Skip to main content

Cara Membuat RAB Bangunan di Excel: Format Tabel, Rumus Volume × Harga Satuan, Rekap per Kategori, dan Layout Siap Cetak

Diperbarui: 29 Desember 2025

Ringkasan cepat:

  • RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang rapi minimal punya: Kategori pekerjaan, uraian, volume, satuan, harga satuan, dan subtotal otomatis.
  • Rumus inti di Excel: Subtotal = Volume × Harga Satuan lalu rekap per kategori memakai SUMIFS.
  • Agar anti salah input: buat dropdown kategori & satuan, batasi format angka Rupiah, dan sediakan kolom “catatan asumsi”.
  • Kalau total Anda sering “aneh” (hasil 0 / tidak menghitung), biasanya karena angka terbaca teks; cek dan rapikan dulu datanya.
  • Di akhir, saya sertakan layout cetak (print area, header) supaya RAB siap dibawa rapat/negosiasi.

Daftar isi

Apa itu RAB bangunan dan apa yang harus ada?

RAB bangunan adalah daftar biaya pekerjaan konstruksi yang disusun berdasarkan item pekerjaan + volume + harga satuan. Tujuannya bukan “akuntansi usaha”, tapi estimasi biaya proyek agar Anda bisa:

  • membandingkan penawaran (kontraktor A vs B) secara adil,
  • melihat pos yang paling mahal (mis. struktur, finishing),
  • mengurangi risiko “bengkak halus” karena item kecil tidak dicatat.

Catatan penting: RAB yang baik tidak hanya angka. Minimal ada kolom catatan asumsi (mis. “harga semen per sak”, “cadangan 10%”, “upah borongan”). Untuk contoh perhitungan volume material finishing, Anda bisa lihat cara berpikirnya di artikel Cara Menghitung Kebutuhan Keramik Lantai & Dinding: Rumus m², Cadangan 5–15%, Konversi ke Dus, + Contoh Excel Pemula.

Struktur file Excel yang kita buat (2 sheet inti + 1 referensi)

Supaya rapi dan mudah diupdate, saya sarankan struktur sederhana seperti ini:

  • Sheet 1: RAB_Detail → tempat input item pekerjaan + rumus subtotal.
  • Sheet 2: REKAP → ringkasan total per kategori + total akhir.
  • Sheet 3: REF → daftar kategori & satuan untuk dropdown (opsional tapi sangat membantu).

Kalau Anda masih pemula dan sering bingung SUM, SUMIF, SUMIFS, pelajari dulu fondasinya di Cara Menghitung Jumlah di Excel untuk Pemula: SUM, AutoSum, SUMIF, SUMIFS, dan SUBTOTAL (Lengkap + Contoh Tabel) agar RAB Anda tidak salah total.

Tabel RAB_Detail: contoh kolom + contoh data

Buat tabel di sheet RAB_Detail dengan kolom berikut (mulai dari baris 1). Contoh di bawah bisa Anda tiru langsung.

Kolom Header Contoh isi Keterangan
A No 1 Nomor item (boleh otomatis)
B Kategori Pekerjaan Struktur Untuk rekap per kategori
C Uraian pekerjaan Beton sloof 15/20 Nama pekerjaan
D Volume 12 Angka (m, m², m³, unit, dll.)
E Satuan m m / m² / m³ / unit / ls
F Harga satuan (Rp) 85000 Harga per satuan
G Subtotal (Rp) (otomatis) Volume × Harga satuan
H Catatan Upah + material Asumsi / merek / sumber harga

Contoh isi data (Anda bisa isi 10–30 item dulu; nanti tinggal tambah). Misalkan tabel Anda mulai di baris 1, data mulai baris 2:

A (No) B (Kategori) C (Uraian pekerjaan) D (Volume) E (Satuan) F (Harga satuan) G (Subtotal) H (Catatan)
1 Pekerjaan Persiapan Pembersihan lahan 1 ls 1500000 1500000 perkiraan borongan
2 Pekerjaan Struktur Beton sloof 15/20 12 m 85000 1020000 material + upah
3 Pekerjaan Struktur Kolom praktis 10 unit 175000 1750000 estimasi per titik
4 Pekerjaan Dinding Pasang bata merah 85 95000 8075000 harga/m² terpasang
5 Pekerjaan Plester & Acian Plester + aci dinding 170 65000 11050000 2 sisi dinding
6 Pekerjaan Finishing Pemasangan keramik lantai 45 145000 6525000 termasuk nat
7 Pekerjaan Finishing Pengecatan dinding 170 28000 4760000 2 lapis
8 Pekerjaan Elektrikal Instalasi listrik titik lampu 12 titik 175000 2100000 kabel + fitting standar
9 Pekerjaan Plumbing Instalasi air bersih 1 ls 3250000 3250000 pipa + aksesoris
10 Pekerjaan Lain-lain Mobilisasi & pembersihan akhir 1 ls 1000000 1000000 akhir pekerjaan

Langkah membuat RAB di Excel (step-by-step + rumus per sel)

Langkah 1: Buat header dan format angka Rupiah

  1. Isi header kolom A1 sampai H1 seperti tabel di atas.
  2. Format kolom F dan G menjadi angka Rupiah: pilih kolom → Number → gunakan Number dengan pemisah ribuan (atau Accounting jika Anda suka).

Langkah 2: Buat sheet REF untuk dropdown kategori & satuan (opsional tapi disarankan)

  1. Buat sheet baru bernama REF.
  2. Di REF, isi daftar kategori pada kolom A (mis. A2:A20) dan daftar satuan pada kolom C (mis. C2:C20).
  3. Contoh kategori: Persiapan, Struktur, Dinding, Plester & Acian, Finishing, Elektrikal, Plumbing, Lain-lain.

Langkah 3: Jadikan kolom Kategori dan Satuan sebagai dropdown (Data Validation)

  1. Blok range input kategori (mis. B2:B500).
  2. Data → Data Validation → Allow: List.
  3. Source: pilih daftar kategori di REF (mis. =REF!$A$2:$A$20).
  4. Ulangi untuk satuan (E2:E500) dengan sumber =REF!$C$2:$C$20.

Langkah 4: Tulis rumus Subtotal (kolom G)

Asumsikan data pertama ada di baris 2:

  • Di G2 ketik: =D2*F2
  • Lalu copy/tarik ke bawah sampai baris terakhir data.

Langkah 5: Buat total keseluruhan di bawah tabel

Misalkan data Anda dipakai sampai baris 500 (Anda bisa sesuaikan). Di sel G502 (contoh), buat total:

  • Tulis label di F502: Total
  • Di G502: =SUM(G2:G501)

Kalau total Anda tiba-tiba 0 atau tidak masuk akal, biasanya masalahnya bukan rumusnya, melainkan data angka terbaca teks. Untuk audit cepatnya, ikuti panduan Audit Data “Angka Tersimpan sebagai Teks” agar SUMIF/SUMIFS Normal: TRIM, CLEAN, NUMBERVALUE, dan Checklist 5 Menit Sebelum Rekap.

Membuat rekap per kategori (SUMIFS) + total akhir

Tujuan rekap: Anda bisa lihat “biaya paling besar” ada di kategori mana, sehingga negosiasi lebih fokus.

Langkah 1: Buat sheet REKAP

  1. Buat sheet bernama REKAP.
  2. Di A1 tulis Kategori, di B1 tulis Total (Rp).
  3. Di kolom A (A2 dst) isi daftar kategori yang sama seperti REF.

Langkah 2: Rumus SUMIFS per kategori

Jika tabel detail ada di RAB_Detail dengan range data sampai baris 501, pakai rumus ini di B2:

=SUMIFS(RAB_Detail!$G$2:$G$501, RAB_Detail!$B$2:$B$501, A2)

Lalu tarik ke bawah untuk kategori lainnya.

Langkah 3: Grand total dari REKAP

  • Di B (baris bawah), buat =SUM(B2:B20) (sesuaikan jumlah kategori).

Kalau SUMIFS tidak jalan padahal kategori terlihat sama, seringnya ada spasi belakang atau tipe data berbeda. Checklist penyebabnya bisa Anda cocokkan dengan Rumus SUM/SUMIF di Excel Tidak Menghitung atau Hasil 0? 12 Penyebab + Cara Memperbaiki (Lengkap Contoh Tabel).

Opsi: PPN & biaya tak terduga (contingency)

Dalam praktik, banyak RAB butuh “cadangan” untuk hal tak terduga (naik harga, tambahan material kecil, revisi minor).

1. Biaya tak terduga (mis. 5%–10%)

Misal grand total Anda ada di sel REKAP!B25. Buat:

  • Contingency (mis. 7%): =REKAP!B25*7%
  • Total + contingency: =REKAP!B25 + (REKAP!B25*7%)

2. PPN (opsional, tergantung skema transaksi)

Jika Anda perlu PPN, konsep penambahan PPN dan perhitungan total dokumen mirip seperti saat membuat dokumen pembelian. Contoh layout dan logika subtotal–PPN–grand total bisa Anda pelajari di Cara Membuat Purchase Order di Excel: Template Otomatis, Rapi, dan Siap Cetak untuk UMKM (Anda ambil polanya, lalu terapkan di RAB).

Layout cetak: rapikan supaya siap print/PDF

  1. Beri judul di atas tabel (mis. “RAB Renovasi Rumah …”).
  2. Page Layout → pilih Orientation (biasanya Landscape) jika kolom banyak.
  3. Page Layout → Print Area → Set Print Area (khusus area tabel).
  4. Page Layout → Print Titles → set baris header agar muncul di setiap halaman (mis. $1:$1).
  5. Tambahkan informasi: tanggal, lokasi proyek, penyusun RAB, versi revisi.

Tips anti salah input & anti salah total

  • Batasi range: jangan pakai satu kolom penuh (G:G) untuk SUMIFS jika tidak perlu. Pakai sampai baris realistis (mis. 500/2000) agar file tetap ringan.
  • Kolom catatan itu wajib: tulis sumber harga (toko A/marketplace/borongan), merek material, atau “asumsi upah”. Ini memudahkan revisi dan mengurangi debat.
  • Jangan campur angka dengan teks di kolom harga (mis. “Rp 85.000”). Kalau perlu simbol Rp, biarkan format sel yang mengurus.
  • Gunakan dropdown untuk kategori & satuan supaya penulisan konsisten (tidak “Struktur”, “struktur”, “struktur ”).
  • Untuk item yang sulit diukur, pakai satuan ls (lumpsum) tapi pastikan ada catatan asumsi yang jelas.

FAQ RAB bangunan di Excel

1. RAB itu minimal harus berisi kolom apa saja?

Minimal: kategori, uraian, volume, satuan, harga satuan, subtotal. Jika ingin rapi untuk revisi/negosiasi, tambahkan kolom catatan asumsi.

2. Lebih bagus RAB per item detail atau lumpsum saja?

Untuk kontrol biaya, RAB detail jauh lebih aman. Lumpsum boleh dipakai untuk item yang memang susah diukur, tapi jangan terlalu banyak karena membuat biaya sulit diaudit.

3. Kenapa SUMIFS saya hasilnya 0 padahal data ada?

Penyebab paling sering: angka terbaca teks, kategori tidak konsisten (ada spasi belakang), atau range SUMIFS tidak sejajar. Rapikan data lalu cek ulang rumus.

4. Berapa persen biaya tak terduga (contingency) yang wajar?

Tergantung proyek dan ketidakpastian harga. Banyak orang memakai 5%–10% sebagai cadangan, lalu disesuaikan setelah survei harga dan gambar kerja makin jelas.

5. Apakah saya perlu memisahkan material dan upah?

Kalau Anda ingin transparansi tinggi (mis. mengawasi tukang/borongan), pisahkan. Jika Anda hanya butuh estimasi cepat, “harga satuan terpasang” (material + upah) sudah cukup—asal catat asumsi sumbernya.

6. Bagaimana cara update harga material tanpa merusak RAB?

Jadikan kolom harga satuan sebagai satu-satunya yang sering diubah, dan hindari mengetik subtotal manual. Dengan begitu, total otomatis ikut berubah dan Anda tidak “ketinggalan update” di beberapa baris.

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved