Skip to main content

Cara Mengisi LKPM Nihil di OSS RBA 2025 untuk UMK: Kapan Boleh Nol, Contoh Isi Kolom, dan Tips Agar Tidak “Perlu Perbaikan”

Diperbarui: 31 Desember 2025

Ringkasan cepat:

  • “LKPM nihil” umumnya berarti tidak ada tambahan realisasi (investasi/tenaga kerja/produksi) pada periode pelaporan—bukan berarti boleh “kosong tanpa keterangan”.
  • Di OSS, jika Anda tidak menginput realisasi periode pelaporan, biasanya Anda tetap perlu mengisi penjelasan/keterangan agar laporan tidak dianggap tidak lengkap.
  • Untuk pelaporan pertama, sering ada kolom Total Realisasi Periode Sebelumnya yang harus diisi (baseline) sebelum sistem menghitung akumulasi.
  • Kalau usaha memang belum jalan sama sekali, opsi aman: isi angka 0 sesuai kolom + tulis keterangan jujur (mis. “belum operasional”).
  • Pastikan akses akun OSS aman; bila terkunci, baca panduan Lupa Akun OSS RBA 2025? Panduan Lengkap Jika Anda Lupa Email, Nomor HP, dan Username Sekaligus agar tidak telat lapor.

Daftar isi

  1. Apa itu LKPM nihil (versi yang benar)?
  2. Kapan boleh “nihil” dan kapan tidak boleh
  3. Persiapan sebelum mengisi LKPM nihil
  4. Langkah isi LKPM nihil di OSS (menu & urutan layar)
  5. Contoh tabel pengisian LKPM nihil (angka 0 + keterangan)
  6. Kesalahan umum yang bikin “Perlu Perbaikan”
  7. FAQ seputar LKPM nihil di OSS

Apa itu LKPM nihil (versi yang benar)?

Banyak pelaku UMK mengira “LKPM nihil” artinya tidak usah isi apa-apa. Padahal yang lebih aman, “nihil” dipahami sebagai: tidak ada tambahan realisasi pada periode pelaporan (misalnya tidak ada pembelian alat baru, tidak ada penambahan tenaga kerja, tidak ada produksi/penjualan yang perlu dilaporkan pada kolom tertentu), namun laporan tetap harus dikirim dengan angka 0 atau nilai yang sesuai dan keterangan jujur.

Ini penting karena OSS biasanya menilai kelengkapan dari: (1) ada/tidaknya angka pada kolom yang wajib, dan (2) ada/tidaknya penjelasan ketika realisasi kosong. Prinsipnya: jangan membuat data fiktif. Dalam muamalah, kejujuran adalah amanah; mengarang angka agar terlihat “aktif” termasuk bentuk penipuan data (gharar) yang berisiko jadi masalah di belakang.

Kapan boleh “nihil” dan kapan tidak boleh

1. Boleh nihil (umumnya aman) bila kondisi Anda seperti ini

  • Usaha belum operasional sama sekali (baru buat NIB/izin, belum ada transaksi/kegiatan).
  • Tidak ada tambahan investasi pada periode ini (tidak beli alat, tidak renovasi, tidak tambah modal barang modal, dll.).
  • Tidak ada perubahan tenaga kerja (tidak menambah dan tidak mengurangi) pada periode ini.
  • Untuk kolom produksi/pemasaran yang hanya muncul di periode tertentu, Anda mengisi sesuai ketentuan layar (mis. 0 bila memang tidak ada).

2. Tidak boleh “nihil” (atau minimal jangan dibuat nol semua) bila kondisi Anda seperti ini

  • Ada pembelian alat/mesin/kendaraan operasional/renovasi yang seharusnya masuk realisasi investasi.
  • Ada penambahan/pengurangan karyawan yang nyata di periode pelaporan.
  • Anda sebenarnya sudah produksi/beroperasi dan sistem meminta angka tertentu, tapi Anda sengaja mengosongkan agar “ringan”.

Kalau Anda ragu apakah suatu aktivitas masuk “realisasi” atau tidak, cek dulu data legalitas & klasifikasi usaha Anda. Untuk pemahaman dasar alur OSS berbasis risiko, Anda bisa membaca PP 28/2025: Panduan Lengkap OSS RBA 2025 untuk UMKM — NIB, KBLI & Sertifikat Standar.

Persiapan sebelum mengisi LKPM nihil

Langkah isi LKPM nihil di OSS (menu & urutan layar)

Berikut alur yang umumnya ditemui pelaku UMK di OSS RBA. Tampilan tombol bisa sedikit berubah, tetapi urutannya mirip. Siapkan juga browser yang stabil, lalu buka portal resmi OSS: https://oss.go.id/.

Langkah 1: Login lalu masuk ke menu Pelaporan LKPM

  1. Login ke OSS.
  2. Masuk ke menu PELAPORAN → pilih LAPORAN LKPM → klik PELAPORAN.
  3. Di halaman daftar LKPM, klik BUAT LAPORAN.

Langkah 2: Pilih data kegiatan usaha yang akan dilaporkan

  1. Centang kegiatan/proyek yang ingin Anda laporkan.
  2. Klik SELANJUTNYA.
  3. Periksa ringkasan data kegiatan (rencana penanaman modal, total realisasi, status izin).

Langkah 3: Isi bagian realisasi penanaman modal (mode “nihil”)

Aturan aman: kalau tidak ada tambahan realisasi periode ini, isi nilai sesuai layar (seringnya 0) dan beri penjelasan jujur.

  • Pelaporan pertama kali: perhatikan kolom Total Realisasi Periode Sebelumnya. Jika ini LKPM pertama Anda, kolom baseline ini sering diminta agar sistem bisa menghitung akumulasi.
  • Realisasi Periode Pelaporan: isi 0 bila benar-benar tidak ada tambahan.
  • Penjelasan atas Realisasi: tulis alasan jelas (contoh disediakan di bagian “contoh angka”).

Langkah 4: Isi penggunaan tenaga kerja (mode “nihil”)

  • Jika tidak ada perubahan jumlah pegawai: Tambahan = 0, Pengurangan = 0.
  • Jika sistem meminta “sebelum periode pelaporan” untuk pelaporan pertama: isi sesuai kondisi real (mis. 0 jika belum punya pegawai).

Langkah 5: Produksi/pemasaran & permasalahan (isi seperlunya, jangan kosong tanpa alasan)

  • Jika ada kolom produksi/pemasaran dan memang nihil: isi 0 bila kolomnya wajib.
  • Jika tidak ada masalah: Anda bisa pilih “tidak ada” (jika ada opsi) atau biarkan bagian masalah kosong jika memang tidak diwajibkan. Kalau sistem meminta kronologi, tulis singkat “tidak ada kendala pada periode ini”.

Langkah 6: Isi data penanggung jawab LKPM lalu kirim

  1. Isi nama petugas, nomor HP, jabatan, email.
  2. Centang pernyataan/disclaimer.
  3. Klik KIRIM LAPORAN.
  4. Pastikan status menjadi Terkirim lalu pantau jika ada catatan verifikator.

Jika ternyata usaha Anda tidak jadi berjalan dan Anda ingin merapikan perizinan (bukan “kabur” dari kewajiban), pahami dulu beda fiturnya di Perbedaan Menu Pembatalan vs Pencabutan di OSS RBA 2025: Kapan Harus Dipakai dan Bagaimana Langkahnya?.

Contoh tabel pengisian LKPM nihil (angka 0 + keterangan)

Di bawah ini contoh simulasi yang mudah ditiru. Silakan sesuaikan nama kolom dengan yang tampil di akun OSS Anda.

Contoh 1: Usaha baru, belum operasional sama sekali (paling sering terjadi)

Bagian Kolom Isi contoh
Realisasi Penanaman Modal Total Realisasi Periode Sebelumnya 0
Realisasi Penanaman Modal Realisasi Periode Pelaporan 0
Realisasi Penanaman Modal Penjelasan atas Realisasi “Usaha belum operasional; belum ada pembelian aset/alat & belum ada aktivitas penjualan pada periode ini.”
Tenaga Kerja Tambahan tenaga kerja 0
Tenaga Kerja Pengurangan tenaga kerja 0
Tenaga Kerja Keterangan (jika diminta) “Belum merekrut tenaga kerja karena belum mulai operasional.”

Contoh 2: Usaha sudah jalan, tapi tidak ada tambahan investasi pada periode ini

Bagian Kolom Isi contoh
Realisasi Penanaman Modal Total Realisasi Periode Sebelumnya 5.000.000
Realisasi Penanaman Modal Realisasi Periode Pelaporan 0
Realisasi Penanaman Modal Penjelasan atas Realisasi “Operasional berjalan; tidak ada pembelian aset/alat baru pada periode ini (realisasi investasi nihil).”
Tenaga Kerja Tambahan 0
Tenaga Kerja Pengurangan 0

Catatan: angka Total Realisasi Periode Sebelumnya di atas hanyalah contoh (baseline), biasanya berasal dari akumulasi periode lalu atau input pertama Anda. Jangan menebak—ambil dari catatan real belanja aset/alat yang memang termasuk investasi.

Contoh 3: Ada sedikit investasi, jadi tidak boleh nihil

Bagian Kolom Isi contoh
Realisasi Penanaman Modal Total Realisasi Periode Sebelumnya 5.000.000
Realisasi Penanaman Modal Realisasi Periode Pelaporan 750.000
Realisasi Penanaman Modal Penjelasan atas Realisasi “Pembelian alat etalase Rp750.000 (nota terlampir di arsip internal).”

Kesalahan umum yang bikin “Perlu Perbaikan”

  • Kolom wajib dibiarkan kosong padahal sistem meminta angka (lebih aman isi 0 bila memang nihil).
  • Nihil tanpa penjelasan (angka 0 semua, tapi keterangan kosong/asal-asalan).
  • Baseline salah (Total Realisasi Periode Sebelumnya diisi ngarang). Ini bisa mengacaukan akumulasi.
  • Data usaha tidak sinkron (KBLI/alamat/status izin berubah, tapi LKPM pakai data lama). Jika perlu, rapikan data dulu sebelum pelaporan.
  • Mengubah data berulang-ulang tanpa alasan ketika sudah ada catatan verifikator. Lebih aman jawab catatan dengan jelas, lalu kirim ulang.

FAQ seputar LKPM nihil di OSS

1. Apakah LKPM nihil berarti saya tidak wajib lapor?

Biasanya tidak. “Nihil” lebih sering berarti isi laporan dengan realisasi 0 (bukan tidak melapor). Kalau dashboard OSS menandai Anda wajib lapor, lebih aman tetap kirim LKPM dengan data jujur.

2. Kalau usaha belum jalan sama sekali, apa cukup isi 0 semua?

Umumnya Anda tetap perlu isi 0 pada kolom wajib dan tulis keterangan seperti “belum operasional” agar laporan dianggap lengkap.

3. Saya bingung “Total Realisasi Periode Sebelumnya” harus diisi apa

Untuk pelaporan pertama, kolom ini sering jadi baseline. Jika memang belum ada investasi sama sekali, isi 0. Jika sudah ada belanja aset/alat sebelumnya, isi sesuai total real yang benar (berdasarkan catatan/nota).

4. Kalau LKPM saya statusnya “Perlu Perbaikan”, apa yang harus saya lakukan?

Buka catatan verifikator, perbaiki tepat pada bagian yang diminta (mis. tambah penjelasan, koreksi angka), lalu kirim ulang. Jangan mengubah bagian lain yang tidak diminta kalau tidak perlu.

5. Apakah aman mengisi LKPM nihil untuk “menghindari pajak”?

Tidak aman dan tidak benar. LKPM bukan tempat “mengakali” kewajiban. Isi sesuai kondisi real. Dalam syariat, menipu data untuk menghindari kewajiban termasuk dosa. Kalau butuh penataan pajak yang halal dan benar, lakukan dengan jalur resmi (pembukuan rapi, konsultasi yang amanah).

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved