Coretax Error 404/500/Timeout Saat Aktivasi atau Buat Kode Otorisasi DJP: Checklist Penyebab, Cara Mengatasi Aman, dan Kapan Harus Hubungi Kring Pajak
Diperbarui: 31 Desember 2025
Ringkasan cepat:
- Error 404 biasanya karena link salah/halaman pindah. Solusi aman: ketik alamat resmi Coretax langsung dan hindari link dari chat/grup.
- Error 500/502/503 dan timeout sering terjadi saat server padat/downtime. Solusi aman: cek pengumuman downtime, ganti jam akses, dan ulangi dengan langkah “quick fix” (incognito, hapus cache, ganti jaringan).
- Untuk aktivasi & pembuatan Kode Otorisasi, pastikan jalurnya sesuai panduan resmi. Jika masih di tahap awal, baca dulu Panduan Aktivasi Akun Coretax DJP dan Pembuatan Kode Otorisasi DJP 2025 untuk Lapor SPT Tahunan 2026 dari Rumah.
- Hindari calo: jangan pernah berikan OTP, password, passphrase, atau akses remote ke siapa pun.
Daftar isi
- Kenali cepat: 404 vs 500 vs timeout (beda penyebab, beda tindakan)
- Langkah 0: pastikan aman dari link palsu & penipuan
- Langkah 1: “Quick fix” 5 menit (sering langsung beres)
- Langkah 2: diagnosis berdasarkan momen error (aktivasi / buat Kode Otorisasi / login)
- Langkah 3: kapan harus hubungi Kring Pajak / KPP (dan data apa yang disiapkan)
- FAQ Error Coretax 404/500/timeout
Kenali cepat: 404 vs 500 vs timeout (beda penyebab, beda tindakan)
Jangan perlakukan semua error sama. Di Coretax, error tertentu lebih sering “masalah link/perangkat”, sementara yang lain lebih sering “masalah server padat/downtime”. Pakai tabel diagnosis cepat ini.
| Error yang muncul | Makna paling umum | Yang aman dilakukan (urut) | Yang sebaiknya dihindari |
|---|---|---|---|
| 404 Not Found | Alamat halaman tidak ditemukan (link salah / halaman pindah) | Ketik alamat resmi Coretax manual → refresh → coba incognito | Klik link dari WA/grup/DM yang tidak jelas |
| 500 Internal Server Error / 502 / 503 | Server bermasalah / sedang padat / maintenance | Tunggu 10–30 menit → cek pengumuman downtime → coba jam sepi | Ulang klik cepat berkali-kali sampai akun “terkunci” |
| Timeout / “Request timed out” | Koneksi putus-nyambung atau server lambat merespons | Ganti jaringan (Wi-Fi ↔ data seluler) → matikan VPN → coba browser lain | Upload dokumen besar berulang kali saat koneksi tidak stabil |
Langkah 0: pastikan aman dari link palsu & penipuan
Banyak kasus “404” bukan karena Coretax rusak, tapi karena Anda dibawa ke alamat palsu/typo/tautan menipu. Tolok ukur aman: Anda membuka situs resmi dan alur aktivasi sesuai panduan resmi DJP. Untuk cara membedakan pesan resmi vs palsu, baca Waspada Penipuan Coretax DJP: Cara Membedakan Email, SMS, dan Link Aktivasi Resmi dari Tautan Palsu.
- Alamat resmi Coretax: https://coretaxdjp.pajak.go.id/
- Jika menerima email reset/aktivasi, pastikan domain pengirim resmi DJP (bukan mirip-mirip).
- Jangan pernah bagikan OTP/password/passphrase. Itu amanah dan celah terbesar penipuan.
Langkah 1: “Quick fix” 5 menit (sering langsung beres)
Kerjakan ini berurutan. Banyak error “kelihatan berat” ternyata selesai hanya dengan langkah sederhana di bawah.
1) Ulang akses dari nol (hindari link lama)
- Tutup semua tab Coretax.
- Ketik manual: coretaxdjp.pajak.go.id (jangan dari bookmark lama atau link grup).
- Kalau 404 masih muncul, coba buka dari perangkat lain (HP ↔ laptop).
2) Mode incognito + ganti browser
- Buka mode Incognito/Private.
- Coba login/aktivasi dari sana.
- Jika masih error, coba browser lain (Chrome/Edge/Firefox) tanpa ekstensi tambahan.
3) Hapus cache & cookies untuk domain Coretax
Jika Anda sering “nyangkut” di halaman tertentu atau tombol tidak merespons, cache/cookies yang korup bisa jadi penyebab. Hapus khusus untuk situs Coretax lalu coba lagi.
4) Ganti jaringan + matikan VPN
- Jika pakai Wi-Fi kantor, coba data seluler (atau sebaliknya).
- Matikan VPN/proxy (kadang bikin captcha/timeout).
- Jangan upload dokumen saat sinyal naik-turun.
Langkah 2: diagnosis berdasarkan momen error (aktivasi / buat Kode Otorisasi / login)
1) Error muncul saat buka halaman aktivasi (sebelum input apa pun)
- 404 → paling sering link salah/halaman pindah. Solusi: ulang dari alamat utama Coretax (ketik manual), jangan dari link forwarding.
- 500/timeout → besar kemungkinan server sedang padat atau ada pemeliharaan. DJP memang mengumumkan downtime tertentu, dan saat downtime layanan bisa tidak dapat diakses. Anda bisa cek pengumuman downtime di website DJP (menu Pengumuman).
Kalau Anda sedang aktivasi dan OTP juga bermasalah, jangan campur aduk masalahnya. Selesaikan OTP dengan checklist yang benar di Kode OTP Aktivasi Coretax DJP Tidak Masuk ke Email atau WhatsApp? Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Harus Hubungi KPP.
2) Error muncul saat buat Kode Otorisasi / sertifikat digital
Di tahap ini, sebagian error memang “server”, tetapi sebagian juga terkait validasi (misalnya validasi wajah). DJP pernah menyebut contoh kendala seperti kegagalan validasi wajah atau menu yang tidak muncul pada fase penerbitan sertifikat, dan mengarahkan wajib pajak mengecek kesesuaian wajah dengan foto e-KTP. (Ini bukan berarti Anda pasti mengalami itu, tetapi layak dijadikan titik cek.)
- Jika proses validasi wajah gagal: gunakan pencahayaan cukup, tanpa aksesori yang mengubah wajah (mis. kacamata jika foto e-KTP tanpa kacamata), dan kamera bersih.
- Jika tombol/menu tidak tampil: lakukan quick fix (incognito, ganti browser) sebelum menyimpulkan server rusak.
- Jika error 500/timeout berulang: coba jam sepi (pagi buta/di luar jam kerja), jangan spam klik berulang.
Setelah Kode Otorisasi valid, Anda biasanya akan lanjut memakai fitur lain di Coretax (misalnya urusan e-Faktur). Jika Anda butuh konteks Coretax untuk faktur, baca Cara Membuat Faktur Pajak Pengganti di e-Faktur/Coretax: Kapan Wajib, Langkah Input, dan Contoh Kasus Salah NPWP/Nama.
3) Error muncul saat login / setelah reset password
Jika yang gagal adalah login/reset (bukan sekadar 404/500), pertimbangkan faktor data akun: DJP pernah menjelaskan adanya kondisi tertentu terkait sinkronisasi (misalnya pembaruan email/rekonsiliasi) dan pemadanan NIK-NPWP yang dapat memengaruhi akses.
- Pastikan Anda mengikuti alur resmi akses bagi pengguna DJP Online (reset lewat “Lupa Kata Sandi”).
- Jika status di dashboard terasa “aneh” (menunggu/verifikasi/NE) dan Anda bingung artinya, pelajari dulu agar tidak salah langkah di Arti Status “Verifikasi”, “Terima”, “Tolak”, dan “NE” pada NPWP Online 2025 di Coretax DJP.
Langkah 3: kapan harus hubungi Kring Pajak / KPP (dan data apa yang disiapkan)
Hubungi kanal resmi jika kondisi di bawah terjadi:
- Error 500/timeout terjadi terus-menerus pada beberapa perangkat dan beberapa jaringan (bukan hanya HP Anda).
- Anda sudah coba quick fix lengkap, tetapi 404 tetap muncul walau akses dari halaman utama resmi.
- Validasi wajah gagal berkali-kali padahal kondisi kamera, cahaya, dan kesesuaian wajah sudah benar.
- Proses aktivasi/KO “tercatat” tetapi tidak pernah menjadi valid, atau menu penting tidak muncul.
Siapkan data ini agar penanganan cepat:
- Tanggal & jam kejadian (WIB)
- Jenis error (404/500/timeout) + screenshot (tanpa membocorkan OTP)
- Browser dan perangkat (contoh: Chrome Android 14)
- Jaringan yang dipakai (Wi-Fi rumah / data seluler)
- Tahap proses: aktivasi / reset password / buat Kode Otorisasi
FAQ Error Coretax 404/500/timeout
1) Kalau muncul 404, apakah akun saya bermasalah?
Belum tentu. 404 paling sering berarti alamat halaman tidak ditemukan (link salah/halaman pindah). Coba akses dari alamat utama Coretax dan ulang langkah quick fix.
2) Error 500 apakah harus datang ke KPP?
Tidak selalu. Error 500 sering terkait server padat/downtime. Coba jam sepi, cek pengumuman downtime, dan hindari spam klik. Jika berulang di banyak perangkat/jaringan, baru hubungi Kring Pajak.
3) Timeout terus, apa yang harus saya lakukan dulu?
Ganti jaringan (Wi-Fi ↔ data), matikan VPN, dan coba incognito. Timeout sering dipicu koneksi putus-nyambung atau server lambat merespons.
4) Aman tidak kalau ada “CS” minta OTP agar dibantu aktivasi?
Tidak aman. OTP/password/passphrase tidak boleh dibagikan. Gunakan kanal resmi, dan pelajari cara mengenali penipuan Coretax.
5) Kenapa error sering muncul di jam kerja?
Karena trafik tinggi (banyak pengguna akses bersamaan). Solusi praktis: coba jam sepi dan siapkan dokumen dulu agar proses cepat saat sistem stabil.
Baca juga di Beginisob.com
- Cara Daftar NPWP Online 2025 via Coretax DJP: Syarat, Langkah, & Tips Disetujui
- Template Excel Hitung PPh 21 TER 2025 (Jan–Nov) + Koreksi Desember: Contoh Tabel & Rumus per Sel
- Cara Menghitung PPh Badan 2025/2026 untuk Pemula: Final 0,5% vs Tarif Normal 22%
- Cara Menghitung PPh 23 (Tarif 2% atau 15%): Rumus, Contoh Tabel, dan Cara Buat Bukti Potong
- Cara Menghitung DPP, PPN (Efektif 11% / Tarif 12%), dan Potongan PPh 23 di Invoice
Comments
Post a Comment