Skip to main content

Cara Membuat Diagram Batang di Excel yang Benar: Clustered vs Stacked vs 100% Stacked + Kapan Pakai Bar (Horizontal) atau Column (Vertikal)

Diperbarui: 27 Desember 2025

Ringkasan cepat:

  • Clustered = terbaik untuk membandingkan nilai antar kategori (mis. omzet Produk A vs B).
  • Stacked = terbaik untuk melihat komposisi + total (mis. total omzet per cabang terdiri dari Online+Offline).
  • 100% Stacked = terbaik untuk membandingkan persentase komposisi, bukan nilai absolut.
  • Kalau label kategori panjang, gunakan Bar chart (horizontal) supaya teks terbaca.
  • Wajib rapikan: judul, sumbu, format angka, dan data labels (secukupnya) agar grafik tidak menyesatkan.

Daftar isi

Konsep cepat: Bar vs Column, Clustered vs Stacked

  • Column chart (batang vertikal): bagus untuk tren per periode (bulan) atau kategori yang teksnya pendek.
  • Bar chart (batang horizontal): bagus untuk daftar kategori panjang (nama barang panjang, nama desa, nama karyawan).
  • Clustered: fokus membandingkan seri A vs seri B pada kategori yang sama.
  • Stacked: fokus melihat total + bagian penyusunnya (komposisi).
  • 100% Stacked: fokus membandingkan persentase komposisi antar kategori (nilai absolut bisa “hilang”).

Kalau kamu masih bingung dasar membuat chart dari nol, Microsoft menjelaskan alur umum pembuatan chart dan jenis-jenisnya (column/bar/line/pie) di panduan resmi ini: Create a chart from start to finish (Microsoft Support).

Contoh data 1: Perbandingan produk (untuk Clustered)

Ketik tabel ini mulai dari sel A1. Ini contoh yang cocok untuk Clustered karena tujuan utamanya membandingkan produk per bulan.

Bulan Kopi 250g Teh 200g Gula 1kg
Jan1258060
Feb1109055
Mar1408570
Apr1359565
Mei15010075

Catatan: angka di atas adalah contoh “unit terjual”. Kalau data kamu berasal dari total omzet, pastikan kolom angka benar-benar angka (bukan teks “Rp…”). Untuk audit cepat, ikuti panduan: Audit Data “Angka Tersimpan sebagai Teks” agar SUMIF/SUMIFS Normal.

Langkah membuat Clustered Column/Bar (paling sering dipakai)

1. Blok range data (termasuk header)

Blok A1:D6.

2. Insert chart

  1. Buka tab Insert.
  2. Klik Insert Column or Bar Chart.
  3. Pilih salah satu:
    • Clustered Column (vertikal), atau
    • Clustered Bar (horizontal).

Microsoft juga punya panduan khusus “present your data in a column chart” yang menjelaskan langkah inti pemilihan chart dari menu Insert: Present your data in a column chart (Microsoft Support).

3. Kapan pilih Bar (horizontal) daripada Column (vertikal)?

  • Pilih Bar kalau nama kategori panjang (mis. “Kopi Arabika Gayo 250g”).
  • Pilih Column kalau kategori pendek dan kamu ingin nuansa “per periode” (bulan).

Kalau grafik ini nanti dipakai untuk laporan evaluasi (mis. target vs realisasi), biasanya formatnya beda (combo chart). Untuk kasus itu, jangan dipaksakan dengan diagram batang biasa—lebih tepat ikuti tutorial khusus: Laporan Target vs Realisasi Penjualan Tahunan di Excel: Persentase Pencapaian + Grafik Otomatis.

Contoh data 2: Komposisi channel (untuk Stacked & 100% Stacked)

Contoh ini cocok untuk Stacked karena kita ingin melihat total per bulan sekaligus komposisinya (Online vs Offline).

Bulan Online Offline Total (cek)
Jan6090150
Feb7585160
Mar80100180
Apr9590185
Mei11095205

Kolom “Total (cek)” di atas hanya untuk memastikan penjumlahan benar. Kalau kamu butuh penguatan rumus SUM/SUMIF/SUMIFS dari nol (dengan contoh tabel), lihat: Cara Menghitung Jumlah di Excel untuk Pemula: SUM, AutoSum, SUMIF, SUMIFS, dan SUBTOTAL.

Langkah membuat Stacked & 100% Stacked

1. Buat Stacked Column (lihat total + komposisi)

  1. Blok A1:C6 (cukup Bulan, Online, Offline). Kolom “Total (cek)” tidak perlu ikut chart.
  2. Insert → Insert Column or Bar Chart → pilih Stacked Column.
  3. Hasil yang diharapkan: tinggi batang menunjukkan total per bulan; warna batang menunjukkan porsi Online/Offline.

2. Buat 100% Stacked Column (lihat persentase komposisi)

  1. Masih dari range yang sama (A1:C6), Insert → pilih 100% Stacked Column.
  2. Gunakan ini kalau pertanyaannya: “Bulan mana yang porsi Online-nya paling besar?” (bukan “bulan mana yang omzetnya paling besar?”).

Tips praktis: kalau kamu butuh halaman ringkasan yang bisa difilter (bukan sekadar chart), itu sudah masuk domain dashboard/pivot. Rujukan di Beginisob: Dashboard Laporan Tahunan di Excel: Pivot Table + Slicer (Filter Cepat) untuk Penjualan/HR dalam 1 Halaman.

Rapikan diagram batang: judul, sumbu, angka, data label

Diagram batang yang benar itu bukan cuma “muncul”, tapi mudah dibaca dan tidak menipu. Minimal rapikan 4 hal berikut.

1) Judul chart yang jelas

Contoh: Penjualan Unit per Produk (Jan–Mei 2025) atau Komposisi Channel Penjualan (Online vs Offline).

2) Format angka & satuan

  • Kalau unit: tampilkan angka normal.
  • Kalau rupiah: pertimbangkan tampilkan “juta” supaya tidak penuh nol.

3) Data labels (pakai bila membantu)

Gunakan data labels kalau data point tidak terlalu banyak dan pembaca butuh angka “sekilas”. Microsoft menjelaskan cara menambah/menghapus data labels di sini: Add or remove data labels in a chart.

4) Kalau jenisnya kurang pas, ganti chart type (tanpa bikin ulang)

Klik chart → Chart Design → Change Chart Type. Panduan resmi: Change the chart type of an existing chart.

Kesalahan umum (yang bikin grafik menipu)

  • Salah pilih tipe: ingin membandingkan nilai absolut tapi pakai 100% stacked (akhirnya semua bulan terlihat “sama tinggi”).
  • Ikutkan kolom total ke stacked: hasilnya jadi dobel/aneh karena total ikut dijumlah lagi.
  • Nama kategori panjang tapi pakai column: label mepet dan tidak terbaca → lebih cocok bar chart.
  • Data sumber belum rapi (angka sebagai teks/spasi tersembunyi) → chart terlihat salah. Audit dulu.

Catatan amanah: Visual itu bisa “menggiring” pembaca kalau kita sengaja menyusun grafik agar terlihat dramatis. Untuk laporan kerja/usaha, jaga kejujuran: pilih jenis chart yang sesuai pertanyaan dan tampilkan konteks (periode, satuan, definisi angka).

FAQ diagram batang di Excel

1) Diagram batang di Excel itu Bar atau Column?

Dua-duanya termasuk “diagram batang”. Column batang vertikal, Bar batang horizontal. Pilih sesuai kebutuhan keterbacaan label dan bentuk perbandingan.

2) Kapan pakai Clustered, kapan pakai Stacked?

Clustered untuk membandingkan nilai antar seri pada kategori yang sama. Stacked untuk melihat total sekaligus komposisi bagian penyusunnya.

3) Kenapa 100% Stacked bikin semua batang sama tinggi?

Karena 100% stacked menormalisasi semua kategori jadi 100%. Ini cocok untuk membandingkan persentase komposisi, bukan nilai absolut.

4) Boleh tidak menampilkan data labels di semua batang?

Boleh, tapi kalau batangnya banyak akan ramai. Biasanya cukup tampilkan di grafik yang datanya sedikit atau untuk slide presentasi.

5) Chart saya “kacau”, seri dan kategori ketukar. Solusinya?

Biasanya karena orientasi baris/kolom. Coba gunakan opsi Switch Row/Column (di Select Data) atau susun tabel: kategori di kolom pertama, seri di header baris pertama.

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved