Skip to main content

KML to Excel: Cara Convert File KML (Google Earth) ke Excel/CSV Paling Aman (Point, Line, Polygon) + Contoh Tabel & Rumus

Diperbarui: 4 Februari 2026

Ringkasan cepat:

  • Excel tidak bisa langsung “import KML” seperti aplikasi GIS. Solusinya: ubah KML → CSV/XLSX dulu, baru dibuka di Excel.
  • Kalau KML kamu berisi titik (placemark/point), cara tercepat: pakai converter KML→CSV, lalu rapikan kolom Latitude/Longitude di Excel.
  • Kalau KML berisi garis/polygon, biasanya hasil terbaik adalah kolom WKT (geometry sebagai teks) atau diekspor lewat QGIS.
  • Setelah data masuk Excel, pecah koordinat dengan TEXTSPLIT (Excel 365/2021) agar cepat rapi. Panduannya ada di TEXTSPLIT Excel: Memecah Teks Jadi Kolom/Baris (Alternatif Text to Columns) + Contoh Per Sel.

Daftar isi

Checkpoint: terverifikasi vs belum pasti

  • Terverifikasi: KML adalah format geospasial berbasis XML (standar OGC). Excel umumnya lebih cocok menerima data tabular seperti CSV/XLSX, sehingga KML perlu dikonversi dulu.
  • Belum pasti / bisa berbeda: hasil kolom dari converter bisa beda (nama kolom, apakah altitude ikut, apakah geometry jadi WKT, dsb.) tergantung tool dan isi KML (point vs polygon, ada folder/description atau tidak).

Pahami dulu: KML itu apa, dan kenapa Excel tidak langsung cocok

KML (Keyhole Markup Language) adalah format untuk menyimpan objek lokasi seperti placemark (titik), path (garis), dan polygon (area). File ini umum dibuat/diambil dari Google Earth atau aplikasi pemetaan lain.

Masalahnya: Excel itu bukan aplikasi GIS. Excel kuat di tabel dan perhitungan, bukan geometri. Karena itu “KML to Excel” yang paling aman adalah: ubah dulu KML jadi CSV/XLSX, lalu olah di Excel.

Metode 1 (paling cepat): Convert KML → CSV online (untuk Point/Placemark)

Metode ini paling cocok jika KML kamu berisi daftar titik (contoh: daftar lokasi pelanggan, titik sampling, lokasi aset).

1) Convert KML ke CSV (online)

  1. Buka converter KML → CSV (contoh tool yang umum dipakai):
  2. Upload file .kml kamu → pilih output CSV → download hasilnya.

Catatan penting: kalau data sensitif (alamat pelanggan, titik aset), pertimbangkan metode QGIS (offline) agar file tidak perlu diupload ke layanan pihak ketiga.

2) Buka CSV di Excel

  1. Excel → File > Open → pilih CSV.
  2. Kalau koordinat masih satu kolom (mis. “106.8,-6.2,0”), pecah dengan TEXTSPLIT (lihat bagian contoh rumus).

Metode 2 (paling stabil): KML → CSV via QGIS (Point/Line/Polygon)

Metode ini cocok jika KML kamu:

  • Berisi garis (rute) atau polygon (area), atau
  • Punya atribut lebih kompleks (folder, deskripsi panjang, field tambahan), atau
  • Kamu ingin proses offline (lebih aman untuk data sensitif).

Langkah ringkas (konsepnya)

  1. Buka QGIS → import/add file KML sebagai layer.
  2. Klik kanan layer → ExportSave Features As…
  3. Pilih format output CSV.
  4. Untuk geometry:
    • Point: outputkan X/Y (longitude/latitude) jika tersedia di opsi.
    • Line/Polygon: simpan geometry sebagai WKT (teks) agar tidak hilang.
  5. Buka CSV di Excel untuk rekap, sortir, dan analisis.

Setelah datanya jadi tabel di Excel, biar tidak mudah rusak saat baris bertambah, jadikan range sebagai Excel Table (Ctrl+T). Panduannya ada di Cara Membuat Excel Table (Ctrl+T) yang Benar untuk Pemula: Header, Filter, Total Row, dan Range Otomatis Ikut Nambah.

Metode 3 (darurat): Buka KML sebagai XML lalu bersihkan di Excel

Ini opsi darurat kalau kamu tidak bisa pakai converter/QGIS. Karena KML berbasis XML, KML kadang bisa dibuka sebagai XML lalu disaring manual. Namun biasanya “berantakan” dan butuh banyak pembersihan (tidak direkomendasikan untuk pemula).

Contoh tabel hasil konversi + rumus per sel (wajib)

Misal hasil converter memberi kolom Name, Description, dan satu kolom Coordinates dengan format: longitude,latitude,altitude. Ini contoh data (siap ketik) di Excel:

A: Name B: Description C: Coordinates D: Longitude E: Latitude F: Altitude
Titik A Gudang Pusat 106.8272,-6.1754,0
Titik B Cabang 1 107.6191,-6.9175,0
Titik C Cabang 2 110.3695,-7.7956,0

1) Pecah koordinat otomatis dengan TEXTSPLIT (Excel 365/2021)

Di D2:

=TEXTSPLIT(C2,",")

Rumus ini akan “spill” ke D2:E2:F2 (Longitude, Latitude, Altitude). Lalu copy ke bawah untuk baris berikutnya. Jika Excel kamu belum mendukung spill/TEXTSPLIT, lihat alternatif “Text to Columns” atau rumus lain pada artikel TEXTSPLIT Excel: Memecah Teks Jadi Kolom/Baris.

2) Pastikan kolom Longitude/Latitude benar-benar angka

Kadang hasil pecahan masih terbaca teks (terutama jika setting pemisah desimal/ribuan berbeda). Untuk memaksa jadi angka, kamu bisa pakai NUMBERVALUE.

Contoh (misal hasil split ada di D2):

=NUMBERVALUE(D2,".","")

Jika rumus hitung atau sort jadi “aneh” (misalnya 110 dianggap lebih kecil dari 7), kemungkinan besar angkanya masih teks. Audit cepatnya ikuti Audit Data “Angka Tersimpan sebagai Teks” agar SUMIF/SUMIFS Normal.

Rapikan data: angka jadi teks, pemisah desimal, dan kolom tambahan

1) Tambah kolom “KodeLokasi”, “Kategori”, atau “Sumber”

Biasanya setelah KML masuk Excel, kamu perlu kolom tambahan untuk kebutuhan bisnis: kategori lokasi, status, PIC, tanggal update, dll. Cara insert kolom yang aman (biar tabel tidak geser) bisa kamu ikuti di Cara Menambah dan Mengatur Kolom di Excel untuk Pemula: Insert/Delete, AutoFit, Hide/Unhide (Lengkap Contoh).

2) Rekap jumlah lokasi per kategori

Setelah data rapi, kamu bisa rekap cepat (misalnya jumlah titik per kategori/kota) dengan rumus-rumus admin. Kalau kamu butuh daftar rumus harian untuk rekap, lihat Rumus Excel yang Sering Digunakan Admin: 20 Rumus Harian untuk Rekap, Tanggal, Teks, Lookup, dan Validasi.

3) Catatan syariat (ringkas)

Data lokasi sering terkait amanah (aset, pelanggan, pekerjaan lapangan). Jangan gunakan data lokasi untuk hal yang melanggar hak orang lain, menipu, atau membahayakan. Jika file berisi data sensitif, lebih aman gunakan metode offline (QGIS) dan batasi akses file.

FAQ

1) KML bisa langsung dibuka di Excel tidak?

Umumnya tidak enak dipakai langsung karena KML itu XML dan struktur datanya bercabang (folder/placemark/geometry). Cara paling aman: konversi dulu ke CSV/XLSX, baru olah di Excel.

2) Kenapa koordinat saya kebalik (lat-lon vs lon-lat)?

Banyak KML menulis koordinat sebagai longitude,latitude,altitude. Jadi pastikan kolom pertama adalah Longitude, kolom kedua Latitude.

3) KML saya berisi garis/polygon, bisa jadi kolom Latitude/Longitude juga?

Garis/polygon biasanya punya banyak titik (bukan 1 koordinat). Di Excel, yang realistis adalah menyimpan geometry sebagai WKT (teks) atau menyimpan titik-titiknya sebagai teks panjang, lalu dianalisis sesuai kebutuhan.

4) Setelah konversi, angka longitude/latitude tidak bisa dihitung/sort normal. Kenapa?

Biasanya karena angka terbaca sebagai teks atau pemisah desimal tidak sesuai setting Excel. Gunakan NUMBERVALUE atau audit data (TRIM/CLEAN/NUMBERVALUE) supaya jadi angka murni.

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved