Rumus IF 4 Kondisi di Excel: 4 Cara Paling Rapi (IF Bertingkat, IFS, AND/OR) + Contoh Tabel Rumus per Sel
Diperbarui: 20 Februari 2026
Kalau kamu ingin membuat hasil otomatis berdasarkan 4 kondisi, biasanya kamu akan ketemu “IF bertingkat” (nested IF). Masalahnya: makin banyak kondisi, makin panjang rumus dan gampang salah kurung. Di artikel ini kamu dapat beberapa cara yang rapi, plus contoh tabel siap ketik agar hasilnya langsung kebukti.
Targetnya sederhana: kamu bisa menulis rumus IF 4 kondisi yang benar, mudah dibaca, dan aman saat data bertambah.
Ringkasan cepat:
- Untuk 4 kondisi yang “pilih salah satu”, kamu bisa pakai IF bertingkat atau IFS (lebih rapi).
- Kalau kondisinya gabungan (mis. Status + Terlambat), gunakan IF + AND/OR dengan urutan logika yang benar.
- Kalau kondisinya sering berubah, solusi paling aman adalah tabel mapping (tidak perlu rumus panjang).
- Kalau kamu masih pemula dan butuh pondasi IF/AND/OR dari nol, mulai dulu dari Rumus Excel Basic untuk Pemula.
Daftar isi
- Apa maksud rumus IF 4 kondisi di Excel?
- Contoh data latihan (siap ketik)
- Cara 1: IF bertingkat (nested IF) untuk 4 kondisi
- Cara 2: IFS (lebih rapi daripada IF bertingkat)
- Cara 3: IF + AND/OR untuk kondisi gabungan
- Cara 4 (paling scalable): tabel mapping (tanpa rumus panjang)
- Checklist sebelum mulai (biar rumus tidak error)
- Tabel risiko saat merapikan rumus & data (data hilang/tidak)
- Kesalahan umum IF 4 kondisi (dan cara beresinnya)
- FAQ rumus IF 4 kondisi di Excel
- Kesimpulan
- Baca juga di Beginisob.com
Apa maksud rumus IF 4 kondisi di Excel?
IF 4 kondisi biasanya berarti: kamu ingin Excel mengecek beberapa kemungkinan, lalu mengembalikan hasil berbeda sesuai kondisi yang terpenuhi.
Contoh sederhana:
- Jika Status = Lunas → tampilkan “OK”
- Jika Status = Piutang → tampilkan “TAGIH”
- Jika Status = Refund → tampilkan “KEMBALIKAN”
- Jika Status = Batal → tampilkan “HAPUS”
Kuncinya ada 2:
- Urutan logika (yang dicek duluan memengaruhi hasil).
- Fallback (apa yang ditampilkan jika tidak ada kondisi yang cocok).
Contoh data latihan (siap ketik)
Ketik tabel ini mulai dari sel A1 (contoh kasus: label otomatis berdasarkan Status).
| Sel | Isi | Keterangan |
|---|---|---|
| A1 | No | Header |
| B1 | Nama | Header |
| C1 | Status | Header |
| D1 | Nominal | Header |
| E1 | Label | Output rumus |
| A2 | 1 | |
| B2 | Ahmad | |
| C2 | Lunas | Salah satu dari: Lunas/Piutang/Refund/Batal |
| D2 | 150000 | Contoh angka |
| A3 | 2 | |
| B3 | Aisyah | |
| C3 | Piutang | |
| D3 | 90000 | |
| A4 | 3 | |
| B4 | Ridwan | |
| C4 | Refund | |
| D4 | 45000 | |
| A5 | 4 | |
| B5 | Maryam | |
| C5 | Batal | |
| D5 | 0 | Contoh angka |
Target: isi kolom E (Label) otomatis sesuai Status di kolom C.
Cara 1: IF bertingkat (nested IF) untuk 4 kondisi
Ini cara yang paling sering dipakai saat orang bilang “IF 4 kondisi”. Rumusnya panjang, tapi universal (hampir semua versi Excel bisa).
1) Rumus IF bertingkat (4 kondisi + fallback)
Di sel E2, ketik rumus ini lalu Enter:
Rumus (versi pemisah koma):
=IF(C2="Lunas","OK",IF(C2="Piutang","TAGIH",IF(C2="Refund","KEMBALIKAN",IF(C2="Batal","HAPUS","CEK STATUS"))))
Catatan penting: kalau Excel kamu memakai pemisah titik koma, ganti semua koma , menjadi ;.
2) Tarik ke bawah + hasil yang diharapkan
Tarik rumus E2 ke E5. Hasil idealnya:
| Baris | Status (C) | Label (E) yang diharapkan |
|---|---|---|
| 2 | Lunas | OK |
| 3 | Piutang | TAGIH |
| 4 | Refund | KEMBALIKAN |
| 5 | Batal | HAPUS |
Kenapa butuh fallback “CEK STATUS”? Supaya kalau ada typo (mis. “Lunas ” ada spasi) kamu langsung sadar datanya kotor, bukan diam-diam salah hasil.
Cara 2: IFS (lebih rapi daripada IF bertingkat)
Kalau Excel kamu mendukung fungsi IFS, ini biasanya pilihan terbaik untuk “4 kondisi” karena lebih mudah dibaca.
1) Rumus IFS (4 kondisi + default)
Di sel E2, ketik:
=IFS(C2="Lunas","OK",C2="Piutang","TAGIH",C2="Refund","KEMBALIKAN",C2="Batal","HAPUS",TRUE,"CEK STATUS")
Kenapa ada TRUE di akhir? Itu “default” kalau tidak ada kondisi yang cocok (mirip fallback di IF bertingkat).
2) Kapan IFS lebih unggul?
- Saat kondisi mulai banyak (4, 5, 6...).
- Saat kamu ingin rumus yang mudah dicek ulang (audit) oleh orang lain.
- Saat kamu ingin mengurangi risiko salah kurung.
Cara 3: IF + AND/OR untuk kondisi gabungan
Kadang “4 kondisi” bukan 4 status, tapi gabungan beberapa kolom. Contoh: status piutang + hari keterlambatan.
Tambahkan kolom ini (mulai dari F1) untuk simulasi:
| Sel | Isi | Keterangan |
|---|---|---|
| F1 | Hari_Terlambat | Header |
| G1 | Aksi | Output rumus |
| F2 | 0 | Lunas biasanya 0 |
| F3 | 3 | Piutang terlambat 3 hari |
| F4 | 10 | Refund (hanya contoh) |
| F5 | 0 | Batal (hanya contoh) |
Target logika (4 kondisi):
- Jika Status = Lunas → “SELESAI”
- Jika Status = Piutang dan Hari_Terlambat 1–7 → “TAGIH RINGAN”
- Jika Status = Piutang dan Hari_Terlambat > 7 → “TAGIH INTENS”
- Selain itu → “CEK MANUAL”
Rumus IF + AND (urutannya penting)
Di sel G2:
=IF(C2="Lunas","SELESAI",IF(AND(C2="Piutang",F2>=1,F2<=7),"TAGIH RINGAN",IF(AND(C2="Piutang",F2>7),"TAGIH INTENS","CEK MANUAL")))
Tips audit cepat: Kalau yang kamu butuhkan ternyata bukan “menampilkan label”, tapi “menghitung berapa baris yang memenuhi banyak syarat”, itu lebih tepat pakai COUNTIFS. Panduan lengkap COUNTIF/COUNTIFS ada di Rumus Menghitung Banyaknya Data di Excel (COUNT vs COUNTA vs COUNTIF/COUNTIFS).
Cara 4 (paling scalable): tabel mapping (tanpa rumus panjang)
Kalau daftar kondisi sering berubah (mis. status baru ditambah, atau label diganti), jangan “hardcode” di IF panjang. Lebih aman buat tabel mapping sehingga edit cukup di tabel, bukan di rumus.
1) Buat tabel mapping Status → Label
Buat tabel kecil di area kosong, misalnya mulai dari I1:
| Sel | Isi |
|---|---|
| I1 | Status |
| J1 | Label |
| I2 | Lunas |
| J2 | OK |
| I3 | Piutang |
| J3 | TAGIH |
| I4 | Refund |
| J4 | KEMBALIKAN |
| I5 | Batal |
| J5 | HAPUS |
2) Ambil Label dari tabel mapping
Kalau Excel kamu mendukung XLOOKUP, rumusnya ringkas. Kalau tidak, pakai VLOOKUP.
- Opsi A (XLOOKUP): =XLOOKUP(C2,$I$2:$I$5,$J$2:$J$5,"CEK STATUS")
- Opsi B (VLOOKUP): =IFERROR(VLOOKUP(C2,$I$2:$J$5,2,FALSE),"CEK STATUS")
Kenapa ini paling “scalable”? Karena kalau besok ada status baru “Pending”, kamu cukup tambah 1 baris di tabel mapping. Rumusnya tidak perlu diubah.
Kalau kamu sedang mengolah nominal/rekap transaksi, pastikan juga kamu paham pondasi SUM/SUMIF/SUMIFS supaya hasil rekap tidak menipu. Panduan lengkapnya ada di Cara Menghitung Jumlah di Excel (SUM, SUMIF, SUMIFS, SUBTOTAL).
Checklist sebelum mulai (biar rumus tidak error)
- Pastikan data konsisten: jangan ada “Lunas ” (spasi belakang) atau variasi huruf yang membuat kondisi gagal.
- Gunakan dropdown untuk kolom Status agar tidak typo. Tutorialnya ada di Cara Membuat Dropdown List di Excel (Data Validation).
- Sepakati pemisah rumus: jika rumus error padahal benar, coba ganti
,↔;. - Uji 5 baris dulu: jangan langsung terapkan ke 5.000 baris sebelum yakin hasilnya benar.
- Tambahkan fallback (mis. “CEK STATUS”) supaya data kotor cepat ketahuan.
Tabel risiko saat merapikan rumus & data (data hilang/tidak)
| Tindakan | Risiko data hilang? | Risiko salah hasil? | Mitigasi aman |
|---|---|---|---|
| Ganti IF bertingkat → IFS | Tidak | Rendah (kalau urutan sama) | Bandingkan hasil 10 baris pertama sebelum tarik ke bawah. |
| Tambah fallback “CEK STATUS” | Tidak | Lebih rendah | Gunakan untuk audit; setelah data bersih boleh diganti jadi kosong (""). |
| Bersihkan spasi/typo status | Tidak | Sedang (jika edit manual sembarangan) | Pakai dropdown Data Validation agar input konsisten. |
| Berpindah ke tabel mapping (XLOOKUP/VLOOKUP) | Tidak | Rendah | Kunci range dengan $ (mis. $I$2:$J$5) dan siapkan label default. |
| Ubah pemisah rumus , ↔ ; | Tidak | Tinggi jika tidak konsisten | Setelah fix, copy rumus yang sudah benar (jangan campur versi). |
Kesalahan umum IF 4 kondisi (dan cara beresinnya)
1) Kurungnya kurang/kelebihan
Solusi: pecah dulu ke beberapa baris (sementara) atau pakai IFS agar struktur lebih jelas.
2) Kondisi tidak pernah cocok karena data kotor (spasi/typo)
Solusi: pakai fallback “CEK STATUS”, lalu rapikan input (paling aman pakai dropdown).
3) Rumus dianggap teks (muncul “=IF(…)” apa adanya)
Biasanya karena sel terformat Text atau ada tanda petik di depan. Ubah format ke General, lalu ketik ulang rumus.
4) Rumus error gara-gara separator
Jika Excel kamu minta titik koma, rumus dengan koma akan error. Untuk troubleshooting umum rumus yang “benar tapi hasilnya aneh”, kamu bisa bandingkan juga pola perbaikan di Rumus SUM/SUMIF di Excel Tidak Menghitung / Hasil 0 (bagian separator & data kotor biasanya mirip).
FAQ rumus IF 4 kondisi di Excel
1) Lebih bagus IF bertingkat atau IFS?
Kalau Excel kamu mendukung, IFS biasanya lebih rapi dan lebih mudah diaudit. IF bertingkat tetap berguna untuk kompatibilitas versi lama.
2) Bagaimana kalau kondisinya lebih dari 4?
Pertimbangkan IFS atau lebih aman lagi: tabel mapping (supaya tidak ada rumus super panjang).
3) Bisa tidak IF 4 kondisi untuk rentang nilai (mis. A/B/C/D)?
Bisa, tapi pastikan urutan dari nilai tertinggi ke terendah (atau sebaliknya). Contoh: cek >=90 dulu, baru >=80, dst.
4) Kenapa hasilnya selalu “CEK STATUS” padahal statusnya benar?
Biasanya ada spasi tersembunyi, beda huruf (mis. “piutang” vs “Piutang”), atau status tidak masuk daftar. Gunakan dropdown untuk mengunci pilihan.
5) Apa cara tercepat mengetes rumus sebelum dipakai ke ribuan baris?
Uji 10 baris dengan variasi kondisi, cek hasilnya manual, lalu baru tarik ke bawah. Kalau ada yang meleset, perbaiki dulu urutannya.
Kesimpulan
Untuk “rumus IF 4 kondisi”, kamu punya 3 jalur aman:
- IF bertingkat (paling kompatibel, tapi rawan panjang).
- IFS (lebih rapi, enak untuk audit).
- Tabel mapping (paling scalable saat kondisi sering berubah).
Kalau hasil rumus masih suka meleset, hampir selalu akar masalahnya ada di data yang tidak konsisten atau urutan logika. Bereskan itu dulu, baru rumusnya “nempel”.
Baca juga di Beginisob.com
- Cara Konversi Nilai di Excel (0–100 ke 0–4, Predikat, Status KKM) + Rumus per Sel
- Cara Menghitung Rata-rata Bersyarat di Excel (AVERAGEIF & AVERAGEIFS)
- Cara Membuat Check Box di Excel + Rekap TRUE/FALSE dengan Rumus
- Rumus UNIQUE & FILTER di Excel (Daftar Unik & Filter Otomatis) + Contoh Tabel
- Contoh Data Excel untuk Latihan (Siap Ketik) + Tantangan Rumus Bertahap
Comments
Post a Comment