Skip to main content

Cara Membuat Kronologi Penipuan Online untuk Laporan Polisi dan Pemblokiran Rekening Bank (+ Contoh Surat)

Diperbarui: 9 Desember 2025

Ringkasan cepat:

  • Kronologi penipuan online biasanya diminta ketika Anda lapor polisi dan/atau mengurus pemblokiran rekening pelaku di bank.
  • Struktur dasar yang aman: identitas pelapor – data peristiwa – urutan kejadian – kerugian – langkah yang sudah ditempuh – penutup dan tanda tangan.
  • Fokuskan kronologi pada fakta yang bisa dibuktikan (chat, bukti transfer, tangkapan layar), bukan dugaan atau emosi.
  • Dari sisi syariat, menulis kronologi harus jujur, tidak melebih-lebihkan, dan tidak menuduh tanpa bukti. Kesaksian palsu termasuk dosa besar.

Daftar isi

Kapan kita perlu membuat kronologi penipuan online?

Secara praktik, kronologi penipuan online biasanya diminta ketika Anda:

  • Melaporkan penipuan belanja online (Instagram, Facebook, TikTok, marketplace abal-abal) ke polisi.
  • Mengajukan pemblokiran rekening penerima di bank setelah transfer ke rekening pelaku.
  • Melaporkan pencurian saldo e-wallet atau rekening karena dibobol lewat link palsu/phishing.
  • Diminta oleh unit cyber crime atau CS marketplace resmi sebagai pelengkap laporan.

Intinya: setiap kali uang atau data Anda hilang lewat transaksi online yang tidak semestinya dan Anda ingin menempuh jalur resmi (polisi/bank/marketplace), hampir pasti mereka akan meminta kronologi kejadian versi tertulis.

Apa itu kronologi penipuan online dan fungsi hukumnya?

Kronologi penipuan online adalah penjelasan runtut tentang bagaimana penipuan itu terjadi: mulai dari awal berkomunikasi dengan pelaku, negosiasi, proses transfer, sampai menyadari bahwa Anda tertipu.

Fungsi hukumnya antara lain:

  • Memberi gambaran awal yang jelas kepada polisi tentang pola penipuan, media yang dipakai (chat, link, marketplace), dan aliran uang.
  • Menjadi dasar bagi bank untuk menilai permohonan pemblokiran rekening penerima.
  • Mempermudah penyidik menghubungkan kronologi Anda dengan laporan korban lain (jika pelakunya sama).
  • Menjadi bukti tertulis yang bisa dilampirkan di berkas perkara, jika kasus berlanjut.

Dari sisi syariat Islam, kronologi berfungsi sebagai kesaksian tertulis. Maka isinya harus benar, tidak dilebih-lebihkan, dan tidak menyembunyikan bagian yang merugikan diri sendiri. Menutupi fakta penting maupun menambah-nambah cerita termasuk bentuk kedustaan.

Syarat dan data wajib dalam kronologi penipuan online

Supaya kronologi Anda tidak bolak-balik direvisi oleh petugas, usahakan memuat data berikut:

  1. Identitas pelapor

    • Nama lengkap sesuai KTP.
    • Tempat/tanggal lahir.
    • Alamat lengkap.
    • Pekerjaan.
    • Nomor KTP dan kontak (HP/WA, email) jika diminta.
  2. Data akun pelaku dan media penipuan

    • Nama akun sosial media/marketplace (misal @tokohp_bagus).
    • Link profil atau nama toko online (kalau masih bisa diakses).
    • Nomor HP/WA pelaku.
    • Nomor rekening penerima, nama bank, dan nama pemilik rekening.
  3. Waktu dan tempat kejadian

    • Tanggal dan jam mulai komunikasi.
    • Tanggal dan jam ketika transfer dilakukan.
    • Tempat Anda saat transaksi (rumah, kantor, dll.) bila diperlukan.
  4. Detail transaksi

    • Nominal uang yang ditransfer.
    • Bank asal dan bank tujuan.
    • Metode transfer (m-banking, ATM, teller).
    • Nomor referensi transaksi (kalau ada).
  5. Bukti pendukung

    • Tangkapan layar (screenshot) chat.
    • Bukti transfer (slip, screenshot mutasi rekening).
    • Foto iklan atau postingan penawaran.
    • Email atau pesan konfirmasi palsu.

Langkah-langkah membuat kronologi penipuan online

Berikut langkah praktis yang bisa Anda ikuti sebelum datang ke kantor polisi atau bank:

1. Kumpulkan semua bukti digital terlebih dahulu

  • Simpan chat lengkap dengan pelaku (WhatsApp, DM Instagram, Telegram, dll.).
  • Ambil screenshot penting: penawaran harga, nomor rekening, janji pengiriman, dll.
  • Unduh atau foto bukti transfer dari m-banking/ATM.
  • Kalau ada, simpan juga link iklan atau poster promosi yang digunakan pelaku.

2. Catat urutan kejadian secara kasar di kertas

Tulis poin-poin singkat dengan format:

  • Jam & tanggalmediaapa yang terjadi.

Contoh:

  • Senin, 1/12/2025, sekitar pukul 09.00 – melihat iklan HP di Instagram.
  • 09.15 – mulai chat dengan admin toko.
  • 10.05 – transfer uang Rp4.000.000,- ke rekening pelaku.
  • 20.00 – pelaku tidak merespons dan akun menghilang.

3. Susun ulang berdasarkan urutan waktu yang tepat

Cek lagi chat dan mutasi rekening untuk memastikan jam dan tanggal sudah benar. Jangan sampai kejadian jam 11.00 tertulis sebelum kejadian jam 10.00. Bila ragu jam persisnya, tulis dengan “sekitar pukul …”.

4. Tulis dengan bahasa baku dan jelas

Gunakan bahasa yang sopan dan baku, hindari singkatan ala chat, misalnya:

  • “Pada hari Senin, 1 Desember 2025, sekitar pukul 09.00 WIB, saya melihat iklan penjualan laptop di media sosial Instagram dari akun @...”

Hindari bahasa seperti: “gw liat iklan hp murah bgt trus chat dia, kayaknya sih nipu tapi ya udah”. Petugas butuh teks yang formal dan mudah dikutip di berkas perkara.

5. Bedakan dengan tegas antara fakta dan dugaan

Fakta:

  • Yang betul-betul Anda lihat, dengar, atau lakukan.
  • Contoh: “Saya mentransfer uang sebesar Rp4.000.000,- ke rekening Bank XYZ nomor 1234xxx atas nama …”

Dugaan:

  • Hal yang belum bisa dibuktikan, misalnya pelaku bagian dari sindikat tertentu.
  • Gunakan kata: “menurut saya”, “saya menduga”, “kemungkinan”.

6. Tambahkan penjelasan kerugian dan langkah yang sudah Anda lakukan

Tuliskan secara singkat:

  • Jumlah kerugian uang.
  • Barang atau saldo yang hilang.
  • Langkah yang sudah dilakukan, misalnya: menghubungi CS bank, menghubungi admin marketplace, mencoba menghubungi pelaku lagi.

7. Tutup dengan pernyataan jujur dan kesediaan memberikan keterangan

Di bagian akhir, sertakan kalimat semacam:

“Demikian kronologi kejadian ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Apabila di kemudian hari diperlukan keterangan tambahan, saya bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut.”

Template surat kronologi penipuan online untuk laporan polisi & bank

Berikut contoh template yang bisa Anda salin dan sesuaikan. Silakan ganti nama, tanggal, nominal, dan detail lainnya sesuai kasus Anda.

1. Contoh kronologi penipuan online pembelian barang (Instagram)

[Kota], [Tanggal Laporan]

Perihal   : Kronologi Penipuan Transaksi Online
Lampiran  : [jumlah] berkas bukti pendukung

Kepada Yth.
Bapak/Ibu [Jabatan]
[Instansi, misalnya Kepala Kepolisian Sektor ...]
di
[Tempat]

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama        : [Nama lengkap sesuai KTP]
Tempat/Tgl  : [Tempat, Tanggal lahir]
Alamat      : [Alamat lengkap]
Pekerjaan   : [Pekerjaan]
No. KTP     : [Nomor KTP]
No. HP      : [Nomor yang aktif]

Dengan ini menyampaikan kronologi penipuan transaksi online yang saya alami sebagai berikut:

1. Pada hari [hari], tanggal [tanggal bulan tahun], sekitar pukul [jam] WIB, saya melihat iklan penjualan [nama barang] di media sosial Instagram dengan akun bernama @[nama_akun].

2. Sekitar pukul [jam], saya menghubungi akun tersebut melalui pesan langsung (Direct Message) untuk menanyakan harga dan ketersediaan barang.

3. Admin akun menawarkan harga sebesar Rp[xxx.xxx.xxx,-] dengan janji pengiriman pada hari yang sama apabila pembayaran dilakukan sebelum pukul [jam].

4. Pada pukul [jam], admin mengirimkan nomor rekening Bank [nama bank] dengan nomor rekening [no rekening] atas nama [nama pemilik rekening] untuk keperluan pembayaran.

5. Pada pukul kurang lebih [jam], saya melakukan transfer sebesar Rp[xxx.xxx.xxx,-] ke rekening tersebut melalui [m-banking/ATM/teller] Bank [nama bank asal]. Bukti transfer saya simpan dalam bentuk tangkapan layar dan/atau struk ATM.

6. Setelah pembayaran dilakukan, admin menyatakan akan segera mengirimkan nomor resi pengiriman paling lambat pukul [jam] WIB pada hari yang sama.

7. Sampai dengan pukul [jam] WIB, nomor resi belum diberikan. Pesan saya melalui Instagram maupun WhatsApp tidak dibalas.

8. Pada tanggal [tanggal], sekitar pukul [jam], akun Instagram @[nama_akun] sudah tidak dapat saya temukan dan diduga telah dihapus atau diganti namanya.

9. Pada hari yang sama, saya menghubungi layanan pelanggan Bank [nama bank tujuan] untuk meminta pemblokiran rekening penerima. Pihak bank meminta agar saya melampirkan laporan resmi dari kepolisian untuk proses lebih lanjut.

Akibat kejadian tersebut, saya mengalami kerugian sebesar Rp[xxx.xxx.xxx,-] ([tuliskan dengan huruf rupiah]).

Demikian kronologi ini saya buat dengan sebenar-benarnya sesuai dengan apa yang saya alami. Apabila di kemudian hari dibutuhkan keterangan tambahan, saya bersedia memberikan penjelasan dan hadir sesuai panggilan.

Atas perhatian dan bantuan Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

[tanda tangan]

[Nama lengkap]
  

2. Contoh singkat kronologi penipuan via link palsu (phishing)

Contoh ini cocok jika kasus Anda terkait link palsu yang mengaku dari pihak bank/marketplace.

KRONOLOGI PENIPUAN MELALUI LINK PALSU (PHISHING)

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama      : [Nama lengkap]
Alamat    : [Alamat]
No. HP    : [Nomor HP]
No. Rek   : [Nomor rekening yang dibobol]

Menyampaikan bahwa pada hari [hari], tanggal [tanggal] sekitar pukul [jam] WIB saya menerima pesan WhatsApp yang mengatasnamakan [nama bank/marketplace] dengan nomor pengirim [nomor pengirim].

Pesan tersebut berisi informasi bahwa akun saya akan diblokir apabila tidak melakukan verifikasi melalui link [tulis link palsu jika masih ada]. Karena panik, saya mengklik link tersebut dan mengisi data berupa:

1. Nama lengkap
2. Nomor kartu/rekening
3. User ID dan password [internet/mobile banking]
4. Kode OTP yang dikirim ke HP saya

Beberapa menit setelah mengisi data tersebut, saya menerima notifikasi transaksi keluar dari rekening saya masing-masing sebesar Rp[xxx.xxx] hingga total mencapai Rp[xxx.xxx.xxx,-] tanpa sepengetahuan dan persetujuan saya.

Saya segera menghubungi Call Center Bank [nama bank], kemudian diminta untuk memblokir kartu/rekening dan membuat laporan resmi ke kantor cabang/pihak kepolisian.

Demikian kronologi ini saya buat dengan sebenar-benarnya agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

[Tempat], [Tanggal]
Hormat saya,

[tanda tangan]

[Nama lengkap]
  

Catatan penting: silakan sesuaikan isi kronologi dengan kasus nyata yang Anda alami. Jangan menyalin contoh ini mentah-mentah jika faktanya berbeda, karena itu bisa dianggap keterangan tidak benar.

Tips agar kronologi kuat secara hukum dan sesuai syariat

  1. Tulis sebagaimana adanya, meskipun ada bagian yang “memalukan” untuk Anda

    Misalnya, Anda jujur bahwa Anda sempat memberikan kode OTP karena panik. Secara syariat, ini bagian dari taubat dan kejujuran; secara hukum, justru membantu petugas memahami pola penipuan dan kelemahan sistem.

  2. Jangan mengarang-ngarang detail yang tidak Anda ingat

    Jika ada hal yang tidak pasti, tulis: “sekitar pukul …” atau “saya tidak mengingat dengan pasti jamnya”. Lebih baik jujur daripada mengisi angka fiktif.

  3. Jangan menuduh orang tertentu tanpa dasar

    Jika Anda hanya tahu nama rekening atas nama “X”, jangan menambahkan tuduhan ke pihak lain (misalnya ekspedisi, kurir, pegawai bank) tanpa bukti. Dalam Islam, menuduh tanpa bukti termasuk kezaliman dan dosa besar.

  4. Lengkapi dengan bukti fisik/digital yang mudah diverifikasi

    Print chat penting, lampirkan bukti transfer, dan jika perlu masukkan dalam map terpisah. Semakin rapi, semakin mudah bagi petugas untuk menindaklanjuti.

  5. Simak baik-baik arahan petugas

    Setiap kantor polisi atau bank bisa punya format sedikit berbeda. Jika petugas meminta penyesuaian, ikuti selama tidak diminta berbohong atau menghapus fakta penting.

Risiko jika kronologi asal-asalan atau tidak jujur

  • Laporan sulit diproses karena petugas merasa kronologinya membingungkan, tidak runtut, atau tidak masuk akal.
  • Permohonan pemblokiran rekening bisa ditolak jika detail transaksi tidak jelas.
  • Anda sendiri bisa terkena masalah hukum jika terbukti memberikan keterangan palsu atau memfitnah pihak lain.
  • Dari sisi agama, kesaksian palsu termasuk dosa besar yang diancam dengan keras dalam banyak riwayat; jangan gadaikan keselamatan akhirat hanya untuk “membesar-besarkan” kerugian.

FAQ: Pertanyaan umum seputar kronologi penipuan online

1. Apakah saya harus menyebut nominal kerugian secara rinci?

Sebaiknya iya. Cantumkan nominal yang benar-benar keluar dari rekening/wallet Anda, sesuai dengan bukti transfer atau mutasi rekening. Jika ada beberapa transaksi dalam waktu berdekatan, tulis semuanya dengan jelas agar petugas dapat melihat total kerugian.

2. Bagaimana kalau saya sudah menghapus sebagian chat dengan pelaku?

Tulis saja apa adanya di kronologi dan lampirkan bukti yang masih ada. Jelaskan bahwa sebagian chat sudah terhapus, misalnya karena pergantian HP atau reset aplikasi. Ke depan, usahakan tidak menghapus chat sampai proses laporan selesai.

3. Bolehkah saya menyebut “diduga sindikat A/B” di kronologi?

Hindari menamai kelompok tertentu tanpa dasar kuat. Kalau Anda hanya menduga, cukup tulis: “saya menduga pelaku tidak bertindak sendiri, namun dugaan ini belum dapat saya buktikan”. Biarkan polisi yang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

4. Apakah kronologi yang saya buat bisa dipakai untuk beberapa keperluan sekaligus (polisi, bank, marketplace)?

Biasanya bisa, dengan sedikit penyesuaian. Contohnya, untuk laporan ke polisi Anda tulis lebih lengkap dengan kop surat dan identitas penuh; untuk bank atau marketplace, Anda bisa memakai versi ringkas yang menyorot detail transaksi dan nomor rekening.

Baca juga di Beginisob.com

```0

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved