Skip to main content

Gaji UMR 3–4 Juta Sebulan, Biar Cukup Sampai Akhir Bulan: Contoh Anggaran 50–30–20 Versi Muslim dan Template Excel Sederhana

Diperbarui: 10 Desember 2025

Ringkasan cepat:

  • Banyak pekerja dengan gaji UMR atau sedikit di atasnya (sekitar 3–4 juta sebulan) merasa gaji selalu habis sebelum akhir bulan karena tidak punya anggaran yang jelas.
  • Pola anggaran 50–30–20 bisa diadaptasi untuk muslim: ±50% untuk kebutuhan pokok & cicilan halal, ±30% untuk tujuan & proteksi (tabungan, dana darurat, pendidikan, ibadah, sedekah), dan ±20% untuk gaya hidup, dengan tetap memprioritaskan zakat dan menjauhi riba.
  • Langkah penting sebelum menyusun anggaran: hitung dulu gaji bersih setelah BPJS, pajak, dan potongan lain (bisa memakai template Excel yang sudah dijelaskan di artikel Beginisob tentang simulasi gaji & slip gaji).
  • Dengan template Excel sederhana, Anda bisa memantau: berapa anggaran tiap pos, berapa realisasi pengeluaran, dan apakah masih ada “bocor halus” ke jajan, nongkrong, atau belanja impulsif.
  • Artikel ini memandu contoh konkret anggaran 50–30–20 untuk gaji bersih 3 juta, 3,5 juta, dan 4 juta, cara membuat tabel di Excel, tips menekan cicilan riba, serta prioritas keuangan yang sesuai syariat.

Daftar isi

Kapan Anda perlu mulai mengatur gaji 3–4 juta dengan anggaran 50–30–20?

Tanda-tanda berikut menunjukkan bahwa gaji 3–4 juta sebulan perlu segera diatur dengan anggaran yang jelas:

  • Setiap akhir bulan selalu bertanya, “Uang habis ke mana?” padahal tidak merasa belanja besar.
  • Sering menunda bayar listrik, air, atau iuran pokok karena uang sudah “keburu habis” untuk jajan dan belanja impulsif.
  • Mulai mengandalkan paylater, kartu kredit, atau pinjol hanya untuk menutup kebutuhan bulanan.
  • Tabungan nyaris nol, dana darurat tidak ada, sementara anak butuh biaya sekolah dan kebutuhan mendadak sering muncul.
  • Rumah mulai sering ribut soal uang: saling menyalahkan, padahal sama-sama tidak pernah duduk menyusun anggaran.

Dalam kondisi ini, mengatur gaji bukan sekadar soal “tips hemat”. Bagi seorang muslim, ini bagian dari menunaikan amanah rezeki, menjauhi riba, dan menjaga hak keluarga. Pola 50–30–20 hanyalah alat bantu, bukan angka sakral. Anda boleh menyesuaikan, tapi tetap harus ada prioritas yang jelas.

Apa itu anggaran 50–30–20 versi muslim untuk gaji 3–4 juta?

Secara umum, pola 50–30–20 terkenal di dunia keuangan sebagai: 50% kebutuhan pokok, 30% keinginan, 20% tabungan. Namun, untuk seorang muslim, perlu sedikit penyesuaian agar zakat, sedekah, dan larangan riba ikut diperhatikan.

Pembagian 50–30–20 versi muslim (versi sederhana)

  • ±50% – Kebutuhan pokok & kewajiban rutin
    • Makan & kebutuhan dapur sederhana.
    • Sewa/kost atau cicilan rumah yang akadnya jelas dan sebisa mungkin tanpa riba.
    • Listrik, air, gas, pulsa & paket data dasar.
    • Transport kerja/sekolah, uang sekolah dasar anak.
    • BPJS & iuran wajib lain yang tidak bisa dihindari.
  • ±30% – Tujuan & proteksi
    • Tabungan dana darurat.
    • Tabungan pendidikan anak.
    • Tabungan ibadah (haji/umrah/sedekah khusus).
    • Investasi halal skala kecil atau persiapan modal usaha halal.
    • Zakat & sedekah (persentasenya bisa diambil dari bagian ini atau langsung diprioritaskan di awal sesuai ketentuan syariat).
  • ±20% – Gaya hidup & fleksibel
    • Jajan di luar, nongkrong, hiburan yang mubah.
    • Pakaian tambahan (di luar kebutuhan pokok).
    • Hadiah, hobi, dan keinginan yang tidak wajib.

Pada praktiknya, bisa saja proporsi berubah (misalnya 60–25–15) tergantung beban cicilan dan jumlah tanggungan. Namun prinsip utamanya: kebutuhan pokok & ibadah wajib didahulukan, utang riba diupayakan dikurangi, gaya hidup diletakkan paling belakang.

Syarat sebelum membuat anggaran gaji UMR: data dan sikap yang harus disiapkan

Sebelum duduk membuat anggaran di kertas atau Excel, siapkan dulu tiga hal ini:

1. Hitung dulu gaji bersih (take home pay)

2. Tuliskan semua pengeluaran rutin dan utang

  • Catat minimal 1–2 bulan ke belakang: makanan, sewa, transport, listrik, paket data, cicilan, dll.
  • List semua utang:
    • cicilan KPR/kost kontrak,
    • cicilan motor,
    • kartu kredit, paylater, pinjol,
    • utang ke keluarga/teman.
  • Tanpa data, anggaran hanya “perasaan cukup”, dan perasaan sering salah.

3. Niat taubat dari riba dan komitmen disiplin

  • Kalau sudah terlanjur ada utang riba, niatkan: “Saya mau keluar pelan-pelan, bukan menambah lagi”.
  • Stop menambah cicilan baru, khususnya untuk hal konsumtif (HP, liburan, lifestyle).
  • Sepakati dengan pasangan: anggaran ini dibuat untuk taat kepada Allah dan menjaga keluarga, bukan sekadar ikut tren finansial.

Langkah mengatur gaji 3–4 juta dengan pola 50–30–20

Berikut alur yang bisa Anda tiru setiap kali gajian.

Langkah 1 – Tetapkan gaji bersih yang akan dibagi

  • Contoh: setelah potongan BPJS, pajak, dan potongan kantor, gaji bersih = Rp3.200.000.
  • Angka ini yang akan dipakai untuk membagi 50–30–20.

Langkah 2 – Bagi ke tiga pos utama (50–30–20)

Dengan contoh gaji bersih Rp3.200.000:

  • ±50% kebutuhan pokok = Rp1.600.000
  • ±30% tujuan & proteksi = Rp960.000
  • ±20% gaya hidup = Rp640.000

Nanti di bagian contoh anggaran, angka ini akan dipecah lebih detail (makan, kontrakan, transport, dll.).

Langkah 3 – Pisahkan rekening/amplop sesuai pos

  • Minimal punya 2–3 “wadah”:
    • Rekening utama / amplop kebutuhan pokok.
    • Rekening/tabungan khusus tujuan & proteksi.
    • Dompet cash/gopay/ovo/dll. untuk gaya hidup.
  • Setelah gajian, langsung alokasikan: jangan tunggu “kalau ada sisa”.

Langkah 4 – Catat transaksi, meski hanya garis besar

Langkah 5 – Evaluasi di akhir bulan

Contoh anggaran 50–30–20 untuk gaji 3–4 juta (angka konkret)

Contoh berikut bukan aturan saklek, hanya ilustrasi agar Anda bisa menyesuaikan dengan kondisi sendiri (jumlah anak, kota, sewa rumah, dll.).

1) Contoh anggaran gaji bersih Rp3.000.000

  • 50% Kebutuhan pokok ≈ Rp1.500.000
    • Kontrakan/kost: Rp700.000
    • Makan & dapur: Rp600.000
    • Listrik + air: Rp150.000
    • Pulsa & paket data dasar: Rp50.000
  • 30% Tujuan & proteksi ≈ Rp900.000
    • Dana darurat: Rp300.000
    • Tabungan pendidikan/anak: Rp200.000
    • Tabungan ibadah (haji/umrah) atau modal usaha: Rp200.000
    • Sedekah rutin (di luar zakat wajib jika terkena): Rp200.000
  • 20% Gaya hidup ≈ Rp600.000
    • Jajan di luar, kopi, nongkrong: Rp250.000
    • Pakaian & keperluan nonpokok: Rp200.000
    • Hobi/hiburan mubah: Rp150.000

2) Contoh anggaran gaji bersih Rp3.500.000

  • 50% Kebutuhan pokok ≈ Rp1.750.000
    • Kontrakan/kost: Rp800.000
    • Makan & dapur: Rp700.000
    • Listrik + air: Rp150.000
    • Pulsa & paket data: Rp100.000
  • 30% Tujuan & proteksi ≈ Rp1.050.000
    • Dana darurat: Rp350.000
    • Tabungan pendidikan: Rp250.000
    • Tabungan ibadah/modal usaha: Rp250.000
    • Sedekah rutin: Rp200.000
  • 20% Gaya hidup ≈ Rp700.000
    • Jajan & nongkrong: Rp300.000
    • Pakaian & nonpokok: Rp250.000
    • Hobi/hiburan: Rp150.000

3) Contoh anggaran gaji bersih Rp4.000.000

  • 50% Kebutuhan pokok ≈ Rp2.000.000
    • Kontrakan/kost: Rp900.000
    • Makan & dapur: Rp800.000
    • Listrik + air: Rp200.000
    • Pulsa & paket data: Rp100.000
  • 30% Tujuan & proteksi ≈ Rp1.200.000
    • Dana darurat: Rp400.000
    • Tabungan pendidikan: Rp300.000
    • Tabungan ibadah/modal usaha: Rp300.000
    • Sedekah rutin: Rp200.000
  • 20% Gaya hidup ≈ Rp800.000
    • Jajan & nongkrong: Rp350.000
    • Pakaian & nonpokok: Rp250.000
    • Hobi/hiburan: Rp200.000

Kalau saat ini cicilan riba (kartu kredit, pinjol, paylater) masih besar, pos gaya hidup harus diperkecil dulu dan dipindahkan ke program keluar dari riba, sebagaimana dijelaskan di artikel: Cara Menyusun Ulang Anggaran Rumah Tangga yang Tercekik Cicilan.

Template Excel sederhana untuk anggaran bulanan versi Beginisob

Anda tidak perlu jadi ahli Excel untuk membuat anggaran. Cukup tiru struktur tabel sederhana berikut, lalu kombinasikan dengan panduan di artikel keuangan Excel Beginisob.

Struktur tabel anggaran bulanan di Excel

Buat sheet baru, misalnya bernama Anggaran_2025, lalu isi baris pertama seperti ini:

  • A1: Tanggal
  • B1: Kategori (Kebutuhan, Tujuan/Proteksi, Gaya Hidup)
  • C1: Subkategori (Makan, Kontrakan, Sedekah, dsb.)
  • D1: Anggaran (budget per bulan)
  • E1: Realisasi (pengeluaran nyata)
  • F1: Selisih (=D – E)

Langkah dasar pengisian

  1. Di awal bulan, isi kolom D (Anggaran) berdasarkan pola 50–30–20.
  2. Setiap kali belanja, catat satu baris: tanggal, kategori, subkategori, dan nominal di kolom E (Realisasi).
  3. Di kolom F tulis rumus: =D2-E2, lalu tarik ke bawah.
  4. Untuk ringkasan per kategori, gunakan rumus: =SUMIF(B:B,"Kebutuhan",E:E), dan seterusnya.

Jika ingin lebih rapi, Anda bisa menggabungkan template ini dengan template simulasi gaji bersih UMR/UMP dan laporan keuangan sederhana di Excel yang sudah dibahas di Beginisob.

Tips menjaga anggaran agar tidak jebol di tengah bulan

Risiko jika tidak pernah membuat anggaran untuk gaji UMR

  • Gaji terasa “ghaib”: masuk, lalu hilang tanpa bekas tabungan atau aset jelas.
  • Lebih mudah terjerat utang konsumtif dan riba karena tidak punya dana darurat.
  • Sering telat bayar kewajiban (sekolah, listrik, kos), yang bisa merusak reputasi dan kenyamanan keluarga.
  • Sulit merencanakan masa depan: rumah, pendidikan anak, dan ibadah besar seperti haji/umrah.
  • Dari sisi agama, berpotensi menzhalimi diri dan keluarga karena lalai mengatur amanah rezeki.

FAQ: Pertanyaan umum seputar anggaran gaji 3–4 juta dan pola 50–30–20

1. Dengan gaji 3 juta, apakah pola 50–30–20 masih realistis?

Realistis atau tidak tergantung kota dan situasi keluarga. Untuk beberapa orang, porsi kebutuhan pokok bisa tembus 60–70%. Tidak masalah kalau proporsinya bergeser, selama prinsipnya sama: kebutuhan pokok & ibadah wajib di depan, cicilan riba diupayakan turun, gaya hidup di belakang.

2. Mana yang harus didahulukan: lunasi utang riba atau menabung?

Secara umum, keluar dari riba harus diprioritaskan. Tapi tetap jaga kebutuhan pokok keluarga dan sisihkan sedikit untuk dana darurat. Skemanya bisa mirip yang dibahas di artikel tentang anggaran rumah tangga yang tercekik cicilan: negosiasi bunga/denda, fokus bayar pokok, dan stop utang riba baru.

3. Bagaimana kalau penghasilan tidak tetap (ojol, freelancer)?

Untuk penghasilan tidak tetap, buat dulu rata-rata penghasilan 3–6 bulan, lalu jadikan itu patokan gaji “bulanan” untuk anggaran. Anda bisa meniru teknik di artikel Excel Beginisob tentang simulasi gaji dan laporan keuangan sederhana, lalu tetap memakai pola 50–30–20 dengan angka yang lebih fleksibel.

4. Apakah boleh memakai paylater 0% jika anggaran mepet?

Banyak skema paylater dan cicilan 0% yang pada praktiknya tetap mengandung biaya tersembunyi, denda, atau akad yang meragukan. Sikap yang lebih selamat: hindari utang konsumtif dan fokus menabung dulu. Kalau pun ada fasilitas yang diklaim syariah, teliti akad dan tanyakan kepada ustadz yang paham muamalah sebelum ikut.

5. Apakah saya salah kalau belum bisa menabung besar tapi sudah sedekah?

Yang penting adalah tertib prioritas: nafkah keluarga, zakat yang wajib (jika terkena), lalu sedekah sesuai kemampuan. Tidak ada salahnya sedekah kecil tapi rutin, selama tidak membuat Anda lalai terhadap kewajiban lain dan tidak memicu utang konsumtif.

Baca juga: artikel terkait di Beginisob

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved