Cara Mengatasi Laptop Blue Screen (BSOD) di Windows: Stop Code Muncul Terus, Restart Sendiri, atau Stuck Saat Booting (Checklist Aman Tanpa Install Ulang Dulu)
Diperbarui: 23 Januari 2026
Ringkasan cepat:
- Langkah paling penting: catat STOP CODE (contoh: IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL / INACCESSIBLE_BOOT_DEVICE) dan kapan terjadinya (saat boot, saat gaming, setelah update).
- Urutan aman: cabut perangkat tambahan → masuk Safe Mode/WinRE → rollback/uninstall driver atau update → cek disk & file sistem → baru pertimbangkan reset.
- Jika laptop tidak bisa masuk Windows (boot loop/Automatic Repair), ikuti jalur WinRE di artikel Cara Memperbaiki “Windows Error Recovery” (Windows Gagal Booting/Boot Loop): Urutan Aman dari Startup Repair sampai System Restore.
- Jika yang terlihat justru layar hitam, bukan BSOD, jalurnya berbeda. Lihat Cara Mengatasi Laptop Blank Hitam Tapi Hidup di Windows 10: Penyebab, Cara Cek, dan Solusi Tanpa Bongkar.
- Kalau sudah mentok dan Windows makin tidak stabil, opsi “paling aman tanpa instal ulang total” adalah Reset Windows (Keep my files) setelah backup.
Daftar isi
- Kenali gejala BSOD yang Anda alami
- Tabel diagnosis cepat (gejala → penyebab → langkah pertama)
- Persiapan aman sebelum perbaikan (wajib)
- Langkah 1–12 mengatasi laptop blue screen (urut, jangan loncat)
- Contoh cara mencatat STOP CODE + “kapan kejadian”
- Kapan harus stop dan curiga hardware (RAM/SSD/overheat)
- FAQ
- Baca juga di Beginisob.com
Kenali gejala BSOD yang Anda alami
BSOD (Blue Screen of Death) biasanya muncul dengan pesan “Your device ran into a problem and needs to restart” disertai STOP CODE. Setelah itu laptop restart sendiri.
Supaya diagnosis tepat, pilih yang paling mirip:
- A. Blue screen muncul saat baru nyala (baru masuk logo/baru mau masuk Windows).
- B. Blue screen muncul setelah login (misalnya 1–5 menit setelah masuk desktop).
- C. Blue screen muncul saat aktivitas berat (gaming, render, meeting Zoom, export video).
- D. Blue screen muncul setelah update/instal driver/aplikasi tertentu.
- E. Laptop restart mendadak tanpa sempat terlihat blue screen (kadang BSOD terlalu cepat).
Tabel diagnosis cepat (gejala → penyebab → langkah pertama)
| Gejala | Penyebab paling sering | Langkah pertama yang aman |
|---|---|---|
| BSOD setelah update Windows/driver | Driver konflik, update bermasalah | Masuk WinRE/Safe Mode → uninstall update / rollback driver |
| BSOD saat boot (tidak bisa masuk Windows) | Driver/storage bermasalah, file sistem rusak | Masuk WinRE → Startup Repair → System Restore → SFC/CHKDSK |
| BSOD saat gaming / laptop panas | Overheat, driver VGA, power/baterai, RAM tidak stabil | Dinginkan laptop → cek suhu → update/rollback driver VGA |
| BSOD acak (kadang-kadang) + laptop makin lemot | Disk error, sistem korup, malware, startup berantakan | Cek disk + SFC/DISM → audit beban sistem |
| Restart mendadak tanpa layar biru | Setelan auto-restart aktif / power issue | Catat kejadian di Event Viewer + uji minimal tanpa periferal |
Persiapan aman sebelum perbaikan (wajib)
- Backup data penting kalau masih bisa masuk Windows (Dokumen, Desktop, folder kerja).
- Catat STOP CODE dan foto layar BSOD jika sempat.
- Lepas perangkat tambahan: flashdisk, HDD eksternal, printer, dongle yang tidak penting.
- Pastikan listrik stabil: untuk laptop, colok charger asli (jangan charger “asal cocok”).
Langkah 1–12 mengatasi laptop blue screen (urut, jangan loncat)
1. Cabut hardware/perangkat baru dulu (cara termurah dan sering berhasil)
Kalau BSOD muncul setelah Anda menambah perangkat (RAM baru, SSD baru, WiFi adapter, printer), lepas dulu dan uji nyalakan.
2. Masuk Windows Recovery Environment (WinRE) kalau laptop tidak bisa boot normal
WinRE adalah menu pemulihan (Startup Repair, Safe Mode, System Restore, Command Prompt). Jika laptop boot loop, ikuti panduan lengkap di: Cara Memperbaiki “Windows Error Recovery” (Windows Gagal Booting/Boot Loop).
3. Masuk Safe Mode (untuk membuktikan: masalah driver/aplikasi atau bukan)
Kalau di Safe Mode laptop stabil, seringnya penyebabnya driver/aplikasi pihak ketiga.
- Di layar login Windows: tahan Shift → klik Restart.
- Pilih: Troubleshoot → Advanced options → Startup Settings → Restart.
- Pilih Safe Mode (biasanya tombol 4/F4) atau Safe Mode with Networking (5/F5).
4. Jika BSOD muncul setelah update: uninstall update / rollback driver
- Uninstall update: dari WinRE biasanya ada menu “Uninstall Updates”. Uji dulu.
- Rollback driver (terutama VGA): Device Manager → Display adapters → Properties → tab Driver → Roll Back Driver (jika ada).
- Jika rollback tidak ada, coba uninstall driver perangkat yang dicurigai, lalu restart (Windows biasanya memakai driver dasar sementara).
5. Jika gejalanya “layar hitam” bukan BSOD, jangan salah jalur
Kalau laptop sebenarnya hidup tapi layar gelap, itu kasus lain (output display/driver/monitor). Ikuti: Cara Mengatasi Laptop Blank Hitam Tapi Hidup di Windows 10.
6. Jalankan cek disk (CHKDSK) kalau BSOD cenderung muncul saat boot atau setelah mati listrik
Disk yang bermasalah sering memicu error acak. Dari Command Prompt (Admin) atau WinRE Command Prompt, jalankan cek disk sesuai arahan teknisi/Windows (biarkan proses selesai).
7. Perbaiki file sistem dengan SFC, lalu DISM (kalau Windows sudah bisa masuk)
Jika Windows masih bisa masuk (normal atau Safe Mode), jalankan:
- SFC untuk memeriksa dan memperbaiki file sistem.
- DISM untuk memperbaiki “image” Windows jika SFC tidak cukup.
Catatan: ini sering relevan jika BSOD muncul bersamaan dengan gejala Windows “aneh” (aplikasi bawaan error, update gagal, sistem makin berat).
8. Audit beban laptop: CPU 100% dan driver konflik bisa memicu crash
Kalau sebelum BSOD laptop sering panas/lag parah, audit dulu proses berat. Anda bisa mengikuti urutan cek aman di: Cara Mengatasi CPU Usage 100% di Windows 10: Urutan Cek Paling Aman.
9. Jika BSOD makin sering setelah sistem “berantakan”: pertimbangkan reset (Keep my files)
Reset Windows 10 dengan opsi Keep my files sering jadi “jalan tengah” ketika sistem sudah kacau tetapi Anda ingin menghindari instal ulang total. Panduan lengkapnya: Panduan Reset Windows 10 Tanpa Kehilangan Data (File Dokumen Tetap Aman).
10. Kalau laptop juga terasa lemot parah & sering crash: cek pola “sistem rusak vs hardware lemah”
Jika setelah dibersihkan tetap sering crash/blue screen, bisa jadi sistemnya sudah korup berat atau hardware mulai bermasalah. Anda bisa pakai checklist di: Cara Mengatasi Laptop Lemot Windows 11 Tanpa Instal Ulang untuk Pemula.
11. Uji minimal untuk memastikan bukan periferal/aksesori penyebab
- Nyalakan laptop tanpa flashdisk/HDD eksternal/printer.
- Jika pakai docking/hub USB, lepas dulu.
- Jika BSOD hilang, pasang kembali satu per satu untuk menemukan penyebabnya.
12. Jika semua langkah gagal: siapkan jalur pemulihan yang paling aman
- System Restore (jika restore point ada).
- Reset (Keep my files) setelah backup.
- Servis hardware jika dicurigai RAM/SSD/overheat.
Contoh cara mencatat STOP CODE + “kapan kejadian”
Gunanya: supaya Anda tidak menerka-nerka, dan teknisi (atau Anda sendiri) bisa fokus.
| Yang dicatat | Contoh isi | Makna praktis |
|---|---|---|
| STOP CODE | INACCESSIBLE_BOOT_DEVICE | Sering terkait driver storage/boot, update, atau disk bermasalah |
| Waktu kejadian | Setiap selesai update Windows, muncul saat restart | Fokus ke uninstall update / restore / rollback driver |
| Aktivitas | Gaming 15–20 menit lalu BSOD | Fokus ke suhu, driver VGA, power |
| Perubahan terakhir | Pasang driver VGA baru / pasang RAM | Uji rollback driver / lepas hardware baru |
Kapan harus stop dan curiga hardware (RAM/SSD/overheat)
Pertimbangkan servis/cek hardware jika Anda mengalami salah satu ini:
- BSOD muncul meski setelah reset Windows (sistem sudah bersih tapi tetap crash).
- BSOD sering muncul saat beban, dan laptop panas ekstrem / kipas tidak normal.
- Ada tanda storage bermasalah: Windows makin lambat, sering freeze, atau muncul bunyi aneh (HDD klik).
- BSOD acak terus-menerus walau driver sudah stabil—ini sering terkait RAM/SSD.
FAQ
1) Blue screen itu karena virus?
Bisa, tetapi tidak selalu. BSOD lebih sering terkait driver, update, file sistem rusak, disk error, atau hardware tidak stabil. Diagnosis terbaik adalah catat STOP CODE + pola kejadian.
2) Kalau tidak bisa masuk Windows sama sekali, harus bagaimana?
Masuk WinRE dulu (Startup Repair, System Restore, Safe Mode). Ikuti urutan aman di artikel “Windows Error Recovery/boot loop”.
3) Apakah reset Windows bisa menghilangkan BSOD?
Sering bisa jika penyebabnya software (driver konflik, sistem korup). Tapi kalau penyebabnya hardware (RAM/SSD/panas), BSOD bisa kembali walau sudah reset.
4) Kenapa BSOD sering muncul saat main game?
Biasanya karena suhu (overheat), driver VGA, atau power. Dinginkan laptop, cek driver VGA (update/rollback), dan pastikan charger/power stabil.
5) Kapan harus instal ulang?
Instal ulang dipertimbangkan kalau sistem sudah terlalu rusak dan langkah aman (restore/reset/repair) tidak membantu. Namun sebelum itu, pastikan data sudah dibackup.
Baca juga di Beginisob.com
- Cara Mengatasi Komputer “No Signal” di Monitor: Urutan Cek dari Kabel, Input Source, Port VGA, Sampai Safe Mode
- Cara Mengembalikan File yang Hilang Karena Virus di Laptop: Urutan Aman (Cari yang Disembunyikan, Bersihkan Malware, Baru Recovery)
- Cara Mengatasi Flashdisk Corrupt di Windows (Minta Format, RAW, Tidak Bisa Dibuka): Urutan Aman Selamatkan Data
- Cara Mengatasi Kursor Windows 10 yang Sering Hilang: Perbesar Ukuran, Ubah Warna, Aktifkan Pointer Trail
- Kenapa Laptop Tidak Mau Mati atau Shutdown dengan Benar: Penyebab dan Solusinya
Comments
Post a Comment