Cara Menghitung Harga Jual Produk dari HPP + Target GPP: Rumus Anti Rugi (Termasuk Fee Marketplace) + Contoh Tabel Excel
Diperbarui: 12 Desember 2025
Ringkasan cepat:
- Harga jual yang aman tidak cukup dari “HPP + untung”, tapi harus menutup HPP + biaya variabel per order + alokasi biaya tetap.
- Kalau targetmu GPP (gross margin), rumusnya berbeda dari “markup”. Banyak UMKM rugi karena salah konsep.
- Rumus praktis: Harga Jual = Total Biaya per Unit ÷ (1 − GPP).
- Jika ada fee marketplace (persen dari penjualan), gunakan: Harga Jual = Total Biaya ÷ (1 − GPP − Fee) supaya margin tidak jebol.
Daftar isi
- Kapan perlu menghitung harga jual pakai rumus?
- Apa beda HPP, harga jual, markup, dan GPP?
- Syarat data yang harus disiapkan
- Langkah menghitung harga jual (metode paling aman)
- Cara menghitung harga jual dengan target GPP
- Cara menghitung harga jual jika ada fee marketplace
- Contoh hitung (mudah ditiru)
- Template Excel + contoh tabel (siap copy)
- Tips agar harga jual tidak bikin boncos
- Risiko salah hitung
- FAQ
- Baca juga di Beginisob.com
Kapan perlu menghitung harga jual pakai rumus?
- Omzet jalan, tapi uang terasa “habis terus” (harga jual belum menutup biaya).
- Mau masuk marketplace tapi margin kecil karena fee/promo tidak dihitung dari awal.
- Mau pasang diskon/voucher tanpa rugi.
- Mau bikin harga grosir vs eceran secara adil dan konsisten.
Apa beda HPP, harga jual, markup, dan GPP?
HPP adalah biaya langsung untuk menghasilkan 1 unit produk (misalnya bahan baku + kemasan yang melekat pada produk).
Harga jual adalah harga yang dibayar pelanggan.
Markup dan GPP (gross margin / gross profit percentage) sering tertukar:
- Markup dihitung dari biaya: Harga Jual = Biaya × (1 + Markup)
- GPP dihitung dari harga jual: Harga Jual = Biaya ÷ (1 − GPP)
Contoh cepat:
- Biaya = 10.000, markup 30% → harga jual = 10.000×1,3 = 13.000
- Biaya = 10.000, target GPP 30% → harga jual = 10.000÷0,7 = 14.286
Syarat data yang harus disiapkan
- HPP per unit
- Biaya variabel per order (packing, label, bonus kecil, dll.)
- Biaya tetap per bulan (listrik, sewa, gaji admin, internet, dll.)
- Target unit terjual per bulan (untuk alokasi biaya tetap per unit)
- (Jika jual online) fee marketplace/payment yang berupa persen dari harga jual
Langkah menghitung harga jual (metode paling aman)
Langkah 1 — Hitung HPP per unit
Misal:
- Bahan baku per unit: Rp8.000
- Kemasan produk: Rp2.000
- HPP: Rp10.000
Langkah 2 — Tambah biaya variabel per order
Misal per order selalu keluar:
- Bubble wrap: Rp500
- Stiker/label: Rp200
- Variabel tambahan: Rp700
Langkah 3 — Alokasikan biaya tetap ke per unit
Biaya tetap per unit = Biaya tetap per bulan ÷ Target unit/bulan
Contoh: Rp1.500.000 ÷ 300 unit = Rp5.000
Langkah 4 — Total biaya per unit
Total biaya per unit = HPP + biaya variabel + biaya tetap per unit
Contoh: 10.000 + 700 + 5.000 = Rp15.700
Cara menghitung harga jual dengan target GPP
Rumus: Harga Jual = Total Biaya per Unit ÷ (1 − GPP)
Contoh: Total biaya Rp15.700, target GPP 30% (0,30)
Harga jual = 15.700 ÷ 0,70 = Rp22.429
Cara menghitung harga jual jika ada fee marketplace
Jika fee berbentuk persen dari harga jual, hitung dari awal:
Harga Jual = Total Biaya ÷ (1 − GPP − Fee)
Contoh: total biaya Rp15.700, GPP 30% (0,30), fee 5% (0,05)
Harga jual = 15.700 ÷ (1 − 0,30 − 0,05) = 15.700 ÷ 0,65 = Rp24.154
Contoh hitung (mudah ditiru)
- Markup 30%: 15.700 × 1,30 = Rp20.410
- GPP 30%: 15.700 ÷ 0,70 = Rp22.429
- GPP 30% + fee 5%: 15.700 ÷ 0,65 = Rp24.154
Inilah sebabnya: kalau kamu jual di marketplace tapi menghitungnya seperti offline, margin bisa cepat “termakan fee”.
Template Excel + contoh tabel (siap copy)
Di Excel/Google Sheets, kamu bisa buat tabel seperti ini agar bisa ganti angka dan otomatis keluar harga jualnya.
| Produk | HPP/Unit | Biaya Variabel/Order | Biaya Tetap/Bulan | Target Unit/Bulan | Target GPP | Fee Marketplace | Biaya Tetap/Unit | Total Biaya/Unit | Harga Jual (GPP) | Harga Jual (GPP+Fee) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Keripik 100g | 10000 | 700 | 1500000 | 300 | 0.30 | 0.05 | =D2/E2 | =B2+C2+H2 | =I2/(1-F2) | =I2/(1-F2-G2) |
Rumus (jika kamu mau tulis terpisah)
- Biaya tetap per unit (H2):
=D2/E2 - Total biaya per unit (I2):
=B2+C2+H2 - Harga jual GPP (J2):
=I2/(1-F2) - Harga jual GPP+Fee (K2):
=I2/(1-F2-G2)
Catatan Excel: di sebagian Excel Indonesia, desimal memakai koma (0,30) dan pemisah argumen memakai titik koma. Sesuaikan format Excel kamu.
Tips agar harga jual tidak bikin boncos
- Jangan lupa biaya tetap. Ini paling sering bikin “rame tapi miskin”.
- Hitung harga normal yang masih aman saat diskon (misalnya diskon 10% masih untung).
- Catat semua potongan marketplace: fee, biaya layanan, promo, dll.
- Jujur dalam kualitas/berat/ukuran (lebih aman dan lebih berkah).
Risiko salah hitung
- Laba tidak cukup untuk bayar biaya tetap dan perputaran stok.
- Diskon kecil saja sudah rugi karena margin awal tipis.
- Cashflow kacau (utang bahan baku menumpuk) karena harga tidak menutup biaya nyata.
FAQ
- 1) Menghitung harga jual dengan GPP itu sama dengan markup?
- Tidak. Markup dihitung dari biaya, sedangkan GPP dihitung dari harga jual. Rumusnya berbeda.
- 2) Fee marketplace dimasukkan ke mana?
- Jika fee berupa persen dari harga jual, masukkan di rumus: Harga Jual = Total Biaya ÷ (1 − GPP − Fee).
- 3) Kalau belum tahu target unit/bulan bagaimana?
- Pakai angka konservatif (lebih kecil). Nanti revisi setelah ada data penjualan 1–2 bulan.
- 4) Boleh tidak membulatkan harga?
- Boleh. Tapi setelah dibulatkan, pastikan margin masih aman (terutama jika ada fee/promo).
Baca juga di Beginisob.com
- Cara Menghitung Break Even Point (BEP) Usaha 2025: Rumus, Contoh Tabel, dan Analisis Untung Rugi
- Panduan Pembukuan Keuangan Perusahaan Dagang 2025: Contoh Jurnal Umum & Alur Laporan
- Cara Buat Invoice di Excel dengan Rumus Otomatis (Total, Diskon, dan PPN)
- Bisnis Online Jalan Tapi Utang Menumpuk? Cara Merapikan Kas UMKM
Comments
Post a Comment