Cara Menggunakan INDEX MATCH di Excel untuk Lookup Fleksibel: Contoh Tabel, Rumus per Sel, dan Tips Anti #N/A
Diperbarui: 4 Januari 2026
Ringkasan cepat:
- INDEX mengambil nilai dari sebuah range berdasarkan nomor baris/kolom; MATCH mencari posisi (nomor urut) dari sebuah nilai di dalam range.
- Kombinasi INDEX+MATCH lebih fleksibel daripada VLOOKUP karena bisa “lookup ke kiri” dan lebih aman saat kolom di tengah tabel ditambah/dipindah.
- Anda akan mendapat 4 contoh paling kepakai: lookup dasar, lookup ke kiri, two-way lookup (baris+kolom), dan multi-kriteria (2 syarat).
- Untuk data yang sering bertambah, jadikan range sebagai Excel Table agar referensi lebih stabil.
- Jika sering #N/A “padahal ada”, biasanya masalahnya bukan rumus—melainkan data kotor (spasi, angka dianggap teks, beda format).
Daftar isi
- Konsep dasar INDEX dan MATCH (biar tidak mengawang)
- Contoh data latihan (siap ketik)
- Langkah 1–2: Uji INDEX dan MATCH secara terpisah
- Langkah 3: INDEX+MATCH untuk lookup dasar (pengganti VLOOKUP)
- Langkah 4: Lookup ke kiri (yang VLOOKUP tidak bisa)
- Langkah 5: Two-way lookup (baris + kolom)
- Langkah 6: INDEX+MATCH multi-kriteria (2 syarat)
- Tips anti error: #N/A, data kotor, dan match_type
- FAQ INDEX MATCH di Excel
Konsep dasar INDEX dan MATCH (biar tidak mengawang)
INDEX itu “mengambil isi sel” dari sebuah range berdasarkan nomor baris (dan bisa juga nomor kolom).
MATCH itu “mencari posisi” (urutan ke berapa) dari nilai yang Anda cari di sebuah kolom/row.
Jadi pola paling umum adalah:
- MATCH mencari posisi kode barang di kolom Kode
- INDEX memakai posisi itu untuk mengambil nilai dari kolom yang Anda butuhkan (Harga/Nama/Stok)
Catatan pemisah rumus: contoh di artikel ini memakai koma (,). Jika Excel Anda memakai titik koma (;), cukup ganti semua koma menjadi titik koma.
Kalau tabel Anda sering bertambah, biasakan ubah range menjadi Table (Ctrl+T) agar range ikut memanjang otomatis. Ikuti panduannya di Cara Membuat Excel Table (Ctrl+T) yang Benar untuk Pemula: Header, Filter, Total Row, dan Range Otomatis Ikut Nambah.
Contoh data latihan (siap ketik)
Ketik tabel berikut mulai dari sel A1 (Sheet bebas, misalnya “Produk”).
| Sel | Isi |
|---|---|
| A1 | Kode |
| B1 | Nama |
| C1 | Harga |
| D1 | Stok |
| A2 | BRG-001 |
| B2 | Beras 5kg |
| C2 | 75000 |
| D2 | 12 |
| A3 | BRG-002 |
| B3 | Gula 1kg |
| C3 | 15000 |
| D3 | 35 |
| A4 | BRG-003 |
| B4 | Minyak 1L |
| C4 | 19500 |
| D4 | 20 |
| A5 | BRG-004 |
| B5 | Telur 1kg |
| C5 | 29000 |
| D5 | 8 |
| A6 | BRG-005 |
| B6 | Teh Celup |
| C6 | 12000 |
| D6 | 50 |
Lalu siapkan area input seperti ini (misal di kolom F–H):
| Sel | Isi | Keterangan |
|---|---|---|
| F1 | Kode_Cari | Header |
| G1 | Harga | Header output |
| H1 | Stok | Header output |
| F2 | BRG-003 | Contoh input |
| G2 | (rumus) | Ambil Harga |
| H2 | (rumus) | Ambil Stok |
Langkah 1–2: Uji INDEX dan MATCH secara terpisah
1. Uji MATCH dulu (hasilnya angka posisi)
Di sel G4 (atau sel kosong mana pun), ketik:
=MATCH(F2,$A$2:$A$6,0)
Jika F2 berisi BRG-003, hasil MATCH seharusnya 3 (karena BRG-003 ada di baris ke-3 dari range A2:A6).
2. Uji INDEX (ambil nilai berdasarkan nomor baris)
Misal Anda ingin ambil Harga dari kolom C (C2:C6). Jika nomor barisnya 3, maka:
=INDEX($C$2:$C$6,3)
Hasilnya seharusnya 19500.
Langkah 3: INDEX+MATCH untuk lookup dasar (pengganti VLOOKUP)
Ini rumus paling sering dipakai: MATCH cari posisi kode, INDEX ambil nilai dari kolom target.
1. Ambil Harga berdasarkan Kode
Di sel G2:
=INDEX($C$2:$C$6, MATCH(F2,$A$2:$A$6,0))
2. Ambil Stok berdasarkan Kode
Di sel H2:
=INDEX($D$2:$D$6, MATCH(F2,$A$2:$A$6,0))
Tips penting: selalu pakai 0 di MATCH untuk exact match. Kalau Anda tidak menulis match_type, Excel bisa memakai default tertentu dan hasilnya bisa “melenceng”.
Jika data sumber Anda berada di workbook lain, pola INDEX+MATCH tetap sama—yang berubah hanya cara menulis referensi range-nya. Contoh referensi lintas file yang rapi bisa Anda pelajari di Cara VLOOKUP Excel Beda File (Workbook) Tanpa Pusing: Link Data Antar File, Contoh Rumus, dan Solusi Error #N/A (konsep referensi workbook-nya bisa Anda tiru untuk INDEX/MATCH).
Langkah 4: Lookup ke kiri (yang VLOOKUP tidak bisa)
Contoh: Anda punya Nama dan ingin mengembalikan Kode.
Siapkan input:
| Sel | Isi |
|---|---|
| F5 | Nama_Cari |
| G5 | Kode |
| F6 | Minyak 1L |
| G6 | (rumus) |
Di sel G6:
=INDEX($A$2:$A$6, MATCH(F6,$B$2:$B$6,0))
Inilah alasan banyak orang suka INDEX+MATCH: Anda bebas mengambil kolom mana pun tanpa harus “kolom kunci di paling kiri”.
Langkah 5: Two-way lookup (baris + kolom)
Two-way lookup artinya: Anda memilih baris (mis. Produk) dan kolom (mis. Bulan), lalu Excel mengembalikan nilai di titik perpotongan.
Ketik tabel contoh ini mulai dari A9:
| Produk | Jan | Feb | Mar |
|---|---|---|---|
| Beras 5kg | 12 | 9 | 15 |
| Gula 1kg | 20 | 18 | 25 |
| Minyak 1L | 14 | 11 | 16 |
Lalu siapkan input (mis. di F9:H11):
| Sel | Isi |
|---|---|
| F9 | Produk_Cari |
| G9 | Bulan_Cari |
| H9 | Hasil |
| F10 | Minyak 1L |
| G10 | Feb |
| H10 | (rumus) |
Di sel H10:
=INDEX($B$10:$D$12, MATCH(F10,$A$10:$A$12,0), MATCH(G10,$B$9:$D$9,0))
Logika: MATCH pertama mencari posisi Produk (baris), MATCH kedua mencari posisi Bulan (kolom), lalu INDEX mengambil angka pada perpotongan.
Kalau Anda ingin membuat input lebih rapi (biar tidak typo “Feb” vs “F e b”), Anda bisa pakai dropdown. Panduannya ada di Cara Membuat Dropdown List (Pilihan) di Excel Pakai Data Validation: Manual, Dari Range, Dinamis, sampai Dependent (Lengkap + Contoh Tabel).
Langkah 6: INDEX+MATCH multi-kriteria (2 syarat)
Kasus nyata: Anda punya daftar harga per Kode dan Cabang. Jadi kuncinya bukan 1 kolom, tapi 2 kolom.
Ketik tabel contoh berikut mulai dari A14:
| Kode | Cabang | Harga |
|---|---|---|
| BRG-001 | Jakarta | 76000 |
| BRG-001 | Bandung | 75500 |
| BRG-002 | Jakarta | 15000 |
| BRG-002 | Bandung | 15200 |
| BRG-003 | Jakarta | 19500 |
| BRG-003 | Bandung | 19800 |
Input (mis. di F14:H17):
| Sel | Isi |
|---|---|
| F14 | Kode_Cari |
| G14 | Cabang_Cari |
| H14 | Harga |
| F15 | BRG-003 |
| G15 | Bandung |
| H15 | (rumus) |
1. Rumus multi-kriteria tanpa kolom bantu
Di sel H15 (Excel modern biasanya cukup Enter):
=INDEX($C$15:$C$20, MATCH(1, ($A$15:$A$20=F15)*($B$15:$B$20=G15), 0))
Catatan versi: pada Excel lama yang masih “array formula klasik”, rumus seperti ini kadang perlu ditekan dengan Ctrl+Shift+Enter (bukan Enter biasa).
2. Alternatif yang lebih ramah pemula (pakai kolom bantu)
Jika Anda ingin lebih mudah diaudit, buat kolom bantu “Kunci” di kolom D:
- D14 = Kunci
- D15 (lalu copy ke bawah) =
=A15&"|"&B15
Lalu lookup-nya jadi sederhana:
=INDEX($C$15:$C$20, MATCH(F15&"|"&G15, $D$15:$D$20, 0))
Tips anti error: #N/A, data kotor, dan match_type
1. Tangani #N/A dengan pesan yang enak dibaca
Contoh untuk lookup harga (ganti rumus sesuai kebutuhan):
=IFNA(INDEX($C$2:$C$6, MATCH(F2,$A$2:$A$6,0)),"Kode tidak ditemukan")
2. Kalau “ada datanya” tapi tetap #N/A, curigai data kotor
- Ada spasi depan/belakang (mis.
"BRG-003 ") - Ada karakter tak terlihat (hasil copy dari WA/PDF/web)
- Angka dianggap teks (sering bikin lookup & rekap menipu)
Untuk checklist membersihkan data yang sering bikin rumus “ngaco”, ikuti panduan Audit Data “Angka Tersimpan sebagai Teks” agar SUMIF/SUMIFS Normal: TRIM, CLEAN, NUMBERVALUE, dan Checklist 5 Menit Sebelum Rekap.
3. Pahami match_type (dan kenapa 0 itu paling aman)
- 0 = exact match (paling aman untuk kode/nama/ID)
- 1 = approximate (butuh data urut naik/ascending)
- -1 = approximate (butuh data urut turun/descending)
Jika Anda tidak benar-benar paham approximate match, jangan nekat—pakai 0 agar hasil tidak “terlihat benar padahal salah”.
4. Rujukan resmi (kalau ingin lihat versi Microsoft)
Jika Anda ingin memastikan sintaks/konsep dari sumber resmi, Anda bisa melihat halaman bantuan Microsoft tentang penggunaan VLOOKUP, INDEX, dan MATCH: Mencari nilai dengan VLOOKUP, INDEX, atau MATCH (Dukungan Microsoft).
FAQ INDEX MATCH di Excel
1. Kenapa saya disarankan pakai INDEX+MATCH, bukan VLOOKUP?
Karena INDEX+MATCH lebih fleksibel: bisa lookup ke kiri, dan biasanya lebih “tahan” saat struktur kolom berubah.
2. Kenapa hasil saya #N/A padahal kodenya ada?
Penyebab paling sering: ada spasi/karakter tersembunyi, beda format (angka vs teks), atau Anda lupa pakai match_type 0.
3. Apakah INDEX+MATCH bisa untuk 2 kriteria?
Bisa. Gunakan rumus multi-kriteria (array) atau buat kolom bantu “kunci gabungan” agar lebih mudah diaudit.
4. Excel saya memakai titik koma (;). Apakah rumusnya beda?
Logikanya sama. Anda hanya perlu mengganti koma (,) menjadi titik koma (;).
5. Kapan sebaiknya pakai XLOOKUP?
Jika Excel Anda mendukung XLOOKUP, biasanya lebih simpel karena default-nya exact match dan arah lookup lebih fleksibel. Namun INDEX+MATCH tetap berguna karena sangat umum dipakai di file-file lama.
Baca juga di Beginisob.com
- Cara Mengatasi Error #SPILL! di Excel: Penyebab Paling Sering, Contoh Kasus (Tabel), dan Perbaikannya Langkah demi Langkah
- TEXTSPLIT Excel: Memecah Teks Jadi Kolom/Baris (Alternatif Text to Columns) + Contoh Tabel Per Sel untuk Pemula
- Cara Mengurutkan Data di Excel untuk Pemula: Sort A–Z, Multi-Level Sort (Bertingkat), dan Sort Berdasarkan Warna/Ikon Tanpa Data Berantakan
- Menjumlah Data yang Difilter di Excel: SUBTOTAL vs AGGREGATE (Biar Rekap Tidak Salah Saat Filter Aktif)
- Excel: SUBTOTAL vs AGGREGATE untuk Data Terfilter & Baris Tersembunyi (Biar Rekap Tidak Salah)
- Cara Membuat Nomor Urut di Excel yang Tidak Lompat Saat Filter dan Tetap Rapi Saat Insert Baris: Pakai SUBTOTAL (Plus Opsi AGGREGATE & SEQUENCE)
Comments
Post a Comment