Skip to main content

Cara Mengatasi Blue Screen Windows 10 dengan Analisis Stop Code: Cek Reliability Monitor, Event Viewer, dan Perbaiki Sistem Tanpa Instal Ulang Dulu

Diperbarui: 25 Januari 2026

Ringkasan cepat:

  • Di Beginisob sudah ada panduan BSOD versi “checklist umum”. Artikel ini dibuat anti-kanibal: fokusnya cara menemukan penyebab BSOD Windows 10 (bukan sekadar coba-coba).
  • Urutan aman: catat STOP CODE → lihat pola crash (Reliability Monitor) → cek log error (Event Viewer) → buktikan apakah driver/aplikasi penyebab (Safe Mode/Clean Boot) → baru perbaiki file sistem (SFC/DISM) dan disk (CHKDSK).
  • Kalau BSOD terjadi saat boot/boot loop, masuk jalur pemulihan (WinRE) dulu sebelum mencoba langkah lain.
  • Gunakan tabel “Stop code → fokus cek” dan “Log perbaikan 7 hari” supaya diagnosa rapi dan tidak mengulang kesalahan.
  • Jika setelah sistem dibersihkan BSOD tetap muncul, curigai hardware (RAM/SSD/overheat) dan pertimbangkan servis.

Daftar isi

Bedakan: BSOD Windows 10 vs layar hitam/no signal (biar tidak salah jalur)

BSOD biasanya muncul layar biru dengan kalimat “Your device ran into a problem…” dan ada STOP CODE, lalu restart.

Kalau yang Anda lihat justru:

Catatan anti-kanibal: artikel BSOD umum sudah ada

Di Beginisob.com sudah ada panduan Cara Mengatasi Laptop Blue Screen (BSOD) di Windows: Stop Code Muncul Terus, Restart Sendiri, atau Stuck Saat Booting (versi checklist umum).

Artikel yang Anda baca sekarang dibuat agar tidak tumpang tindih: fokusnya cara “membaca petunjuk” dari Stop Code, Reliability Monitor, dan Event Viewer untuk mempersempit penyebab BSOD di Windows 10.

Langkah 1: Kumpulkan “data kejadian” (Stop Code + kapan terjadi)

Jangan mulai dari instal ulang. Mulai dari data 60 detik ini:

  • STOP CODE (contoh: IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL / CRITICAL_PROCESS_DIED / INACCESSIBLE_BOOT_DEVICE).
  • Kapan terjadi: saat boot, setelah login 1–5 menit, saat gaming, atau setelah update driver/aplikasi?
  • Perubahan terakhir: install driver VGA? update Windows? pasang printer? tambah RAM/SSD?
Pola kejadian Makna praktis Langkah aman pertama
BSOD setelah update driver/Windows Konflik driver / update bermasalah Rollback driver / uninstall update (lebih aman dari “tweak” acak)
BSOD saat boot (tidak bisa masuk Windows) Masalah boot/file sistem/disk/driver storage Masuk WinRE dulu (Startup Repair/System Restore/Command Prompt)
BSOD saat beban berat (gaming/render) Overheat / driver VGA / power Dinginkan laptop, uji tanpa beban, cek driver VGA
BSOD acak + laptop makin lemot Sistem korup, disk error, konflik program, malware Audit beban + perbaikan file sistem (SFC/DISM) dan cek disk

Kalau BSOD berujung boot loop/Automatic Repair, jalur WinRE dan urutan perbaikannya sudah dirinci di Cara Memperbaiki “Windows Error Recovery” (Windows Gagal Booting/Boot Loop): Urutan Aman dari Startup Repair sampai System Restore.

Langkah 2: Cek Reliability Monitor (cara cepat lihat pola crash)

Reliability Monitor itu “rekam jejak” crash dan error. Ini membantu menemukan tanggal dan program/driver yang berkaitan.

1. Cara membukanya di Windows 10

  • Tekan tombol Windows, lalu ketik: reliability
  • Pilih View reliability history / Lihat riwayat keandalan

2. Cara membacanya (yang dicari)

  • Temukan hari saat BSOD terjadi (biasanya ada ikon merah).
  • Klik kejadian → cari nama error atau aplikasi/driver yang muncul berulang.
  • Catat: tanggal, jam, dan “apa yang berubah” hari itu (update/instal).

Langkah 3: Cek Event Viewer (cari petunjuk driver/perangkat)

Event Viewer membantu melacak error sebelum BSOD (misalnya driver crash, disk warning, atau shutdown tidak normal).

1. Buka Event Viewer

  • Klik kanan Start → Event Viewer
  • Masuk ke Windows LogsSystem

2. Filter yang paling berguna (pemula)

  • Di panel kanan pilih Filter Current Log…
  • Centang level: Critical dan Error
  • Fokus di jam/menit sebelum BSOD

Catatan penting: Event Viewer itu “petunjuk”, bukan vonis. Jangan instal “driver pack/optimizer” abal-abal hanya karena lihat 1 nama driver. Itu sering memperparah konflik.

Langkah 4: Tabel stop code populer & fokus cek aman

Tabel ini bukan untuk menebak 100%, tetapi untuk mempersempit fokus cek yang paling masuk akal.

STOP CODE yang sering muncul Fokus cek yang sering relevan Langkah aman (urut)
IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL Driver bermasalah / RAM tidak stabil Rollback driver baru → uji Safe Mode/Clean Boot → cek RAM bila masih acak
CRITICAL_PROCESS_DIED File sistem korup / driver konflik SFC → DISM → cek update/driver terakhir
INACCESSIBLE_BOOT_DEVICE Driver storage/boot, update, disk WinRE → Startup Repair/System Restore → CHKDSK
PAGE_FAULT_IN_NONPAGED_AREA RAM/driver/storage Rollback driver → cek disk → uji RAM jika tetap berulang
SYSTEM_SERVICE_EXCEPTION Driver (sering VGA), sistem, antivirus pihak ketiga Uninstall program yang baru/berat → rollback driver → SFC/DISM

Langkah 5: Buktikan biang masalah (Safe Mode / Clean Boot)

1. Uji cepat lewat Safe Mode (paling sering membantu “membuktikan”)

Kalau Windows 10 bisa masuk Safe Mode dan stabil, besar kemungkinan penyebabnya driver/aplikasi pihak ketiga (bukan “hardware mati total”).

  • Di layar login: tahan Shift → klik Restart
  • Pilih: Troubleshoot → Advanced options → Startup Settings → Restart
  • Tekan 4 (Safe Mode) atau 5 (Safe Mode with Networking)

2. Clean Boot (untuk kasus BSOD “acak” dan susah ditebak)

  • Tekan Windows + R → ketik msconfig
  • Tab Services → centang Hide all Microsoft services → klik Disable all
  • Tab Startup → buka Task Manager → disable startup yang tidak wajib
  • Restart dan uji

Jika BSOD hilang, aktifkan kembali layanan/Startup bertahap untuk menemukan biang masalahnya (bukan aktifkan semua sekaligus).

Jika sebelum BSOD laptop sering ngadat/lemot berat, audit dulu bebannya. Panduan urutan cek yang rapi ada di Cara Mengatasi CPU Usage 100% di Windows 10: Urutan Cek Paling Aman.

Langkah 6: Perbaikan sistem yang aman (SFC/DISM/CHKDSK) + contoh perintah

Ini langkah “bersih-bersih” file sistem dan disk. Jalankan saat Windows bisa masuk normal atau Safe Mode (atau dari WinRE Command Prompt bila diperlukan).

Tujuan Perintah (Command Prompt Run as Administrator) Kapan dipakai
Perbaiki file sistem sfc /scannow BSOD setelah update / sistem terasa “aneh” / aplikasi bawaan error
Perbaiki “image” Windows DISM /Online /Cleanup-Image /RestoreHealth Jika SFC selesai tapi BSOD masih, atau SFC menemukan error berulang
Cek dan perbaiki disk chkdsk C: /f BSOD saat boot, habis mati listrik, atau sering freeze

Catatan aman: CHKDSK bisa meminta restart dan butuh waktu. Jangan dimatikan paksa di tengah proses.

Langkah 7: Opsi terakhir yang masih “aman” (System Restore / Reset Keep my files)

Kalau sudah jelas BSOD terkait perubahan sistem (update/driver/tweak), dan langkah diagnosis di atas mentok:

Jika setelah reset yang “bersih” BSOD masih sering muncul, itu sinyal kuat untuk mengecek hardware (RAM/SSD/overheat) dan mempertimbangkan servis.

Tabel log perbaikan 7 hari (siap pakai)

Isi tabel ini agar Anda tidak mengulang langkah yang sama dan bisa melihat “apa yang benar-benar berubah”.

Hari/Tanggal STOP CODE Kapan kejadian Perubahan terakhir (update/driver/aplikasi) Langkah yang dicoba hari ini Hasil (membaik/tetap) Catatan
Hari 1..................
Hari 2..................
Hari 3..................
Hari 4..................
Hari 5..................
Hari 6..................
Hari 7..................

FAQ cara mengatasi blue screen Windows 10

1. Apakah blue screen Windows 10 selalu karena virus?

Tidak selalu. BSOD lebih sering terkait driver, update bermasalah, file sistem korup, disk error, atau hardware tidak stabil. Cara paling aman adalah ikuti workflow: catat stop code → cek pola crash → baru tindakan.

2. Kenapa BSOD muncul setelah update driver VGA?

Driver baru bisa konflik dengan versi Windows/komponen lain. Langkah aman: rollback driver atau uninstall driver tersebut, lalu uji stabilitas. Hindari “driver pack/optimizer” tidak jelas.

3. Jika BSOD terjadi saat boot dan tidak bisa masuk Windows, harus mulai dari mana?

Mulai dari WinRE: Startup Repair → System Restore/Uninstall Updates → perintah perbaikan (SFC/CHKDSK) bila perlu. Jangan loncat ke instal ulang sebelum jalur pemulihan dicoba.

4. Perintah mana dulu: SFC atau DISM?

Umumnya mulai dari SFC. Jika setelah SFC masalah tetap ada atau SFC menemukan kerusakan berulang, lanjutkan DISM untuk memperbaiki komponen Windows.

5. Kapan saya harus curiga hardware?

Jika BSOD tetap sering muncul setelah sistem dibersihkan (bahkan setelah reset) atau sering terjadi saat beban dan suhu tinggi. Saat itu pertimbangkan cek RAM/SSD/overheat dan servis.

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved