Cara Mengatasi Laptop Error Saat Dihidupkan: Dari Tidak Nyala, Layar Hitam, Stuck Logo, sampai Windows Gagal Booting (Urutan Aman Tanpa Bongkar)
Diperbarui: 25 Januari 2026
Ringkasan cepat:
- Jangan langsung menyimpulkan “Windows rusak”. Bedakan dulu: masalah daya (tidak nyala) vs masalah boot (nyala tapi tidak masuk Windows).
- Urutan paling aman: lepas periferal → power reset → cek tampilan → tes masuk BIOS → baru masuk jalur pemulihan Windows (Startup Repair / Safe Mode / System Restore / SFC / CHKDSK).
- Kalau gejalanya “lampu power hidup tapi layar tidak benar-benar nyala”, cocokkan dulu dengan panduan pembeda power vs sistem di Kenapa Laptop Tidak Bisa Nyala Tapi Lampu Power Hidup.
- Jika yang muncul jelas “Windows Error Recovery / Startup Repair / Automatic Repair”, ikuti urutan lengkapnya di Cara Memperbaiki “Windows Error Recovery” (Windows Gagal Booting/Boot Loop).
- Jika laptop “hidup” tapi layar gelap (black screen), ikuti jalur khusus di Cara Mengatasi Laptop Blank Hitam Tapi Hidup di Windows 10.
Daftar isi
- Kenali gejala dulu (biar tidak salah jalur)
- Tabel diagnosis cepat: gejala → penyebab → langkah pertama
- Persiapan aman 3 menit sebelum mencoba
- Langkah 1–14 mengatasi laptop error saat dihidupkan (urut)
- Contoh kasus: pilih jalur paling tepat
- Kapan harus stop dan bawa servis (tanda bahaya)
- FAQ
- Baca juga di Beginisob.com
Kenali gejala dulu (biar tidak salah jalur)
Pilih yang paling mirip dengan kondisi Anda:
- A. Tidak ada tanda hidup sama sekali (lampu mati, kipas tidak jalan).
- B. Lampu power hidup tapi layar gelap (kipas/indikator hidup, layar hitam).
- C. Muncul logo, lalu mentok (stuck logo / loading lama / restart sendiri).
- D. Muncul pesan pemulihan Windows (Windows Error Recovery / Startup Repair / Automatic Repair).
- E. Muncul error boot seperti “No bootable device / Boot device not found”.
Tabel diagnosis cepat: gejala → penyebab → langkah pertama
| Gejala | Penyebab paling sering | Langkah pertama yang paling aman |
|---|---|---|
| Tidak ada tanda hidup | Charger/adapter, baterai, tombol power, listrik/port | Cabut semua → power reset → cek charger & indikator |
| Lampu hidup, layar hitam | Output display salah, brightness ekstrem, driver VGA, panel/kabel | Ubah mode display (Fn) + uji monitor eksternal + hard reset |
| Stuck logo / restart berulang | Update gagal, file sistem rusak, startup app, disk error | Masuk Safe Mode/WinRE → Startup Repair → System Restore |
| Windows Error Recovery / Automatic Repair | Windows gagal boot setelah mati listrik/crash/update | Jalankan Startup Repair dulu (jangan install ulang dulu) |
| No bootable device / boot device not found | Boot order berubah, SSD/HDD tidak terbaca, koneksi storage | Cek BIOS: apakah disk terbaca + perbaiki urutan boot |
Persiapan aman 3 menit sebelum mencoba
- Matikan laptop (kalau masih nyala, tahan tombol power 10–15 detik).
- Cabut semua periferal: flashdisk, HDD eksternal, mouse/keyboard USB, printer, dongle, HDMI, memory card.
- Catat perubahan terakhir: habis update Windows? habis install driver? habis jatuh/kena air? Ini membantu memilih jalur yang tepat.
Langkah 1–14 mengatasi laptop error saat dihidupkan (urut)
1. Lepas semua perangkat tambahan (uji “boot minimal”)
Tujuan langkah ini: memastikan laptop tidak “nyangkut boot” gara-gara flashdisk, HDD eksternal, atau perangkat yang error.
- Cabut semua USB/HDMI/memory card.
- Nyalakan laptop hanya dengan charger (tanpa perangkat tambahan).
2. Lakukan power reset (buang sisa listrik)
- Matikan laptop.
- Cabut charger.
- Jika baterai bisa dilepas: lepas baterai.
- Tahan tombol power 20–30 detik.
- Pasang charger (dan baterai bila dilepas), lalu coba nyalakan.
3. Jika “lampu power hidup tapi layar tetap gelap”: cek mode tampilan & brightness
- Coba tombol Fn + tombol display (ikon monitor) beberapa kali.
- Naikkan brightness (Fn + ikon matahari).
Jika gejalanya benar-benar mirip “blank hitam tapi hidup”, ikuti jalur lengkap di Cara Mengatasi Laptop Blank Hitam Tapi Hidup di Windows 10.
4. Uji dengan monitor eksternal (membedakan layar vs sistem)
Ini cara cepat membedakan: panel layar bermasalah atau Windows yang bermasalah.
- Colok HDMI ke monitor/TV.
- Nyalakan laptop, lalu ubah output display (Fn + tombol display).
Jika Anda butuh urutan cek yang lebih lengkap untuk kasus “tidak ada tampilan”, ikuti panduan bertahap di Cara Mengatasi Komputer “No Signal” di Monitor (konsepnya sama untuk membedakan sumber masalah).
5. Coba masuk BIOS (tes “mesin masih normal atau tidak”)
Jika bisa masuk BIOS, biasanya hardware dasar masih bekerja, dan masalahnya sering mengarah ke boot/Windows.
- Umum: tekan F2 / Del / Esc saat baru dinyalakan (tiap merek berbeda).
- Jika tidak bisa masuk BIOS sama sekali dan tidak ada tampilan: kembali fokus ke jalur power/display.
6. Jika muncul “No bootable device / boot device not found”: cek disk terbaca di BIOS
- Di BIOS, cari informasi Storage/Boot: apakah SSD/HDD terdeteksi?
- Jika tidak terdeteksi: ini mengarah ke masalah SSD/HDD/konektor (butuh teknisi).
- Jika terdeteksi tapi tidak mau boot: cek Boot Order (pastikan Windows Boot/SSD/HDD ada di urutan atas).
7. Jika laptop nyala tapi seperti “tidak benar-benar hidup”: bedakan daya vs sistem
Kasus ini sering membingungkan (lampu nyala, tapi tidak ada proses boot). Gunakan panduan pembeda yang lebih detail di Kenapa Laptop Tidak Bisa Nyala Tapi Lampu Power Hidup.
8. Jika Windows masuk ke “Windows Error Recovery / Automatic Repair”: jalankan Startup Repair dulu
Startup Repair adalah opsi pemulihan yang memang ditujukan untuk memperbaiki masalah start tertentu. Urutan yang lebih lengkap (termasuk kalau Startup Repair gagal) ada di Cara Memperbaiki “Windows Error Recovery”.
9. Masuk Safe Mode (untuk kasus: stuck logo, looping, atau habis install driver)
Safe Mode berguna untuk “masuk Windows dengan minimal driver” agar Anda bisa:
- Uninstall driver yang baru dipasang
- Hapus aplikasi startup yang bikin crash
- Rollback update tertentu (jika perlu)
10. Jika error mulai muncul setelah update: coba System Restore (balik ke kondisi normal)
System Restore mengembalikan konfigurasi sistem ke titik saat masih normal (biasanya tidak menghapus dokumen pribadi, tapi bisa menghapus aplikasi/driver yang dipasang setelah restore point).
11. Jika Windows sudah bisa masuk tapi sering crash saat boot: jalankan SFC (perbaiki file sistem)
Di Windows (atau Command Prompt dari menu pemulihan), jalankan:
sfc /scannow
Setelah selesai, restart dan tes boot lagi.
12. Jalankan CHKDSK (kalau boot gagal disertai indikasi disk bermasalah)
Kalau sering mati mendadak, loading sangat lama, atau muncul tanda disk error, jalankan:
chkdsk c: /f
Jika perlu cek lebih menyeluruh (lebih lama), sebagian teknisi memakai:
chkdsk c: /f /r
13. Jika semua langkah recovery mentok: pilih opsi perbaikan yang tidak menghapus data dulu
Untuk Windows 10/11, opsi yang sering jadi “jalan tengah” adalah reset yang tetap mempertahankan dokumen. Ikuti panduan aman di Panduan Reset Windows 10 Tanpa Kehilangan Data (Keep my files).
14. Catatan penting: jangan pakai crack/aktivator/driver pack tidak jelas
Selain berisiko malware, tool semacam ini sering merusak komponen sistem/driver sehingga laptop makin sering error saat boot. Pilih jalur resmi dan aman.
Contoh kasus: pilih jalur paling tepat
1) Laptop mati total (lampu pun tidak nyala)
- Fokus: langkah 1–2 (cabut periferal + power reset) dan cek charger/listrik.
- Jika tetap mati: biasanya butuh pengecekan adaptor/port/DC-in atau komponen power.
2) Laptop “hidup”, kipas jalan, tapi layar hitam
- Fokus: langkah 3–4 (mode display/brightness + monitor eksternal).
- Lanjutkan jalur khusus layar hitam: Laptop Blank Hitam Tapi Hidup.
3) Stuck di logo lalu restart berulang
- Fokus: Safe Mode (langkah 9) → System Restore (langkah 10) → SFC/CHKDSK (langkah 11–12).
- Jika muncul menu pemulihan otomatis, ikuti urutan “Windows Error Recovery”: Panduan Windows Error Recovery.
Kapan harus stop dan bawa servis (tanda bahaya)
- Laptop bau gosong, terasa panas ekstrem, atau adaptor panas tidak wajar.
- SSD/HDD tidak terdeteksi di BIOS.
- Ada bunyi “klik” berulang dari HDD, atau laptop mati sendiri tiap beberapa detik.
- Pernah jatuh/kena air tepat sebelum masalah muncul.
FAQ
1) Kenapa laptop error saat dihidupkan tapi kemarin normal?
Paling sering karena perubahan terakhir: update Windows/driver, listrik padam saat update, konflik startup program, atau disk mulai bermasalah. Karena itu langkah awal terbaik adalah “boot minimal” + power reset, lalu masuk jalur recovery bila perlu.
2) Kalau sudah muncul Startup Repair, apakah harus install ulang?
Tidak. Coba Startup Repair dulu. Jika gagal, lanjutkan System Restore, lalu SFC/CHKDSK. Install ulang adalah opsi terakhir setelah langkah aman tidak berhasil.
3) Laptop saya hanya stuck logo, aman tidak kalau dipaksa matikan berkali-kali?
Jangan berulang-ulang. Cukup satu kali untuk masuk ke menu pemulihan, lalu gunakan Startup Repair/Safe Mode. Mematikan paksa berkali-kali bisa memperburuk file sistem.
4) CHKDSK /r itu lama, wajib?
Tidak selalu. Mulai dari CHKDSK /f dulu. /r lebih lama karena scan sektor, lebih relevan jika ada indikasi disk bermasalah.
5) Reset Windows “Keep my files” aman untuk dokumen?
Umumnya dokumen di folder pengguna tetap, tetapi tetap disarankan backup file penting dulu sebelum proses pemulihan apa pun.
Baca juga di Beginisob.com
- Cara Mengatasi Laptop Lemot Windows 10 Tanpa Instal Ulang: Urutan Cek Paling Aman
- Cara Mengatasi Keyboard Laptop Error: Bedakan Masalah Setting Windows vs Hardware (Audit 10 Menit)
- Kenapa WiFi Tidak Terdeteksi di Laptop? Penyebab dan 7 Cara Mengatasinya (Update 2025)
- Cara Mengatasi CPU Usage 100% di Windows 10: Urutan Cek Paling Aman
- Memperbaiki Laptop Lemot Setelah Update Windows 11: Penyebab, Pengaturan, dan Tips Optimasi
Comments
Post a Comment