Skip to main content

Rumus Perkalian Excel: Cara Mengalikan Antar Sel, Kolom, Persen, dan Angka Tetap

Oleh Beginisob • Diperbarui: 8 Maret 2026

Banyak pengguna Excel bisa menjumlahkan data, tetapi masih bingung saat harus menghitung jumlah barang × harga satuan, komisi, diskon, atau target persen tanpa salah rumus. Artikel ini akan membantu Anda memahami rumus perkalian Excel dari yang paling dasar sampai yang paling praktis untuk kerja nyata, lengkap dengan contoh tabel siap ketik dan rumus per sel. Panduan ini cocok untuk pemula, admin, guru, staf toko, UMKM, dan siapa pun yang ingin berhenti menghitung manual di kalkulator.

Ringkasan cepat:

  • Rumus perkalian paling dasar di Excel adalah =A2*B2.
  • Kalau sel yang dikalikan banyak, pakai =PRODUCT(A2:C2) agar rumus lebih rapi.
  • Kalau satu kolom ingin dikalikan angka tetap, pakai referensi absolut seperti =A2*$B$1.
  • Untuk diskon/kenaikan persen, bentuk yang paling aman biasanya =Harga*(1-Persen) atau =Nilai*(1+Persen).
  • Kalau hasil rumus aneh, cek dulu apakah angkanya benar-benar bertipe angka, bukan teks.

Apa rumus perkalian Excel?

Rumus perkalian Excel paling dasar memakai operator bintang *. Bentuk sederhananya seperti ini:

=A2*B2

Artinya, nilai pada sel A2 dikalikan dengan nilai pada sel B2. Bentuk ini paling sering dipakai untuk menghitung:

  • jumlah barang × harga satuan,
  • jam kerja × tarif,
  • panjang × lebar,
  • target × persentase komisi.

Kalau data Anda sering bertambah terus, lebih aman ubah range menjadi Excel Table (Ctrl+T) supaya rumus per kolom ikut turun otomatis saat baris baru ditambahkan.

Checklist sebelum mulai

Sebelum mengetik rumus, cek 5 hal ini dulu supaya hasil perkalian tidak menipu:

  • Pastikan nilai yang dikalikan benar-benar angka, bukan teks.
  • Gunakan tanda bintang *, bukan huruf x.
  • Semua rumus harus diawali tanda sama dengan =.
  • Kalau ada angka tetap yang dipakai berulang, kunci referensinya dengan $.
  • Kalau hasil tetap aneh, audit dulu data Anda dengan panduan Audit Data “Angka Tersimpan sebagai Teks”.

1. Perkalian antar sel dan copy ke bawah

Ini skenario yang paling sering dipakai di pekerjaan harian: menghitung total harga dari kolom jumlah dan harga satuan.

Jumlah Harga Satuan Total
2 15000 =A2*B2
5 12000 =A3*B3
3 22500 =A4*B4

Kalau Anda menulis rumus pertama di C2 sebagai =A2*B2, Anda tidak perlu mengetik ulang untuk semua baris. Cukup tarik fill handle ke bawah, maka Excel akan menyesuaikan menjadi:

  • C3: =A3*B3
  • C4: =A4*B4
  • dan seterusnya

Kalau rumus dicampur dengan operasi lain, gunakan tanda kurung

Saat Anda mencampur perkalian dengan tambah/kurang, biasakan memakai tanda kurung agar hasilnya tidak salah baca.

Kasus Rumus yang aman Fungsi
Harga setelah diskon =C2*(1-D2) Subtotal dikali sisa persentase
Nilai akhir berbobot =(B2*40%)+(C2*60%) Masing-masing komponen dikali bobotnya
Komisi dari omzet =E2*F2 Omzet dikali persen komisi

Sesudah total per baris jadi, kalau Anda ingin menjumlah totalnya per hari, per kategori, atau per bulan, lanjutkan ke panduan Cara Menghitung Jumlah di Excel.

2. Menggunakan fungsi PRODUCT

Kalau sel yang ingin dikalikan lebih dari dua, Anda bisa tetap memakai tanda *, tetapi kadang lebih rapi kalau memakai fungsi PRODUCT.

Contoh operator biasa:

=A2*B2*C2

Contoh dengan PRODUCT:

=PRODUCT(A2:C2)

Panjang Lebar Tinggi Volume
2 3 4 =PRODUCT(A2:C2)
5 2 6 =PRODUCT(A3:C3)

Kapan PRODUCT lebih enak dipakai?

  • Saat sel yang dikalikan banyak.
  • Saat Anda ingin memakai satu range sekaligus.
  • Saat rumus ingin dibuat lebih singkat dan rapi.

Catatan penting: kalau argumen PRODUCT berupa referensi/range, sel kosong dan teks di dalam range biasanya diabaikan. Ini berguna, tetapi jangan menjadikannya alasan untuk membiarkan data tetap kotor. Data yang rapi tetap lebih aman untuk jangka panjang.

3. Mengalikan satu kolom dengan angka tetap

Skenario ini sering muncul saat Anda ingin:

  • mengalikan semua harga dengan kurs,
  • mengubah satuan meter ke sentimeter,
  • menghitung bonus dengan faktor yang sama.

Misalnya nilai utama ada di kolom A, dan angka pengali tetap ada di B1. Gunakan rumus:

=A2*$B$1

Nilai Dasar Pengali Tetap (B1 = 1000) Hasil
50 1000 =A2*$B$1
75 1000 =A3*$B$1
120 1000 =A4*$B$1

Tanda $ membuat B1 menjadi referensi absolut, jadi saat rumus disalin ke bawah, Excel tetap mengacu ke B1. Kalau Anda lupa mengunci referensi ini, hasil di baris berikutnya bisa salah karena acuan bergeser.

4. Perkalian persen: diskon, komisi, kenaikan

Rumus perkalian Excel juga sangat sering dipakai untuk menghitung persen. Berikut contoh yang paling umum.

Contoh 1: Menghitung nilai komisi

Jika omzet ada di A2 dan persen komisi ada di B2, maka:

=A2*B2

Kalau A2 = 5000000 dan B2 = 5%, hasilnya adalah 250000.

Contoh 2: Menghitung harga setelah diskon

Gunakan salah satu dari dua bentuk ini:

  • =A2-(A2*B2)
  • =A2*(1-B2)

Bentuk kedua biasanya lebih ringkas dan lebih mudah dibaca.

Contoh 3: Menghitung kenaikan 10%

Kalau gaji awal ada di A2 dan kenaikan 10% ada di B2:

=A2*(1+B2)

Kasus Rumus Contoh hasil
Komisi 5% dari omzet =A2*B2 5000000 × 5% = 250000
Harga setelah diskon 10% =A2*(1-B2) 100000 × (1-10%) = 90000
Nilai setelah kenaikan 8% =A2*(1+B2) 4000000 × 108% = 4320000

Kalau Anda sedang membuat tagihan, pola qty × harga satuan lalu diskon/PPN seperti ini juga sering dipakai pada template invoice Excel dengan rumus otomatis.

5. Perkalian beda sheet dan Excel Table

Perkalian beda sheet

Kalau jumlah ada di satu sheet dan harga ada di sheet lain, Anda tetap bisa mengalikan keduanya.

Contoh:

=Sheet1!A2*Sheet2!B2

Kalau nama sheet mengandung spasi, pakai tanda kutip satu:

='Data Penjualan'!A2*'Master Harga'!B2

Kalau Anda masih bingung dengan referensi seperti Sheet1!A2, baca juga panduan Link Excel Beda Sheet: Cara Mengambil Data Antar Sheet.

Perkalian di Excel Table

Kalau range Anda sudah diubah menjadi Excel Table, rumusnya bisa lebih mudah dibaca. Misalnya nama kolomnya Qty dan Harga, maka rumus di kolom Total bisa seperti ini:

=[@Qty]*[@Harga]

Keuntungannya:

  • rumus lebih jelas,
  • otomatis ikut turun saat baris baru ditambah,
  • lebih aman untuk data yang terus bertambah.

Kesalahan umum yang paling sering terjadi

Masalah Gejala Penyebab paling sering Solusi
Hasil tidak muncul Sel menampilkan teks rumus mentah Format sel Text atau ada tanda petik di depan Ubah ke General/Number lalu tekan F2 dan Enter
#VALUE! Rumus error padahal bentuknya terlihat benar Ada teks/spasi/karakter tersembunyi di sel angka Bersihkan data dan audit tipe data
Hasil baris kedua dan seterusnya salah Baris pertama benar, bawahnya melenceng Referensi angka tetap tidak dikunci Pakai $ seperti $B$1
Rumus tidak jalan Tidak ada hasil hitung Memakai huruf x bukan * Ganti operator menjadi tanda bintang
PRODUCT error di komputer lain Rumus dianggap salah Pemisah argumen beda regional Coba ganti koma menjadi titik koma

Kalau kasus Anda termasuk “angka terlihat seperti angka, tapi Excel tidak mau menghitung”, hampir selalu lebih cepat menyelesaikannya dari sisi kualitas data dulu, bukan dari sisi rumus.

Kapan pakai * dan kapan pakai PRODUCT?

Kebutuhan Lebih cocok pakai Contoh
Mengalikan 2 sel * =A2*B2
Mengalikan 3–4 sel dalam satu baris * atau PRODUCT =A2*B2*C2 atau =PRODUCT(A2:C2)
Mengalikan satu range yang panjang PRODUCT =PRODUCT(A2:A10)
Mengalikan dengan angka tetap * + referensi absolut =A2*$B$1
Diskon/kenaikan persen * + tanda kurung =A2*(1-B2)

Untuk pemula, mulai dulu dari operator * karena paling mudah dipahami. Setelah itu, baru biasakan memakai PRODUCT jika rumus mulai panjang.

Kesimpulan

Rumus perkalian Excel yang paling penting untuk dikuasai pemula ada empat:

  • =A2*B2 untuk mengalikan dua sel,
  • =PRODUCT(A2:C2) untuk mengalikan beberapa sel sekaligus,
  • =A2*$B$1 untuk mengalikan dengan angka tetap,
  • =A2*(1-B2) atau =A2*(1+B2) untuk diskon dan kenaikan persen.

Kalau Anda sering bekerja dengan data transaksi, stok, nilai, atau invoice, kuasai dulu empat bentuk di atas sampai benar-benar hafal. Setelah itu, Excel akan terasa jauh lebih ringan karena Anda tidak perlu hitung manual lagi untuk pekerjaan yang berulang.

FAQ

1. Apa rumus perkalian paling dasar di Excel?

Yang paling dasar adalah =A2*B2. Artinya nilai di A2 dikalikan dengan nilai di B2.

2. Apa beda tanda * dan fungsi PRODUCT?

Tanda * paling cocok untuk rumus pendek seperti =A2*B2. Fungsi PRODUCT lebih enak dipakai kalau sel yang dikalikan banyak atau berupa satu range.

3. Bagaimana cara mengalikan satu kolom dengan angka yang sama?

Pakai referensi absolut, misalnya =A2*$B$1. Dengan begitu, saat rumus disalin ke bawah, Excel tetap mengambil angka pengali dari B1.

4. Bagaimana cara menghitung diskon di Excel?

Gunakan =Harga*(1-Diskon). Misalnya harga di A2 dan diskon di B2, maka rumusnya =A2*(1-B2).

5. Kenapa rumus perkalian Excel saya error?

Penyebab paling sering adalah angka ternyata tersimpan sebagai teks, operator yang dipakai salah, rumus tidak diawali tanda =, atau referensi angka tetap tidak dikunci dengan $.

Baca juga

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved