namun, jika beberapa pertemuan memiliki tujuan yang sama, modul ajar bisa digabung.

4. Apakah guru harus menyusun modul ajar sendiri?

Guru bisa menggunakan modul ajar yang sudah disediakan oleh pemerintah atau berbagi dengan guru lain. Namun, guru tetap harus menyesuaikan dengan kondisi sekolah dan karakteristik siswa.

5. Bagaimana jika guru kesulitan memahami CP?

Guru bisa berdiskusi dengan rekan sejawat di KKG/MGMP, membaca panduan resmi dari Kemendikdasmen, atau mengikuti pelatihan Kurikulum Merdeka.

6. Apakah modul ajar harus disetujui kepala sekolah?

Tergantung kebijakan sekolah. Beberapa sekolah meminta modul ajar disetujui kepala sekolah, beberapa lain tidak. Yang penting, modul ajar sudah dicek dan sesuai dengan standar.

Baca Juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2026 beginisob.com, All right reserved