Skip to main content

Kesalahan Umum Sitasi di Dalam Teks (In-Text Citation) APA Style di Skripsi dan Cara Memperbaikinya

Diperbarui: 10 Desember 2025

Ringkasan cepat:

  • Banyak mahasiswa sudah tahu pola dasar sitasi APA (NamaBelakang, Tahun), tapi tetap melakukan kesalahan teknis kecil yang berulang sehingga skripsi penuh catatan revisi.
  • Kesalahan sitasi bisa dibagi menjadi beberapa kelompok: format salah (tanda baca, posisi tahun/halaman), data sumber tidak cocok dengan daftar pustaka, gaya campur aduk (APA dicampur angka), sampai sitasi yang sebenarnya tidak perlu.
  • Artikel ini membahas cara mengenali kesalahan sitasi di dalam teks, checklist sebelum revisi, langkah memperbaiki di Word (otomatis dan manual), serta tips agar sitasi rapi sejak awal penulisan skripsi.
  • Dari sisi syariat, kesalahan teknis bisa ditoleransi selama terus diperbaiki, tetapi memalsukan sitasi atau mengutip tanpa sumber yang benar termasuk kedustaan ilmiah yang tidak dibenarkan.

Daftar isi

Kapan kesalahan sitasi jadi masalah serius di skripsi?

Tidak semua kesalahan sitasi punya konsekuensi yang sama. Secara praktis, kesalahan sitasi mulai dianggap serius ketika:

  • Dosen pembimbing atau penguji sulit menelusuri sumber karena tahun, nama penulis, atau bentuk sitasi di dalam teks tidak cocok dengan daftar pustaka.
  • Banyak kalimat mengutip teori tanpa sitasi, sehingga idenya seolah milik penulis padahal jelas diambil dari buku/jurnal tertentu.
  • Sitasi menampilkan penulis yang tidak ada di daftar pustaka, atau sebaliknya: di daftar pustaka ada banyak sumber yang tidak pernah disitasi.
  • Format sitasi campur aduk (sebagian pakai APA, sebagian pakai nomor [1], [2], dst.) sehingga menyalahi panduan kampus atau jurnal.

Jika yang keliru hanya koma, titik, atau urutan beberapa sitasi, biasanya masih bisa diperbaiki pada tahap editing. Namun jika isi skripsi penuh “kalimat tanpa sumber” atau sumbernya fiktif, itu sudah menyentuh masalah integritas akademik dan sisi syariat.

Apa saja jenis kesalahan sitasi APA di dalam teks?

Secara umum, kesalahan sitasi APA di dalam teks bisa dikelompokkan menjadi beberapa jenis berikut.

1. Format dasar sitasi tidak konsisten

Contoh kesalahan:

  • Menulis (sugiyono, 2019) dengan huruf kecil semua.
  • Mencampur pola (Nama, Tahun) dengan pola Nama, Tahun (tanpa kurung).
  • Menaruh tahun di luar kurung, misalnya (Sugiyono), 2019.

Padahal, pola dasar APA untuk sitasi parentetik adalah (NamaBelakang, Tahun), dan untuk sitasi naratif NamaBelakang (Tahun).

2. Jumlah penulis tidak mengikuti aturan APA

  • Dua penulis seharusnya memakai tanda & di dalam kurung: (Arikunto & Sudjana, 2018), bukan (Arikunto dan Sudjana, 2018).
  • Tiga penulis atau lebih cukup menulis penulis pertama diikuti et al.: (Santoso et al., 2020), bukan menuliskan semua nama panjang di dalam teks.

3. Kesalahan penempatan nomor halaman

Untuk kutipan langsung, APA meminta nomor halaman. Kesalahan umum:

  • Menulis (hlm. 45, Sugiyono, 2019) alih-alih (Sugiyono, 2019, hlm. 45).
  • Mencantumkan halaman padahal kalimatnya hasil parafrase, bukan kutipan langsung (ini biasanya tidak dilarang, tapi di APA tidak wajib).
  • Menulis halaman di luar kurung, misalnya: (Sugiyono, 2019) hlm. 45.

4. Data di dalam teks tidak cocok dengan daftar pustaka

Ini salah satu sumber kekacauan terbesar:

  • Di teks tertulis (Sugiyono, 2020), tetapi di daftar pustaka tahun yang tercantum adalah 2019.
  • Nama penulis di sitasi “Sudjana”, sementara di daftar pustaka ditulis “Sujana”.
  • Di teks mencantumkan (Kemdikbud, 2020), tapi di daftar pustaka nama lembaga ditulis panjang “Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia”.

5. Terlalu banyak atau terlalu sedikit sitasi

  • Terlalu sedikit: Bab tinjauan pustaka penuh teori tetapi hanya punya 2–3 sitasi. Ini menimbulkan kecurigaan plagiarisme.
  • Terlalu banyak: Setiap kalimat disertai daftar sitasi panjang yang sebenarnya tidak semua relevan, hanya menambah “ramai” daftar pustaka.

6. Sitasi fiktif atau tidak dapat dilacak

Ini bukan lagi sekadar kesalahan teknis, tetapi pelanggaran kejujuran ilmiah: mencantumkan nama penulis dan tahun yang tidak jelas sumbernya, hanya supaya terlihat “banyak referensi”.

Syarat & checklist sebelum revisi sitasi APA di skripsi

Sebelum kamu mulai memperbaiki semua sitasi, siapkan dulu checklist berikut:

  1. Punya daftar pustaka yang relatif sudah final (minimal 90% sumber sudah tidak berubah lagi).
  2. Menentukan bentuk sitasi yang akan dipakai konsisten:
    • Parentetik saja, atau kombinasi parentetik + naratif.
    • Bahasa Indonesia atau Inggris (misalnya “hlm.” vs “p.”, “dan” vs “&”).
  3. Panduan penulisan resmi kampus sudah dibaca, terutama bagian gaya sitasi.
  4. Artikel Beginisob tentang cara menulis sitasi di dalam teks sudah dipahami, supaya kamu tahu pola dasar yang benar sebelum mengoreksi kesalahan.

Langkah memperbaiki sitasi APA di Word (otomatis & manual)

Kalau kamu memakai fitur sitasi otomatis di Word, langkah revisinya sedikit berbeda dibanding kalau kamu mengetik manual.

A. Jika memakai sitasi otomatis di Word

  1. Cek kembali data sumber di Manage Sources
    Buka tab References > Manage Sources, lalu:
    • Periksa nama penulis (kapitalisasi, urutan nama belakang).
    • Periksa tahun terbit, judul, dan nama jurnal/penerbit.
  2. Update semua sitasi di dokumen
    Setelah data sumber benar, klik kanan pada daftar pustaka (kalau memakai otomatis) > Update Field untuk memperbarui semua sitasi yang terhubung.
  3. Periksa satu bab per satu bab
    Fokus pada Bab 2 dulu: apakah semua (Nama, Tahun) sudah mengikuti aturan APA yang kamu pilih (misalnya APA 7 dengan “et al.” untuk tiga penulis atau lebih).

B. Jika menulis sitasi secara manual

  1. Buat tabel kecil “Nama – Tahun – Halaman – Posisi”
    Untuk setiap sitasi penting (teori utama), catat:
    • Nama belakang penulis.
    • Tahun terbit.
    • Halaman (kalau kutipan langsung).
    • Nomor halaman skripsi di mana sitasi itu muncul.
  2. Samakan pola penulisan
    Pastikan semua parafrase berbentuk (NamaBelakang, Tahun) dan semua kutipan langsung berbentuk (NamaBelakang, Tahun, hlm. xx) atau NamaBelakang (Tahun, hlm. xx).
  3. Cocokkan dengan daftar pustaka
    Tandai di daftar pustaka setiap sumber yang sudah disitasi. Jika ada sumber yang tidak pernah muncul di teks, pertimbangkan untuk menghapusnya atau gunakan secara nyata di isi skripsi.

Tips supaya sitasi APA rapi sejak awal penulisan

  • Tulis sitasi sambil mengetik, bukan belakangan – setiap selesai kalimat yang berasal dari sumber tertentu, langsung tulis sitasinya.
  • Gunakan satu gaya sitasi saja – kalau sudah memilih APA, jangan lagi mencampur dengan nomor [1]–[10] ala IEEE.
  • Untuk skripsi panjang, pertimbangkan pakai Mendeley – apalagi kalau kamu sering menambah/menghapus bab dan mengubah struktur tulisan.
  • Buat catatan khusus untuk sitasi dalil (ayat Al-Qur’an, hadis) – cantumkan sumber yang kuat dan hindari mengambil teks tanpa konteks.

Risiko akademik & syariat jika sitasi salah atau dipalsukan

Risiko kesalahan sitasi tidak hanya soal nilai:

  • Secara akademik: skripsi bisa dinilai kurang rapi, tingkat plagiarisme meningkat, bahkan naskah jurnal bisa ditolak karena sitasi tidak sesuai panduan.
  • Secara syariat: mengakui karya orang lain tanpa menyebut nama, atau membuat daftar pustaka palsu, termasuk bentuk kedustaan. Ilmu yang dibangun di atas kebohongan tidak berkah.

Karena itu, meluangkan waktu ekstra untuk memperbaiki sitasi adalah bagian dari amanah ilmiah, bukan sekadar formalitas menghindari revisi dosen.

FAQ: Pertanyaan umum seputar kesalahan sitasi APA di dalam teks

1. Kalau saya salah menulis tahun terbit di sitasi, itu termasuk plagiarisme?

Kalau kesalahan itu murni teknis dan kamu segera memperbaikinya ketika sadar, biasanya tidak dianggap plagiarisme. Namun kalau data sumber sengaja dipalsukan, atau kamu mengutip tanpa sumber sama sekali, itu baru masuk wilayah plagiarisme dan pelanggaran kejujuran ilmiah.

2. Haruskah setiap kalimat dalam paragraf tinjauan pustaka diberi sitasi?

Tidak selalu. Umumnya, cukup beri sitasi pada kalimat yang paling mewakili ide yang kamu ambil dari sumber tertentu. Namun beberapa kampus/jurnal punya aturan lebih ketat. Ikuti panduan resmi kampus dan diskusikan dengan pembimbing.

3. Boleh tidak menghapus sumber di daftar pustaka yang ternyata tidak pernah saya kutip?

Sebaiknya dihapus. Dalam APA, daftar pustaka hanya berisi sumber yang benar-benar kamu sitasi di dalam teks. Kalau ada sumber yang ingin tetap kamu tampilkan, pastikan ada bagian tulisan yang memang mengutipnya.

4. Bagaimana kalau kampus memodifikasi aturan APA (misalnya memakai “hlm.” bukan “p.”)?

Ikuti panduan kampus selama tidak bertentangan dengan prinsip dasar APA (penulis, tahun, dan halaman untuk kutipan langsung). Biasanya modifikasi hanya menyentuh bahasa, bukan struktur utama sitasi.

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved