Rumus Cepat Menghitung Kebutuhan Daya Listrik Kandang Ayam Broiler Closed House (5.000–20.000 Ekor)
Banyak peternak broiler ingin membangun kandang closed house, tapi bingung harus pasang listrik berapa kVA, berapa kW kipas, dan butuh genset berapa kVA. Artikel ini membahas rumus praktis kebutuhan daya listrik kandang ayam closed house 5.000–20.000 ekor yang bisa Anda hitung dengan kalkulator HP saja.
Ringkasan cepat
- Kebutuhan listrik kandang closed house ditentukan terutama oleh kipas (exhaust fan), kemudian pencahayaan, pompa air, sistem pendingin (cooling pad), dan peralatan otomatis.
- Box fan 50 inch untuk kandang broiler umumnya memakai daya sekitar 1–1,5 kW per unit (lihat datasheet pabrik masing-masing).
- Ventilasi biasanya menyumbang >80% konsumsi listrik kandang ayam modern, jadi perhitungan kipas sangat menentukan.
- Rumus praktis: hitung total daya beban aktif (kW) → kalikan faktor diversitas 70–80% → tambahkan cadangan 25–30% → bagi faktor daya (±0,85) → dapat angka kVA untuk PLN/genset.
- Perkiraan kasar: kandang closed house bisa butuh 5–8 W/ekor untuk daya terpasang (peak), tergantung jumlah kipas dan desain kandang.
- Anda tetap perlu memisahkan antara daya terpasang (kVA) dan konsumsi energi (kWh/bulan) untuk memprediksi tagihan listrik.
Kapan Anda perlu menghitung kebutuhan listrik kandang?
Anda sebaiknya menghitung kebutuhan daya listrik kandang secara serius ketika:
- Akan membangun kandang closed house baru untuk 5.000–20.000 ekor atau lebih.
- Ingin mengajukan pasang baru / tambah daya PLN dan bingung harus pilih berapa kVA.
- Sering mengalami MCB turun (anjlok) saat semua kipas dan pompa menyala.
- Merasa tagihan listrik “membengkak” dan ingin tahu beban terbesar dari mana.
- Berencana membeli genset cadangan khusus kandang dan ingin ukur kapasitas yang tepat.
Tanpa perhitungan, risiko yang sering terjadi adalah pasang daya terlalu kecil (sering mati listrik internal) atau justru pasang terlalu besar sehingga bayar abonemen mahal tapi tidak terpakai maksimal.
Apa saja komponen beban listrik di kandang closed house?
Secara umum, beban listrik kandang closed house broiler bisa dikelompokkan menjadi:
1. Ventilasi (kipas / exhaust fan)
Ini adalah konsumen listrik terbesar di kandang broiler modern. Dalam banyak kasus lapangan, kipas bisa menyumbang lebih dari 80% penggunaan listrik kandang, terutama di musim panas.
- Exhaust fan 50–54 inch, daya sekitar 1–1,5 kW per unit.
- Jumlah kipas tergantung ukuran kandang dan desain ventilasi (tunnel/side).
2. Pencahayaan
Lampu kandang (terutama yang masih memakai bohlam biasa) bisa ikut signifikan, tetapi jika sudah pindah ke LED, biasanya porsi listriknya jauh lebih kecil dibanding kipas.
- Pencahayaan umum: 2–4 W/m² jika pakai LED.
- Program cahaya broiler biasanya tidak 24 jam penuh, sehingga beban rata-rata lebih rendah.
3. Sistem cooling pad & pompa air
Cooling pad memakai pompa air dan motor kecil untuk sirkulasi, dayanya tidak sebesar kipas. Namun saat musim panas dan semua sistem pendingin menyala, beban ini tetap harus masuk perhitungan.
4. Peralatan otomatis & kontrol
- Panel kontrol, sensor, timer, controller closed house.
- Motor auger atau penggerak pakan otomatis.
- Motor winch untuk tirai atau ketinggian feeder/drinker (biasanya tidak menyala terus menerus).
5. Beban lain di area farm
Jika instalasi listrik kandang menyatu dengan:
- Mess karyawan.
- Gudang pakan.
- Ruang kantor kecil, charger HP, komputer, dll.
Semua itu juga sebaiknya dimasukkan ke total daya terpasang.
Syarat & data yang perlu Anda siapkan
Sebelum menghitung, siapkan data berikut (minimal dalam bentuk perkiraan):
1. Data kandang
- Panjang × lebar × tinggi kandang (m), misalnya 100 m × 12 m × 2 m.
- Populasi ayam dan target kepadatan (ekor/m²).
- Desain ventilasi (tunnel, side, atau kombinasi).
2. Data kipas & cooling
- Jumlah kipas dan daya per kipas (kW) dari datasheet.
- Jumlah pompa air dan daya per pompa (W atau HP).
- Apakah ada heater listrik (jika ya, berapa kW?).
3. Data pencahayaan
- Jumlah lampu dan daya per lampu (W).
- Berapa jam nyala lampu per hari pada tiap fase umur ayam.
4. Data peralatan lain
- Panel kontrol, motor auger, motor winch, dan lain-lain (kira-kira dayanya).
- Peralatan pendukung di farm (mess karyawan, pompa sumur utama, dll.).
Jika Anda belum punya data persis, tidak masalah. Anda bisa memakai angka konservatif (dibesarkan sedikit) agar instalasi masih aman walaupun beban nyata agak berbeda.
Langkah-langkah menghitung kebutuhan daya listrik terpasang
Di bagian ini kita pakai contoh kandang broiler closed house ukuran 12 × 100 m, populasi sekitar 14.000–15.000 ekor dengan ventilasi tunnel.
Langkah 1 – Tentukan jumlah & daya kipas
Misal Anda memakai exhaust fan 50 inch dengan spesifikasi kurang lebih:
- Daya motor: 1,2 kW per kipas.
- Debitan udara: ±40.000 m³/jam per kipas.
Dari perhitungan ventilasi (artikel sebelumnya tentang kebutuhan kipas), Anda butuh misalnya 8 kipas untuk 1 kandang.
- Total daya kipas = 8 × 1,2 kW = 9,6 kW.
Langkah 2 – Hitung daya lampu kandang
Misal:
- Anda memasang 80 titik lampu LED @ 12 W → total 960 W ≈ 1,0 kW.
- Ditambah beberapa lampu lorong/gudang sekitar 0,5 kW.
Total beban pencahayaan diasumsikan: 1,5 kW.
Langkah 3 – Hitung daya pompa & cooling pad
Misal:
- 1 pompa sumur 0,75 kW.
- 1 pompa sirkulasi cooling pad 0,75 kW.
Total pompa = 0,75 + 0,75 = 1,5 kW.
Langkah 4 – Tambahkan beban kontrol & peralatan kecil
Panel, controller, motor auger kecil, charger, dll. kita anggap saja:
- ± 1,0 kW (ini sudah cukup aman untuk peralatan kecil).
Langkah 5 – Jumlahkan semua beban maksimum
Total beban maksimum (jika semua menyala bersamaan):
- Kipas: 9,6 kW
- Lampu: 1,5 kW
- Pompa & cooling: 1,5 kW
- Peralatan lain: 1,0 kW
Total = 9,6 + 1,5 + 1,5 + 1,0 = 13,6 kW.
Langkah 6 – Terapkan faktor diversitas (tidak semua menyala penuh terus)
Dalam praktik, jarang sekali semua beban menyala pada daya maksimum bersamaan sepanjang waktu: ada fase minimum ventilation, lampu redup, pompa kadang off, dll.
Untuk closed house, Anda bisa pakai faktor diversitas sekitar 0,7–0,8. Di sini kita pakai 0,8 sebagai contoh.
Daya operasi rata-rata puncak ≈ 13,6 kW × 0,8 = 10,9 kW.
Langkah 7 – Tambahkan cadangan keamanan 25–30%
Untuk mengantisipasi penambahan alat di masa depan, kabel yang tidak ideal, dan variasi kondisi, tambahkan cadangan 25–30%. Pakai 30% agar lebih aman.
Daya rencana = 10,9 kW × 1,3 ≈ 14,2 kW.
Langkah 8 – Ubah ke kVA (untuk kontrak PLN/genset)
PLN dan genset biasanya memakai satuan kVA. Konversi kW ke kVA memakai faktor daya (power factor) ±0,85.
kVA ≈ kW ÷ PF = 14,2 ÷ 0,85 ≈ 16,7 kVA.
Artinya, untuk 1 kandang closed house ukuran 12 × 100 m dengan 8 kipas 1,2 kW, Anda akan nyaman jika punya suplai listrik sekitar 20 kVA per kandang (supaya masih ada ruang untuk beban lain di farm).
Langkah 9 – Rumus singkat versi “per ekor”
Dari contoh di atas, populasi katakanlah 14.000 ekor → daya rencana 14,2 kW → kira-kira 1 W/ekor hanya untuk beban yang dihitung (contoh ini angkanya masih sederhana, kipas belum terlalu banyak).
Pada kandang dengan ventilasi lebih kuat (lebih banyak kipas), daya terpasang bisa mencapai:
- 5–8 W/ekor untuk closed house intensif (kipas, cooling, pencahayaan, otomatisasi).
Jadi sebagai patokan awal:
- Kandang 5.000 ekor → 25–40 kW → kontrak listrik ± 30–50 kVA.
- Kandang 10.000 ekor → 50–80 kW → kontrak listrik ± 70–100 kVA.
- Kandang 20.000 ekor → 100–160 kW → kontrak listrik ± 125–200 kVA.
Angka ini bisa Anda sesuaikan dengan desain nyata kandang, jumlah kipas, dan apakah satu instalasi listrik dipakai untuk beberapa kandang sekaligus.
Cara cepat mengestimasi biaya listrik per siklus panen
Setelah tahu daya terpasang, Anda juga perlu mengira-ngira kWh per siklus agar bisa menghitung biaya listrik per kg ayam panen.
Langkah 1 – Estimasi jam operasi per hari
- Minggu awal: kipas relatif sedikit, lampu banyak → misal rata-rata 8–10 kW selama 24 jam.
- Minggu akhir: kipas banyak, lampu bisa lebih singkat → misal rata-rata 15–20 kW selama 24 jam.
Langkah 2 – Hitung kWh harian
Rumus sederhana:
kWh per hari = daya rata-rata (kW) × jam operasi (jam)
Contoh kasar:
- Minggu 1–2: 10 kW × 24 jam × 14 hari = 3.360 kWh.
- Minggu 3–4–5: 18 kW × 24 jam × 21 hari = 9.072 kWh.
Total 1 siklus (sekitar 35 hari) ≈ 12.400 kWh untuk 1 kandang.
Langkah 3 – Hitung biaya listrik
Jika tarif efektif (campuran blok dan biaya lain) kira-kira Rp1.600/kWh:
- Biaya listrik per siklus ≈ 12.400 × 1.600 ≈ Rp19.840.000.
Jika panen 14.000 ekor × 2,2 kg = 30.800 kg, maka biaya listrik per kg ≈ Rp19.840.000 ÷ 30.800 ≈ ± Rp644/kg (sekadar contoh, sangat tergantung kondisi nyata).
Dengan cara yang sama, Anda bisa membuat file Excel sederhana untuk memantau dan membandingkan biaya listrik antar siklus.
Tips menghemat listrik tanpa mengorbankan performa ayam
- Pilih kipas yang efisien
Perhatikan data efisiensi kipas (m³/jam per watt atau cfm/watt). Kipas yang sedikit lebih mahal tetapi jauh lebih efisien bisa menghemat biaya listrik dalam jangka panjang. - Gunakan LED untuk pencahayaan
Ganti bohlam pijar atau neon lama dengan LED yang hemat energi dan umur pakai panjang. - Atur step on/step off kipas dengan benar
Hindari semua kipas menyala sekaligus jika belum diperlukan. Sesuaikan dengan suhu dan umur ayam, bukan hanya jam. - Rawat kipas & cooling pad secara berkala
Debu dan kotoran dapat menurunkan kapasitas kipas dan membuat motor boros listrik. - Perhatikan kualitas instalasi listrik
Kabel yang terlalu kecil, sambungan jelek, dan MCB asal-asalan bisa menyebabkan rugi-rugi tambahan dan risiko kebakaran. - Evaluasi data tiap siklus
Simpan catatan pemakaian kWh dan bandingkan dengan hasil panen untuk mencari pola hemat energi terbaik.
Risiko jika perhitungan listrik kandang salah
- Daya terlalu kecil
- MCB sering trip saat beban puncak (siang panas, semua kipas & pompa menyala).
- Anda terpaksa mematikan beberapa kipas → ayam kepanasan, FCR jelek, kematian meningkat.
- Daya terlalu besar (overkill)
- Biaya abonemen listrik tinggi padahal daya jarang terpakai penuh.
- Investasi kabel, MCB, dan panel terlalu besar dibanding kebutuhan nyata.
- Instalasi tidak dirancang untuk beban motor
- Arus start kipas besar → MCB sering turun jika tidak diperhitungkan.
- Kabel dan konektor cepat panas, menurunkan umur pakai dan berpotensi menimbulkan percikan (bahaya kebakaran).
- Tanpa genset cadangan
- Pemadaman mendadak di siang hari bisa menyebabkan kerugian besar dalam hitungan jam.
- Semakin padat kandang dan semakin besar ayam, semakin berbahaya jika listrik padam.
FAQ: pertanyaan umum seputar kebutuhan listrik kandang closed house
1. Berapa daya listrik minimal untuk kandang closed house 5.000 ekor?
Angka pastinya tergantung jumlah kipas dan desain kandang, tetapi sebagai patokan kasar Anda bisa memakai 5–8 W/ekor untuk closed house intensif. Jadi 5.000 ekor → 25–40 kW → kontrak listrik sekitar 30–50 kVA. Untuk angka lebih akurat, sebaiknya tetap dihitung berdasarkan jumlah kipas, lampu, dan pompa yang benar-benar terpasang.
2. Lebih baik pakai listrik 1 phase atau 3 phase?
Untuk kandang kecil dengan beban di bawah ±10 kW, listrik 1 phase masih mungkin. Namun untuk kandang closed house medium–besar dengan banyak kipas dan motor, 3 phase biasanya lebih stabil, efisien, dan memudahkan pengaturan beban motor besar.
3. Apakah wajib punya genset untuk kandang closed house?
Tidak ada kata “wajib” di aturan umum, tetapi secara manajemen risiko sangat disarankan. Semakin padat kandang dan semakin besar ayam, semakin berbahaya pemadaman listrik mendadak. Genset minimal harus mampu menyalakan seluruh kipas penting, sebagian lampu, dan pompa air.
4. Apa beda daya terpasang (kVA) dengan pemakaian listrik (kWh)?
Daya terpasang (kVA) adalah kapasitas maksimum yang boleh Anda pakai pada satu waktu (ditentukan oleh kontrak PLN dan instalasi). kWh adalah energi yang benar-benar digunakan dalam periode tertentu (inilah yang dikalikan dengan tarif listrik untuk jadi tagihan). Kandang bisa punya daya terpasang besar, tapi kalau kipas jarang menyala penuh, kWh-nya tetap bisa relatif hemat.
5. Bagaimana cara cepat mengecek apakah daya yang saya pasang cukup?
Cara praktis: jumlahkan daya semua motor (kipas, pompa, auger) dan lampu → kalikan 0,7–0,8 → tambahkan cadangan 25–30% → konversi ke kVA. Jika angka ini mendekati atau melampaui daya kontrak PLN, berarti Anda sudah di batas aman dan perlu berhati-hati atau mempertimbangkan tambah daya/genset.
6. Apakah kandang open house juga perlu dihitung kebutuhan listriknya?
Perlu juga, tetapi umumnya beban listriknya lebih kecil karena jumlah kipas lebih sedikit. Prinsip perhitungan sama: identifikasi semua beban, jumlahkan, terapkan faktor diversitas dan cadangan, lalu pilih daya terpasang yang aman dan ekonomis.
Comments
Post a Comment