Diperbarui: 1 Januari 2026
Ringkasan cepat:
- Footnote jurnal itu intinya: siapkan data jurnal yang lengkap, lalu masukkan lewat fitur References → Insert Footnote (jangan nomor manual).
- Elemen data minimal yang aman: penulis, judul artikel, nama jurnal, tahun, volume/issue, halaman yang dikutip, DOI/URL.
- Artikel ini memberi template footnote + contoh simulasi data jurnal agar Anda tinggal meniru.
- Format kampus/jurnal bisa beda; pakai template ini sebagai “default aman”, lalu sesuaikan jika ada pedoman khusus.
Daftar isi
- Footnote jurnal itu apa (dan kapan dipakai)?
- Data apa saja yang wajib diambil dari jurnal?
- Langkah membuat footnote di Word (paling aman)
- Template footnote jurnal (siap copy–edit)
- Contoh lengkap: dari data jurnal → jadi footnote
- Cara merapikan footnote: font, spasi, dan penomoran
- Kesalahan umum + cara bereskan
- FAQ seputar footnote jurnal di Word
- Baca juga di Beginisob.com
Footnote jurnal itu apa (dan kapan dipakai)?
Footnote (catatan kaki) adalah catatan bernomor di bagian bawah halaman. Biasanya dipakai untuk: (1) menaruh sumber rujukan, atau (2) memberi penjelasan tambahan tanpa “mengganggu” paragraf utama.
Namun, tidak semua gaya sitasi menjadikan footnote sebagai rujukan utama. Misalnya pada sistem APA, rujukan utama biasanya berada di dalam teks (nama–tahun). Kalau kampus Anda memakai APA untuk sitasi di teks, Anda bisa pelajari teknisnya di artikel Cara Menulis Sitasi di Dalam Teks (In-Text Citation) APA Style di Word untuk Skripsi dan Jurnal.
Jadi patokan paling aman: ikuti pedoman kampus/jurnal. Jika pedoman meminta catatan kaki, gunakan footnote. Jika pedoman meminta in-text citation, jangan dipaksa jadi footnote.
Data apa saja yang wajib diambil dari jurnal?
Footnote sering dianggap “ribet” karena orang langsung menulis tanpa menyiapkan data sumbernya. Supaya rapi sejak awal, siapkan elemen berikut dulu.
| Elemen data | Contoh bentuknya | Catatan |
|---|---|---|
| Nama penulis | Hidayat, Ahmad; Nuraini, Siti | Pastikan urutan & ejaan sama seperti di artikel jurnal. |
| Judul artikel | “Pengaruh Literasi Keuangan terhadap …” | Tulis sesuai judul asli (hindari mengubah kata). |
| Nama jurnal | Jurnal Ekonomi Nusantara | Biasanya ditulis miring (italic) pada banyak pedoman. |
| Tahun | 2024 | Jika ada bulan/season di pedoman tertentu, ikutkan sesuai aturan. |
| Volume & nomor (issue) | 12(2) | Volume sering wajib, issue kadang opsional (ikut pedoman). |
| Halaman | 155–172 (kutip halaman: 160) | Untuk footnote, Anda biasanya menulis halaman yang dikutip. |
| DOI / URL | https://doi.org/xxxxx (atau URL artikel) | Jika ada DOI, umumnya lebih stabil daripada URL biasa. |
Jika Anda kesulitan menemukan DOI, Anda bisa mengikuti panduan langkah cepat di artikel Cara Menemukan DOI Jurnal untuk Daftar Pustaka APA 7: Crossref, Google Scholar, dan Publisher (Langkah Cepat).
Langkah membuat footnote di Word (paling aman)
Prinsip utama: jangan mengetik nomor footnote manual. Pakai fitur Word agar nomor otomatis dan tidak berantakan saat Anda menyisipkan kutipan baru. Rujukan langkah resmi bisa Anda lihat di Microsoft Support: Add footnotes and endnotes (Microsoft Support).
1. Letakkan kursor di titik kutipan
- Ketik paragraf Anda dulu.
- Letakkan kursor setelah kalimat yang Anda rujuk (umumnya setelah tanda baca, sesuai pedoman).
2. Tambahkan footnote otomatis
- Buka tab References.
- Klik Insert Footnote.
- Word akan menambahkan nomor kecil di teks dan membuka area catatan kaki di bawah halaman.
- Ketik isi footnote jurnal pada area tersebut.
3. Ulangi untuk kutipan lain (nomor akan ikut otomatis)
Saat Anda menambah footnote baru di tengah dokumen, Word akan menggeser dan menomori ulang secara otomatis. Inilah sebabnya cara manual sering bikin “nomor loncat”.
Jika sumber Anda banyak dan Anda ingin sitasi/daftar pustaka otomatis (termasuk meminimalkan revisi), pertimbangkan manajer referensi. Untuk alur kerja Mendeley di Word, Anda bisa mengikuti artikel Tutorial Menggunakan Mendeley: Cara Input Referensi dan Citation Otomatis di Word.
Template footnote jurnal (siap copy–edit)
Template berikut adalah “default aman” untuk sistem catatan kaki berbasis notes (gaya mirip Chicago). Jika kampus Anda punya aturan tanda baca/urutan yang berbeda, sesuaikan—yang penting datanya lengkap dan konsisten.
1) Template footnote jurnal (versi lengkap / first note)
NamaDepan NamaBelakang, “Judul Artikel,” Nama Jurnal Volume, no. Issue (Tahun): Halaman yang dikutip, DOI/URL.
2) Template footnote jurnal (versi singkat / repeated note)
NamaBelakang, “Judul Singkat,” Halaman yang dikutip.
Jika tugas Anda mewajibkan “Daftar Pustaka/References”, rapikan bagian itu dengan panduan Cara Membuat Daftar Pustaka APA Style di Word Secara Otomatis dan Manual untuk Skripsi.
Contoh lengkap: dari data jurnal → jadi footnote
Di bawah ini contoh data simulasi (bukan jurnal nyata) agar Anda punya bayangan jelas.
| Komponen | Isi (simulasi) |
|---|---|
| Penulis | Ahmad Hidayat; Siti Nuraini |
| Judul artikel | Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Perilaku Menabung Mahasiswa |
| Nama jurnal | Jurnal Ekonomi Nusantara |
| Tahun | 2024 |
| Volume (Issue) | 12 (2) |
| Page range | 155–172 |
| Halaman yang dikutip | 160 |
| DOI | https://doi.org/10.1234/jen.v12i2.999 |
1) Hasil footnote (versi lengkap)
Ahmad Hidayat dan Siti Nuraini, “Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Perilaku Menabung Mahasiswa,” Jurnal Ekonomi Nusantara 12, no. 2 (2024): 160, https://doi.org/10.1234/jen.v12i2.999.
2) Hasil footnote (versi singkat, jika sumber yang sama dikutip lagi)
Hidayat dan Nuraini, “Pengaruh Literasi Keuangan,” 168.
Catatan amanah ilmiah (selaras dengan syariat): jangan mengarang data (tahun, volume, DOI, halaman) hanya agar terlihat rapi. Jika detail sumber sering jadi penyebab revisi, Anda bisa pakai checklist koreksi di artikel 10 Kesalahan Umum dalam Daftar Pustaka APA 7 (dan Cara Mengeceknya Sebelum Dikumpulkan ke Dosen).
Cara merapikan footnote: font, spasi, dan penomoran
1) Samakan font & ukuran footnote
- Blok teks di area footnote (bagian bawah halaman).
- Samakan font dengan naskah (atau sesuai pedoman kampus), misalnya Times New Roman 10–12.
- Atur spasi 1,0–1,15 agar rapat dan enak dibaca.
2) Atur penomoran (jika diminta pedoman)
Jika kampus meminta format tertentu (misalnya restart tiap bab/section), atur lewat dialog Footnote/Endnote di Word. Untuk memastikan footnote tidak “mengacaukan” batas kata, Anda bisa cek hitungan kata dan penyebabnya di artikel Cara Menghitung Jumlah Kata di Word: Total Dokumen, Per Halaman, Per Paragraf, atau Teks Tertentu.
Kesalahan umum + cara bereskan
- Nomor footnote berantakan karena diketik manual → hapus nomor manual, ulangi dengan Insert Footnote.
- Footnote “rusak” setelah copy–paste → paste sebagai “Keep Text Only”, lalu sisipkan footnote ulang di lokasi yang tepat.
- Data jurnal tidak lengkap (tidak ada volume/halaman/DOI) → kembali ke PDF/halaman jurnal, ambil data lengkap dulu.
- Gaya campur aduk (kadang APA, kadang catatan kaki) → pilih satu sistem sesuai pedoman dan konsisten.
- Mendeley Cite error (tombol tidak muncul, sitasi jadi kode) → ikuti langkah perbaikannya di artikel Mendeley Cite di Word Sering Error atau Tidak Muncul? Penyebab, Cara Mengatasi, dan Tips Aman untuk Skripsi.
FAQ seputar footnote jurnal di Word
1) Apakah semua kutipan jurnal harus pakai footnote?
Tergantung pedoman. Jika pedoman kampus/jurnal memakai sistem catatan kaki, setiap kutipan ide/data biasanya perlu footnote. Jika pedoman memakai APA (in-text), rujukan utamanya ada di dalam teks.
2) Footnote harus pakai DOI atau boleh URL?
Jika ada DOI, biasanya lebih stabil. Jika tidak ada DOI, gunakan URL halaman artikel yang bisa diakses. Ikuti pedoman yang Anda pakai.
3) Kenapa menu “Insert Footnote” tidak muncul?
Biasanya ada di tab References. Jika Anda memakai Word versi web/mobile, tampilan menunya bisa berbeda atau terbatas. Coba buka lewat Word desktop atau aktifkan ribbon lengkap.
4) Bolehkah footnote dipakai untuk catatan penjelasan juga?
Boleh, tapi jangan membuat pembaca bingung. Jika footnote dipakai untuk rujukan sumber, jaga format rujukannya konsisten.
5) Kalau saya mengutip halaman berbeda dari jurnal yang sama, footnote-nya bagaimana?
Umumnya Anda boleh memakai format singkat (repeated note) lalu ganti halaman yang dikutip, misalnya: NamaBelakang, “Judul Singkat,” 168.
Baca juga di Beginisob.com
- Cara Membuat Daftar Isi di MS Word 2007 untuk Skripsi dan Laporan: Otomatis, Rapi, dan Mudah Diubah
- Cara Membuat Artikel di Word untuk Tugas Kuliah dan Media Online (Langkah Demi Langkah)
- Cara Membuat Daftar Pustaka APA di Google Docs (Tanpa Word): Manual Cepat + Format Hanging Indent yang Rapi
- Cara Mengatur Nomor Halaman Romawi & Arab di Word untuk Skripsi (Cover–Daftar Pustaka)
- Cara Memilih Teks dalam Satu Paragraf di Microsoft Word: Triple Click, Selection Bar, dan Shortcut Keyboard
Comments
Post a Comment