Cara Menghitung Harga Akhir di Marketplace: Diskon, Voucher, Cashback, dan Ongkir (Contoh Excel untuk Pemula)
Diperbarui: 13 Desember 2025
Ringkasan cepat:
- Di marketplace, harga akhir sering dipengaruhi gabungan: diskon produk (persen/nominal), voucher (toko/platform), ongkir, dan kadang cashback (bukan potongan langsung).
- Rumus aman untuk pemula: hitung subtotal → kurangi diskon → kurangi voucher (kalau memang memotong tagihan) → tambah ongkir → hasilnya dibayar sekarang. Cashback dihitung terpisah karena biasanya masuk saldo/koin.
- Diskon bertingkat seperti 20% + 10% dihitung berurutan, bukan dijumlah jadi 30%.
- Di bagian bawah ada contoh tabel Excel dengan kolom A, B, C… dan rumus per sel agar mudah ditiru.
Daftar isi
- Kapan perlu menghitung harga akhir promo marketplace?
- Apa bedanya diskon, voucher, cashback, dan gratis ongkir?
- Syarat/data yang perlu kamu siapkan
- Langkah menghitung harga akhir (urutan paling aman)
- Contoh kasus: diskon + voucher + ongkir + cashback
- Cara hitung promo Buy 1 Get 1 (B1G1) dan bundling
- Contoh tabel Excel (dengan kolom A, B, C… + rumus per sel)
- Tips biar tidak salah hitung dan tetap jujur (sesuai syariat)
- Risiko kalau salah hitung promo
- FAQ
- Baca juga di Beginisob.com
Kapan perlu menghitung harga akhir promo marketplace?
Kamu sebaiknya hitung manual (atau pakai Excel) kalau:
- Kamu sering tertarik promo voucher + cashback + gratis ongkir dan ingin tahu sebenarnya hemat berapa.
- Kamu pemilik UMKM/toko online dan ingin pasang promo tapi takut jual rugi.
- Kamu membandingkan beberapa toko/produk yang “kelihatannya sama” tetapi syarat vouchernya beda (min. belanja, maksimal potongan).
- Kamu membuat invoice/rekap belanja agar pengeluaran lebih rapi.
Apa bedanya diskon, voucher, cashback, dan gratis ongkir?
- Diskon produk: potongan harga yang langsung mengurangi harga barang (misalnya diskon 20% atau potong Rp10.000).
- Voucher toko: kupon dari penjual/toko. Biasanya ada syarat minimal belanja dan maksimal potongan.
- Voucher platform: kupon dari marketplace (kadang lebih besar, tapi syaratnya lebih ketat).
- Gratis ongkir: mengurangi biaya pengiriman. Namun sering ada batas subsidi, jadi ongkir tidak selalu jadi nol.
- Cashback/koin: umumnya bukan potongan langsung. Kamu tetap membayar penuh saat checkout, lalu cashback masuk ke saldo/koin sesuai syarat.
Catatan penting: urutan potongan bisa berbeda tergantung program promo. Cara paling aman untuk pemula adalah mengikuti yang tampil di checkout, tetapi tetap paham logika hitungnya supaya tidak mudah tertipu angka promosi.
Syarat/data yang perlu kamu siapkan
- Harga barang (Rp) dan jumlah (qty).
- Diskon produk (persen/nominal), jika ada.
- Voucher (toko/platform): minimal belanja, maksimal potongan, dan jenisnya (memotong tagihan atau cashback).
- Ongkir dan subsidi ongkir (jika ada).
- Biaya lain (jika muncul): misalnya biaya layanan, asuransi, packing, dll.
Langkah menghitung harga akhir (urutan paling aman)
1) Hitung subtotal barang
Subtotal = Harga barang × Qty
2) Terapkan diskon produk (kalau ada)
Kalau diskon persen:
Nilai diskon = Subtotal × (Persen diskon)
Harga setelah diskon = Subtotal − Nilai diskon
3) Terapkan voucher yang memang memotong tagihan
Misalnya voucher toko “potong Rp20.000”:
Harga setelah voucher = Harga setelah diskon − Potongan voucher
Kalau voucher ada batas “maks. potongan”, maka potongan yang dipakai adalah nilai terkecil antara hasil hitung voucher vs batas maksimalnya.
4) Tambahkan ongkir (setelah subsidi jika ada)
Total dibayar sekarang = Harga setelah voucher + Ongkir dibayar
5) Hitung cashback (pisahkan, jangan dicampur jadi potongan langsung)
Estimasi cashback = (Dasar cashback) × (Persen cashback)
“Dasar cashback” bisa berbeda tergantung promo (kadang dari nilai barang setelah diskon, kadang tidak termasuk ongkir). Kalau kamu pemula, pakai aturan sederhana: anggap cashback dihitung dari harga barang setelah diskon, lalu cek syarat promo untuk memastikan.
Contoh kasus: diskon + voucher + ongkir + cashback
Misal kamu beli:
- Harga barang: Rp250.000
- Diskon produk: 20%
- Voucher toko: 10% maks Rp15.000, min belanja Rp200.000
- Ongkir tampil: Rp18.000, subsidi ongkir: Rp10.000 → ongkir dibayar Rp8.000
- Cashback: 5% (masuk koin/saldo)
Langkah hitungnya
- Subtotal = 250.000
- Diskon 20% = 250.000 × 20% = 50.000 → setelah diskon = 200.000
- Voucher toko 10% dari 200.000 = 20.000, tapi ada batas maks 15.000 → potongan voucher = 15.000
Jadi setelah voucher = 200.000 − 15.000 = 185.000 - Ongkir dibayar = 18.000 − 10.000 = 8.000
- Total dibayar sekarang = 185.000 + 8.000 = Rp193.000
- Estimasi cashback 5% (misal dihitung dari nilai barang setelah voucher, tanpa ongkir): 185.000 × 5% = Rp9.250 (masuk saldo/koin, bukan mengurangi pembayaran saat itu juga)
Jadi “hemat”-nya bisa kamu lihat dua versi:
- Hemat langsung saat bayar (diskon + voucher + subsidi ongkir) → terlihat dari 250.000 + 18.000 dibanding 193.000.
- Hemat tidak langsung (cashback) → baru terasa saat saldo/koin bisa dipakai.
Cara hitung promo Buy 1 Get 1 (B1G1) dan bundling
Kasus 1: Buy 1 Get 1 untuk barang dengan harga sama
Kalau harga sama (misal 2 kaos @Rp80.000), B1G1 biasanya setara diskon 50%:
Total bayar = 80.000 (dapat 2 pcs) → harga efektif per pcs = 40.000
Kasus 2: Buy 1 Get 1 tapi harga berbeda (yang gratis biasanya termurah)
Misal beli A Rp120.000 dan B Rp80.000, promo “gratis termurah”:
Total bayar = 120.000 → kamu dapat 2 barang total nilai 200.000.
Diskon efektif = 80.000/200.000 = 40% (bukan 50%).
Kasus 3: Bundling “Paket 3 item Rp99.000”
Bandingkan total normal vs paket. Lalu hitung diskon efektif:
Diskon efektif = (Total normal − Harga paket) ÷ Total normal.
Contoh tabel Excel (dengan kolom A, B, C… + rumus per sel)
Di bawah ini contoh struktur tabel yang mudah dipahami orang awam. Anggap kamu isi data mulai baris 2.
Arti kolom (biar tidak bingung)
- Kolom A: Harga barang (Rp)
- Kolom B: Qty (jumlah barang)
- Kolom C: Subtotal (Rp)
- Kolom D: Diskon produk (%)
- Kolom E: Potongan voucher (Rp)
- Kolom F: Ongkir dibayar (Rp)
- Kolom G: Total dibayar sekarang (Rp)
- Kolom H: Cashback (%)
- Kolom I: Estimasi cashback (Rp)
| Kolom | Judul | Contoh isi (baris 2) | Rumus (baris 2) |
|---|---|---|---|
| A | Harga barang | 250000 | (isi manual) |
| B | Qty | 1 | (isi manual) |
| C | Subtotal | 250000 | =A2*B2 |
| D | Diskon produk (%) | 20% | (isi manual, format persen) |
| E | Potongan voucher (Rp) | 15000 | (isi manual) Catatan: isi angka potongan yang benar-benar dipakai (sudah mempertimbangkan “maks. potongan”). |
| F | Ongkir dibayar (Rp) | 8000 | (isi manual) |
| G | Total dibayar sekarang (Rp) | 193000 | =C2-(C2*D2)-E2+F2 |
| H | Cashback (%) | 5% | (isi manual, format persen) |
| I | Estimasi cashback (Rp) | 9250 | = (G2-F2) * H2 Contoh ini menganggap cashback dihitung dari nilai barang (total tanpa ongkir). Sesuaikan dengan syarat promo. |
Penjelasan rumus dengan bahasa sederhana:
=A2*B2artinya harga barang (A2) dikali qty (B2) jadi subtotal.=C2-(C2*D2)-E2+F2artinya: mulai dari subtotal (C2), kurangi diskon produk (C2×D2), kurangi voucher (E2), lalu tambah ongkir (F2).=(G2-F2)*H2artinya: cashback dihitung dari total tanpa ongkir (G2−F2), lalu dikali persen cashback (H2).
Tips biar tidak salah hitung dan tetap jujur (sesuai syariat)
- Bedakan “potongan langsung” vs “cashback”. Cashback bukan diskon saat bayar, jadi jangan tertipu tulisan “hemat sekian” kalau ternyata bentuknya koin.
- Selalu cek syarat voucher: min belanja, maks potongan, kategori produk, metode bayar tertentu, jam promo.
- Waspadai diskon bertingkat. Kalau ada 20% + 10%, hitung berurutan (bukan jadi 30%).
- Untuk penjual/UMKM: catat promo di Excel. Ini membantu kamu tetap amanah, tidak “asal diskon” sampai merugikan diri sendiri atau menipu pembeli dengan harga coret palsu.
- Jujur dalam jual beli. Diskon itu boleh, tapi tidak boleh ada unsur penipuan (misalnya menaikkan harga dulu lalu dicoret agar terlihat murah).
Risiko kalau salah hitung promo
- Konsumen: merasa “dapat diskon besar” padahal harga akhirnya tidak semurah yang dibayangkan.
- Penjual/UMKM: promo membuat margin habis karena salah mengira diskon bertingkat sebagai penjumlahan biasa.
- Pengeluaran bocor halus: karena tergoda checkout berkali-kali demi “kejar voucher”, padahal total bulanan membengkak.
FAQ
1) Diskon dan voucher itu dihitung dari harga yang mana?
Tergantung programnya. Cara paling aman: anggap diskon produk mengurangi harga dulu, lalu voucher memotong setelahnya. Namun tetap cek di halaman checkout karena tiap marketplace bisa beda aturan.
2) Diskon 20% + 10% itu sama dengan 30%?
Tidak. Itu dihitung berurutan dari harga yang sudah didiskon pertama. Contoh Rp100.000 → diskon 20% jadi 80.000 → diskon 10% jadi 72.000 (setara diskon total 28%).
3) Cashback itu mengurangi tagihan saat checkout?
Biasanya tidak. Cashback umumnya masuk saldo/koin dan baru bisa dipakai belanja berikutnya. Jadi hitung terpisah dari “total dibayar sekarang”.
4) Bagaimana menghitung voucher persen yang ada “maks potongan”?
Hitung dulu potongan persen (misal 10% × harga setelah diskon). Lalu bandingkan dengan “maks potongan”. Yang dipakai adalah nilai yang lebih kecil.
5) Rumus Excel paling gampang untuk total bayar promo itu apa?
Contoh sederhana: =Subtotal - (Subtotal*Diskon%) - Voucher + Ongkir. Di contoh tabel: =C2-(C2*D2)-E2+F2.
Baca juga di Beginisob.com
- Cara Menghitung Diskon: Rumus Persen, Diskon Bertingkat, Diskon + Pajak, dan Contoh di Excel
- Cara Buat Invoice di Excel dengan Rumus Otomatis untuk UMKM dan Freelancer (Lengkap + Contoh Tabel)
- Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana di Excel untuk UMKM dan Freelancer (Langkah + Rumus + Contoh Tabel)
- 10 Cara Meningkatkan Penjualan di Shopee Tanpa Iklan Berbayar untuk Toko Baru (Anti Bakar Modal)
- Teknik Penetapan Harga yang diterapkan Wirausaha untuk Produk yang Telah Eksis
Comments
Post a Comment