Skip to main content

Cara Membuat Jus Tomat untuk Menurunkan Kolesterol (Pendekatan Aman): Resep Rendah Gula, Tidak Asin, Plus Pola Minum 14 Hari dan Tips Diet Pendamping

Diperbarui: 18 Januari 2026

Ringkasan cepat:

  • Jus tomat bisa jadi pendukung pola makan penurun LDL, bukan “obat” yang menjamin kolesterol turun.
  • Resep paling aman: tomat matang + air + perasan lemon (tanpa gula), dan jangan ditambah garam (banyak jus kemasan tinggi natrium).
  • Lebih baik dibuat model smoothie (tidak disaring) agar serat tidak hilang.
  • Minum rutin 14 hari boleh, tapi tetap fokus “inti” penurun LDL: serat tinggi, lemak jenuh rendah, dan aktivitas.
  • Jika punya GERD/maag sensitif, penyakit ginjal, atau sedang minum obat tertentu, baca bagian “catatan aman” sebelum rutin minum.

Daftar isi

Prinsip penting: kenapa jus tomat bisa membantu (dan batasnya)

Tomat mengandung berbagai senyawa (termasuk likopen) yang dalam beberapa penelitian dikaitkan dengan dukungan kesehatan jantung. Namun, dalam praktik, penurunan LDL paling konsisten datang dari pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan (serat cukup, lemak jenuh rendah, berat badan terkontrol, dan rutin bergerak). Jadi, anggap jus tomat sebagai alat bantu, bukan solusi tunggal.

Kalau kamu sedang memperbaiki pola makan, akan lebih mudah jika paham dulu kebutuhan energi dan target harianmu. Di Beginisob sudah dibahas di Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Harian 2025: Rumus BMR (Mifflin–St Jeor) + TDEE agar kamu tidak “nebak-nebak” saat mengurangi gorengan/lemak jenuh.

Bahan & takaran (1 gelas, 2 gelas, 1 liter)

Kebutuhan Tomat matang Air dingin Tambahan (opsional)
1 gelas (±250 ml) 2 buah sedang (±250–300 g) 50–150 ml (sesuai kekentalan) Lemon 1–2 sdm, es batu
2 gelas (±500 ml) 4 buah sedang (±500–600 g) 100–250 ml Lemon 2–4 sdm
1 liter (untuk 3–4 gelas) 8–10 buah sedang (±1,2–1,5 kg) 250–400 ml Lemon secukupnya

Pilih tomat: yang merah matang, tidak busuk, dan aromanya segar. Tomat yang matang biasanya rasanya lebih “enak” tanpa perlu gula.

Resep dasar jus tomat rendah gula & tidak asin (paling aman)

1) Cuci dan siapkan tomat

  1. Cuci tomat di air mengalir.
  2. Buang bagian yang memar/busuk.
  3. (Opsional) Seduh 10–20 detik lalu kupas kulit kalau kamu sensitif terhadap tekstur. Ini tidak wajib.

2) Blender model “smoothie” (lebih baik daripada disaring)

  1. Masukkan tomat + sebagian air ke blender.
  2. Blender 30–60 detik sampai halus.
  3. Tambahkan perasan lemon (1–2 sdm per gelas) bila suka segar.

Kenapa tidak disaring? Karena kalau disaring halus, seratnya banyak hilang. Padahal serat itu salah satu komponen pola makan yang biasanya dibutuhkan untuk dukung penurunan LDL.

3) Aturan penting: jangan tambah gula dan jangan tambah garam

  • Tanpa gula: kolesterol sering “berteman” dengan masalah metabolik lain; membiasakan minuman manis harian biasanya tidak membantu.
  • Tanpa garam: tomat kemasan sering tinggi natrium; untuk versi rumahan, biasakan rasa asli tomat + lemon.

Kalau kamu butuh ide camilan yang lebih “aman” dibanding gorengan saat sedang menurunkan kolesterol, kamu bisa lihat Contoh Cemilan Sehat dengan Harga Murah untuk opsi yang lebih realistis dan mudah dipraktikkan.

3 variasi yang tetap “ramah kolesterol”

1) Jus tomat + timun (lebih ringan, segar)

  • Tomat 2 buah + timun 1/2 buah + air sedikit + lemon.
  • Rasanya lebih ringan tanpa gula.

2) Jus tomat hangat (untuk yang tidak cocok minuman dingin)

  1. Blender tomat seperti biasa.
  2. Hangatkan sebentar (jangan sampai mendidih lama).
  3. Minum hangat kuku. Tetap tanpa gula/garam.

3) Smoothie tomat + 1 sdt minyak zaitun (opsional)

Ini opsional untuk orang yang cocok. Lemak tak jenuh dari sumber sehat kadang dipakai untuk membantu penyerapan senyawa larut lemak. Namun jangan berlebihan: cukup 1 sendok teh, bukan 1–2 sendok makan.

Aturan minum 14 hari + tabel monitoring

Agar aman dan tidak berlebihan, pakai aturan sederhana ini:

  • Mulai dari 200–250 ml/hari (1 gelas).
  • Minum setelah makan (lebih ramah lambung dibanding perut kosong).
  • Kalau lambung aman dan kamu merasa cocok, boleh konsisten 14 hari.
  • Untuk evaluasi kolesterol yang benar, idealnya cek profil lipid sesuai saran tenaga kesehatan (bukan mengandalkan “feeling”).
Hari Jus tomat (ml) Catatan pencernaan Gorengan/lemak jenuh (ya/tidak) Aktivitas (menit)
1250OK / PerihYa/Tidak0–60
2250OK / PerihYa/Tidak0–60
3250OK / PerihYa/Tidak0–60
4250OK / PerihYa/Tidak0–60
5250OK / PerihYa/Tidak0–60
6250OK / PerihYa/Tidak0–60
7250OK / PerihYa/Tidak0–60
8250OK / PerihYa/Tidak0–60
9250OK / PerihYa/Tidak0–60
10250OK / PerihYa/Tidak0–60
11250OK / PerihYa/Tidak0–60
12250OK / PerihYa/Tidak0–60
13250OK / PerihYa/Tidak0–60
14250OK / PerihYa/Tidak0–60

Kalau kamu sedang menurunkan berat badan juga (sering berpengaruh ke profil lipid), cek dulu statusmu dengan Cara Menghitung IMT (Indeks Massa Tubuh), lalu atur defisit kalori yang masuk akal (bukan diet ekstrem). Untuk sudut pandang diet yang aman, ada juga artikel Kurangi Kalori 20–30% Tanpa Menyiksa.

Pola makan pendamping yang paling ngaruh untuk LDL

Kalau targetnya menurunkan LDL, fokus ke 4 kebiasaan ini (lebih “ngaruh” daripada mengejar satu jenis jus):

  • Serat tinggi tiap hari: sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian (terutama serat larut).
  • Kurangi lemak jenuh: gorengan sering, kulit ayam, jeroan berlebihan, santan pekat terlalu sering.
  • Pilih protein lebih “ringan”: ikan/ayam tanpa kulit, tahu-tempe, dan olahan yang tidak banyak minyak.
  • Aktif bergerak (konsisten lebih penting daripada berat).

Jika kamu butuh ide mengolah lauk supaya tidak “menambah lemak”, kamu bisa terapkan panduan Cara Pengolahan Ikan Agar Tidak Menimbun Lemak (prinsipnya: kukus/rebus/panggang, bukan digoreng tepung).

Catatan aman: siapa yang perlu hati-hati?

  • Maag/GERD sensitif: tomat dan lemon bisa memicu perih pada sebagian orang. Mulai dari porsi kecil dan minum setelah makan.
  • Penyakit ginjal/harus batasi kalium: tomat mengandung kalium. Konsultasikan dulu jika kamu punya pembatasan khusus.
  • Tekanan darah tinggi: hindari jus tomat kemasan yang asin. Versi rumahan tanpa garam biasanya lebih aman.
  • Kolesterol sangat tinggi / sudah ada penyakit jantung: jangan menunda evaluasi medis. Jus tomat bukan pengganti obat bila memang dibutuhkan.

FAQ jus tomat & kolesterol

1. Berapa gelas jus tomat yang aman per hari?

Untuk kebanyakan orang, mulai dari 1 gelas (200–250 ml) per hari sudah cukup sebagai kebiasaan. Utamakan konsistensi dan pola makan pendamping.

2. Lebih baik jus tomat disaring atau tidak?

Kalau tujuannya mendukung pola makan penurun LDL, lebih baik tidak disaring (model smoothie) agar serat tidak banyak hilang.

3. Boleh pakai gula atau madu biar enak?

Kalau bisa, jangan. Latih rasa dari tomat matang + lemon. Kalau terpaksa, pakai sedikit saja dan jangan jadi kebiasaan harian.

4. Apakah jus tomat bisa menggantikan obat kolesterol?

Tidak. Jus tomat hanyalah pendukung pola hidup sehat. Untuk LDL yang tinggi atau ada risiko jantung, keputusan obat harus melalui evaluasi tenaga kesehatan.

5. Kenapa saya minum jus tomat tapi kolesterol belum turun?

Seringnya masalahnya bukan di jusnya, tapi faktor besar lain: lemak jenuh masih tinggi, serat kurang, berat badan, kurang aktivitas, atau faktor genetik. Perbaiki pola makan secara menyeluruh dan evaluasi berkala.

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved