Skip to main content

Cara Mengatasi EasyTouch “ACCU Error” (Masalah Baterai/Daya) pada Alat Cek Gula/Kolesterol/Asam Urat: Panduan Aman Tanpa Bongkar

Diperbarui: 3 Januari 2026

Ringkasan cepat:

  • “ACCU error” umumnya mengarah ke masalah daya: baterai lemah, baterai longgar, atau kontak baterai kotor—mulai dari langkah paling aman: lepas strip, matikan alat, lalu pasang ulang/ganti baterai.
  • Jika layar menampilkan “conn” atau alat ngadat setelah ganti baterai, lakukan reset sederhana (pasang ulang baterai + tekan tombol), lalu ulangi tes dengan strip baru.
  • Perhatikan suhu ruangan dan cara simpan strip: suhu ekstrem dan strip lembap/kedaluwarsa sering memicu error pembacaan.
  • Kalau error berulang setelah baterai baru dan langkah dasar, jangan memaksa—siapkan foto layar/kode yang muncul dan hubungi penjual/resmi/layanan purnajual.
  • Untuk pola cek “perangkat tidak menyala/tenaga bermasalah”, Anda bisa membandingkan alur cek daya pada artikel Cara Mengatasi HP Mati Total Tanpa Ganti IC Power: Cara Bedakan IC vs Baterai vs Charger.

Daftar isi

Kapan “ACCU error” harus dianggap darurat?

Jika EasyTouch dipakai untuk memantau kondisi kesehatan (gula darah/kolesterol/asam urat), anggap ini perlu segera ditangani bila:

  • Alat sering mati sendiri saat proses tes (hasil jadi tidak bisa dipercaya).
  • Hasil berkali-kali “HI/LO” atau tidak masuk akal padahal Anda merasa tidak sesuai—jangan ubah obat/terapi sendiri, konsultasikan ke tenaga kesehatan.
  • Anda sedang punya gejala berat (pingsan, lemas sekali, nyeri dada, sesak, dsb). Ini ranah medis—utamakan pertolongan medis.

Apa arti “ACCU error” di EasyTouch?

Di lapangan, istilah “ACCU error” biasanya dipakai untuk menyebut error terkait daya/baterai (accu = baterai). Bentuknya bisa berbeda-beda: ikon baterai, tulisan “LO”, alat restart sendiri, atau layar menampilkan pesan tertentu saat baterai lemah/terpasang tidak pas.

Intinya: kalau Anda melihat “ACCU error”, fokus pertama adalah benahi sumber daya (baterai, pemasangan, dan kontak baterai), baru kemudian cek faktor lain (strip/chip code, suhu, prosedur tes).

Persiapan sebelum memperbaiki (aman & rapi)

  • 2 baterai AAA baru (disarankan alkaline, jangan campur baterai lama-baru).
  • Tisu kering/kapas, dan bila ada: alkohol isopropyl 70% (opsional) untuk membersihkan kontak (jangan sampai basah berlebihan).
  • Strip tes yang masih bagus (tidak lembap, tidak kedaluwarsa).
  • Meja kering dan terang (hindari area lembap seperti kamar mandi/dapur).

Langkah mengatasi “ACCU error” (urut dari yang paling aman)

1. Lepas strip dari alat, lalu matikan (reset aman)

  • Cabut strip (kalau masih terpasang).
  • Tunggu 10–20 detik agar alat benar-benar “idle”.
  • Jika alat hang, lakukan “restart sederhana”: lepas baterai (lihat langkah berikut), lalu pasang kembali.

2. Ganti baterai dengan yang baru (paling sering menyelesaikan)

Ini solusi nomor satu untuk kasus “ACCU error” yang berhubungan dengan daya.

  • Buka penutup baterai, keluarkan baterai lama.
  • Pasang 2 baterai AAA baru sesuai polaritas (+/-) di kompartemen.
  • Tutup rapat penutup baterai.

Kalau sebelumnya muncul indikator baterai lemah atau “LO” terkait baterai, penggantian baterai biasanya menghilangkan error.

3. Bersihkan kontak baterai (kalau ada karat/kotoran)

Kontak baterai yang kotor/berkarat bikin arus tidak stabil dan memicu error daya.

  • Lepas baterai.
  • Lap kontak logam di kompartemen baterai dengan tisu/kain kering.
  • Jika ada noda membandel: usap tipis dengan kapas sedikit alkohol 70% (jangan sampai menetes), lalu tunggu kering total.
  • Pasang baterai baru lagi.

4. Jika layar menampilkan “conn”, lakukan ini

Pada sebagian unit, “conn” bisa muncul setelah pemasangan baterai atau saat alat tidak “bangun” normal.

  • Tekan tombol apa saja 1x.
  • Jika masih sama: lepas baterai, tunggu 10 detik, lalu pasang ulang baterai (pastikan rapat dan polaritas benar).

5. Pastikan suhu ruangan normal (jangan terlalu dingin/panas)

Suhu ekstrem bisa membuat alat menolak tes atau hasil tidak stabil.

  • Pindahkan ke ruangan sejuk-normal (hindari dekat kompor, mobil panas, atau AC yang terlalu dingin).
  • Tunggu 15–20 menit, lalu ulangi tes.

Catatan: langkah ini sering dilupakan, padahal perangkat pengukur sensitif terhadap kondisi lingkungan.

6. Cek chip code/“code key” dan jenis strip (sering jadi sumber error selain baterai)

Jika daya sudah beres tapi error masih muncul, penyebab umum berikutnya adalah strip tidak sesuai atau chip code/code key tidak cocok.

  • Pastikan strip yang dipakai sesuai jenis tes (glukosa vs kolesterol vs asam urat).
  • Pastikan chip code/code key yang terpasang memang milik botol strip yang sedang dipakai.
  • Masukkan code key sampai benar-benar rapat (tidak setengah masuk).
  • Jika chip/code key rusak (sering memicu error berulang), biasanya solusinya ganti strip + chip/code key-nya.

Untuk pola “kesalahan penggunaan strip/masalah chip code”, Anda bisa bandingkan juga dengan pendekatan troubleshooting perangkat lain yang error akibat komponen/aksesori, misalnya pada artikel Token Listrik PLN Gagal Terus Saat Dimasukkan ke Meteran: Arti Kode Error, Penyebab, dan Cara Mengatasinya Tanpa Bongkar Instalasi (logikanya sama: baca pesan error → benahi input/komponen → ulangi dengan cara yang benar).

7. Jika muncul simbol “X” atau “Performance Error”, jangan dipaksa

  • Ulangi tes dari awal dengan strip baru (jangan pakai strip yang sama).
  • Pastikan darah/ sampel mencukupi (jangan terlalu sedikit) dan prosedur sesuai.
  • Jika tetap muncul berulang: hentikan pemakaian dan hubungi customer service/penjual/layanan resmi.

8. Bila alat tetap tidak stabil, lakukan “cek daya tingkat lanjut” (tanpa bongkar)

  • Coba set baterai dari merek lain (kadang baterai “baru” tapi drop).
  • Pastikan tidak ada cairan masuk ke kompartemen baterai.
  • Jangan gunakan alat di dekat perangkat yang memancarkan gangguan kuat (speaker besar/perangkat tertentu) bila Anda curiga alat jadi sensitif.

Kalau problemnya terasa seperti “tenaga putus-nyambung” (nyala sebentar lalu mati), pola investigasinya mirip dengan kasus charging bermasalah pada perangkat lain—lihat alur pengecekan pada artikel HP Android Tidak Bisa Mengisi Daya Padahal Sudah Dicas? 12 Penyebab dan Solusi untuk memahami cara berpikirnya: uji sumber daya → uji kontak → uji komponen pengganti → baru simpulkan kerusakan unit.

Tabel ringkas pesan/error yang sering muncul & tindakannya

Pesan/Symbol di layar Makna umum Tindakan aman yang disarankan
Ikon baterai lemah / “Low battery power” Daya baterai lemah Ganti 2 baterai AAA dengan yang baru (jangan campur lama-baru)
“LO” (berkedip beberapa kali lalu alat mati) Baterai perlu segera diganti Ganti baterai; bersihkan kontak baterai bila perlu
Suhu terlalu rendah/tinggi Lingkungan tidak sesuai untuk tes Pindah tempat, tunggu 15–20 menit, ulangi tes
“conn” Alat tidak masuk kondisi normal (sering terkait baterai/pemasangan) Tekan tombol apa saja, atau lepas-pasang ulang baterai
Simbol “X” Prosedur salah / strip bermasalah / alat tidak perform Ulangi tes dengan strip baru; bila berulang, hubungi layanan purnajual
Masalah code key / alat belum “coded” Chip/code key salah, longgar, atau rusak Pastikan code key sesuai botol strip, masuk rapat; jika rusak, ganti strip + code key
“Performance Error” Gangguan performa alat Jika muncul lagi setelah ulang, hubungi customer service
E01 (pada sebagian unit) Salah strip atau chip/code tidak sesuai Samakan strip dan chip/code sesuai jenis tes, ulang dari awal
E02 (pada sebagian unit) Chip/code key rusak Ganti strip beserta chip/code key

Tips agar tidak mudah error lagi

  • Simpan baterai cadangan AAA di tempat kering.
  • Jangan simpan alat/strip di tempat panas dan lembap.
  • Tutup botol strip cepat setelah mengambil strip (hindari lembap).
  • Jika Anda sering menemukan masalah daya di perangkat elektronik, biasakan cek sumber daya & kebersihan kontak—pola ini juga membantu di masalah lain seperti HP Android Overheat Saat Charging: 10 Penyebab dan Solusi Cepat.

FAQ tentang EasyTouch “ACCU error”

1. “ACCU error” itu artinya apa?

Umumnya mengarah ke masalah daya: baterai lemah, baterai tidak pas, atau kontak baterai kotor. Mulai dari ganti baterai AAA baru dan pasang ulang dengan polaritas benar.

2. Boleh pakai baterai rechargeable (isi ulang)?

Boleh saja pada sebagian perangkat, tetapi sering lebih stabil memakai baterai alkaline baru. Jika setelah pakai rechargeable error daya muncul lagi, ganti ke alkaline untuk memastikan masalahnya bukan drop tegangan baterai.

3. Setelah ganti baterai, kok masih error?

Lanjutkan ke langkah berikut: bersihkan kontak baterai, pastikan suhu ruangan normal, lalu cek strip dan chip/code key (harus sesuai jenis tes). Ulangi tes dengan strip baru.

4. Apakah perlu kalibrasi ulang setelah ganti baterai?

Biasanya tidak “kalibrasi” seperti alat industri, tapi Anda tetap harus memastikan code key/chip sesuai botol strip dan lakukan tes sesuai prosedur. Jika ragu akurasi, lakukan control test (bila Anda punya control solution) atau konsultasikan ke layanan resmi.

5. Muncul “conn” atau simbol “X”, apa yang harus saya lakukan?

Untuk “conn”: tekan tombol atau pasang ulang baterai. Untuk “X”: ulangi tes dengan strip baru dan prosedur yang benar. Jika berulang, hentikan pemakaian dan hubungi layanan purnajual.

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved