Cara Membuat Jurnal Penyesuaian di Excel untuk Pemula: Format Tabel, Contoh Angka, Rumus per Sel, dan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
Diperbarui: 19 Januari 2026
Ringkasan cepat:
- Jurnal penyesuaian dibuat di akhir periode supaya saldo akun mencerminkan kondisi sebenarnya (misalnya sewa dibayar di muka, pendapatan diterima di muka, penyusutan).
- Di Excel, cara paling aman adalah pisahkan: COA (Master Akun) → Neraca Saldo → Data Penyesuaian → Jurnal Penyesuaian → Neraca Saldo Disesuaikan.
- Rumus kunci yang dipakai: SUMIFS (menarik penyesuaian per akun), dan IF (memindahkan saldo akhir ke kolom debit/kredit).
- Wajib cek kontrol: total debit = total kredit (di jurnal penyesuaian dan neraca saldo disesuaikan), supaya angka tidak “menipu”.
Daftar isi
- Konsep singkat: jurnal penyesuaian itu untuk apa?
- Struktur file Excel yang rapi (sheet yang dipakai)
- Langkah 1: Buat Sheet COA (Master Akun)
- Langkah 2: Buat Sheet Neraca Saldo (sebelum penyesuaian)
- Langkah 3: Buat Sheet Data Penyesuaian (input 1 baris = 1 ayat)
- Langkah 4: Buat Sheet Jurnal Penyesuaian (otomatis 2 baris per ayat)
- Langkah 5: Buat Neraca Saldo Setelah Penyesuaian (rumus SUMIFS)
- Langkah 6: Cek kontrol (wajib) supaya tidak salah
- Tips anti error & catatan amanah
- FAQ
Konsep singkat: jurnal penyesuaian itu untuk apa?
Jurnal penyesuaian (AJP) dipakai untuk mengoreksi/melengkapi pencatatan di akhir periode. Contoh yang paling sering:
- Beban dibayar di muka (misalnya sewa dibayar 12 bulan, tapi yang jadi beban bulan ini hanya 1 bulan)
- Pendapatan diterima di muka (misalnya pelanggan sudah bayar paket 3 bulan, tapi yang jadi pendapatan bulan ini baru 1 bulan)
- Penyusutan aset (laptop, etalase, mesin)
- Akrual (misalnya gaji masih terutang, listrik belum dibayar tapi sudah jadi beban periode ini)
Struktur file Excel yang rapi (sheet yang dipakai)
Buat 5 sheet (nama bebas, tapi saya sarankan konsisten):
- COA (chart of accounts / master akun)
- NS (neraca saldo sebelum penyesuaian)
- PENYESUAIAN (input ayat jurnal penyesuaian)
- JURNAL_AJP (hasil jurnal penyesuaian 2 baris per ayat)
- NS_DISESUAIKAN (neraca saldo setelah penyesuaian)
Catatan: Kalau kamu baru mulai pembukuan di Excel, biasakan pemisahan Master/Input/Rekap agar file tidak cepat rusak saat data membesar.
Langkah 1: Buat Sheet COA (Master Akun)
Di sheet COA, buat tabel seperti ini (silakan ketik persis). Setelah itu jadikan Excel Table (Ctrl+T) agar rumus lebih stabil.
| Kolom | Contoh isi | Keterangan |
|---|---|---|
| KodeAkun | 1101 | Kode unik, jangan dobel |
| NamaAkun | Kas | Nama akun |
| Kelompok | Aset | Aset / Kewajiban / Modal / Pendapatan / Beban |
Contoh COA sederhana (boleh kamu tambah):
| KodeAkun | NamaAkun | Kelompok |
|---|---|---|
| 1101 | Kas | Aset |
| 1102 | Bank | Aset |
| 1201 | Piutang Usaha | Aset |
| 1301 | Sewa Dibayar di Muka | Aset |
| 1401 | Perlengkapan | Aset |
| 1501 | Peralatan | Aset |
| 1591 | Akumulasi Penyusutan Peralatan | Aset |
| 2101 | Utang Usaha | Kewajiban |
| 2201 | Pendapatan Diterima di Muka | Kewajiban |
| 3101 | Modal Pemilik | Modal |
| 4101 | Pendapatan Jasa/Penjualan | Pendapatan |
| 5101 | Beban Sewa | Beban |
| 5201 | Beban Perlengkapan | Beban |
| 5301 | Beban Penyusutan | Beban |
| 5401 | Beban Listrik/Air | Beban |
Langkah 2: Buat Sheet Neraca Saldo (sebelum penyesuaian)
Di sheet NS, buat tabel neraca saldo. Format yang aman: ada kolom debit dan kredit.
| KodeAkun | NamaAkun | Debit | Kredit |
|---|---|---|---|
| 1101 | Kas | 15.000.000 | 0 |
| 1301 | Sewa Dibayar di Muka | 12.000.000 | 0 |
| 1401 | Perlengkapan | 3.000.000 | 0 |
| 1501 | Peralatan | 10.000.000 | 0 |
| 2201 | Pendapatan Diterima di Muka | 0 | 6.000.000 |
| 3101 | Modal Pemilik | 0 | 34.000.000 |
Tips: kolom NamaAkun sebaiknya ditarik otomatis dari COA supaya tidak ada salah ketik (nanti dipakai di langkah 5).
Langkah 3: Buat Sheet Data Penyesuaian (input 1 baris = 1 ayat)
Di sheet PENYESUAIAN, buat tabel input seperti ini:
| Tanggal | NoAJP | Keterangan | Akun_Debit | Akun_Kredit | Nominal |
|---|---|---|---|---|---|
| 31/01/2026 | AJP-001 | Pengakuan beban sewa 1 bulan | 5101 | 1301 | 1.000.000 |
| 31/01/2026 | AJP-002 | Pemakaian perlengkapan | 5201 | 1401 | 800.000 |
| 31/01/2026 | AJP-003 | Pengakuan pendapatan 1 bulan dari uang muka | 2201 | 4101 | 2.000.000 |
| 31/01/2026 | AJP-004 | Penyusutan peralatan per bulan | 5301 | 1591 | 500.000 |
| 31/01/2026 | AJP-005 | Biaya listrik masih terutang | 5401 | 2101 | 300.000 |
Catatan penting: untuk keamanan, kolom Akun_Debit dan Akun_Kredit sebaiknya dibuat dropdown dari COA (Data Validation) agar tidak ada kode salah.
Langkah 4: Buat Sheet Jurnal Penyesuaian (otomatis 2 baris per ayat)
Tujuan sheet JURNAL_AJP: dari 1 baris di PENYESUAIAN menjadi 2 baris (debit dan kredit).
1) Buat header tabel JURNAL_AJP
| Tanggal | NoAJP | KodeAkun | NamaAkun | Debit | Kredit | Keterangan |
|---|
2) Rumus inti (tanpa VBA) untuk membuat 2 baris per ayat
Asumsi:
- Di PENYESUAIAN, data dimulai dari baris 2.
- Di JURNAL_AJP, data dimulai dari baris 2.
A) Tanggal (JURNAL_AJP!A2)
Isi rumus di A2 lalu tarik ke bawah secukupnya (misal sampai 200 baris):
=IFERROR(INDEX(PENYESUAIAN!$A:$A,ROUNDUP((ROW()-1)/2,0)+1),"")
B) NoAJP (JURNAL_AJP!B2)
=IF($A2="","",INDEX(PENYESUAIAN!$B:$B,ROUNDUP((ROW()-1)/2,0)+1))
C) KodeAkun (JURNAL_AJP!C2)
Baris ganjil = debit, baris genap = kredit (dalam pasangan):
=IF($A2="","",IF(MOD(ROW()-2,2)=0,INDEX(PENYESUAIAN!$D:$D,ROUNDUP((ROW()-1)/2,0)+1),INDEX(PENYESUAIAN!$E:$E,ROUNDUP((ROW()-1)/2,0)+1)))
D) NamaAkun (JURNAL_AJP!D2)
Ambil nama akun dari COA (pakai XLOOKUP jika ada, jika tidak bisa pakai VLOOKUP).
=IF($C2="","",XLOOKUP($C2,COA!$A:$A,COA!$B:$B,"KODE TIDAK ADA"))
E) Debit (JURNAL_AJP!E2)
=IF($A2="","",IF(MOD(ROW()-2,2)=0,INDEX(PENYESUAIAN!$F:$F,ROUNDUP((ROW()-1)/2,0)+1),0))
F) Kredit (JURNAL_AJP!F2)
=IF($A2="","",IF(MOD(ROW()-2,2)=1,INDEX(PENYESUAIAN!$F:$F,ROUNDUP((ROW()-1)/2,0)+1),0))
G) Keterangan (JURNAL_AJP!G2)
=IF($A2="","",INDEX(PENYESUAIAN!$C:$C,ROUNDUP((ROW()-1)/2,0)+1))
Hasil yang kamu dapat: setiap AJP di PENYESUAIAN menjadi 2 baris jurnal (debit dan kredit) otomatis.
Langkah 5: Buat Neraca Saldo Setelah Penyesuaian (rumus SUMIFS)
Di sheet NS_DISESUAIKAN, buat tabel berikut:
| KodeAkun | NamaAkun | NS_Debit | NS_Kredit | AJP_Debit | AJP_Kredit | SaldoAkhir_Debit | SaldoAkhir_Kredit |
|---|
1) Tarik saldo NS (sebelum penyesuaian)
Misal NS ada di sheet NS (KodeAkun di kolom A, Debit di C, Kredit di D).
NS_Debit (misal di C2):
=IFERROR(XLOOKUP($A2,NS!$A:$A,NS!$C:$C,0),0)
NS_Kredit (misal di D2):
=IFERROR(XLOOKUP($A2,NS!$A:$A,NS!$D:$D,0),0)
NamaAkun (misal di B2):
=IF($A2="","",XLOOKUP($A2,COA!$A:$A,COA!$B:$B,"KODE TIDAK ADA"))
2) Tarik penyesuaian per akun (SUMIFS)
AJP_Debit (misal di E2):
=SUMIFS(PENYESUAIAN!$F:$F,PENYESUAIAN!$D:$D,$A2)
AJP_Kredit (misal di F2):
=SUMIFS(PENYESUAIAN!$F:$F,PENYESUAIAN!$E:$E,$A2)
3) Hitung saldo akhir dengan metode “signed” (aman untuk debit/kredit)
Buat dulu saldo signed (boleh di kolom bantu yang disembunyikan):
- SaldoSigned_NS = NS_Debit − NS_Kredit
- SaldoSigned_AJP = AJP_Debit − AJP_Kredit
- SaldoSigned_Akhir = SaldoSigned_NS + SaldoSigned_AJP
Misal kamu taruh SaldoSigned_Akhir di kolom HIDDEN (contoh di kolom I):
=($C2-$D2)+($E2-$F2)
Lalu tampilkan ke dua kolom akhir:
SaldoAkhir_Debit (G2): =IF($I2>0,$I2,0)
SaldoAkhir_Kredit (H2): =IF($I2<0,ABS($I2),0)
Tarik rumus ke bawah untuk semua akun yang kamu pakai.
Langkah 6: Cek kontrol (wajib) supaya tidak salah
Ini bagian yang sering diabaikan padahal paling penting.
1) Cek jurnal penyesuaian seimbang
- Total Debit JURNAL_AJP harus sama dengan Total Kredit JURNAL_AJP.
Contoh rumus (di bawah tabel JURNAL_AJP):
- TotalDebit = SUM(Debit)
- TotalKredit = SUM(Kredit)
- Status = IF(TotalDebit=TotalKredit,"OK (Seimbang)","ERROR (Tidak seimbang)")
2) Cek neraca saldo disesuaikan seimbang
- Jumlah SaldoAkhir_Debit harus sama dengan Jumlah SaldoAkhir_Kredit.
3) Cek kode akun valid
- Pastikan semua kode akun di PENYESUAIAN ada di COA (kalau pakai XLOOKUP, akan muncul “KODE TIDAK ADA”).
Tips anti error & catatan amanah
- Jangan edit rumus di tengah-tengah. Kalau mau tambah ayat, tambah baris di PENYESUAIAN saja.
- Gunakan kode akun, bukan nama akun, supaya SUMIFS tidak pecah gara-gara typo/spasi.
- Buat penomoran AJP konsisten (AJP-001, AJP-002, dst) agar mudah audit.
- Amanah: jangan “mengakali” jurnal penyesuaian untuk menipu laba/biaya. Pembukuan yang jujur lebih berkah dan mengurangi masalah di kemudian hari.
FAQ
1. Apakah jurnal penyesuaian wajib untuk UMKM?
Jika UMKM masih sangat sederhana (hanya kas masuk-keluar), seringnya cukup pembukuan kas. Tetapi kalau sudah ada sewa dibayar di muka, stok, aset, atau pendapatan diterima di muka, jurnal penyesuaian membantu laporan lebih akurat.
2. Kenapa saya pakai “SaldoSigned” dulu?
Agar perhitungan saldo akhir aman untuk semua akun (debit maupun kredit). Dengan saldo signed, kamu tidak perlu memikirkan normal debit/kredit di rumus akhir.
3. Bisa tidak membuat jurnal penyesuaian tanpa bikin JURNAL_AJP?
Bisa, langsung tarik penyesuaian dari sheet PENYESUAIAN ke NS_DISESUAIKAN (SUMIFS). Tapi JURNAL_AJP tetap berguna untuk audit dan bukti ayat per tanggal.
4. Bagaimana kalau 1 ayat penyesuaian melibatkan lebih dari 2 akun?
Praktiknya: pecah jadi beberapa baris di PENYESUAIAN (misal AJP-006A, AJP-006B) agar tetap 1 baris = 1 debit dan 1 kredit.
5. Rumus saya hasilnya 0 padahal ada datanya, kenapa?
Biasanya karena kode akun tidak sama persis (ada spasi) atau nominal tersimpan sebagai teks. Pastikan kolom kode akun bersih dan nominal benar-benar angka.
Comments
Post a Comment