Cara Membuat Grafik di Excel dengan 2 Data (2 Series): 1 Chart untuk Omzet & Transaksi + Combo Chart Secondary Axis (Lengkap Contoh Tabel)
Diperbarui: 10 Februari 2026
Ringkasan cepat:
- “Grafik Excel dengan 2 data” maksudnya 1 grafik berisi 2 series (mis. Omzet dan Jumlah Transaksi).
- Kalau kedua data skalanya mirip → cukup Column/Line biasa (dua series dalam satu chart).
- Kalau skalanya jauh berbeda (Omzet jutaan vs Transaksi ratusan) → pakai Combo Chart + Secondary Axis.
- Di bawah ada contoh tabel siap ketik dan langkah setel chart agar tidak menyesatkan.
Daftar isi
- Apa maksud “grafik 2 data” di Excel?
- Contoh data 2 kolom angka (siap ketik)
- Kasus 1: Dua data skala mirip (grafik biasa 2 series)
- Kasus 2: Dua data skala jauh beda (Combo Chart + Secondary Axis)
- Rapikan grafik: judul, label, format angka, dan legenda
- Masalah umum: angka terbaca teks, grafik “aneh”, dan cara cek cepat
- FAQ
- Baca juga di Beginisob.com
Apa maksud “grafik 2 data” di Excel?
“Grafik 2 data” biasanya berarti: dalam 1 chart kamu ingin menampilkan dua seri data (misalnya Omzet dan Transaksi) terhadap kategori yang sama (misalnya Bulan). Jadi satu grafik punya 2 legenda/warna/garis.
Kalau kamu masih tahap pemula dan butuh pondasi membuat chart dari tabel sederhana (jenis chart, cara memilih chart, dan kesalahan umum), baca panduan grafik dasar berikut: Cara Membuat Grafik di Excel yang Mudah Dibaca untuk Pemula: Pilih Jenis Chart yang Tepat + Label, Sumbu, dan Tips Biar Tidak Menyesatkan.
Contoh data 2 kolom angka (siap ketik)
Ketik tabel ini mulai dari sel A1. Ini contoh paling realistis untuk latihan “2 data dalam 1 grafik”:
| A: Bulan | B: Omzet (Rp) | C: Transaksi |
|---|---|---|
| Jan | 12500000 | 132 |
| Feb | 11800000 | 121 |
| Mar | 15250000 | 154 |
| Apr | 14100000 | 148 |
| Mei | 16700000 | 171 |
| Jun | 15900000 | 163 |
Catatan penting: Omzet dan Transaksi saya tulis sebagai angka murni (tanpa “Rp” di dalam sel) supaya Excel membacanya sebagai Number (ini mencegah banyak error grafik).
Kasus 1: Dua data skala mirip (grafik biasa 2 series)
Kalau dua data skalanya mirip (misalnya Online vs Offline, atau Target vs Realisasi yang sama-sama rupiah), kamu bisa pakai grafik biasa (Column/Line) dan Excel otomatis membuat 2 series.
1) Buat grafik Column 2 series
- Blok A1:C7 (termasuk header).
- Insert → Column Chart → pilih Clustered Column.
- Hasil: Omzet dan Transaksi tampil sebagai dua batang per bulan.
Kalau kamu butuh pemilihan jenis diagram (batang vs stacked vs 100% stacked) agar tidak salah menyimpulkan data, ini panduannya: Cara Membuat Diagram Batang di Excel yang Benar: Clustered vs Stacked vs 100% Stacked + Kapan Pakai Bar atau Column.
Namun untuk contoh kita (Omzet jutaan vs Transaksi ratusan), grafik batang 2 series sering bikin salah baca, karena Transaksi terlihat “nyaris nol” akibat skala Omzet jauh lebih besar. Itu masuk Kasus 2.
Kasus 2: Dua data skala jauh beda (Combo Chart + Secondary Axis)
Untuk Omzet (jutaan) dan Transaksi (ratusan), cara paling rapi adalah: Omzet = Column, Transaksi = Line, dan Transaksi pakai Secondary Axis.
1) Buat chart awal dari tabel
- Blok A1:C7.
- Insert → pilih chart apa saja dulu (Column boleh).
2) Ubah ke Combo Chart
- Klik chart.
- Chart Design → Change Chart Type.
- Pilih Combo.
- Set: Omzet = Clustered Column, Transaksi = Line.
- Centang Secondary Axis untuk Transaksi.
- OK/Apply.
3) Cek hasil yang benar
- Sumbu kiri (Primary Axis) = Omzet (Rp).
- Sumbu kanan (Secondary Axis) = Transaksi.
- Garis Transaksi terlihat “hidup” dan bisa dibandingkan tren bulanannya tanpa tertimpa skala Omzet.
Contoh nyata pemakaian combo chart seperti ini (kolom + garis) sering dipakai untuk laporan atasan: Laporan Target vs Realisasi Penjualan Tahunan di Excel: Persentase Pencapaian + Grafik Otomatis.
Rapikan grafik: judul, label, format angka, dan legenda
Setelah chart jadi, rapikan agar tidak menyesatkan:
- Judul grafik jelas (mis. “Tren Omzet & Jumlah Transaksi per Bulan”).
- Label sumbu jelaskan satuan: Omzet (Rp) dan Transaksi (kali).
- Format angka: Omzet bisa ditampilkan ribuan/jutaan agar tidak terlalu panjang.
- Legenda: pastikan seri “Omzet” dan “Transaksi” tidak tertukar.
Tips rapi: judul grafik bisa ditautkan ke sel agar otomatis berubah (mis. ikut bulan/tahun). Panduannya ada di: Cara Membuat Judul di Excel: Judul Tabel, Judul Grafik, dan Judul Saat Print (Lengkap + Contoh Tabel).
Masalah umum: angka terbaca teks, grafik “aneh”, dan cara cek cepat
Kalau grafik kamu “aneh” (sumbu tidak masuk akal, urutan kacau, atau nilai seperti tidak terbaca), penyebab paling sering adalah data sumber tidak sehat:
- Omzet diketik dengan “Rp”, spasi, atau pemisah ribuan campur → terbaca teks.
- Ada baris kosong di tengah range → Excel salah baca blok data.
- Header lebih dari satu baris → Excel bingung menentukan seri.
Untuk audit “angka tersimpan sebagai teks” (yang sering bikin grafik & rumus rekap bermasalah), ikuti langkah aman ini: Audit Data “Angka Tersimpan sebagai Teks” agar SUMIF/SUMIFS Normal: TRIM, CLEAN, NUMBERVALUE, dan Checklist 5 Menit.
FAQ
1) Cara membuat grafik di Excel dengan 2 data itu bagaimana?
Blok tabel yang berisi 1 kolom kategori (mis. Bulan) + 2 kolom angka, lalu Insert Chart. Excel akan membuat 2 series otomatis.
2) Kenapa salah satu data tidak kelihatan di grafik?
Biasanya karena skala jauh beda (mis. omzet jutaan vs transaksi ratusan). Solusinya pakai Combo Chart dan Secondary Axis.
3) Kapan perlu Secondary Axis?
Ketika dua seri memakai satuan/skala yang sangat berbeda sehingga satu seri “tenggelam”.
4) Kenapa grafik tidak sesuai angka?
Sering karena angka sebenarnya teks (ada “Rp”, spasi, atau format campur). Bersihkan data dan pastikan nilainya Number.
Baca juga di Beginisob.com
- Contoh Data Excel untuk Latihan (Siap Ketik) + Tantangan Rumus Bertahap
- Cara Membuat Excel Table (Ctrl+T) yang Benar untuk Pemula
- Cara Menghitung Jumlah di Excel untuk Pemula: SUM, SUMIF, SUMIFS, dan SUBTOTAL
- Menjumlah Data yang Difilter di Excel: SUBTOTAL vs AGGREGATE
- Cara Menghitung Persen Kenaikan dan Penurunan (Contoh + Cara Pakai di Excel)
Comments
Post a Comment