Skip to main content

Cara Menemukan DOI Jurnal untuk Daftar Pustaka APA 7: Crossref, Google Scholar, dan Publisher (Langkah Cepat)

Diperbarui: 21 Desember 2025

Ringkasan cepat:

  • DOI (Digital Object Identifier) biasanya bisa ditemukan di 3 tempat paling cepat: halaman artikel di website jurnal/publisher, PDF (halaman awal), atau hasil pencarian Crossref/Google Scholar.
  • Format DOI yang paling aman untuk APA 7: https://doi.org/xxxxx (bukan “doi:xxxxx”).
  • Kalau artikel memang tidak punya DOI (umum pada jurnal lama atau jurnal tertentu), jangan mengarang: di APA 7 kamu pakai URL halaman artikel atau data bibliografi lengkap sesuai jenis sumber.

Checkpoint kontrol kualitas (biar tidak ada DOI palsu)

  • Yang sudah terverifikasi: DOI paling sering tampil di halaman publisher/jurnal dan sering bisa ditemukan lewat Crossref atau Google Scholar; format “https://doi.org/…” adalah bentuk link DOI yang aman dipakai di daftar pustaka.
  • Yang belum pasti/berubah: tidak semua jurnal punya DOI; tampilan situs publisher & tombol “Cite” bisa berubah; beberapa jurnal lokal menampilkan DOI tidak konsisten (harus dicek validitasnya).
  • Cara mengatasi yang belum pasti: artikel ini memberi langkah verifikasi DOI (uji buka di doi.org) + opsi aman jika DOI tidak ada.

Daftar isi

Kapan kamu wajib cari DOI (dan kapan tidak perlu)?

Kamu biasanya perlu DOI saat sumbermu adalah artikel jurnal (terutama jurnal internasional) dan kampus/jurnal mewajibkan format APA 7 yang rapi.

Kamu tidak perlu memaksa ada DOI kalau:

  • Artikel memang tidak punya DOI (umum pada jurnal lama atau jurnal tertentu).
  • Sumbermu bukan jurnal (misalnya buku cetak, peraturan, atau wawancara).
  • Kampusmu memakai gaya lain atau aturan internal khusus (tetap ikuti pedoman kampus).

Apa itu DOI & ciri DOI yang valid

DOI adalah “kode identitas” permanen untuk dokumen ilmiah. Ciri DOI yang biasanya valid:

  • Sering mengandung pola awal 10. (misalnya 10.xxxx/xxxxx).
  • Bisa dibuka sebagai tautan: https://doi.org/...
  • Mengarah ke halaman artikel yang sesuai (judul/penulis/tahun cocok).

Diagnosis cepat: DOI ada atau tidak?

  1. Kamu punya PDF?
    • Ya → cari “DOI” di halaman pertama (Ctrl+F).
    • Tidak → lanjut cek halaman artikel di website jurnal/publisher.
  2. Di halaman artikel ada tombol “Cite / Citation / Export”?
    • Ya → buka, biasanya DOI ikut tampil.
    • Tidak ada → lanjut cari lewat Crossref atau Google Scholar.
  3. Setelah dapat DOI, verifikasi dengan membuka https://doi.org/DOI-kamu. Jika tidak cocok/404, anggap belum valid.

Checklist 1–3 menit sebelum mulai

  • ✅ Siapkan judul artikel (lengkap) dan nama penulis (minimal penulis pertama).
  • ✅ Siapkan nama jurnal, tahun terbit, dan kalau ada volume(issue) + halaman.
  • ✅ Kalau ada PDF, simpan dulu dan pastikan bisa di-search (Ctrl+F).

Tabel ringkas: masalah → penyebab → solusi

Masalah Penyebab paling sering Solusi
Artikel tidak menampilkan DOI Memang tidak punya DOI, atau halaman situs disederhanakan Cek PDF/halaman publisher, lalu cari via Crossref/Google Scholar
DOI ketemu tapi saat dibuka tidak cocok Salah salin (kurang karakter), tertukar dengan artikel lain, atau DOI palsu Verifikasi di https://doi.org/ dan cocokkan judul/penulis
DOI “mirip URL” tapi aneh Itu URL biasa, bukan DOI Pastikan ada pola 10.xxxx/xxxx dan bisa dibuat link doi.org
Google Scholar tidak menampilkan DOI Metadata Scholar belum lengkap Masuk ke versi publisher, atau cari via Crossref dengan judul+penulis
Crossref hasilnya banyak dan membingungkan Judul umum / banyak versi Tambahkan filter: nama jurnal + tahun + penulis pertama

Syarat data yang harus kamu siapkan

  • Judul artikel (usahakan lengkap, bukan potongan).
  • Nama penulis (minimal penulis pertama).
  • Nama jurnal + tahun terbit.
  • Jika ada: volume, issue, halaman atau artikel number.

Langkah-langkah menemukan DOI (urutan paling cepat)

Langkah 1 — Cek halaman artikel di website jurnal/publisher (paling akurat)

  1. Buka halaman artikel di website jurnal/publisher (biasanya dari Google Scholar atau database kampus).
  2. Cari bagian: “DOI”, “Cite”, “Citation”, “Export citation”, atau “Article information”.
  3. Jika DOI muncul sebagai teks (mis. 10.xxxx/xxxx), ubah jadi format APA 7: https://doi.org/10.xxxx/xxxx

Langkah 2 — Cek PDF artikel (Ctrl+F “doi”)

  1. Buka PDF.
  2. Tekan Ctrl+F (atau Find) lalu ketik: doi atau 10.
  3. Biasanya DOI ada di halaman awal, header/footer, atau dekat abstrak.

Langkah 3 — Cari DOI lewat Crossref (kalau publisher tidak jelas)

  1. Buka halaman pencarian Crossref: search.crossref.org
  2. Masukkan judul artikel. Kalau hasil terlalu banyak, tambahkan nama penulis atau nama jurnal.
  3. Klik hasil yang paling cocok, lalu ambil DOI-nya.

Langkah 4 — Cari lewat Google Scholar (untuk menemukan “jalan ke publisher”)

  1. Cari judul artikel di Google Scholar.
  2. Klik versi yang paling resmi (biasanya link ke publisher atau halaman jurnal).
  3. Setelah masuk publisher, ulangi Langkah 1.

Langkah 5 — Kalau artikel punya banyak versi (preprint vs versi jurnal)

Pastikan kamu memakai DOI versi yang benar untuk naskahmu:

  • Versi jurnal (final) biasanya punya DOI resmi publisher.
  • Preprint bisa punya DOI berbeda (tergantung server preprint), dan kampus/jurnal kadang meminta sitasi versi jurnal bila sudah terbit.

Cara verifikasi DOI supaya tidak salah

  1. Buka: https://doi.org/DOI-kamu
  2. Pastikan halaman yang terbuka judulnya sama dan penulis/tahun cocok.
  3. Kalau error/halaman tidak cocok: jangan dipakai. Ulangi pencarian via Crossref/publisher.

Penting: dalam penulisan ilmiah (dan juga amanah), jangan pernah mengarang DOI. Lebih baik tulis tanpa DOI (pakai URL/metadata yang benar) daripada memasukkan DOI palsu.

Kalau artikel tidak punya DOI, harus gimana di APA 7?

  • Jika artikel punya URL stabil di website jurnal/publisher: gunakan URL itu (tanpa DOI).
  • Jika artikel di database tertutup (paywall) dan tidak ada DOI: biasanya cukup metadata lengkap (penulis, tahun, judul, jurnal, volume/issue, halaman/artikel number) sesuai pedoman kampus/jurnal.
  • Jika kamu memakai Mendeley/Zotero, pastikan metadata tidak “mengarang DOI otomatis”. Selalu verifikasi seperti langkah di atas.

Tips biar daftar pustaka APA 7 minim revisi

  • Selalu simpan 2 bukti: screenshot/URL halaman artikel + PDF (kalau ada). Ini memudahkan verifikasi saat revisi.
  • Standarkan format DOI menjadi https://doi.org/... agar konsisten.
  • Cek konsistensi: semua sumber di daftar pustaka harus benar-benar disitasi di dalam teks (dan sebaliknya).
  • Kalau kamu nulis di Word/Mendeley, jangan edit “field sitasi” sembarangan supaya tidak rusak.

Risiko & kesalahan umum

  • DOI palsu (hasil copy dari blog/website tidak resmi) → berisiko dianggap tidak teliti atau tidak jujur.
  • DOI artikel yang berbeda (judul mirip) → daftar pustaka dianggap salah.
  • Preprint disitasi padahal versi jurnal sudah terbit → bisa dipermasalahkan oleh dosen/editor.

FAQ

1) DOI itu wajib di APA 7?

Kalau sumbermu artikel jurnal dan DOI tersedia, sebaiknya ditulis. Jika DOI memang tidak ada, kamu tetap bisa menulis referensi APA 7 dengan metadata lengkap dan/atau URL yang relevan.

2) Format DOI yang benar itu “doi: …” atau “https://doi.org/ …”?

Untuk APA 7, bentuk yang paling aman dan rapi adalah https://doi.org/...

3) Saya sudah punya URL artikel, masih perlu DOI?

Jika DOI tersedia, gunakan DOI (lebih permanen). Kalau DOI tidak ada, URL bisa dipakai.

4) Kenapa Crossref menemukan banyak hasil?

Karena judul bisa mirip atau ada beberapa versi. Tambahkan filter: penulis pertama, nama jurnal, dan tahun.

5) Mendeley saya mengisi DOI otomatis tapi saya ragu benar

Jangan percaya 100%. Verifikasi DOI dengan membuka https://doi.org/DOI tersebut dan cocokkan judul/penulisnya.

6) Artikel lama (tahun 1990-an) tidak ada DOI, normal?

Ya, itu bisa normal. Banyak artikel lama atau jurnal tertentu memang tidak punya DOI.

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2026 beginisob.com, All right reserved