Skip to main content

Rumus MC Excel (Marginal Cost): Cara Hitung Biaya Marginal Otomatis + Contoh Tabel per Sel

Diperbarui: 4 Februari 2026

Ringkasan cepat:

Daftar isi

Checkpoint: terverifikasi vs belum pasti

  • Terverifikasi: “MC” dalam konteks biaya/ekonomi umumnya berarti Marginal Cost (biaya marginal) dengan rumus MC = ΔTC/ΔQ.
  • Belum pasti / bisa beda maksud: sebagian orang menulis “rumus mc excel” padahal maksudnya “rumus MS Excel” (rumus Excel umum). Artikel ini fokus pada MC = Marginal Cost. Kalau yang kamu cari rumus Excel umum, balik ke panduan rumus dasar di atas.

Apa itu MC (Marginal Cost)?

Biaya marginal (MC) adalah biaya tambahan yang muncul ketika kamu menambah jumlah produksi. Jadi fokusnya bukan “biaya rata-rata per unit”, tetapi “berapa biaya ekstra untuk unit tambahan”.

MC berguna untuk keputusan praktis seperti: (1) apakah tambah batch produksi masih masuk akal, (2) apakah biaya melonjak ketika kapasitas dipaksa (lembur, bahan boros, waste), (3) membandingkan efisiensi antar periode (mingguan/bulanan/batch).

Supaya MC tidak menipu, syarat utamanya: angka Total Biaya (TC) harus dicatat konsisten. Kalau pencatatan masih berantakan, rapikan dulu alur kas dan biaya dengan Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana di Excel untuk UMKM dan Freelancer (Langkah + Rumus + Contoh Tabel).

Rumus MC dan cara bacanya

Rumus inti:

MC = ΔTC / ΔQ

  • ΔTC = Total Biaya sekarang − Total Biaya sebelumnya
  • ΔQ = Qty produksi sekarang − Qty produksi sebelumnya

Contoh singkat: total biaya naik Rp3.100.000 saat produksi naik 150 unit, maka MC = 3.100.000/150 = Rp20.667 per unit tambahan.

Contoh tabel MC di Excel (data + hasil)

Berikut simulasi tabel yang siap kamu ketik. Anggap ini data per minggu (boleh per batch/per bulan, yang penting konsisten). Kolom ΔQ, ΔTC, dan MC akan dihitung otomatis.

A: Periode B: Qty (Q) C: Total Biaya (TC) D: ΔQ E: ΔTC F: MC
Minggu 1 500 12500000
Minggu 2 650 15600000 150 3100000 20666,67
Minggu 3 800 18000000 150 2400000 16000

Kalau kamu sudah punya HPP per unit yang rapi (bahan, tenaga, overhead), interpretasi MC akan lebih “nyambung” ke keputusan produksi. Untuk pondasi HPP, kamu bisa pakai Template Excel untuk Menghitung HPP UMKM: Otomatis untuk Usaha Dagang & Produksi (Lengkap dengan Rumus per Sel).

Langkah Excel: rumus per sel (ΔQ, ΔTC, MC)

Di sini saya tulis rumus per sel sesuai tabel simulasi di atas (kolom A–F). Kamu tinggal meniru, lalu tarik ke bawah.

1. Isi data dasar (kolom A–C)

  • Kolom A: Periode (misal Minggu 1, Minggu 2, dst.)
  • Kolom B: Qty produksi (Q)
  • Kolom C: Total Biaya (TC) untuk periode tersebut

2. Hitung ΔQ (kolom D)

Di D3:

=B3-B2

Lalu tarik ke bawah.

3. Hitung ΔTC (kolom E)

Di E3:

=C3-C2

Lalu tarik ke bawah.

4. Hitung MC (kolom F) + anti error pembagi nol

Di F3:

=IFERROR(E3/D3,"")

Kenapa pakai IFERROR? Karena kadang ΔQ = 0 (produksi tidak berubah), sehingga pembagian akan error. Dengan rumus ini, sel MC akan dikosongkan (lebih rapi dan aman).

5. Versi ringkas (tanpa kolom ΔQ dan ΔTC)

Kalau kamu tidak ingin kolom D dan E, kamu bisa hitung MC langsung dari B dan C. Di F3:

=IFERROR((C3-C2)/(B3-B2),"")

Setelah kamu dapat MC, langkah aman berikutnya untuk pengambilan keputusan harga adalah menghitung “harga jual aman”. Kalau kamu perlu rumus harga jual yang menutup biaya + margin (termasuk fee marketplace), pakai panduan Cara Menghitung Harga Jual Produk dari HPP + Target GPP: Rumus Anti Rugi (Termasuk Fee Marketplace) + Contoh Tabel Excel.

Cara membaca hasil MC (biar tidak salah keputusan)

1. MC tinggi: cari “biaya yang muncul karena produksi dipaksa”

Jika MC naik tajam saat kamu menaikkan produksi, biasanya ada biaya yang ikut melonjak: lembur, waste bahan, ongkir/handling, listrik, atau kapasitas mesin/SDM yang sudah mentok. MC tinggi itu sinyal untuk audit proses—bukan otomatis “usahanya jelek”.

2. MC turun: bisa berarti efisiensi membaik, tapi waspada biaya yang telat dicatat

MC turun saat output naik bisa berarti kamu mulai dapat skala ekonomis (lebih efisien). Tapi pastikan tidak ada biaya yang “baru masuk” periode berikutnya, sehingga TC periode sekarang terlihat kecil.

3. MC bukan pengganti HPP, dan bukan alasan banting harga sembarangan

MC hanya melihat “biaya tambahan”. Untuk harga jual, kamu tetap harus memperhitungkan HPP, biaya variabel, biaya tetap, dan margin. Jika kamu menjual lewat distributor/agen/reseller dan butuh rumus diskon aman per channel, gunakan panduan Cara Menentukan Harga untuk Distributor, Agen, dan Reseller: Diskon Bertingkat, MOQ, dan Margin Aman (Contoh Tabel Excel).

4. Catatan syariat (ringkas)

Menghitung biaya dengan rapi membantu amanah dan menghindari kezhaliman (menipu kualitas, timbangan, atau mengambil hak orang lain). Hindari riba dalam pembiayaan, hindari penipuan/gharar dalam transaksi, dan jaga kejujuran dalam akad jual-beli.

FAQ

1) Apa beda MC (biaya marginal) dengan HPP?

MC adalah biaya tambahan saat produksi bertambah (berbasis perubahan). HPP adalah biaya dasar yang dipakai untuk menghitung biaya barang yang dijual/biaya per unit (dasar harga jual dan laporan).

2) Kenapa hasil MC kosong?

Biasanya karena ΔQ = 0 (produksi tidak berubah). Karena rumus memakai IFERROR, hasilnya dikosongkan agar tidak muncul error.

3) Kenapa MC bisa negatif?

MC bisa negatif jika Total Biaya (TC) turun sementara produksi naik. Ini bisa terjadi karena ada diskon besar pada bahan, efisiensi meningkat, atau pencatatan biaya tidak konsisten antar periode.

4) MC dipakai untuk menentukan harga jual boleh?

Boleh sebagai salah satu pertimbangan, tapi jangan sendirian. Harga jual yang aman tetap perlu menutup HPP + biaya variabel + alokasi biaya tetap + margin.

5) Kalau maksud saya “rumus MS Excel” bukan marginal cost, saya harus baca apa?

Mulai dari Rumus Excel Basic untuk Pemula: 12 Rumus Dasar yang Paling Sering Dipakai (Plus Contoh Tabel per Sel Biar Langsung Nempel).

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved