Skip to main content

Cara Daftar DTSEN 2026 (Pengganti DTKS): Panduan Resmi via Aplikasi Cek Bansos, Website, dan Jalur Offline Desa

Diperbarui: 14 Desember 2025

Ringkasan cepat:

  • DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional) adalah basis data kesejahteraan yang dipakai pemerintah untuk menajamkan sasaran bansos dan program perlindungan sosial.
  • Kalau Anda belum terdata atau data bansos Anda tidak akurat, jalur paling aman biasanya lewat Aplikasi Cek Bansos Kemensos (menu usul/sanggah) dan/atau offline via RT/RW–desa/kelurahan–Dinsos.
  • Jangan mudah percaya “link pendaftaran bansos/DTSEN” dari WhatsApp. Biasakan cek domain resmi .go.id dan jangan pernah bagikan OTP/PIN.

Daftar isi

Kapan perlu daftar atau update DTSEN?

Anda biasanya perlu mengurus DTSEN (pendaftaran atau pemutakhiran) kalau mengalami kondisi berikut:

  • Nama Anda tidak ditemukan saat cek bansos (padahal kondisi ekonomi memang berat).
  • Data keluarga berubah: pindah alamat, perubahan jumlah tanggungan, KK pecah/gabung, atau ada anggota keluarga meninggal/lahir.
  • Anda merasa status kesejahteraan/desil tidak sesuai dengan kondisi nyata (misalnya sudah lama kehilangan pekerjaan).
  • Anda menemukan penerima bantuan yang diduga tidak tepat sasaran (jalur sanggah/pengaduan).

Catatan penting: “Daftar DTSEN” bukan tombol ajaib agar langsung dapat bansos. Tetap ada verifikasi, musyawarah, validasi lapangan, dan pemeringkatan kesejahteraan.

Apa itu DTSEN dan apa bedanya dengan DTKS?

DTSEN adalah basis data tunggal individu/keluarga yang memuat kondisi sosial–ekonomi dan peringkat kesejahteraan untuk membantu program pemerintah lebih tepat sasaran. Secara praktik, DTSEN dibangun dari penggabungan dan pemadanan berbagai sumber data dan dimutakhirkan berkala.

Istilah yang sering muncul di masyarakat adalah “desil” (umumnya 1–10). Semakin kecil angkanya, biasanya menggambarkan kondisi ekonomi yang lebih rentan. Namun, desil dapat berubah jika data diperbarui.

Di lapangan, Anda mungkin masih sering mendengar “DTKS”. Yang terpenting untuk warga: fokus pada jalur resmi cek–usul–sanggah dan pastikan data kependudukan (NIK/KK/alamat) benar.

Syarat yang perlu disiapkan

Sebelum mengajukan usul/pendaftaran/pemutakhiran, siapkan ini agar tidak bolak-balik:

  • NIK KTP dan Nomor KK yang valid (sesuai dokumen terbaru).
  • Alamat lengkap sesuai domisili (kalau pindah, pastikan administrasi kependudukan sudah beres).
  • Nomor HP aktif (untuk OTP/verifikasi aplikasi) dan, kalau diminta, email aktif.
  • Dokumen pendukung (opsional tergantung kasus/daerah): SKTM, surat keterangan kehilangan pekerjaan, bukti penghasilan, atau dokumen lain yang diminta petugas desa/Dinsos.
  • Foto dokumen yang jelas (jika mengurus lewat aplikasi): KTP/KK dan swafoto sesuai ketentuan aplikasi.

Adab & amanah: dari sisi syariat, haram hukumnya memalsukan data kemiskinan, “menyetel” informasi agar tampak miskin, atau menyuap petugas. Bansos adalah amanah untuk yang berhak.

Langkah-langkah daftar DTSEN (online & offline)

Langkah 1 — Cek dulu status bansos lewat kanal resmi

  • Cek lewat website resmi Kemensos: cekbansos.kemensos.go.id (pencarian berdasarkan wilayah & nama sesuai KTP).
  • Jika Anda memakai aplikasi resmi, gunakan Aplikasi Cek Bansos Kemensos untuk melihat profil, status bantuan, serta fitur pengajuan/perbaikan data (usul–sanggah).

Langkah 2 — Ajukan Usul (pemutakhiran/pendaftaran) lewat Aplikasi Cek Bansos

  1. Install Aplikasi Cek Bansos dari toko aplikasi resmi (Play Store/App Store).
  2. Buat akun/login sesuai petunjuk aplikasi (biasanya perlu verifikasi identitas).
  3. Masuk ke menu Usul (atau menu serupa) untuk mengajukan pendaftaran/pembaruan data keluarga.
  4. Isi data dengan jujur (anggota keluarga, pekerjaan, kondisi ekonomi, alamat) dan unggah dokumen yang diminta.
  5. Pantau status pengajuan. Jika ada kekurangan berkas, lengkapi sesuai catatan.

Kenapa jalur aplikasi sering disarankan? Karena ada jejak pengajuan yang lebih rapi dan fitur partisipasi masyarakat (usul/sanggah) yang memang disiapkan untuk perbaikan data.

Langkah 3 — Jalur offline (RT/RW → desa/kelurahan → Dinsos)

Kalau Anda kesulitan akses internet/HP, atau pengajuan online mentok, jalur offline biasanya seperti ini:

  1. Mulai dari RT/RW atau perangkat setempat untuk memastikan domisili dan kondisi keluarga.
  2. Datang ke kantor desa/kelurahan membawa KTP & KK (dan dokumen pendukung bila ada).
  3. Data Anda umumnya dibahas dalam musyawarah desa/kelurahan (verifikasi awal).
  4. Hasilnya diteruskan ke Dinas Sosial untuk verifikasi lanjutan dan pembaruan sistem.

Penting: jangan menitip “jalur cepat” lewat calo. Selain rawan penipuan, ini juga membuka pintu kezaliman dan praktik suap.

Langkah 4 — Jika Anda mencari “cek desil DTSEN via website BPS”

Beberapa warga mencari cara cek desil lewat situs BPS tertentu. Namun, Anda perlu tahu bahwa ada halaman yang masih dalam pengembangan sehingga tidak selalu bisa dipakai publik.

Kalau tujuan Anda adalah mengetahui status bantuan dan melakukan perbaikan data, fokuskan pada kanal yang jelas dipakai untuk layanan bansos: cekbansos.kemensos.go.id dan Aplikasi Cek Bansos.

Tips agar pengajuan lebih cepat diproses

  • Samakan data: pastikan nama, NIK, nomor KK, dan alamat konsisten (sering mentok karena beda ejaan).
  • Dokumen jelas: foto KTP/KK jangan buram, jangan kepotong, dan jangan pakai filter.
  • Tulis kondisi ekonomi apa adanya: jelaskan sumber penghasilan, tanggungan, dan kondisi rumah tanpa melebih-lebihkan.
  • Gunakan jalur berjenjang: jika online mentok, lanjutkan offline lewat desa/kelurahan agar ada verifikasi lokal.
  • Cek berkala: pembaruan data bisa bertahap—hindari spam pengajuan berulang yang isinya sama.

Risiko & hal yang wajib diwaspadai

  • Link palsu/hoaks: modusnya meminta data pribadi, OTP, atau menyuruh transfer “biaya admin”. Abaikan.
  • Kebocoran data: hanya input data di aplikasi/website resmi. Jangan kirim KTP/KK ke nomor random.
  • Fitnah saat menyanggah: kalau melapor penerima yang tidak layak, pastikan informasi benar dan niatnya menegakkan keadilan, bukan dengki.
  • Tidak otomatis dapat bansos: meski pengajuan diterima, bansos tetap tergantung kuota program, hasil verifikasi, dan kebijakan berjalan.

FAQ: Pertanyaan umum

1) Kalau saya daftar DTSEN, apakah pasti dapat bansos?

Tidak pasti. Pendaftaran/pemutakhiran data adalah langkah agar data Anda dipertimbangkan dan diverifikasi. Keputusan akhir tetap melalui mekanisme program dan verifikasi pemerintah.

2) Saya tidak muncul di cek bansos, apa yang harus dilakukan?

Pastikan ejaan nama & wilayah sesuai KTP saat cek. Jika tetap tidak muncul, ajukan lewat Aplikasi Cek Bansos (menu usul) atau urus offline lewat desa/kelurahan.

3) Apakah boleh daftar lewat link yang dikirim WA?

Jangan. Gunakan kanal resmi (.go.id) dan toko aplikasi resmi. Abaikan link yang minta OTP, PIN, atau biaya.

4) Bagaimana kalau data saya salah (alamat/tanggungan/pekerjaan)?

Ajukan pemutakhiran melalui fitur usul/perbaikan data di Aplikasi Cek Bansos atau jalur offline ke desa/kelurahan agar diverifikasi.

5) Kenapa status saya bisa berubah?

Karena data kesejahteraan dimutakhirkan berkala (perubahan kondisi ekonomi, verifikasi lapangan, pembaruan kependudukan, dan sinkronisasi data).

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved