Cara Membuat Diagram Garis di Excel yang Benar: Line Chart untuk Data Waktu (Tanggal Bulanan) + Contoh Tabel & Setting agar Grafik Tidak Menyesatkan
Diperbarui: 14 Februari 2026
Ringkasan cepat:
- Diagram garis (line chart) paling cocok untuk melihat tren dari waktu ke waktu (harian/mingguan/bulanan).
- Kunci agar garis tidak “ngaco”: kolom waktu harus tanggal valid, data urut, dan format tabel rapi.
- Jika datamu ada bolong (bulan kosong), kamu perlu memutuskan: garis putus, nol, atau interpolasi (artikel ini jelaskan yang aman).
- Di bawah ada contoh tabel siap ketik + langkah membuat line chart + cara merapikannya.
Daftar isi
- Kapan pakai diagram garis (bukan batang/pie)?
- Contoh data (siap ketik) untuk diagram garis
- Langkah membuat diagram garis di Excel (Line Chart)
- Cara merapikan diagram garis (judul, sumbu, label, marker)
- Kasus data bolong: garis putus, nol, atau dibiarkan kosong?
- Bikin 2 garis dalam 1 chart (2 series) tanpa bikin bingung
- Masalah umum: tanggal tidak terbaca, garis loncat, sumbu kacau
- FAQ
- Baca juga di Beginisob.com
Kapan pakai diagram garis (bukan batang/pie)?
Gunakan diagram garis jika data kamu menunjukkan perubahan dari waktu ke waktu, misalnya omzet per bulan, jumlah transaksi per hari, atau suhu per jam. Kalau tujuanmu membandingkan kategori (mis. Online vs Offline tanpa waktu), diagram batang lebih pas.
Jika kamu masih butuh panduan grafik “paling dasar” (semua jenis chart), baca dulu artikel pemula ini: Cara Membuat Grafik di Excel yang Mudah Dibaca untuk Pemula.
Contoh data (siap ketik) untuk diagram garis
Ketik tabel ini mulai dari A1. Ini contoh tren bulanan yang realistis untuk latihan line chart.
| A: Bulan (Tanggal) | B: Omzet | C: Transaksi |
|---|---|---|
| 2026-01-01 | 12500000 | 210 |
| 2026-02-01 | 14200000 | 235 |
| 2026-03-01 | 13850000 | 228 |
| 2026-04-01 | 16000000 | 260 |
| 2026-05-01 | 15500000 | 250 |
| 2026-06-01 | 17100000 | 275 |
Kalau kamu butuh dataset latihan yang lebih panjang (transaksi harian → rekap bulanan → grafik), gunakan: Contoh Data Excel untuk Latihan (Siap Ketik) + Tantangan Rumus Bertahap.
Langkah membuat diagram garis di Excel (Line Chart)
1) Pastikan kolom waktu adalah tanggal valid
- Kolom A harus bertipe Date (bukan teks). Format “yyyy-mm-dd” biasanya aman.
- Urutkan berdasarkan tanggal (A→Z) agar garis tidak loncat.
2) Blok data dan buat grafik garis
- Blok range A1:B7 (untuk 1 garis omzet).
- Tab Insert → pilih Line → pilih Line with Markers (opsional).
- Excel akan membuat grafik garis berdasarkan tanggal di kolom A.
3) Jika ingin 2 garis (Omzet dan Transaksi)
Kamu bisa blok A1:C7 agar 2 series masuk dalam 1 chart. Namun perhatikan skala (Omzet jutaan vs Transaksi ratusan). Jika skalanya jauh, jangan dipaksa 2 garis pada sumbu yang sama—lebih aman pakai combo/secondary axis. Panduan lengkapnya ada di: Cara Membuat Grafik di Excel dengan 2 Data (2 Series): 1 Chart untuk 2 Angka.
Cara merapikan diagram garis (judul, sumbu, label, marker)
1) Buat judul grafik yang jelas
- Judul minimal menjawab: apa + periode (mis. “Tren Omzet Bulanan 2026”).
- Kalau kamu ingin judul grafik otomatis ikut berubah (lebih rapi), kamu bisa tautkan judul ke sel. Panduan judul (tabel + grafik + saat print) ada di: Cara Membuat Judul di Excel: Judul Tabel, Judul Grafik, dan Judul Saat Dicetak.
2) Atur sumbu Y (angka) agar tidak menyesatkan
- Jika variasi kecil, jangan “memotong” sumbu secara ekstrem sampai grafik terlihat dramatis.
- Gunakan format angka (ribuan/jutaan) agar mudah dibaca.
3) Gunakan marker seperlunya
- Marker membantu saat titik data sedikit (mis. 6 bulan).
- Untuk data panjang (harian), marker bisa bikin grafik ramai—matikan marker jika perlu.
Kasus data bolong: garis putus, nol, atau dibiarkan kosong?
Ini bagian yang sering bikin grafik salah tafsir. Misalnya bulan Maret tidak ada data. Pilihan yang aman tergantung makna “kosong”:
| Kondisi | Isi sel bulan kosong | Makna | Saran |
|---|---|---|---|
| Memang tidak ada transaksi (nol) | 0 | Nilainya benar-benar nol | Isi 0 agar garis turun ke nol (jujur) |
| Data belum masuk / belum dicatat | (biarkan kosong) | Nilai belum diketahui | Lebih aman kosong daripada 0 (agar tidak menipu) |
| Ingin “menyambung” visual | Jangan asal isi angka | Berisiko asumsi | Hindari interpolasi jika datanya untuk laporan resmi |
Bikin 2 garis dalam 1 chart (2 series) tanpa bikin bingung
Jika kamu ingin menampilkan “Target vs Realisasi” atau “Omzet vs Transaksi”, perhatikan skala dan pesan grafiknya. Untuk laporan yang sering dipakai atasan (target vs realisasi + persen), biasanya lebih cocok combo chart: Laporan Target vs Realisasi Penjualan Tahunan di Excel: Persentase Pencapaian + Grafik Otomatis.
Masalah umum: tanggal tidak terbaca, garis loncat, sumbu kacau
1) Tanggal dianggap teks (grafik jadi “kategori”, bukan time-series)
- Tandanya: sumbu X tidak teratur, atau tanggal terlihat seperti teks biasa.
- Solusi aman: pastikan format sel benar-benar Date dan input tanggal konsisten.
2) Garis loncat-loncat
- Penyebab paling sering: data belum diurutkan berdasarkan tanggal.
- Solusi: sort kolom tanggal A→Z, lalu refresh chart.
3) Grafik terlalu ramai
- Kurangi gridlines, matikan marker, dan tampilkan label hanya pada titik penting (puncak/terendah).
- Pakai judul yang jelas agar pembaca tidak menebak-nebak maksud grafik.
FAQ
1) Diagram garis di Excel cocok untuk data apa?
Cocok untuk data tren waktu: harian, mingguan, bulanan, atau tahunan.
2) Kenapa line chart saya tidak mengikuti urutan tanggal?
Biasanya karena kolom tanggal terbaca teks atau data belum di-sort. Pastikan tanggal valid dan urutkan A→Z.
3) Apakah bisa membuat 2 garis dalam 1 grafik?
Bisa. Jika skala jauh berbeda, gunakan combo chart atau secondary axis agar tidak menyesatkan.
4) Bagaimana kalau data ada bulan kosong?
Jika benar-benar nol, isi 0. Jika data belum ada, biarkan kosong agar tidak menipu. Hindari interpolasi untuk laporan resmi.
Baca juga di Beginisob.com
- Cara Membuat Diagram Batang di Excel yang Benar: Clustered vs Stacked + Contoh
- Cara Membuat Gantt Chart di Excel untuk Jadwal Proyek: Timeline Otomatis
- Dashboard Laporan Tahunan di Excel: Pivot Table + Slicer (Filter Cepat)
- Format Laporan Penjualan Excel: Template 3 Sheet (Transaksi → Rekap → Dashboard)
- Cara Membuat Struktur Organisasi di Excel: 3 Metode (SmartArt, Shapes, Otomatis)
Comments
Post a Comment