Skip to main content

Cara Membuat Time Schedule di Excel: Template Jadwal Harian/Mingguan, Durasi Otomatis, Deteksi Bentrok, dan Tampilan “Kalender” (Tanpa VBA)

Diperbarui: 17 Januari 2026

Ringkasan cepat:

  • Model jadwal yang paling “tahan banting” adalah format log: 1 baris = 1 kegiatan (tanggal, jam mulai-selesai, PIC, status). Ini mudah difilter & direkap.
  • Agar rumus ikut turun otomatis saat kamu menambah baris, ubah data jadwal menjadi Excel Table (Ctrl+T) mengikuti panduan Cara Membuat Excel Table (Ctrl+T) yang Benar untuk Pemula.
  • Durasi kegiatan bisa dihitung otomatis (termasuk shift lintas hari), dan kamu bisa buat kolom Bentrok untuk mendeteksi jadwal tabrakan.
  • Kalau ingin tampilan seperti kalender, buat sheet “VIEW” yang mengambil data dari log + Conditional Formatting untuk menandai slot terisi.
  • Di bawah ada tabel contoh isi sel + rumus per sel supaya bisa langsung kamu tiru.

Daftar isi

Konsep penting: time schedule yang mudah dirawat

Banyak orang membuat jadwal model “kalender” (tanggal jadi kolom banyak sekali). Kelihatan bagus, tapi biasanya cepat rusak saat data bertambah dan rekap jadi susah. Cara yang paling aman: buat dulu database jadwal (format log), baru kalau perlu dibuat tampilan kalender/visual.

Pola “1 baris = 1 kejadian” ini mirip konsep absensi. Kalau kamu ingin contoh yang sudah terbukti rapi untuk data harian, kamu bisa meniru cara berpikir di Format Absen Guru di Excel: Template Harian (Jam Masuk/Pulang), Rekap Otomatis (bedanya, artikel ini fokus jadwal kegiatan, bukan absensi).

Struktur file yang disarankan (3 sheet)

  1. LIST → daftar pilihan untuk dropdown (PIC, Status, Kategori).
  2. SCHEDULE → tabel jadwal model log (database utama).
  3. VIEW_MINGGUAN → tampilan kalender mingguan (opsional, ditarik dari SCHEDULE).

Langkah 1: Buat sheet LIST (dropdown anti typo)

Tujuannya agar input konsisten (tidak ada “Selesai”, “selesai”, “Done” campur-campur). Panduan detail dropdown ada di Cara Membuat Dropdown List (Pilihan) di Excel Pakai Data Validation.

Contoh tabel LIST (ketik di sheet LIST):

Kolom Isi contoh Dipakai untuk
A: PIC Ahmad, Budi, Siti Dropdown penanggung jawab
B: Status Rencana, Berjalan, Selesai, Ditunda Dropdown status kegiatan
C: Kategori Kerja, Belajar, Ibadah, Rumah, Kesehatan Filter cepat (opsional)

Langkah 2: Buat tabel SCHEDULE (log jadwal) + contoh data

Di sheet SCHEDULE, buat header seperti berikut, lalu ubah menjadi Excel Table (Ctrl+T). Jangan merge cell.

1. Struktur kolom yang disarankan

Kolom Nama kolom Tujuan
ATanggalTanggal kegiatan (format Date)
BHariNama hari otomatis (Senin–Minggu)
CMulaiJam mulai (format Time)
DSelesaiJam selesai (format Time)
EStartDTTanggal+jam mulai (untuk bentrok)
FEndDTTanggal+jam selesai (otomatis +1 hari jika shift malam)
GDurasi_JamDurasi otomatis dalam jam
HPICDropdown dari LIST
IStatusDropdown dari LIST
JKegiatanDeskripsi singkat
KBentrokFlag YA/TIDAK
LCatatanOpsional

2. Contoh data 5 baris (biar rumus bisa diuji)

Anggap tabel dimulai dari baris 1 (header di baris 1). Isi contoh di baris 2–6:

Baris Tanggal (A) Mulai (C) Selesai (D) PIC (H) Status (I) Kegiatan (J)
220/01/202608:0009:30AhmadRencanaRapat tim
320/01/202609:0010:00AhmadRencanaReview laporan
420/01/202613:0014:00SitiBerjalanBelajar materi
521/01/202619:3020:00BudiRencanaOlahraga ringan
621/01/202622:0006:00AhmadRencanaShift malam (contoh)

Langkah 3: Rumus wajib (Hari, StartDT, EndDT, Durasi)

Setelah tabel jadi, isi rumus di baris 2 lalu tarik ke bawah (kalau sudah Excel Table, biasanya rumus ikut otomatis). Jika Excel kamu memakai pemisah titik-koma (;), ganti koma (,) menjadi (;).

1. Kolom Hari (B2)

=CHOOSE(WEEKDAY(A2,2),"Senin","Selasa","Rabu","Kamis","Jumat","Sabtu","Minggu")

2. Kolom StartDT (E2)

=A2+C2

3. Kolom EndDT (F2) — aman untuk shift lintas hari

=A2+D2+IF(D2<C2,1,0)

4. Kolom Durasi_Jam (G2)

=(F2-E2)*24

Tips: formatkan Durasi_Jam menjadi Number (mis. 2 desimal). Kalau ingin menit, gunakan =(F2-E2)*1440.

Kalau kamu butuh jadwal yang juga menghitung “hari kerja” (misalnya target selesai 5 hari kerja), nanti bisa dikembangkan pakai konsep hari kerja/libur (NETWORKDAYS/WORKDAY). Untuk pengantar konsep tanggal/hari kerja, kamu bisa rujuk Cara Menghitung Umur dan Jumlah Hari di Excel: DATEDIF, TODAY, Selisih Tanggal, Hari Kerja.

Langkah 4: Deteksi bentrok jadwal otomatis

Bentrok terjadi jika StartDT suatu kegiatan masuk ke rentang kegiatan lain (PIC sama). Cara praktis: hitung berapa baris lain yang overlap, lalu tandai “YA”.

1. Siapkan range referensi (contoh untuk pemula)

Misal data kamu sampai baris 200. Buat acuan:

  • StartDT range: $E$2:$E$200
  • EndDT range: $F$2:$F$200
  • PIC range: $H$2:$H$200

2. Rumus Bentrok di K2

=IF(SUMPRODUCT(($H$2:$H$200=H2)*(E2<$F$2:$F$200)*(F2>$E$2:$E$200))>1,"YA","TIDAK")

Setelah itu, pakai Conditional Formatting untuk mewarnai baris yang Bentrok=YA (misalnya merah). Panduan umum Conditional Formatting dari Microsoft bisa dijadikan pegangan supaya kamu tidak salah klik menu.

Catatan: jika kamu memakai rumus modern/dynamic array (misalnya untuk membuat slot otomatis) lalu muncul #SPILL!, biasanya karena area output tidak kosong atau ada merge. Solusi detailnya ada di Cara Mengatasi Error #SPILL! di Excel: Penyebab Paling Sering.

Langkah 5: Tampilan mingguan seperti kalender (opsional)

Kalau kamu butuh tampilan yang enak dilihat (seperti kalender), buat sheet VIEW_MINGGUAN. Prinsipnya: kita tetap input di SCHEDULE (log), lalu VIEW hanya “menampilkan”. Untuk jadwal proyek yang lebih kompleks (banyak hari dan durasi panjang), format visual yang lebih cocok adalah Gantt. Kamu bisa pelajari di Cara Membuat Gantt Chart di Excel untuk Jadwal Proyek.

1) Buat SETUP minggu

Di VIEW_MINGGUAN, siapkan parameter:

SelIsiKeterangan
B220/01/2026Tanggal mulai minggu (mis. Selasa—bebas, tapi konsisten)
B308:00Jam mulai tampilan
B417:00Jam selesai tampilan
B500:30Interval slot (30 menit)

2) Buat header tanggal 7 hari (B7:H7)

Di B7:

=B2+SEQUENCE(1,7,0,1)

Formatkan sebagai Date (mis. dd/mm).

3) Buat daftar jam di kolom A (mulai A8)

Di A8 (contoh sederhana 19 slot untuk 08:00–17:00 per 30 menit):

=B3+SEQUENCE(19,1,0,B5)

Formatkan sebagai Time (hh:mm).

4) Isi sel kalender dari data log (contoh penanda “TERISI”)

Di B8 (lalu copy ke seluruh grid):

=IF(COUNTIFS(SCHEDULE!$H:$H,$H$1,SCHEDULE!$E:$E,"<="&($A8+B$7),SCHEDULE!$F:$F,">"&($A8+B$7))>0,"TERISI","")

Penjelasan singkat: $H$1 bisa kamu isi “PIC yang ingin ditampilkan” (misalnya Ahmad). Jika tidak ingin filter PIC, hapus syarat PIC dari rumus.

Tips supaya jadwal rapi, aman, dan mudah di-audit

  • Input di satu tempat saja (sheet SCHEDULE). VIEW jangan dipakai input.
  • Gunakan dropdown untuk PIC/Status agar tidak typo.
  • Hindari klaim/progress palsu. Jadwal itu alat amanah. Tuliskan status sesuai kenyataan.
  • Kalau jadwal memuat ibadah/shalat, tulis sebagai blok waktu tetap agar tidak “ketabrak” rapat/aktivitas lain.
  • Backup file berkala (minimal 1 copy per minggu) agar tidak hilang saat salah edit.

FAQ cara membuat time schedule di Excel

1. Lebih bagus jadwal model tabel (log) atau model kalender?

Mulai dari tabel (log). Kalender itu tampilan. Kalau langsung kalender, biasanya rekap dan perawatan file jadi berat.

2. Bagaimana menghitung durasi kalau shift malam (22:00–06:00)?

Gunakan EndDT = Tanggal + JamSelesai + IF(JamSelesai<JamMulai,1,0). Setelah itu durasi = (EndDT-StartDT)*24.

3. Kenapa jam saya berubah jadi tanggal?

Biasanya karena format sel masih “General”. Ubah format ke Time (hh:mm). Kamu juga bisa membuat jam dengan fungsi TIME agar nilainya valid.

4. Bagaimana cara tahu jadwal tabrakan otomatis?

Pakai kolom Bentrok dengan SUMPRODUCT (overlap StartDT–EndDT untuk PIC yang sama). Lalu beri Conditional Formatting untuk menyorot baris bentrok.

5. Excel saya tidak punya SEQUENCE, gimana?

Gunakan cara klasik: isi 08:00 lalu baris bawahnya 08:30, blok dua sel, lalu tarik (fill handle). Konsepnya sama, hanya manual.

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved