Skip to main content

Cara Membuat Kronologi Kejadian yang Benar untuk Laporan Polisi, HR, dan Asuransi (+ Contoh Surat)

Diperbarui: 7 Desember 2025

Ringkasan cepat:

  • Kronologi kejadian adalah penjelasan runtut tentang suatu peristiwa: kapan, di mana, siapa saja yang terlibat, apa yang terjadi, dan akibatnya. Biasanya diminta untuk laporan polisi, HRD kantor, klaim asuransi, atau pengajuan surat keterangan.
  • Struktur paling aman: identitas pelapor, data peristiwa (waktu, tempat, pihak yang terlibat), rangkaian kejadian per poin waktu, kerugian/akibat, tindakan yang sudah dilakukan, dan penutup + tanda tangan.
  • Kronologi yang baik harus jujur, objektif, tidak ditambah-tambah. Dalam hukum positif, memberi keterangan palsu bisa terkena pasal pidana; dalam syariat Islam, berbohong dan membuat kesaksian palsu adalah dosa besar.
  • Artikel ini memberi langkah detail dan 3 contoh surat kronologi kejadian: penipuan online, kecelakaan kerja ringan, dan kehilangan HP di tempat umum.

Daftar isi

Kapan kita perlu membuat kronologi kejadian?

Kronologi kejadian biasanya diminta ketika Anda:

  • Melaporkan penipuan online ke polisi atau mengajukan pemblokiran rekening di bank.
  • Mengajukan klaim asuransi (kecelakaan lalu lintas, kerusakan barang, banjir, dll.).
  • Mengurus surat keterangan atau dokumen resmi lain di pengadilan/instansi, sebagai lampiran penjelasan peristiwa.
  • Melaporkan insiden di kantor/sekolah ke HRD, atasan, atau pihak sekolah (misalnya kecelakaan kerja, konflik, kehilangan barang).
  • Mendokumentasikan sengketa bisnis atau hukum (misalnya keterlambatan pengiriman barang, perjanjian yang dilanggar).

Singkatnya, setiap kali ada peristiwa yang perlu dijelaskan secara runtut dan tertulis, Anda butuh kronologi kejadian yang rapi.

Apa itu kronologi kejadian dan fungsi hukumnya?

Kronologi kejadian adalah uraian peristiwa secara berurutan berdasarkan waktu (pukul, tanggal, atau tahapan), dari awal sampai akhir.

Fungsi utama kronologi:

  • Memberi gambaran yang jelas dan sistematis kepada pihak yang membaca (polisi, bank, asuransi, HRD, pengadilan).
  • Menjadi bahan analisis dan bukti pendukung dalam pemeriksaan, penyelidikan, atau pengambilan keputusan.
  • Membantu menentukan siapa yang bertanggung jawab dan apa saja kerugian yang timbul.
  • Menjadi arsip tertulis yang bisa dirujuk kembali jika terjadi sengketa di kemudian hari.

Karena itu, kronologi tidak boleh asal-asalan. Isinya harus faktual, runtut, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Syarat & struktur wajib kronologi kejadian

Supaya mudah dipahami dan diterima instansi, usahakan kronologi memuat bagian-bagian berikut:

1. Identitas pelapor

  • Nama lengkap (sesuai KTP).
  • Tempat/tanggal lahir.
  • Alamat.
  • Pekerjaan.
  • Nomor KTP dan kontak (HP/email) jika diperlukan.

2. Judul dan data peristiwa

  • Judul singkat, misalnya: “Kronologi Kejadian Penipuan Online pada Tanggal 3 Desember 2025”.
  • Hari/tanggal kejadian.
  • Waktu (jam) kejadian, bila diketahui.
  • Lokasi kejadian (alamat lengkap/tautan lokasi).

3. Rangkaian peristiwa secara runtut

  • Ditulis per poin waktu (pukul sekian, tanggal sekian).
  • Setiap poin menjawab: siapa – melakukan apa – di mana – bagaimana – dengan apa.

4. Kerugian atau akibat

  • Kerugian material: uang, barang, kendaraan, alat kerja, dll.
  • Kerugian nonmaterial: luka fisik ringan, gangguan kerja, dsb (tanpa berlebihan).

5. Tindakan yang sudah dilakukan

  • Menghubungi pihak terkait (bank, HRD, pihak toko/penjual, keluarga).
  • Membuat laporan awal ke instansi tertentu (kepolisian, asuransi, perusahaan).

6. Penutup dan pernyataan kejujuran

  • Ucapan terima kasih.
  • Pernyataan bahwa keterangan yang diberikan benar sesuai kemampuan mengingat.
  • Tanda tangan dan nama jelas.

Ringkasan struktur dalam bentuk tabel

Bagian Isi Utama
Kepala surat Tempat & tanggal, pihak yang dituju (Kapolsek, HRD, Manajer, dsb.), perihal “Kronologi Kejadian …”
Identitas pelapor Nama, alamat, pekerjaan, nomor identitas, kontak
Data peristiwa Hari/tanggal, waktu, lokasi, jenis peristiwa
Kronologi Urutan kejadian per poin waktu (pukul sekian: terjadi apa, di mana, siapa saja)
Kerugian/akibat Jumlah kerugian, barang yang hilang/rusak, dampak lainnya
Tindakan Langkah yang sudah dilakukan pelapor sebelum menulis surat
Penutup Pernyataan kejujuran, harapan, tanda tangan & nama terang

Langkah-langkah menulis kronologi kejadian yang benar

  1. Kumpulkan semua data:
    • Catat tanggal, jam, tempat, nomor telepon, nomor rekening, nama orang yang terlibat, dll.
    • Kumpulkan bukti: foto, screenshot, chat, bukti transfer, tiket, dan sebagainya.
  2. Tulis poin kejadian di kertas kasar:
    • Tuliskan secara singkat: “Jam sekian – terjadi ini”, dari awal sampai akhir.
  3. Urutkan kembali berdasarkan waktu:
    • Pastikan tidak ada kejadian yang tertukar urutan (misalnya chat jam 10.00 ditulis setelah jam 11.00).
  4. Gunakan bahasa baku dan jelas:
    • Hindari bahasa gaul, singkatan aneh, atau emotikon.
    • Kalimat pendek dan langsung ke inti, misalnya: “Pada hari Senin, 1 Desember 2025, sekitar pukul 09.00 WIB, saya menerima pesan WhatsApp dari nomor 08xxx…”
  5. Bedakan fakta dengan dugaan:
    • Fakta: yang benar-benar Anda lihat/alami.
    • Dugaan: gunakan kata “diduga”, “saya menduga”, jangan ditulis seolah-olah fakta mutlak.
  6. Tambahkan penutup yang sopan dan jujur:
    • Contoh: “Demikian kronologi kejadian ini saya buat dengan sebenar-benarnya sesuai dengan apa yang saya alami…”

Contoh kronologi kejadian penipuan online

Contoh ini bisa disesuaikan untuk laporan polisi atau permohonan pemblokiran rekening di bank.

Bandung, 5 Desember 2025

Perihal  : Kronologi Kejadian Penipuan Online
Lampiran : 1 (satu) berkas bukti pendukung

Kepada Yth.
Bapak/Ibu Kepala Kepolisian Sektor Sukamaju
di Tempat

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama        : Ahmad Ramdhan
Tempat/Tgl  : Bandung, 10 Oktober 1995
Alamat      : Jl. Cempaka No. 10, Kel. Sukamaju, Kec. Sukamaju, Bandung
Pekerjaan   : Karyawan swasta
No. HP      : 08xx-xxxx-xxxx
No. KTP     : 3273xxxxxxxxxxxx

Dengan ini menyampaikan kronologi kejadian penipuan online yang saya alami sebagai berikut:

1. Pada hari Senin, 1 Desember 2025 sekitar pukul 09.00 WIB, saya melihat iklan penjualan handphone di media sosial Instagram dengan akun bernama @toko_gadget_murah.
2. Sekitar pukul 09.15 WIB, saya menghubungi admin akun tersebut melalui pesan langsung dan menanyakan harga serta ketersediaan barang.
3. Pada pukul 09.30 WIB, admin mengirimkan daftar harga dan foto-foto barang, serta menawarkan potongan harga dengan syarat pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening pribadi atas nama “BUDI SETIAWAN” di Bank XYZ nomor 1234567890.
4. Setelah melakukan pengecekan singkat, pada pukul 10.00 WIB saya melakukan transfer sebesar Rp3.500.000,- ke rekening tersebut melalui mobile banking Bank ABC. Bukti transfer saya simpan dalam bentuk tangkapan layar (screenshot).
5. Setelah transfer, admin menjanjikan akan mengirimkan nomor resi pengiriman pada sore hari.
6. Sampai pukul 20.00 WIB pada hari yang sama, nomor resi tidak dikirimkan. Akun @toko_gadget_murah juga tidak lagi membalas pesan saya.
7. Pada tanggal 2 Desember 2025 sekitar pukul 08.00 WIB, akun Instagram tersebut sudah tidak dapat ditemukan dan diduga telah dihapus.
8. Pada hari yang sama pukul 09.00 WIB, saya menghubungi call center Bank XYZ untuk meminta pemblokiran rekening penerima namun diinformasikan bahwa proses pemblokiran memerlukan laporan resmi dari kepolisian.

Akibat kejadian tersebut, saya mengalami kerugian sebesar Rp3.500.000,- (tiga juta lima ratus ribu rupiah).

Demikian kronologi kejadian ini saya buat dengan sebenar-benarnya sesuai dengan apa yang saya alami. Apabila di kemudian hari diperlukan keterangan tambahan, saya bersedia hadir dan memberikan penjelasan lebih lanjut.

Atas perhatian dan bantuan Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

(tanda tangan)

Ahmad Ramdhan
  

Contoh kronologi kejadian kecelakaan kerja ringan

Contoh ini bisa dipakai untuk laporan ke HRD atau atasan di perusahaan.

Kronologi Kejadian Kecelakaan Kerja
Tanggal kejadian : Rabu, 3 Desember 2025
Lokasi          : Gudang Bahan Baku PT Maju Jaya, Lantai 1

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama    : Siti Aminah
Jabatan : Operator Gudang
Bagian  : Logistik

Dengan ini menyampaikan kronologi kecelakaan kerja yang saya alami sebagai berikut:

1. Pada pukul 08.00 WIB saya mulai bekerja seperti biasa melakukan pengecekan stok barang di Gudang Bahan Baku lantai 1.
2. Sekitar pukul 09.15 WIB, saya mendapat instruksi dari Kepala Gudang untuk memindahkan beberapa kardus bahan baku dari rak nomor B3 ke rak nomor C2.
3. Pada pukul 09.30 WIB, ketika sedang menaiki tangga lipat untuk mengambil kardus di rak bagian atas, posisi tangga tidak sepenuhnya stabil karena lantai sedikit licin.
4. Akibatnya, pada pukul kurang lebih 09.32 WIB, saya terpeleset dan terjatuh dari tangga setinggi kurang lebih 1 meter. Saya merasakan nyeri pada pergelangan tangan kanan dan lutut kiri.
5. Rekan kerja bernama Andi dan Rina segera membantu saya berdiri dan membawa saya ke ruang P3K perusahaan.
6. Petugas P3K melakukan pemeriksaan awal dan memberikan pertolongan berupa kompres dingin dan pembebatan pada pergelangan tangan kanan.
7. Pada pukul 10.30 WIB saya dibawa ke klinik rekanan perusahaan untuk pemeriksaan lanjutan. Dokter menyatakan terjadi cedera ringan (sprain) pada pergelangan tangan kanan dan menyarankan istirahat kerja selama 2 (dua) hari.

Demikian kronologi kejadian kecelakaan kerja ini saya buat dengan sebenar-benarnya tanpa ada yang saya lebihkan atau kurangkan. Saya siap memberikan keterangan tambahan jika diperlukan.

Bandung, 4 Desember 2025

Hormat saya,

(tanda tangan)

Siti Aminah
  

Contoh kronologi kehilangan HP di tempat umum

Contoh ini dapat Anda sesuaikan untuk pelaporan di lingkungan kampus, kantor, atau pengelola fasilitas publik.

Kronologi Kejadian Kehilangan Handphone

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama    : Budi Hartono
Alamat  : Jl. Melati No. 5, Kel. Sukamulya
Pekerjaan : Mahasiswa

Menerangkan bahwa pada hari dan tanggal di bawah ini telah terjadi kehilangan handphone milik saya dengan kronologi sebagai berikut:

1. Pada hari Sabtu, 29 November 2025 sekitar pukul 14.00 WIB, saya tiba di Perpustakaan Umum Kota Sukamulya untuk belajar bersama teman.
2. Sekitar pukul 14.15 WIB, saya duduk di meja nomor 7 lantai 2 dan meletakkan handphone merk XYZ warna hitam dengan nomor IMEI 123456789012345 di atas meja belajar.
3. Pada pukul 15.00 WIB, saya meninggalkan meja untuk ke kamar kecil selama kurang lebih 10 menit. Pada saat itu handphone masih berada di atas meja dalam kondisi layar mati.
4. Setelah kembali ke meja sekitar pukul 15.10 WIB, saya mendapati handphone sudah tidak ada di atas meja dan tidak ditemukan di dalam tas maupun saku.
5. Saya menanyakan kepada teman yang duduk di meja sebelah dan petugas perpustakaan, namun tidak ada yang melihat siapa yang mengambil handphone tersebut.
6. Pada pukul 15.30 WIB, saya menghubungi call center operator seluler untuk memblokir kartu SIM yang terpasang di handphone tersebut.
7. Pada pukul 16.00 WIB, saya meninggalkan perpustakaan setelah memastikan tidak ada barang saya yang tertinggal lainnya.

Atas kejadian tersebut, saya mengalami kerugian berupa 1 (satu) unit handphone merk XYZ warna hitam dengan estimasi harga Rp2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah).

Demikian kronologi kejadian ini saya buat dengan sebenar-benarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Sukamulya, 30 November 2025

Hormat saya,

(tanda tangan)

Budi Hartono
  

Tips agar kronologi kuat secara hukum dan sesuai syariat

  • Jangan berbohong atau melebih-lebihkan:
    • Di banyak peraturan pidana, memberikan keterangan palsu bisa dipidana. Dalam Islam, kesaksian palsu termasuk dosa besar.
  • Sertakan bukti pendukung:
    • Lampirkan fotokopi KTP, bukti transfer, tangkapan layar chat, foto kerusakan, tiket, dan sejenisnya jika diminta instansi.
  • Tulis apa adanya:
    • Kalau Anda tidak ingat jam tepatnya, gunakan frasa “sekitar pukul …”. Jangan mengarang jam tertentu yang Anda sendiri ragu.
  • Gunakan format yang diminta instansi:
    • Beberapa kantor, bank, atau asuransi punya formulir atau template sendiri. Ikuti format mereka, lalu isi dengan kronologi yang sudah Anda susun.
  • Jaga adab dalam menulis:
    • Hindari makian, fitnah, dan tuduhan yang tidak didukung bukti. Sampaikan fakta dengan sopan, walaupun Anda dirugikan.

Risiko jika kronologi asal-asalan atau palsu

  • Laporan tidak diproses:
    • Instansi bisa menganggap laporan tidak serius bila kronologi kacau, tidak runtut, atau banyak yang tidak masuk akal.
  • Ditolak asuransi atau bank:
    • Data yang berubah-ubah atau bertentangan dengan bukti lain dapat membuat klaim ditolak.
  • Konsekuensi hukum:
    • Jika terbukti sengaja memberikan keterangan palsu, pelapor bisa berbalik diproses secara hukum.
  • Konsekuensi akhirat:
    • Bagi seorang muslim, memalsukan kronologi demi uang atau keuntungan dunia adalah kezaliman dan merusak keberkahan harta.

FAQ seputar cara membuat kronologi kejadian

1. Apakah kronologi kejadian harus menggunakan materai?

Tergantung kebutuhan. Untuk laporan internal kantor atau sekolah, biasanya tidak wajib. Untuk dokumen yang dipakai dalam proses hukum, klaim asuransi, atau pengajuan resmi, sering kali disarankan menggunakan materai agar kekuatan pembuktiannya lebih kuat.

2. Bolehkah kronologi diketik di komputer atau harus tulis tangan?

Keduanya boleh, selama mengikuti ketentuan instansi yang meminta. Banyak kantor dan lembaga sekarang menerima dokumen ketikan karena lebih rapi dan mudah dibaca. Jika diminta tulis tangan (misal untuk pernyataan tertentu), ikuti ketentuannya.

3. Seberapa panjang kronologi yang ideal?

Tidak ada batas baku, tapi usahakan padat dan jelas. Jangan terlalu pendek sehingga informasi penting hilang, namun hindari cerita berputar-putar. Biasanya 1–2 halaman A4 sudah cukup untuk sebagian besar kasus.

4. Bagaimana jika saya tidak ingat jam pastinya?

Gunakan perkiraan yang jujur, misalnya “sekitar pukul 09.00 WIB” atau “sekitar jam 3 sore”. Jangan menulis jam yang Anda karang hanya demi kelihatan yakin.

5. Apakah saya harus menyebut nama lengkap semua orang yang terlibat?

Jika tahu, tulis nama lengkap. Jika tidak, cukup tulis keterangan yang memadai, misalnya “seorang pria yang mengaku bernama X”, atau “petugas jaga malam (tidak diketahui namanya)”. Jangan mengarang identitas orang lain.

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved